Senin, 15 Juni 2026

Personel Tambahan dan Aturan Ketat, Polda Jatim Kawal Peringatan 1 Suro


Surabaya- Menjelang peringatan Tahun Baru Islam 1 Muharam 1448 Hijriah, Polda Jawa Timur menggelar operasi pengamanan berskala besar. Kabid Humas Kombes Pol Jules Abraham Abast menyatakan bahwa personel tambahan diterjunkan ke Polres jajaran mulai 15 Juni. Fokus pengamanan tidak hanya di Madiun Raya yang identik dengan tradisi Suroan, tetapi juga di Surabaya Raya dan daerah lain yang berpotensi menjadi titik konsentrasi massa. "Setiap Polres mendapat tambahan personel sesuai kebutuhan dan tingkat kerawanan di wilayahnya," ujarnya, Selasa (16/6/2026). Langkah ini diambil untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan kondusif.

Surabaya- Selain penguatan personel, Polda Jatim juga memberlakukan aturan tegas bagi peserta pengesahan warga perguruan silat. Atribut dan pakaian sakral perguruan tidak boleh dikenakan selama perjalanan. Kendaraan yang digunakan harus roda empat tertutup dan tanpa atribut. Konvoi dilarang karena dinilai mengganggu ketertiban dan lalu lintas. Peserta juga tidak boleh membawa tongkat, bendera, petasan, kembang api, atau flare. "Kami ingin peringatan ini berjalan khidmat dan tidak merugikan masyarakat lain," jelas Kombes Abast.

Surabaya- Larangan lain mencakup provokasi, penyebaran hoaks, ujaran kebencian di media sosial, serta konsumsi miras dan narkoba. Setelah acara selesai, peserta wajib pulang dan tidak berkerumun. "Masyarakat diimbau untuk tetap waspada, tidak mudah terprovokasi, dan mematuhi aturan yang berlaku," pungkas Kombes Abast. Dengan sinergi antara polisi, perguruan silat, dan masyarakat, Polda Jatim optimis peringatan 1 Suro tahun ini akan menjadi momen yang aman, tertib, dan penuh kedamaian bagi seluruh warga Jawa Timur.(Avs)

0 comments:

Posting Komentar