Gresik- Hasim (54) hanya bisa terduduk di ruang tengah rumahnya. Pria yang sehari-hari mengais rezeki sebagai driver ojek online itu tengah dalam masa pemulihan. Kecelakaan tragis di Exit Tol Dahanrejo, Kebomas, mengubah hidupnya. Peristiwa nahas itu terjadi pertengahan Agustus lalu.
Kaki dan tangan kanan Hasim terluka parah. Tim medis memprediksi butuh sedikitnya tiga bulan untuk bisa melangkah lagi. Di tengah bayang-bayang pemulihan panjang, beban pikiran Hasim kian berat. Ia adalah satu-satunya tulang punggung keluarga.
Ada istri, anak yang baru lulus kuliah, dan si bungsu di pesantren. Hasim kini hanya bisa berharap kesehatannya pulih. Saat ini ia hanya bisa duduk dan tak dapat penghasilan. Untuk bergerak di dalam rumah saja, ia harus menyewa kursi roda.
Namun, solidaritas jalanan dan respons cepat Polres Gresik Polda Jatim mengubah mendung menjadi harapan. Berawal dari cerita dua rekan ojolnya kepada Kapolres Gresik AKBP Ramadhan Nasution. Pintu rumah Hasim tiba-tiba diketuk oleh rombongan pejabat Polres Gresik. Kapolres datang bersama Kasat Lantas AKP Muhammad Hariyazie Syakhranie.
Kedatangan mereka membawa senyuman. Sebuah kursi roda baru dipasangkan untuk Hasim. Ia tak perlu lagi menyewa. Kejutan tidak berhenti di sana. Sebuah mobil van polisi datang membawa tumpukan barang dagangan.
Barang itu mengisi kembali rak-rak toko kelontong di rumah Hasim. Toko tersebut sudah lama kosong karena kehabisan modal. AKBP Ramadhan Nasution mengatakan pihaknya ingin memastikan Hasim tetap memiliki kegiatan produktif. Ia juga berharap Hasim tetap berpenghasilan dari rumah demi keluarganya.
Bagi Hasim, bantuan ini bukan sekadar materi. Bantuan ini menjadi nafas sambungan hidup. Momen ini bertepatan dengan menjelang Hari Lalu Lintas Bhayangkara ke-71. Polres Gresik menunjukkan bahwa tugas polisi bukan hanya menjaga ketertiban di jalan raya. Polisi juga hadir membalut luka dan menghadirkan kemanusiaan. (Mmws)

0 comments:
Posting Komentar