Pagi di Jalan Musi Nganjuk biasanya ramai oleh kendaraan yang melintas, tetapi Senin (30/3/2026) menjadi hari yang berbeda bagi seorang pengendara motor. Dalam perjalanan mengantar anaknya ke SDN Begadung 4, rantai kendaraannya tiba-tiba putus, membuat motor tidak bisa melaju. Di tengah kepanikan dan kekhawatiran anaknya akan terlambat sekolah, Bripka Badik, anggota Satlantas Polres Nganjuk yang sedang bertugas mengatur lalu lintas, langsung menghampiri. Dengan senyum ramah, ia menawarkan bantuan untuk mengantarkan sang anak ke sekolah. Anak itu pun dengan sigap menggandeng tangannya, dan dalam hitungan menit, ia sudah tiba di depan gerbang sekolah tepat waktu.
Tindakan Bripka Badik ini menjadi sorotan hangat di kalangan masyarakat yang menyaksikan. Bukan karena aksinya yang spektakuler, tetapi karena ketulusannya yang terpancar dari kesigapannya menolong tanpa diminta. Kasat Lantas Polres Nganjuk, AKP Ivan Danara Oktavian, S.Tr.K., S.I.K., M.H., menegaskan bahwa sikap seperti inilah yang diharapkan tumbuh dari setiap personel Polri. "Kami selalu menekankan kepada seluruh personel agar peka terhadap situasi di lapangan. Apa yang dilakukan Bripka Badik adalah bentuk kepedulian dan respons cepat Polri dalam membantu masyarakat," ujarnya. Baginya, pelayanan prima bukan hanya tentang prosedur, tetapi tentang bagaimana polisi hadir sebagai solusi.
Bripka Badik sendiri mengaku bahwa ia hanya melakukan apa yang seharusnya dilakukan oleh seorang polisi yang melihat warga kesulitan. Ia bercerita bahwa saat melihat sang orang tua panik dan anak mulai cemas, ia langsung tergerak untuk membantu. "Saya melihat anak tersebut hampir terlambat sekolah, sementara orang tuanya kesulitan karena kendaraannya rusak. Jadi saya inisiatif untuk mengantarnya agar tetap bisa mengikuti pelajaran tepat waktu," ungkapnya. Ia pun mengesampingkan tugas pengaturan lalu lintas sejenak, karena menurutnya, menolong warga yang sedang dalam kesulitan adalah prioritas yang tidak bisa ditunda.
Kejadian ini mengingatkan bahwa di balik seragam dan atribut kepolisian yang sering kali terlihat formal, ada hati yang siap menolong. Masyarakat yang melihat langsung aksi Bripka Badik pun memberikan apresiasi, menyebut bahwa kehadiran polisi di pagi hari tidak hanya membuat lalu lintas lebih tertib, tetapi juga memberikan rasa aman karena ada sosok yang siap membantu dalam situasi darurat. Anak yang diantar pun pulang dengan cerita yang membanggakan: ia diantar ke sekolah oleh seorang polisi baik hati yang membuatnya tidak terlambat mengikuti pelajaran.
AKP Ivan Danara Oktavian berharap aksi Bripka Badik dapat menginspirasi banyak orang, baik di internal kepolisian maupun di masyarakat luas. Menurutnya, kebaikan sekecil apa pun akan selalu berdampak positif jika dilakukan dengan tulus. Ia juga menegaskan bahwa Polres Nganjuk akan terus mendorong anggotanya untuk peka terhadap kebutuhan masyarakat, terutama di titik-titik rawan kemacetan dan aktivitas pagi hari. Dengan semangat pelayanan yang terus dipupuk, diharapkan semakin banyak cerita-cerita kecil namun bermakna seperti ini yang lahir dari interaksi antara polisi dan warga. (Avs)

0 comments:
Posting Komentar