Slide # 1

INFINIX

To put the future in the hands of the people who want it and need it most Read More

Slide # 2

INFINIX

FTo put the future in the hands of the people who want it and need it most Read More

Slide # 3

INFINIX

To put the future in the hands of the people who want it and need it most Read More

Slide # 4

INFINIX

To put the future in the hands of the people who want it and need it most Read More

Slide # 5

INFINIX

To put the future in the hands of the people who want it and need it most Read More

Minggu, 26 Juli 2026

Polsek Jatikalen Perkuat Sinergi dengan Petani Lewat Sambang Dialogis


Nganjuk, Jatikalen- Minggu (26/7) pagi, suasana persawahan di Desa Begendeng mendadak lebih hangat dengan kehadiran Aiptu Wahyu, Bhabinkamtibmas Polsek Jatikalen, yang datang bersambang dialogis dengan para petani. Tidak hanya berdiri di pinggir sawah, ia turun langsung menemui warga yang tengah bekerja, berbincang santai tentang berbagai hal, dari kondisi tanaman hingga pesan-pesan kamtibmas yang penting untuk menjaga keamanan lingkungan. Kegiatan ini merupakan wujud nyata komitmen Polsek Jatikalen Polres Nganjuk dalam mendukung program pemerintah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pendekatan yang humanis dan persuasif.


Kapolres Nganjuk melalui jajaran Polsek Jatikalen menyampaikan bahwa sambang dialogis ini bertujuan untuk mempererat hubungan antara Polri dan masyarakat, khususnya para petani yang menjadi garda terdepan ketahanan pangan. Dalam interaksinya, Aiptu Wahyu memberikan dukungan dan motivasi agar para petani tetap semangat bekerja dan terus meningkatkan produktivitas pertanian. Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga kerukunan dengan sesama dan bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban lingkungan, karena situasi yang kondusif akan sangat mendukung kelancaran aktivitas pertanian dan ketersediaan pangan di wilayah tersebut.


Selama berdialog, Bhabinkamtibmas mendengarkan dengan seksama berbagai cerita dan keluhan para petani tentang perjuangan mereka mengelola lahan di tengah berbagai tantangan. Ia memberikan semangat agar mereka tetap optimis dan tidak mudah menyerah, karena kerja keras mereka sangat berarti bagi ketahanan pangan nasional. Aiptu Wahyu juga mengajak warga untuk saling menjaga kerukunan dan gotong royong, karena kebersamaan adalah kunci utama dalam menghadapi berbagai kesulitan yang muncul di tengah musim tanam maupun musim panen.


Polsek Jatikalen berharap melalui kegiatan sambang dialogis ini, kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam mendukung Program Ketahanan Pangan Nasional semakin meningkat. Dengan interaksi langsung yang hangat dan penuh kekeluargaan, Bhabinkamtibmas mampu membangun kepercayaan dan kedekatan emosional dengan warga, yang menjadi fondasi kuat dalam menjaga stabilitas kamtibmas. Polres Nganjuk berkomitmen untuk terus mendampingi petani dalam setiap langkah, karena kesejahteraan masyarakat adalah tujuan utama dari setiap program yang dijalankan, dan pertanian yang subur adalah cermin dari bangsa yang maju dan mandiri.(Avs)

Sabtu, 25 Juli 2026

Aipda Andik Chandra Pantau Jagung dan Irigasi di Nglaban, Dukung Ketahanan Pangan


Nganjuk- Pagi Minggu yang cerah dimanfaatkan Aipda Andik Chandra, Bhabinkamtibmas Desa Nglaban, untuk melaksanakan pemantauan lahan jagung milik warga binaannya. Tidak hanya melihat tanaman dari kejauhan, ia turun langsung ke tengah ladang, memeriksa kondisi batang jagung, dan mengecek saluran irigasi yang menjadi penentu keberhasilan panen di musim kemarau. Kegiatan yang berlangsung pada 26 Juli ini merupakan implementasi nyata dari komitmen Polres Nganjuk dalam mendukung Program Ketahanan Pangan Nasional, di mana polisi hadir sebagai mitra petani dalam setiap tahap produksi pertanian.


Kapolres Nganjuk AKBP Suria Miftah Irawan menyampaikan bahwa kehadiran Bhabinkamtibmas di tengah masyarakat menjadi bagian dari strategi Polri untuk memastikan ketahanan pangan tetap terjaga. Menurutnya, produktivitas pertanian sangat dipengaruhi oleh dua faktor utama: ketersediaan air dan situasi keamanan yang kondusif. Dengan melakukan monitoring secara rutin, Bhabinkamtibmas dapat memastikan saluran irigasi berfungsi dengan baik, sekaligus memberikan imbauan kepada petani untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi gangguan keamanan di sekitar lahan pertanian.


Aipda Andik Chandra tampak fokus memeriksa setiap sudut lahan, mengamati kesuburan tanah dan tanda-tanda serangan hama yang bisa merusak tanaman. Ia juga berdialog dengan para petani, mendengar cerita mereka tentang perjuangan mengairi lahan di tengah kemarau panjang, serta memberikan motivasi agar tetap semangat merawat tanaman hingga masa panen tiba. Imbauan untuk menjaga kebersihan saluran irigasi dan mengamankan kendaraan serta peralatan pertanian juga disampaikan, sebagai bentuk kepedulian terhadap keselamatan dan kelancaran aktivitas pertanian warga.


Kapolsek Loceret AKP Triyono menegaskan bahwa pendampingan di sektor pertanian akan terus dioptimalkan melalui peran Bhabinkamtibmas yang memiliki kedekatan emosional dengan masyarakat. Dengan sinergi yang kuat antara polisi, petani, dan pemerintah daerah, diharapkan produktivitas jagung di Desa Nglaban terus meningkat dan ketahanan pangan nasional dapat terwujud dari tingkat desa. Polres Nganjuk berkomitmen untuk terus hadir mendampingi masyarakat dalam setiap langkah, karena kesejahteraan rakyat adalah tujuan utama dari setiap program yang dijalankan, dan pertanian yang maju adalah fondasi dari bangsa yang makmur dan mandiri.(Avs)

404 Calon Taruna Akpol 2026 Diuji dengan Standar Baru di Semarang


Semarang- Transformasi rekrutmen Polri memasuki babak baru dengan dilaksanakannya seleksi Taruna Akademi Kepolisian tahun 2026 yang mengusung standar lebih tinggi dan relevan dengan kebutuhan organisasi di masa depan. Wakapolri Komjen Dedi Prasetyo memimpin langsung tahapan akhir seleksi tingkat pusat di Gedung Serba Guna Akpol Semarang pada Jumat (24/7), di mana 404 calon taruna dan taruni yang terdiri dari 365 pria dan 39 wanita menjalani serangkaian ujian terakhir. Asisten SDM Kapolri Irjen Anwar mengungkapkan bahwa tahun ini Polri menghadirkan dua kebaruan signifikan, yaitu penerapan tes komputer dan peningkatan kualitas soal akademik dengan standar setara olimpiade, sebagai bentuk adaptasi terhadap perkembangan teknologi dan tuntutan tugas kepolisian yang semakin kompleks.


Tes komputer menjadi salah satu inovasi yang dianggap krusial untuk memastikan bahwa calon taruna memiliki kemampuan dasar dalam mengoperasikan perangkat digital. Irjen Anwar menegaskan bahwa di era modern ini, personel Polri dituntut untuk melek teknologi, baik dalam hal pengoperasian komputer, gadget, maupun sistem informasi kepolisian. Tanpa kemampuan tersebut, mereka akan kesulitan bersaing dan menjalankan tugas dengan efektif di lapangan. Oleh karena itu, tes komputer diterapkan di semua jenjang rekrutmen, mulai dari tamtama, bintara, hingga perwira, untuk memastikan bahwa setiap calon anggota Polri memiliki fondasi literasi digital yang kuat sejak awal karier mereka.


