Jakarta- Biddokkes Polda Jawa Barat turut memberikan dukungan pengumpulan data AM. Dukungan juga berupa sampel DNA keluarga korban di Garut. Pada 15 September 2026, sampel DNA diambil dari 13 keluarga korban. Terdiri dari 2 keluarga korban meninggal dunia dan 11 keluarga korban yang masih dalam pencarian.
Pengambilan dilakukan menggunakan metode Buccal Swab. Sampel tersebut kemudian dikirimkan ke Pusdokkes Mabes Polri. Pengiriman dilakukan pada 16 September 2026 pukul 06.30 WIB. Pemeriksaan lebih lanjut pun dilakukan. Karopenmas Divhumas Polri Brigjen Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko mengatakan data ante mortem sangat penting.
Data itu menjadi bagian penting dalam proses rekonsiliasi. Polri terus memastikan setiap data diperiksa dan dicocokkan secara cermat. Identitas korban harus dipastikan sebelum diserahkan kepada keluarga. Proses identifikasi dilakukan melalui tahapan DVI.
Caranya dengan menggabungkan data ante mortem dan post mortem. Data ante mortem dikumpulkan dari keluarga korban sebelum korban ditemukan. Data post mortem diperoleh dari pemeriksaan terhadap korban. Hingga 19 September 2026, sebanyak 9 korban meninggal dunia berhasil diidentifikasi. Seluruhnya telah diserahkan kepada keluarga.
Berdasarkan rekap operasi DVI per 19 September 2026, sebanyak 117 korban telah ditemukan. Terdapat 9 korban meninggal dunia. Seluruhnya telah diserahkan kepada keluarga. Kesembilan korban tersebut yakni Reyner Fausta Yosilianto, 22 tahun, laki-laki, asal Jawa Timur. Ada juga Nurul Rian Hidayat, 33 tahun, laki-laki, asal Jawa Timur.
Imam Soeparno, 66 tahun, laki-laki, asal Jawa Timur, turut teridentifikasi. Denny Ridzal Saputra, 30 tahun, laki-laki, asal Jawa Timur, juga termasuk. Erik Maousul Latip, 37 tahun, laki-laki, asal Jawa Barat. Risyan Kurnia Putra, 28 tahun, laki-laki, asal Jawa Barat. Muhammad Abdianoor, 30 tahun, laki-laki, asal Kalimantan Selatan.
Surya, 59 tahun, laki-laki, asal Kalimantan Selatan. Yuli, 29 tahun, perempuan, asal Kalimantan Selatan. Sementara itu, dari 108 korban hidup yang telah ditemukan, seluruhnya telah dipulangkan. Tidak terdapat korban hidup yang masih menjalani perawatan di rumah sakit. Hingga 19 September 2026, dari total 243 orang dalam manifes, sebanyak 117 korban telah ditemukan. (Ssly)
.jpeg)
0 comments:
Posting Komentar