Minggu, 14 Juni 2026

Polisi Pantau Lahan Jagung Karangsono, Sumur Bor Jadi Penyelamat di Musim Kering


Nganjuk- Musim kemarau sering menjadi mimpi buruk bagi petani jagung. Namun, Senin (15/6/2026) menjadi bukti bahwa mimpi buruk itu bisa dilawan. AIPTU Slamet Rahadi, Bhabinkamtibmas Desa Karangsono, bersama warga binaannya melakukan pemantauan lahan jagung yang menggunakan sumur bor sebagai sumber air alternatif. Kapolres Nganjuk AKBP Suria Miftah Irawan menyebut inisiatif ini sebagai terobosan penting. "Polri hadir mendampingi masyarakat agar pertanian tetap produktif di tengah tantangan iklim. Sumur bor adalah jawabannya," ujar AKBP Suria.

Nganjuk- Tanaman jagung memiliki peran strategis dalam ketahanan pangan nasional, tidak hanya untuk konsumsi manusia tetapi juga untuk pakan ternak. AIPTU Slamet Rahadi tidak sekadar memantau, ia turun langsung mengecek kondisi tanaman dan berdialog dengan petani tentang efisiensi penggunaan air sumur bor. Kapolsek Loceret AKP Triyono memberikan apresiasi tinggi terhadap upaya warga yang tidak menyerah pada kondisi alam. "Dengan pengelolaan sumur bor yang baik, produktivitas jagung tetap terjaga meskipun curah hujan minim. Ini adalah kunci ketahanan pangan di era perubahan iklim," tegas AKP Triyono.

Nganjuk- AKP Triyono berharap kegiatan pemantauan seperti ini dapat menginspirasi desa-desa lain yang juga menghadapi ancaman kemarau. "Jangan biarkan lahan jagung mengering hanya karena hujan tidak turun. Sumur bor adalah bukti bahwa manusia bisa beradaptasi," ungkapnya. Melalui pendampingan rutin dari Bhabinkamtibmas, petani Karangsono kini memiliki rasa aman ganda: aman dari gangguan kamtibmas sekaligus aman dari ancaman kekeringan. Dari lahan jagung yang tetap hijau di tengah kemarau, ketahanan pangan nasional terus dijaga dengan air dari sumur bor.(Avs)

0 comments:

Posting Komentar