Selain aspek teknologi, standar akademik juga mengalami peningkatan yang cukup drastis dengan mengadopsi level kesulitan setara olimpiade. Materi ujian yang mencakup bahasa Inggris, pengetahuan umum, dan matematika kini dirancang untuk menguji kemampuan berpikir kritis, analitis, dan pemecahan masalah, bukan lagi sekadar hafalan dari buku teks. Irjen Anwar menyebut perubahan ini sebagai langkah maju yang sangat membanggakan, karena Polri membutuhkan personel yang mampu menganalisis permasalahan secara mendalam dan merumuskan solusi yang tepat. Kemampuan inilah yang menjadi kebutuhan utama Polri di masa depan, di mana tantangan keamanan dan ketertiban semakin dinamis dan tidak bisa dihadapi dengan pendekatan konvensional yang mengandalkan hafalan semata.


Hingga tahap akhir, proses seleksi telah melalui berbagai rangkaian ketat, mulai dari administrasi, kesehatan, psikologi, kesamaptaan jasmani, hingga pemeriksaan penampilan yang dinilai langsung oleh enam pejabat utama Polri, termasuk Wakapolri, Kalemdiklat, As SDM, Kadiv Propam, Wairwasum, dan Gubernur Akpol. Dengan pembaruan yang dihadirkan pada seleksi tahun ini, Polri menunjukkan komitmennya untuk melahirkan perwira muda yang unggul, adaptif, dan siap menghadapi dinamika tugas kepolisian di era digital. Irjen Anwar optimistis bahwa para taruna yang lolos seleksi akan menjadi generasi penerus yang tidak hanya cakap secara teknis dan intelektual, tetapi juga memiliki karakter kuat dan kemampuan berpikir kritis yang menjadi modal utama bagi Polri dalam menghadapi tantangan masa depan yang semakin kompleks.(Avs)

Lidi Sapu Berperekat Jadi Senjata, Pencuri Kotak Amal di Lamongan Ditangkap


Lamongan- Modus pencurian uang kotak amal dengan lidi sapu berperekat kembali terungkap di Lamongan, setelah Polsek Karanggeneng berhasil mengamankan YS (42), warga Sukomulyo, pada Jumat (24/7) sekitar pukul 14.20 WIB. Pelaku diduga melakukan aksinya di salah satu masjid di Dusun Ngembet, Desa Banjarmadu, Kecamatan Karanggeneng, dengan cara memancing uang dari kotak amal menggunakan alat sederhana yang telah dimodifikasi. Kasi Humas Polres Lamongan Ipda M. Hamzaid mengungkapkan bahwa pengungkapan kasus ini berawal dari informasi masyarakat yang segera ditindaklanjuti Kapolsek Karanggeneng Iptu Sofian Ali beserta anggota, yang kemudian melakukan penyelidikan hingga pelaku berhasil diamankan.


Hasil pemeriksaan awal menunjukkan bahwa YS merupakan residivis yang pernah terlibat dalam kasus pencurian kotak amal dan pencurian kendaraan bermotor sebelumnya. Dari tangan pelaku, petugas menyita barang bukti berupa satu buah lidi patah dengan perekat, uang tunai hasil curian sebesar Rp394.000, serta satu unit sepeda motor yang digunakan sebagai sarana kejahatan. Pelaku kini telah diamankan di Polsek Karanggeneng untuk menjalani proses penyidikan lebih lanjut, dengan sangkaan Pasal 476 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP terkait tindak pidana pencurian.


Ipda Hamzaid menjelaskan bahwa kasus ini menjadi peringatan bagi pengurus masjid dan tempat ibadah lainnya untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap modus pencurian yang terus berkembang. Kotak amal yang selama ini menjadi wadah pengumpulan dana sosial seringkali menjadi target karena dianggap mudah dibobol dengan alat sederhana. Polres Lamongan berkomitmen untuk terus mengusut kasus ini dan mencari kemungkinan keterlibatan pelaku dalam aksi pencurian lainnya di wilayah Kabupaten Lamongan.


Masyarakat diimbau untuk tetap waspada dan segera melaporkan setiap tindak pidana yang terjadi melalui layanan kepolisian 110 agar dapat segera ditindaklanjuti. Polres Lamongan juga mengapresiasi peran aktif warga dalam memberikan informasi yang sangat membantu pengungkapan kasus ini. Dengan sinergi yang erat antara polisi dan masyarakat, diharapkan situasi kamtibmas di Lamongan tetap aman dan kondusif, serta pelaku kejahatan tidak lagi memiliki ruang untuk meresahkan warga yang sedang beribadah atau beraktivitas di lingkungan sekitarnya.(Avs)

Polres Nganjuk dan Kejari Gelar Off-Road Baong#4, Bawa Pesan Sosial dan Wisata


Nganjuk- Suasana riuh dan penuh semangat menyambut pembukaan Event Off-Road Sinergitas Bhayangkara dan Adhyaksa Baong#4 Tahun 2026 yang digelar di Monumen Dr. Sutomo, Desa Ngepeh, Loceret, pada Sabtu (25/7). Kapolres Nganjuk AKBP Suria Miftah Irawan bersama Kajari Nganjuk Dr. Dino Kriesmiardi secara resmi melepas 120 kendaraan off-road yang siap menaklukkan medan ekstrem di wilayah Loceret, dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara ke-80 dan Hari Adhyaksa ke-66. Bupati Nganjuk Marhaen Djumadi dan Wakil Bupati Trihandy Cahyo Saputro turut hadir memberikan dukungan penuh terhadap kegiatan yang menggabungkan olahraga, sosial, dan promosi wisata ini.


Kapolres Nganjuk menegaskan bahwa off-road Baong#4 menjadi bukti nyata sinergi yang kuat antara Polri dan Kejaksaan dalam menciptakan kegiatan yang bermanfaat bagi masyarakat luas. Menurutnya, ajang ini tidak hanya mempererat hubungan antarinstansi, tetapi juga menjadi sarana untuk menyalurkan bantuan sosial kepada warga sekitar, memperkenalkan potensi wisata alam, dan mendorong pertumbuhan ekonomi lokal melalui promosi destinasi seperti Jolotundo. Dengan demikian, setiap putaran ban off-road membawa pesan tentang pentingnya kebersamaan dalam membangun daerah, di mana keindahan alam Nganjuk bisa dinikmati dan dilestarikan bersama.


Para peserta off-road dengan penuh antusias melintasi jalur-jalur menantang yang telah disiapkan, menunjukkan keterampilan dan keberanian dalam menghadapi medan berbatu dan berlumpur. Kapolres mengimbau agar seluruh pengemudi mengutamakan keselamatan, mematuhi aturan, serta menjaga keamanan dan kelestarian lingkungan selama dua hari kegiatan hingga 26 Juli. Kehadiran Forkopimda dan Forkopimcam Loceret turut memastikan bahwa acara berjalan dengan tertib, aman, dan penuh dengan semangat sportivitas yang tinggi.


Event Off-Road Baong#4 yang berlangsung selama dua hari ini diharapkan mampu menjadi agenda rutin tahunan yang tidak hanya dinantikan oleh para pecinta otomotif, tetapi juga oleh masyarakat yang ingin menyaksikan pesona alam Nganjuk. Kapolres optimistis bahwa melalui kegiatan ini, nama Nganjuk akan semakin dikenal sebagai daerah yang kaya akan keindahan alam dan memiliki sinergi antarinstansi yang solid. Dengan penutupan pembukaan yang berlangsung lancar, Polres Nganjuk dan Kejari siap melanjutkan kolaborasi positif ini, menjadikan off-road sebagai ikon kebersamaan yang menginspirasi seluruh elemen bangsa untuk terus bergerak maju dalam semangat gotong royong dan persatuan.(Avs)

Program Piramida Polres Gresik, Kopi dan Dialog Bersama Insan Pers


Gresik- Suasana keakraban menyelimuti Ruang Rupatama SAR Polres Gresik pada Kamis (23/7) ketika Kapolres AKBP Ramadhan Nasution menggelar "Ngopi Bareng Media" dalam program Piramida. Didampingi Wakapolres Kompol Shabda Purusha Putra dan para pejabat utama, Kapolres duduk bersama awak media dari berbagai organisasi dan platform pemberitaan untuk berdialog santai sambil menikmati secangkir kopi hangat. Kegiatan ini menjadi ajang silaturahmi yang sarat manfaat, di mana isu-isu seputar kamtibmas, penyampaian informasi publik, dan penguatan sinergi antara kepolisian dan pers dibahas secara terbuka dan penuh semangat kebersamaan.


