Senin, 31 Agustus 2026

Generasi Z SMUN 1 Sukomoro Bertemu AI, Polres Nganjuk Bekali Etika Digital sejak Dini


Nganjuk- Sebanyak seratus siswa SMUN 1 Sukomoro mendapat pelajaran berharga tentang kecerdasan buatan dari Tim ToT Paham AI Polres Nganjuk dalam kegiatan yang digelar pada Senin, 31 Agustus 2026. Mereka tidak hanya diajak memahami fitur-fitur canggih AI, tetapi juga bagaimana menyikapinya dengan kepala dingin dan hati-hati. Ini adalah bagian dari upaya Polres Nganjuk menciptakan generasi yang tidak hanya pintar menggunakan teknologi, tetapi juga bijak dalam bersikap.


Tim ToT Paham AI menyoroti berbagai aspek penting seperti keamanan data, potensi penyalahgunaan, serta dampak psikologis dari penggunaan AI yang berlebihan. Siswa diajarkan untuk selalu memverifikasi informasi yang dihasilkan oleh AI karena tidak semua output yang diberikan akurat dan dapat dipercaya. Mereka pun didorong untuk tetap mengutamakan kreativitas dan pemikiran orisinal dalam setiap tugas yang dikerjakan.


"Teknologi AI memang luar biasa, tetapi kalian adalah pengendali utamanya, jangan sampai terbalik," pesan Tim ToT Paham AI Polres Nganjuk di hadapan para siswa yang mendengarkan dengan penuh perhatian. Kegiatan ini menjadi momen penting bagi siswa untuk merefleksikan kebiasaan digital mereka selama ini dan memperbaikinya ke arah yang lebih positif. Diskusi ringan pun terjadi, di mana siswa dengan terbuka menceritakan pengalaman mereka berinteraksi dengan berbagai platform AI.


Salah satu siswa mengakui bahwa sebelumnya ia tidak terlalu memikirkan dampak penggunaan AI terhadap privasi dan keamanan data pribadinya. Namun setelah mengikuti kegiatan ini, ia menjadi lebih waspada dan berniat untuk menerapkan tips-tips keamanan yang telah diajarkan. Rasa syukur dan apresiasi mengalir dari para peserta yang merasa sangat terbantu dengan adanya edukasi langsung dari tim Polres Nganjuk.


Tim ToT Paham AI Polres Nganjuk berharap program literasi digital ini terus berlanjut dan menjangkau lebih banyak sekolah di wilayah Nganjuk. Mereka mengingatkan bahwa kemudahan teknologi seharusnya membuat siswa lebih produktif dan inovatif, bukan malah kehilangan nalar kritis. Dengan penguatan karakter dan pengetahuan, generasi muda Indonesia siap menghadapi era kecerdasan buatan dengan percaya diri dan tanggung jawab. (Avs)

0 comments:

Posting Komentar