Minggu, 17 Mei 2026

Gudang, Dapur, dan Lahan: Trilogi Polri Wujudkan Swasembada Pangan


Di Tuban, Presiden Prabowo tidak hanya memanen jagung. Ia juga menyaksikan komitmen Polri dalam pemenuhan gizi dan ketahanan pangan. Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo membeberkan target 1.500 SPPG pada 2026. Saat ini, 736 dari 1.376 SPPG telah beroperasi, 172 dalam masa persiapan, dan 468 masih dibangun—termasuk 33 di wilayah 3T. Dampak yang diharapkan: 3,44 juta masyarakat mendapat manfaat langsung dan 68.000 tenaga kerja terserap.(Avs)

Namun SPPG hanyalah satu bagian. Kasatgas MBG Polri, Irjen Nurworo Danang, mengungkapkan bahwa program ini membangun ekosistem berkelanjutan dengan melibatkan petani, peternak, dan koperasi. Standar kualitas dijalankan sangat ketat: dari sertifikasi halal, higiene sanitasi, uji air, hingga pengawasan penjamah makanan oleh Dokkes Polri. Polri juga mengadopsi CNG sebagai bahan bakar memasak yang efisien dan ramah lingkungan.(Avs)

Di sisi lain, Polri menggerakkan sektor hulu melalui KUR Rp30,3 miliar yang disalurkan ke 714 kelompok tani jagung binaan. Infrastruktur gudang pun diperkuat: saat ini 18 gudang beroperasi di 12 Polda, dan 10 gudang baru akan ditambah tahun ini dengan kapasitas 1.000 ton per unit. Satu gudang utama berkapasitas 10.000 ton ditargetkan selesai pada Juni 2026 untuk menjamin stabilitas pasokan pasca panen.(Avs)

Mengutip arahan Presiden Prabowo, Kapolri menegaskan bahwa pangan adalah fondasi peradaban. Dari gudang penyimpanan, dapur SPPG, hingga lahan jagung binaan, Polri membuktikan peran aktifnya dalam Asta Cita. Bukan hanya sebagai pengayom keamanan, tetapi juga sebagai penggerak kesejahteraan. Menuju Indonesia Emas, setiap langkah Polri di sektor pangan adalah investasi bagi generasi yang sehat, kuat, dan berdaya saing.(Avs)

0 comments:

Posting Komentar