Kapolres Gresik menyampaikan bahwa program Piramida adalah wujud nyata komitmen Polri dalam membangun kemitraan yang setara dan produktif dengan insan pers. Menurutnya, media adalah pilar penting dalam demokrasi yang memiliki tanggung jawab besar untuk menyajikan informasi yang edukatif dan menyejukkan bagi masyarakat. Kapolres mengingatkan bahwa di era digital yang penuh dengan gempuran informasi, peran wartawan profesional menjadi semakin krusial untuk memverifikasi kebenaran berita dan meluruskan narasi yang simpang siur. Ia juga menekankan bahwa pemberitaan yang tidak bertanggung jawab dapat berdampak serius pada stabilitas kamtibmas, sehingga kolaborasi yang erat antara polisi dan media adalah keharusan.


Dialog yang berlangsung dalam suasana santai namun serius ini menjadi ruang untuk saling mendengar dan memahami tantangan masing-masing pihak. Para wartawan menyampaikan apresiasi atas keterbukaan Polres Gresik dalam memberikan akses informasi, sekaligus menyoroti beberapa kendala yang masih dihadapi di lapangan. Kapolres merespons dengan mendengarkan secara seksama dan berjanji akan terus meningkatkan koordinasi serta pelayanan kepada media, karena hubungan yang harmonis adalah kunci keberhasilan dalam menjaga kondusivitas wilayah Kabupaten Gresik.


Polres Gresik berharap melalui kegiatan Ngopi Bareng Media ini, sinergi antara kepolisian dan insan pers semakin solid dan berkelanjutan. Kapolres optimistis bahwa dengan komunikasi yang baik, Polres dan media akan mampu menciptakan ekosistem informasi yang sehat, di mana masyarakat menerima berita yang akurat, mencerdaskan, dan membangun. Ia menutup pertemuan dengan ajakan untuk terus menjaga kebersamaan dan profesionalisme, karena kemajuan Gresik adalah hasil kerja semua pihak yang berkomitmen pada kebenaran, keadilan, dan kedamaian. Dengan semangat Piramida, polisi dan pers akan berdiri bersama sebagai benteng pertahanan bangsa di tengah arus informasi yang semakin deras dan kompleks.(Avs)

Kapolresta Sumenep dan Awak Media Berdialog, Perkuat Kemitraan


Sumenep- Gedung PWI Kabupaten Sumenep menjadi ruang dialog yang hidup pada Jumat (24/7) ketika Kapolresta Kombes Pol Ariek Indra Sentanu duduk bersama para wartawan dalam acara silaturahmi yang penuh keakraban. Kehadiran Kapolresta ini menjadi bukti nyata bahwa Polresta Sumenep berkomitmen penuh untuk membangun hubungan yang terbuka dan setara dengan insan pers, karena keduanya memiliki visi yang sama: menyajikan informasi yang benar dan bermanfaat bagi masyarakat. Dalam sambutannya, Kapolresta menegaskan bahwa media adalah mitra strategis yang tidak bisa dipisahkan dari tugas kepolisian dalam menjaga keamanan dan ketertiban.


Kombes Ariek menyampaikan bahwa sinergi yang baik antara Polresta dan PWI akan menciptakan arus informasi yang lancar dan terpercaya, sehingga publik tidak mudah terombang-ambing oleh berita bohong atau narasi yang memecah belah. Menurutnya, wartawan memiliki peran penting sebagai penyambung lidah kepolisian kepada masyarakat, sekaligus menjadi pengawas kritis yang memastikan setiap kebijakan dijalankan dengan benar. Dengan komunikasi yang intensif, kedua institusi ini dapat saling mengisi dan memperkuat, menciptakan ekosistem yang saling menguntungkan bagi semua pihak.


Pertemuan yang berlangsung mulai pukul 10.30 WIB ini diisi dengan diskusi santai namun mendalam tentang berbagai isu ketenagakerjaan di Sumenep, mulai dari pemberitaan kriminal hingga program-program pencegahan yang digalakkan Polresta. Kapolresta juga mendengarkan secara seksama masukan dari para wartawan tentang bagaimana kepolisian dapat lebih responsif dalam memberikan informasi kepada media. Dialog yang terbuka dan jujur ini menciptakan iklim saling percaya yang menjadi modal berharga bagi kemitraan jangka panjang antara Polresta Sumenep dan insan pers.


PWI Kabupaten Sumenep mengapresiasi langkah Kapolresta yang dinilai sangat visioner dalam membangun hubungan yang harmonis dengan media. Mereka berharap kegiatan silaturahmi ini tidak berhenti di sini, tetapi menjadi awal dari kolaborasi yang lebih erat dalam menyebarluaskan informasi yang mencerdaskan dan membangun. Dengan sinergi yang terus dipupuk, Sumenep akan menjadi daerah yang aman, damai, dan maju, di mana kepolisian dan pers berjalan berdampingan menuju tujuan yang sama: kesejahteraan dan kebahagiaan seluruh masyarakat.(Avs)

Jumat, 24 Juli 2026

Polisi dan Petani Bersatu, Bhabinkamtibmas Nganjuk Awasi Jagung Bogo


Nganjuk Kota- Hamparan lahan jagung di Kelurahan Bogo mendapat kunjungan istimewa dari Aipda Jumadi, Bhabinkamtibmas Polsek Nganjuk Kota, pada Sabtu (25/7/2026). Bukan untuk menggeledah atau memeriksa dokumen, ia datang untuk memantau perkembangan tanaman sekaligus membangun kedekatan dengan para petani yang sehari-hari berkeringat mengelola kebun mereka. Kegiatan monitoring ini merupakan wujud nyata komitmen Polri dalam mendukung program ketahanan pangan nasional, membuktikan bahwa tugas polisi tidak berhenti pada penjagaan keamanan, tetapi juga menyentuh aspek kesejahteraan masyarakat secara luas.


Kapolsek Nganjuk Kota, Kompol Jumari, menyebut bahwa peran Bhabinkamtibmas di bidang pertanian adalah langkah terobosan yang patut diapresiasi. Ia menjelaskan bahwa kehadiran polisi di tengah petani dapat memberikan rasa aman dan nyaman, sehingga mereka tidak ragu untuk mengembangkan lahan pertaniannya. Selain itu, interaksi rutin semacam ini juga mencegah terjadinya konflik lahan atau pencurian hasil panen, karena keberadaan aparat menjadi efek jera sekaligus bentuk perlindungan yang nyata di mata warga.


Aipda Jumadi tampak bersemangat menyusuri setiap sudut lahan, mengamati batang jagung yang mulai menguning siap panen dan berbincang santai dengan pemilik kebun. Ia memberikan apresiasi atas kerja keras para petani yang telah menjaga tanaman dengan baik, seraya mengingatkan agar perawatan tetap konsisten hingga masa panen tiba. Dari obrolan ringan itu, terjalin hubungan yang lebih dari sekadar formalitas, melainkan ikatan kekeluargaan yang membuat petani merasa diperhatikan dan didukung penuh oleh aparat kepolisian.


Kapolsek berharap bahwa monitoring semacam ini dapat dilakukan secara berkala di seluruh wilayah Nganjuk, agar setiap petani merasakan kehadiran negara dalam setiap langkah mereka. Ketahanan pangan bukan hanya tanggung jawab kementerian pertanian, melainkan kerja kolektif semua pihak, termasuk kepolisian yang berada paling dekat dengan rakyat. Dengan semangat gotong royong, jagung Nganjuk akan terus tumbuh subur, dan kesejahteraan petani pun akan meningkat seiring dengan panen yang melimpah ruah.(Avs)

Kapolri dan Buruh Satu Meja, Ini yang Diperjuangkan


Jakarta- Sebuah pemandangan langka terjadi di Jakarta ketika Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo duduk bersama para pemimpin konfederasi buruh dalam peresmian Sekretariat Bersama Koalisi Besar Perjuangan Buruh Indonesia. Dalam sambutannya, Sigit tidak hanya memberikan ucapan selamat, tetapi juga menyampaikan visi jelas tentang masa depan hubungan industrial di Indonesia. Ia menegaskan bahwa perjuangan buruh untuk mendapatkan keadilan dan kesejahteraan harus terus didorong, namun tanpa mengabaikan pentingnya menjaga iklim investasi yang menjadi sumber utama penyerapan tenaga kerja.


