Senin, 25 Mei 2026

Satu Galon Bekas Seribu Manfaat, Bhabinkamtibmas Tanjunganom Ajak Warga Bertanam Cabe


Di tangan kreatif warga Kelurahan Tanjunganom, Nganjuk, galon air mineral bekas yang biasanya berakhir di tempat pembuangan sampah bertransformasi menjadi kebun cabai yang menghijau dan produktif. Bhabinkamtibmas AIPTU Saktian Suryani, pada Selasa (26/5/2026), melaksanakan pemantauan terhadap pemanfaatan Pekarangan Pangan Bergizi (P2B) dengan media tanam galon bekas, sebuah inovasi sederhana yang membuktikan bahwa barang bekas pun bisa bernilai ekonomi tinggi. Langkah ini tidak hanya membantu keluarga memenuhi kebutuhan cabai sehari-hari, tetapi juga mengurangi beban lingkungan dari sampah plastik yang sulit terurai. Kapolres Nganjuk AKBP Suria Miftah Irawan menegaskan bahwa Polri melalui Bhabinkamtibmas terus mendorong masyarakat agar kreatif memanfaatkan barang bekas maupun lahan terbatas menjadi sarana produktif yang bermanfaat bagi kebutuhan pangan keluarga.

AIPTU Saktian Suryani melakukan monitoring langsung ke lokasi, memeriksa perkembangan tanaman cabai dari dekat sekaligus berdialog dengan warga tentang teknik perawatan yang efektif dan efisien. Ia memberikan masukan tentang pentingnya lubang drainase di dasar galon agar air tidak menggenang dan menyebabkan akar busuk, serta menyarankan penggunaan pupuk organik dari sisa dapur. Tanaman cabai dipilih karena merupakan kebutuhan pokok yang harganya kerap melonjak, sehingga memiliki stok sendiri adalah bentuk antisipasi cerdas terhadap inflasi pangan. Dengan pendampingan berkelanjutan, warga yang semula hanya mencoba-coba kini serius mengembangkan kebun galon bekas mereka, bahkan beberapa sudah mulai menghitung keuntungan dari penjualan cabai ke tetangga.

Kapolsek Warujayeng, Kompol H. Ahmad Junaedi, menegaskan bahwa pihaknya akan terus mendukung berbagai inovasi masyarakat dalam pemanfaatan Pekarangan Pangan Bergizi, terutama yang berbasis pada daur ulang dan pemberdayaan sumber daya lokal. Ia berharap kreativitas memanfaatkan media tanam sederhana seperti galon bekas ini dapat menjadi contoh positif bagi warga lainnya yang masih memiliki pekarangan sempit namun ingin berkontribusi pada ketahanan pangan nasional. Menurutnya, Polsek Warujayeng akan terus mempromosikan praktik baik ini melalui berbagai kegiatan sosialisasi dan lomba antar-RT. Dengan pendampingan yang konsisten, diharapkan setiap keluarga di Tanjunganom pada akhirnya memiliki minimal lima galon bekas yang produktif.

Melalui pemantauan rutin, AIPTU Saktian Suryani juga mengingatkan warga untuk melakukan peremajaan tanaman secara berkala agar kebun galon bekas tidak kehilangan produktivitas setelah beberapa kali panen. Ia mengajarkan teknik rotasi tanaman, di mana setelah cabai habis masa produktifnya, galon bisa ditanami sayuran lain seperti kangkung atau bayam. Polres Nganjuk berharap bahwa kegiatan di Kelurahan Tanjunganom ini dapat menginspirasi kelurahan dan desa lain di seluruh Nganjuk untuk melakukan hal serupa, mengingat sampah galon bekas tersedia di mana-mana. Pada akhirnya, bertanam cabai di galon bekas bukan sekadar kegiatan mengisi waktu luang, tetapi investasi nyata untuk ketahanan pangan keluarga, kelestarian lingkungan, dan kesejahteraan ekonomi yang berkelanjutan.(Avs)

0 comments:

Posting Komentar