Nganjuk- Ancaman penurunan debit air mulai terasa di Desa Pule, dan Bhabinkamtibmas Aipda Atin bergerak cepat pada Minggu (12/7/2026) untuk memastikan petani siap menghadapi musim kemarau yang semakin memprihatinkan. Menindaklanjuti arahan Kapolres Nganjuk AKBP Suria Miftah Irawan tentang pentingnya pemantauan ketersediaan air, Bhabinkamtibmas turun langsung ke saluran irigasi dan lahan persawahan untuk mengidentifikasi titik-titik rawan kekeringan. Langkah antisipatif ini menjadi kunci untuk mencegah gagal panen yang dapat merugikan petani secara ekonomi.
Kapolres Nganjuk menjelaskan bahwa ketersediaan air yang cukup dan terdistribusi secara merata adalah syarat mutlak bagi keberhasilan pertanian. Melalui pendampingan rutin, Polri membantu petani merencanakan strategi pengairan yang efisien, termasuk pembagian jadwal giliran air yang adil dan pemanfaatan sumber air alternatif seperti sumur dangkal atau embung. Aipda Atin dalam kunjungannya berdialog dengan petani tentang langkah-langkah yang telah mereka siapkan dan memberikan saran untuk perbaikan sistem irigasi yang ada.
Kapolsek Jatikalen AKP Yoni Susilo menambahkan bahwa kesiapan menghadapi kekeringan adalah kunci untuk mempertahankan produktivitas pertanian. Petani yang memiliki rencana cadangan saat debit air menurun akan lebih siap menghadapi tantangan dan tidak panik ketika musim kemarau tiba. Pendampingan Polri melalui Bhabinkamtibmas menjadi upaya strategis untuk membangun ketahanan petani dalam menghadapi perubahan iklim yang semakin tidak menentu.
Desa Pule diharapkan menjadi desa yang tangguh menghadapi musim kemarau berkat persiapan yang matang dan sinergi antara petani, Polri, dan pemerintah desa. Dengan langkah antisipasi yang terencana, tanaman padi dapat tetap tumbuh optimal meskipun debit air mengalami penurunan. Keberhasilan ini menjadi contoh bagi desa-desa lain di Nganjuk tentang pentingnya kewaspadaan dan perencanaan dalam menjaga ketahanan pangan di tengah tantangan iklim yang ekstrem.(Avs)

0 comments:
Posting Komentar