Kapolri menguraikan bahwa tantangan global saat ini menuntut semua pihak untuk berpikir jernih dan bertindak kolektif. Ia menyebutkan eskalasi konflik di berbagai kawasan dunia yang memicu kenaikan harga komoditas dan energi, yang pada gilirannya mengancam daya beli masyarakat dan keberlangsungan usaha. Dalam situasi seperti ini, buruh tidak bisa hanya mengandalkan protes keras, tetapi harus mampu membaca peluang dan ikut serta dalam mencari solusi yang menguntungkan semua pihak. Sigit mengajak serikat pekerja untuk menjadi mitra strategis pemerintah, bukan oposisi yang selalu berada di luar pagar.


Salah satu poin penting yang disampaikan Sigit adalah peran Desk Ketenagakerjaan Polri yang sudah beroperasi dan memberikan dampak nyata bagi pekerja yang terjerat masalah hukum atau sengketa ketenagakerjaan. Ia meminta agar desk ini beroperasi dengan standar pelayanan tinggi, mulai dari pendampingan hingga mediasi, sehingga setiap kasus bisa diselesaikan secara adil dan cepat. Kapolri juga menekankan bahwa keberlanjutan program ini adalah harga mati, karena persoalan ketenagakerjaan tidak akan pernah selesai dalam waktu singkat dan membutuhkan institusi yang konsisten dalam menanganinya.


Lebih jauh, Sigit mengajak buruh untuk mengawal program-program pemerintah seperti hilirisasi dan swasembada pangan yang sedang digalakkan. Menurutnya, buruh memiliki kapasitas untuk menjadi pengawas kebijakan agar tidak menyimpang dari tujuan awal, yakni menciptakan kesejahteraan rakyat dan lapangan kerja yang luas. Namun ia juga mengingatkan bahwa semua itu bisa tercapai hanya jika suasana tetap kondusif dan semua elemen saling menghargai peran masing-masing dalam ekosistem ekonomi nasional.


Di akhir pidatonya, Kapolri menyampaikan harapan besar agar peresmian sekretariat bersama ini menjadi tonggak baru dalam perjuangan buruh Indonesia. Ia menutup dengan pesan yang menggugah: mari kita jadikan persatuan sebagai kekuatan, dialog sebagai jalan, dan kesejahteraan sebagai tujuan akhir. Dengan semangat kebersamaan, Indonesia akan mampu melewati segala rintangan dan melompat menuju era keemasan di 2045, di mana buruh bukan lagi pekerja rendahan, tetapi pahlawan sejati yang dihormati dan dilindungi negaranya.(Avs)

Menepis Spekulasi, Bhabinkamtibmas dan Pajak Dua Dunia Berbeda


Jakarta- Belakangan ini, kerjasama antara Polri dan Ditjen Pajak melalui peran Bhabinkamtibmas menimbulkan silang pendapat di ruang publik. Banyak yang mengira bahwa personel Bhabin kini diberi wewenang untuk mengawasi kewajiban perpajakan warga. Namun Polri menampik anggapan itu dengan menyatakan bahwa tugas Bhabinkamtibmas tetap pada porsinya: membina, berkomunikasi, dan membangun jejaring informasi, tanpa pernah menyentuh ranah penilaian atau penagihan pajak.


Irjen Johnny Eddizon Isir mengingatkan bahwa koordinasi antarlembaga bukanlah peleburan tugas. Bhabinkamtibmas hanyalah salah satu simpul informasi di kewilayahan yang bisa membantu kelancaran program DJP, misalnya dalam menyampaikan imbauan atau menjembatani dialog antara petugas pajak dan masyarakat. Namun batasnya tegas: mereka tidak boleh memeriksa, menilai kepatuhan, atau mengambil tindakan apapun yang berkaitan dengan kewajiban pajak warga negara.


Apa yang dilakukan Polri sebenarnya adalah langkah preventif untuk menciptakan ekosistem pelayanan pajak yang lebih nyaman. Dengan adanya Bhabinkamtibmas sebagai jembatan, masyarakat diharapkan tidak sungkan bertanya atau berkonsultasi, bukan untuk ditakuti. Bhabin bukanlah "mata-mata pajak", melainkan garda keamanan yang memastikan bahwa setiap kegiatan sosial berlangsung tanpa gesekan horizontal yang tidak perlu.


Isir juga menegaskan bahwa tidak ada perubahan aturan yang memberikan hak represif di bidang perpajakan kepada Polri. Semua kewenangan teknis tetap di bawah DJP, dan Bhabinkamtibmas hanya berfungsi sebagai pendukung dalam aspek keamanan dan ketertiban. Karena itu, masyarakat diimbau untuk tidak mengaitkan kehadiran Bhabin dengan tekanan atau ancaman terkait pajak, karena hal itu sama sekali tidak sesuai dengan fakta di lapangan.


Penutupan dari pernyataan resmi ini sekaligus menjadi seruan agar publik menilai sinergi antarinstansi secara jernih dan proporsional. Bhabinkamtibmas akan terus mengemban misi sosialnya dengan penuh dedikasi, sementara urusan pajak diserahkan pada ahlinya di DJP. Dengan saling memahami batas tugas, kolaborasi ini justru akan memperkaya kualitas pelayanan publik tanpa menimbulkan kegaduhan yang merugikan semua pihak.(Avs)

Malam Pembongkaran: Satresnarkoba Nganjuk Sita Ratusan Pil LL dan Amankan 3 Pengedar


Nganjuk- Malam Jumat (17/7/2026) menjadi malam panjang bagi jaringan pengedar pil dobel L di Kecamatan Rejoso. Satresnarkoba Polres Nganjuk bergerak cepat mengembangkan kasus sebelumnya dan berhasil mengamankan tiga terduga pelaku tambahan dalam waktu kurang dari dua jam. Total empat pelaku kini telah diringkus, dengan barang bukti 399 butir pil LL, uang tunai Rp470 ribu, dan dua unit telepon seluler. Operasi ini menjadi bukti nyata komitmen Polri dalam memberantas peredaran obat keras berbahaya.


AKBP Suria Miftah Irawan, Kapolres Nganjuk, mengungkapkan bahwa pengembangan kasus adalah strategi utama dalam memutus rantai peredaran narkoba. "Dari satu tangkapan, kami bisa membuka jalan ke tangkapan berikutnya. Kali ini kami berhasil membongkar jaringan di Rejoso dengan mengamankan AM, JM, dan AP. Ini adalah hasil kerja keras dan dedikasi tim Satresnarkoba," ujarnya. Ia berjanji akan terus mengejar pemasok yang masih buron.


Rangkaian penangkapan dimulai dari rumah AM (38) di Desa Mlorah sekitar pukul 02.00 WIB, di mana polisi menemukan 178 butir pil LL. Dari AM, petugas mengarah ke JM (25) yang diamankan 30 menit kemudian dengan 221 butir pil LL. Pengembangan berlanjut ke AP (26) yang diamankan sekitar pukul 03.00 WIB. Ketiganya diketahui berperan dalam mata rantai peredaran pil LL di wilayah Rejoso.


AKP Hafid Dian Maulidi, Kasatresnarkoba Polres Nganjuk, menegaskan bahwa pihaknya akan terus melakukan pengembangan hingga tuntas. "Satu pemasok telah masuk DPO. Kami tidak akan berhenti sampai semua pelaku tertangkap dan jaringan ini benar-benar lumpuh. Kami mengajak masyarakat untuk berperan aktif memberantas peredaran pil LL di lingkungan mereka," pungkasnya.(Avs)

Kolaborasi 10 Hari: Rumah Layak Huni untuk Sojo, Hadiah Manis Hari Bhayangkara ke-80


Nganjuk- Kamis (23/7/2026) menjadi hari yang tak terlupakan bagi Sojo, warga Desa Sugihwaras, Kecamatan Bagor. Setelah 10 hari proses pembangunan, rumah barunya resmi diserahkan dalam acara bakti sosial peringatan Hari Bhayangkara ke-80. Program bedah rumah yang digagas PWI Kabupaten Nganjuk bersama Polres Nganjuk ini menjadi bukti nyata bahwa kepedulian sosial dapat diwujudkan melalui kolaborasi lintas sektor. Dari rumah yang dulu tidak layak huni, kini berdiri kokoh hunian yang aman dan nyaman.


Bupati Nganjuk Dr. Drs. H. Marhen Jumadi bersama Kapolres Nganjuk AKBP Suria Miftah Irawan menyerahkan bantuan sembako kepada 50 warga lanjut usia di Desa Sugihwaras sebelum prosesi peresmian. Kehadiran jajaran Forkopimcam Bagor, perangkat desa, serta masyarakat setempat menambah kemeriahan acara. Suasana haru menyelimuti saat kunci rumah diserahkan oleh Ketua PWI Kabupaten Nganjuk Bagus Jatikusumo kepada Kapolres, yang kemudian diteruskan kepada Sojo.


AKBP Suria Miftah Irawan mengungkapkan rasa syukur atas terselesainya program bedah rumah tepat waktu. "10 hari bukan waktu yang lama, tapi dengan semangat gotong royong, semua mungkin terjadi. Saya mengucapkan terima kasih kepada PWI, Pemerintah Kabupaten, Baznas, PLN, dan seluruh masyarakat yang telah bahu-membahu. Ini adalah wujud Polri Presisi yang hadir memberikan manfaat nyata bagi masyarakat," ujarnya. Ia berharap rumah baru ini membawa kebahagiaan bagi keluarga Sojo.


Bagus Jatikusumo menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada semua pihak yang terlibat. "Program ini membuktikan bahwa kolaborasi yang solid mampu menghadirkan perubahan berarti. Kami berharap semangat ini terus berlanjut dan menginspirasi program-program sosial lainnya di Nganjuk," pungkasnya.(Avs)

Kamis, 23 Juli 2026

Berbek Kebanjiran Warga: Samsat Keliling II Sukses Permudah Pembayaran Pajak


Nganjuk- Balai Umum Berbek tampak berbeda pada Jumat (24/7/2026). Bukan karena ada perayaan, melainkan karena warga berbondong-bondong datang untuk memanfaatkan Samsat Keliling II yang dihadirkan Satlantas Polres Nganjuk. Layanan yang berlangsung dari pukul 08.00 hingga 11.00 WIB ini menjadi solusi praktis bagi masyarakat yang ingin membayar pajak kendaraan tanpa harus jauh-jauh ke kantor Samsat induk. Program Polantas Menyapa ini kembali membuktikan kepedulian Polri terhadap kebutuhan masyarakat.


AKBP Suria Miftah Irawan, Kapolres Nganjuk, mengapresiasi antusiasme warga dalam memanfaatkan layanan ini. "Kami sangat senang melihat masyarakat berbondong-bondong datang. Ini menunjukkan bahwa mereka membutuhkan pelayanan yang dekat dan mudah dijangkau. Kami akan terus menghadirkan Samsat Keliling di berbagai kecamatan agar semua warga Nganjuk merasakan kemudahan yang sama," ujarnya. Ia berharap kepatuhan pajak kendaraan semakin meningkat.


Petugas Samsat Keliling melayani dengan sigap dan ramah, membantu masyarakat yang kurang paham dengan prosedur administrasi. Warga dari berbagai desa di Kecamatan Berbek datang dengan membawa dokumen lengkap. "Saya sudah menunggu layanan ini. Sangat membantu karena saya tidak perlu bolos kerja untuk ke Samsat," kata salah seorang warga yang tersenyum puas setelah selesai membayar pajak.


AKP Afandy Dwi Takdir, Kasat Lantas Polres Nganjuk, menambahkan bahwa Samsat Keliling akan terus digelar secara rutin. "Kami berkomitmen untuk terus memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Dengan adanya Samsat Keliling, kami ingin memastikan bahwa setiap warga Nganjuk bisa mengurus pajak kendaraannya dengan mudah dan cepat," pungkasnya.(Avs)

Bhabinkamtibmas Tiripan: Jaga Irigasi, Jaga Keamanan, Jaga Ketahanan Pangan


Nganjuk- Desa Tiripan kembali mendapat perhatian dari Bhabinkamtibmas Polsek Berbek pada Jumat (24/7/2026). Aipda Siswantono turun ke lapangan untuk memantau saluran irigasi dan memberikan imbauan kamtibmas kepada para petani. Langkah ini diambil untuk memastikan bahwa dua faktor penting bagi produktivitas pertanian—ketersediaan air dan keamanan lingkungan—terjaga dengan baik. Kehadiran Polri di tengah petani menjadi semangat tersendiri bagi warga.


AKBP Suria Miftah Irawan, Kapolres Nganjuk, mengapresiasi inisiatif Aipda Siswantono yang terus konsisten mendampingi masyarakat. "Kami ingin petani merasakan kehadiran Polri yang nyata. Dengan irigasi yang lancar dan situasi kamtibmas yang aman, mereka bisa fokus pada pertanian tanpa khawatir. Ini adalah bentuk nyata dukungan Polri terhadap ketahanan pangan," ujarnya. Ia berharap masyarakat semakin peduli terhadap lingkungan dan keamanan sekitar.


Aipda Siswantono menyusuri saluran irigasi dari hulu ke hilir, memastikan tidak ada hambatan yang mengganggu aliran air. Ia juga mengingatkan warga untuk tidak membuang sampah sembarangan ke saluran irigasi. "Sampah yang menumpuk akan menyumbat aliran air dan merugikan kita semua. Mari kita jaga kebersihan saluran irigasi secara gotong royong," katanya. Warga pun berkomitmen untuk rutin membersihkan irigasi bersama-sama.


AKP Darminto, Kapolsek Berbek, menegaskan bahwa Polri akan terus mendukung petani melalui pendampingan yang berkelanjutan. "Kami ingin Desa Tiripan menjadi model desa yang mampu mengelola irigasi dan keamanan secara mandiri. Dengan sinergi yang kuat antara Polri dan masyarakat, ketahanan pangan nasional akan semakin kokoh," pungkasnya.(Avs)

Musim Kemarau Bukan Halangan: Bhabinkamtibmas Kemaduh Dampingi Petani Melon Raih Sukses



Nganjuk- Bagi sebagian orang, musim kemarau adalah momok yang menakutkan. Namun bagi petani Desa Kemaduh, musim kemarau justru menjadi berkah. Mereka memilih melon sebagai komoditas andalan, dan hasilnya mulai terlihat menggembirakan. Pada Jumat (24/7/2026), Aipda Iwan Hari, Bhabinkamtibmas Polsek Baron, datang ke lahan pertanian untuk memantau budidaya melon sekaligus memberikan dukungan moral kepada warga binaannya. Kehadirannya menjadi bukti bahwa Polri peduli pada setiap aspek kehidupan masyarakat.


AKBP Suria Miftah Irawan, Kapolres Nganjuk, mengapresiasi keberanian petani Kemaduh dalam mengambil risiko dan berinovasi. "Melon memiliki prospek yang sangat cerah. Dengan harga jual yang stabil dan permintaan yang terus meningkat, komoditas ini sangat layak untuk dikembangkan. Kami mendukung penuh upaya petani dalam mengembangkan melon sebagai sumber pendapatan utama," ujarnya. Ia berharap budidaya melon di Kemaduh terus berkembang dan memberikan manfaat yang luas.


Dalam kunjungannya, Aipda Iwan Hari berdiskusi panjang dengan petani tentang berbagai aspek budidaya melon. Ia memberikan masukan tentang cara memilih bibit unggul, teknik penanaman yang benar, dan strategi pemasaran yang efektif. "Kita tidak hanya fokus pada panen, tetapi juga bagaimana agar hasil panen bisa dijual dengan harga terbaik. Saya akan bantu cari informasi tentang pembeli yang menawarkan harga kompetitif," ujarnya.


AKP Oofy Adycta Septandra, Kapolsek Baron, menutup kegiatan dengan pernyataan bahwa pihaknya akan terus hadir mendampingi petani di setiap tahapan. "Kami ingin petani Kemaduh merasakan bahwa mereka tidak pernah sendirian. Polri akan selalu ada untuk memberikan dukungan dan solusi atas setiap permasalahan yang dihadapi. Dengan kerja sama yang baik, kita semua bisa meraih kesuksesan," pungkasnya.(Avs)

Kemarau Panjang, Bhabinkamtibmas Nglundo Pastikan Petani Cabai Tak Kehilangan Asa


Nganjuk- Langkah Aipda Lamino terdengar mantap di antara deretan tanaman cabai yang mulai merunduk karena panas, Jumat (24/7/2026). Bhabinkamtibmas Desa Nglundo ini datang dengan satu misi: memastikan petani tidak kehilangan harapan di tengah musim kemarau yang berkepanjangan. Ia memantau kondisi lahan, mengecek ketersediaan air, dan berdialog dengan warga tentang strategi bertahan di musim yang tidak bersahabat.


AKBP Suria Miftah Irawan, Kapolres Nganjuk, mengapresiasi dedikasi Aipda Lamino yang terus turun ke lapangan meskipun cuaca terik. "Kami ingin petani merasakan bahwa Polri ada untuk mereka, bukan hanya saat ada masalah keamanan, tetapi juga saat mereka berjuang melawan alam. Kehadiran Bhabinkamtibmas adalah bentuk kepedulian yang nyata," ujarnya. Ia berharap semangat ini menular ke seluruh jajaran Polres Nganjuk.


Dalam percakapan yang hangat, Aipda Lamino mendengarkan curhatan petani tentang sulitnya mendapatkan air bersih untuk irigasi. Ia mencatat setiap keluhan dan berjanji akan meneruskannya ke dinas terkait. "Saya akan bantu koordinasikan dengan pemerintah desa dan dinas pertanian agar bantuan air bisa segera datang. Sementara itu, kita hemat air dan gunakan sebaik mungkin," katanya meyakinkan. Petani pun merasa lega ada yang mendengar dan memperjuangkan aspirasi mereka.


AKP Mujianto, Kapolsek Sukomoro, menegaskan bahwa program pendampingan pertanian akan terus menjadi prioritas. "Kami tidak akan berhenti sampai panen tiba. Ketahanan pangan adalah fondasi kesejahteraan, dan Polri siap menjadi garda terdepan dalam menjaganya. Mari kita hadapi kemarau ini bersama-sama," pungkasnya dengan semangat kebersamaan.(Avs)

Dari Aula ke Desa: Ditbinmas Polda Jatim Pantau Langsung Omah Rembug di Gresik


Gresik- Program Omah Rembug yang digagas sebagai solusi musyawarah berbasis kearifan lokal terus mendapat perhatian serius dari Polda Jatim. Pada Selasa (21/7/2026), Ditbinmas Polda Jawa Timur bersama Polres Gresik menggelar Asistensi Omah Rembug di Aula Rupatama SAR Polres Gresik. Kegiatan ini diikuti jajaran Binmas dari Polres Gresik, Polrestabes Surabaya, dan Polres Pelabuhan Tanjung Perak. Kasubdit Binpolmas AKBP Hery Dian Wahono memimpin langsung tim asistensi yang terdiri dari Iptu Agung Khoiruni, Aipda Agus Eko Susanto, dan Bripda Khafivah.


Wakapolres Gresik Kompol Shabda Purusha yang mewakili Kapolres Gresik menyampaikan bahwa Omah Rembug adalah inovasi strategis Polri dalam membangun komunikasi efektif dengan masyarakat. "Setiap potensi konflik diharapkan dapat diselesaikan secara humanis, cepat, dan mengedepankan kearifan lokal. Asistensi ini menjadi momen evaluasi dan penyempurnaan program agar pelaksanaannya semakin optimal," tuturnya. Kegiatan diawali dengan pemaparan materi dan diskusi interaktif tentang implementasi Omah Rembug sebagai wadah problem solving masyarakat.


AKBP Hery Dian Wahono menjelaskan bahwa asistensi ini merupakan bagian dari pembinaan teknis dan fungsi pengawasan. "Kami ingin memastikan pelaksanaan program Binmas di lapangan berjalan sesuai ketentuan dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat," ujarnya. Diskusi yang berlangsung interaktif menghasilkan berbagai masukan untuk meningkatkan efektivitas program, terutama dalam aspek administrasi dan mekanisme pelayanan di tingkat desa.


Rangkaian kegiatan tidak berhenti di aula. Tim asistensi melanjutkan perjalanan ke Desa Sukorejo, Kecamatan Kebomas, untuk meninjau langsung lokasi percontohan Omah Rembug. Di sana, tim memberikan pembekalan kepada kepala desa, perangkat desa, dan tokoh masyarakat guna memperkuat pemahaman dan optimalisasi peran Omah Rembug. Melalui pendampingan ini, Ditbinmas Polda Jatim berharap budaya dialog semakin tumbuh di masyarakat dan kemitraan Polri dengan warga semakin erat demi terciptanya kamtibmas yang aman dan kondusif di wilayah Jawa Timur.(Avs)

Sepeda Angin Bukan Alat Kabur: Pria 30 Tahun Tertangkap Usai Cabuli Remaja di Surabaya


Tanjung Perak- Rencana pelarian HS (30) menggunakan sepeda angin kandas di tengah jalan. Warga Surabaya ini harus berurusan dengan polisi setelah melakukan pelecehan terhadap seorang remaja 17 tahun di Jalan Bulak Banteng Lor, Surabaya. Aksinya yang nekat di siang hari berakhir di balik jeruji besi berkat keberanian korban dan warga sekitar.


Iptu Suroto, Kasi Humas Polres Pelabuhan Tanjung Perak, menjelaskan bahwa peristiwa bermula ketika korban berdiri di depan konter telepon seluler sambil menunggu kesempatan menyeberang. Tersangka yang melintas melihat korban sendirian dan langsung mendekat. "Pelaku tiba-tiba meremas bagian sensitif korban. Korban yang kaget langsung berteriak sekeras-kerasnya," ujar Iptu Suroto, Rabu (22/7/2026).


Teriakan korban memicu reaksi cepat dari warga sekitar yang langsung mengejar tersangka saat berusaha kabur. Meskipun menggunakan sepeda angin, pelaku tidak mampu melarikan diri dari kejaran massa. "Warga berhasil menangkapnya sebelum sempat pergi jauh. Kami sangat berterima kasih atas kepedulian masyarakat," tambahnya.


Saat ini, tersangka telah diamankan di Mapolres Pelabuhan Tanjung Perak untuk proses hukum lebih lanjut. Unit PPA akan mendampingi korban selama proses peradilan, termasuk memberikan layanan konseling dan dukungan psikologis. Polisi berharap kasus ini menjadi pelajaran bagi semua pihak untuk lebih waspada dan tidak segan melaporkan tindak kejahatan. "Kami akan menindak tegas setiap pelaku kejahatan seksual. Lindungi diri sendiri dan orang di sekitar Anda," pesan Iptu Suroto mengakhiri.(Avs)

Rabu, 22 Juli 2026

Keselamatan di Tikungan: Satlantas Nganjuk Ajak Tukang Becak Pindah ke Tempat Aman


Nganjuk- Kamis (23/7/2026), suasana di tikungan utara RS Bhayangkara Nganjuk sedikit berbeda dari biasanya. Satlantas Polres Nganjuk melalui program Polantas Menyapa hadir memberikan imbauan kepada para tukang becak yang kerap berhenti di lokasi tersebut. Dengan pendekatan humanis, petugas menjelaskan bahwa parkir di tikungan sangat berbahaya dan dapat mengganggu jarak pandang pengemudi lain. Langkah ini diambil sebagai upaya preventif untuk mencegah kecelakaan lalu lintas di area yang cukup padat tersebut.


AKBP Suria Miftah Irawan, Kapolres Nganjuk, menyoroti pentingnya kesadaran kolektif dalam menjaga keselamatan berlalu lintas. Menurutnya, memilih tempat parkir yang aman adalah bentuk tanggung jawab terhadap diri sendiri dan orang lain. "Kami tidak ingin ada korban kecelakaan hanya karena kelalaian kecil dalam memarkir kendaraan. Mari kita sama-sama ciptakan lingkungan lalu lintas yang aman," katanya dengan penuh kepedulian.


Dalam kegiatan tersebut, personel Unit Patroli berdialog akrab dengan para tukang becak, mendengarkan keluhan mereka, sekaligus memberikan solusi tentang tempat mangkal alternatif yang lebih aman. "Kami paham kalian butuh tempat yang strategis untuk mendapat penumpang. Tapi keselamatan lebih penting. Di sisi selatan rumah sakit ada area yang lebih lapang dan tidak mengganggu arus lalu lintas," jelas petugas. Para tukang becak pun menerima imbauan tersebut dengan lapang dada.


AKP Afandy Dwi Takdir, Kasat Lantas Polres Nganjuk, menutup kegiatan dengan pernyataan bahwa program Polantas Menyapa akan terus digalakkan di berbagai titik rawan lainnya. "Kami berkomitmen untuk terus hadir memberikan edukasi dan pembinaan kepada masyarakat. Dengan sinergi antara Polri dan masyarakat, lalu lintas yang aman dan tertib bukanlah mimpi," pungkasnya.(Avs)

Tanam Jagung-Cabe di Begendeng: Bhabinkamtibmas Pastikan Pertumbuhan Optimal


Nganjuk- Suasana akrab terlihat di persawahan Desa Begendeng ketika Bhabinkamtibmas setempat datang memantau tanaman jagung dan cabe warga, Kamis (23/7/2026). Kehadiran aparat kepolisian ini disambut antusias oleh para petani yang sedang sibuk merawat lahan mereka. Dalam kunjungannya, Bhabinkamtibmas tidak hanya melihat kondisi tanaman, tetapi juga berdiskusi mendalam tentang kendala dan solusi yang bisa diterapkan untuk meningkatkan hasil panen.


AKBP Suria Miftah Irawan, Kapolres Nganjuk, menyatakan bahwa Polri memiliki peran strategis dalam mendukung ketahanan pangan, salah satunya melalui pendampingan rutin seperti ini. "Kami ingin memastikan bahwa petani tidak menghadapi hambatan besar yang bisa menggagalkan panen. Dengan pemantauan intensif, kita bisa mendeteksi masalah lebih awal dan segera mengambil tindakan," terangnya. Ia menginstruksikan seluruh Bhabinkamtibmas untuk mengadopsi pendekatan serupa di desa binaan masing-masing.


Bhabinkamtibmas memberikan imbauan kepada petani agar rutin melakukan perawatan tanaman, termasuk pemupukan dan pengendalian hama secara terpadu. Ia juga menekankan pentingnya menjaga kebersihan lahan dari gulma yang dapat mengganggu pertumbuhan jagung dan cabe. "Perawatan yang konsisten akan menghasilkan panen yang berkualitas. Jangan malas untuk turun ke sawah setiap hari," pesannya kepada warga.


Kapolsek Jatikalen menutup kegiatan dengan pernyataan bahwa pihaknya akan terus memantau perkembangan pertanian di Desa Begendeng secara berkala. "Kami berkomitmen untuk mendampingi petani sampai masa panen tiba. Ketahanan pangan adalah tanggung jawab kita semua, dan Polri siap menjadi bagian dari solusi," tutupnya penuh semangat.(Avs)

Jagung Ngluyu Tumbuh Gemuk, Bhabinkamtibmas Pantau Kesiapan Panen untuk Ketahanan Pangan


Nganjuk- Senyum petani Desa Ngluyu merekah melihat Aipda Broy Kurniawan datang ke lahan pertanian mereka pada Kamis (23/7/2026). Bhabinkamtibmas tersebut memantau langsung kondisi jagung yang siap panen, dan hasilnya memuaskan. Tongkol jagung tampak besar, padat, dan sehat—buah dari perawatan intensif yang dilakukan petani dengan pendampingan Polri sejak awal. Momen ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi warga dan aparat yang bekerja sama mewujudkan ketahanan pangan.


Kapolres Nganjuk, AKBP Suria Miftah Irawan, memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas kerja keras petani dan dedikasi Aipda Broy. "Keberhasilan ini adalah bukti bahwa program ketahanan pangan tidak hanya slogan. Ini adalah hasil kerja nyata yang bisa dilihat dan dirasakan masyarakat," katanya. Ia menginstruksikan seluruh Bhabinkamtibmas untuk terus mengoptimalkan pendampingan di sektor pertanian agar hasil panen semakin meningkat di masa depan.


Dalam kesempatan tersebut, Aipda Broy juga mendengarkan cerita petani tentang perjuangan mereka melawan cuaca ekstrem dan serangan hama. Ia mencatat berbagai pengalaman yang bisa dijadikan pelajaran bagi musim tanam mendatang. "Saya salut dengan kegigihan bapak-bapak. Meski ada kendala, kalian tetap bertahan dan menghasilkan jagung sebaik ini. Ini adalah semangat yang harus kita jaga," ungkapnya dengan penuh kekaguman.


AKP Sukamto selaku Kapolsek Ngluyu menutup kegiatan dengan pernyataan tegas bahwa pendampingan pertanian akan terus berlanjut. Ia berjanji akan memfasilitasi petani dengan akses terhadap bibit unggul dan pupuk berkualitas. "Panen ini adalah awal dari perjalanan panjang. Polri akan selalu ada untuk memastikan bahwa petani Ngluyu terus maju dan sejahtera," tutupnya.(Avs)

Singkong dan Semangat Baru: Polri Beri Sentuhan Kreatif pada Pekarangan Warga Kampungbaru


Nganjuk- Desa Kampungbaru, Kamis (23/7/2026), menyaksikan momen unik ketika Brigpol Siti Muflihcatin, Bhabinkamtibmas Polsek Warujayeng, berjalan menyusuri pekarangan warga. Ia bukan sekadar memantau keamanan, melainkan memeriksa kondisi tanaman singkong yang mulai tumbuh subur. Gerakan ini menjadi simbol bahwa Polri tidak hanya berbicara tentang keamanan fisik, tetapi juga keamanan pangan yang menjadi kebutuhan dasar setiap warga.


AKBP Suria Miftah Irawan, Kapolres Nganjuk, mengapresiasi pendekatan kreatif Brigpol Siti yang menjadikan pekarangan sebagai pusat ketahanan pangan. "Singkong memiliki daya tahan tinggi terhadap perubahan cuaca dan mudah diolah. Ini sangat relevan dengan kondisi saat ini. Kami ingin masyarakat tidak bergantung pada satu jenis pangan saja," urainya. Polres Nganjuk berkomitmen menjadikan program ini sebagai agenda rutin di setiap desa binaan.


Saat berdialog dengan warga, Brigpol Siti berbagi pengalaman tentang manfaat singkong sebagai pangan alternatif yang kaya karbohidrat. Ia juga menyarankan agar warga menanam singkong di lahan pekarangan yang jarang digunakan. "Jangan khawatir, singkong tidak rewel. Yang penting tanahnya gembur dan mendapat sinar matahari cukup," jelasnya. Warga pun tampak antusias mendengarkan dan mulai berdiskusi tentang rencana perluasan lahan tanam.


Kompol H. Ahmad Junaedi, Kapolsek Warujayeng, menegaskan bahwa pihaknya akan memberikan penghargaan bagi warga yang berhasil memanen singkong dengan hasil optimal. "Kami akan adakan lomba pekarangan produktif. Ini untuk memacu semangat warga dan menunjukkan bahwa ketahanan pangan bisa dicapai dengan usaha kolektif," tandasnya.(Avs)

Tanam Jagung, Panen Kepercayaan: Strategi Polri Menguatkan Ekonomi Desa Ploso


Nganjuk- Sinar matahari menyinari para petani yang sedang berkumpul di salah satu sudut sawah Kelurahan Ploso, Kamis (23/7/2026). Mereka bukan sedang menghadiri rapat keamanan, melainkan menerima bantuan bibit jagung dari Bhabinkamtibmas Aiptu Didik P. Momen ini membuktikan bahwa peran kepolisian telah berkembang jauh melampaui tugas konvensional. Kini, mendampingi petani menanam adalah bagian dari strategi membangun ketahanan pangan yang kokoh dari bawah.


AKBP Suria Miftah Irawan sebagai Kapolres Nganjuk menekankan bahwa program ini adalah jawaban atas tantangan pangan global yang semakin kompleks. "Kita tidak bisa bergantung pada impor terus menerus. Oleh karena itu, setiap butir jagung yang kita tanam hari ini adalah langkah kecil menuju kemandirian pangan nasional," ungkapnya dengan tegas. Ia juga menginstruksikan agar setiap bhabinkamtibmas menjalin kemitraan dengan dinas pertanian setempat untuk memastikan bantuan tepat sasaran dan berkualitas.


Di sela-sela penyerahan bantuan, Aiptu Didik mengajak petani membuat jadwal perawatan kolektif untuk lahan jagung. Ia mengusulkan sistem giliran pengairan agar tidak ada lahan yang kekeringan. "Saya akan bantu koordinasi dengan pengelola irigasi. Kalau kita kompak, tidak ada yang sulit," semangatnya. Pendekatan ini membuat petani merasa diperhatikan dan didampingi secara emosional, bukan sekadar menerima benda mati.


Kapolsek Nganjuk Kota, Kompol Jumari, berharap program seperti ini mampu menggugah kesadaran kolektif bahwa ketahanan pangan adalah tanggung jawab bersama. Ia mengingatkan bahwa kesejahteraan petani adalah barometer utama stabilitas daerah. "Jika petani Ploso makmur, maka keamanan di kota ini akan terjaga dengan sendirinya. Itu sebabnya, kami akan mengalokasikan lebih banyak anggaran untuk kegiatan serupa di masa depan," pungkasnya penuh harapan.(Avs)

29 Pelajar PNPP Polres Jombang Raih Beasiswa, Kapolres Beri Apresiasi


Jombang- Kebanggaan menyelimuti keluarga besar Pegawai Negeri pada Polri (PNPP) Polres Jombang ketika 29 putra-putri mereka menerima beasiswa pendidikan dari Primkoppol Resor Jombang. Penyerahan beasiswa yang berlangsung di Masjid Agung Junnatul Fua'dah Mapolres Jombang ini dipimpin langsung oleh Kapolres Jombang AKBP Ardi Kurniawan, yang didampingi Wakapolres dan para pejabat utama Polres Jombang. Rabu pagi itu menjadi momen istimewa karena prestasi akademik para siswa mendapatkan pengakuan dan apresiasi yang layak dari institusi tempat orang tua mereka mengabdi.


Penerima beasiswa terdiri dari 10 siswa SD, 10 siswa SMP, dan 9 siswa SMA yang berhasil meraih peringkat nilai ijazah tertinggi di masing-masing jenjang. Kapolres Jombang dalam sambutannya menyampaikan bahwa program beasiswa ini adalah bentuk kepedulian Primkoppol terhadap kemajuan pendidikan sekaligus motivasi bagi para siswa untuk terus berprestasi. Ia menekankan bahwa pendidikan adalah investasi yang tidak pernah rugi, dan setiap pelajar yang berprestasi adalah calon pemimpin masa depan yang akan membawa perubahan positif bagi bangsa dan negara.


Acara penyerahan beasiswa berlangsung dengan penuh kekeluargaan, dihadiri oleh Ketua Primkoppol AKP Tomy Hermanto, pengurus Bhayangkari, serta orang tua para penerima beasiswa yang hadir dengan penuh kebanggaan. Kapolres juga mengingatkan bahwa beasiswa bukan hanya hadiah atas prestasi yang telah diraih, tetapi juga tanggung jawab untuk terus belajar dan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat. Ia berharap para siswa dapat menjaga semangat juang dan tidak cepat berpuas diri, karena perjalanan pendidikan masih panjang dan penuh tantangan yang harus dihadapi.


Program beasiswa ini menjadi bukti bahwa Polres Jombang hadir tidak hanya dalam menjaga keamanan dan ketertiban, tetapi juga dalam membangun generasi unggul melalui sektor pendidikan. Kapolres menutup acara dengan pesan inspiratif bahwa generasi muda adalah penerus perjuangan bangsa, dan sudah menjadi kewajiban semua pihak untuk mendukung mereka meraih mimpi setinggi mungkin. Dengan semangat kebersamaan dan kepedulian, Polres Jombang terus berkomitmen untuk mencetak generasi penerus yang berintegritas, berprestasi, dan siap menghadapi tantangan global di masa mendatang.(Avs)

Dari Teori ke Praktik: Aiptu Didik Menjembatani Pengetahuan dan Keterampilan


Nganjuk- Ada kesenjangan yang kerap terjadi antara pengetahuan teoritis dan keterampilan praktis bagi para pemohon SIM, dan kesenjangan inilah yang sering menjadi penyebab kegagalan saat ujian. Satlantas Polres Nganjuk melalui program Polantas Menyapa berusaha menjembatani hal tersebut dengan menghadirkan Aiptu Didik sebagai pendamping bagi para pemohon sebelum mereka memasuki ruang ujian. Rabu pagi itu, ia memberikan pelatihan dasar yang mencakup pemahaman rambu lalu lintas, prosedur ujian, serta teknik berkendara yang benar, semua dikemas dalam suasana yang santai namun penuh makna.


Aiptu Didik tidak hanya berbicara di depan kelas, tetapi juga turun langsung ke area parkir untuk menunjukkan secara praktis bagaimana cara mengendalikan sepeda motor dengan baik dan benar. Ia memperagakan teknik pengereman yang aman, cara melewati jalur zig-zag, dan pentingnya menjaga keseimbangan tubuh saat berkendara. Para pemohon bergantian mencoba dan mendapat koreksi langsung dari Aiptu Didik, sehingga mereka bisa merasakan sendiri perbedaan antara cara yang benar dan kebiasaan buruk yang selama ini mereka lakukan tanpa sadar.


Kapolres Nganjuk AKBP Suria Miftah Irawan menyatakan bahwa pendampingan ini adalah bentuk tanggung jawab moral Polri untuk memastikan setiap pengendara yang mendapatkan SIM benar-benar kompeten dan siap menghadapi tantangan di jalan raya. Ia mengingatkan bahwa SIM bukan sekadar kartu identitas, melainkan lisensi yang menunjukkan bahwa seseorang layak berbagi ruang dengan pengguna jalan lainnya. Dengan memberikan bekal yang cukup, Polri ikut berkontribusi dalam menurunkan angka kecelakaan lalu lintas yang seringkali melibatkan pengendara pemula.


Kasat Lantas Polres Nganjuk AKP Afandy Dwi Takdir menambahkan bahwa program ini merupakan bagian dari komitmen Satlantas untuk terus berinovasi dalam memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat. Ia berharap para pemohon yang telah mengikuti pendampingan dapat menjadi duta keselamatan yang menginspirasi orang lain untuk lebih memperhatikan keselamatan saat berkendara. Dengan semangat Polantas Menyapa, Satlantas Polres Nganjuk ingin membuktikan bahwa pelayanan publik bisa menjadi jembatan antara aparat dan masyarakat, bukan tembok pemisah yang menakutkan.(Avs)

Selasa, 21 Juli 2026

Mengoptimalkan Pekarangan: Aipda Kasmadi dan Ikan Sejuta Manfaat


Nganjuk- Banyak yang mengira pekarangan rumah hanya berguna untuk menanam bunga atau sayuran, tetapi warga Desa Gebangkerep membuktikan bahwa lahan sempit di sekitar rumah bisa disulap menjadi kolam budidaya ikan nila dan gurami yang produktif. Di balik keberhasilan ini, ada sosok Aipda Kasmadi, Bhabinkamtibmas setempat, yang secara konsisten mendampingi warga di bawah arahan Kapolres Nganjuk untuk memaksimalkan program Pekarangan Pangan Bergizi. Kunjungan pemantauannya pada Rabu pagi bukanlah seremonial, melainkan bagian dari strategi berkelanjutan untuk memastikan setiap kolam menghasilkan ikan berkualitas yang siap memenuhi kebutuhan gizi keluarga.


Nganjuk- Dengan pendekatan yang ramah dan penuh perhatian, Aipda Kasmadi menyelami setiap detail budidaya, mulai dari pemilihan benih yang sehat, pengaturan sirkulasi air, hingga jadwal pemberian pakan yang ideal. Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga suhu air agar tetap stabil, karena perubahan suhu yang drastis seringkali menjadi penyebab utama stres pada ikan dan berujung pada kematian massal. Para pembudidaya yang hadir menyimak dengan saksama dan tak ragu bertanya tentang berbagai hal yang selama ini menjadi teka-teki dalam usaha mereka.


Nganjuk- Kapolsek Baron AKP Oofy Adycta Septandra menambahkan bahwa pendampingan seperti ini harus terus dilakukan secara berkesinambungan, karena perikanan pekarangan membutuhkan perhatian yang lebih intensif dibandingkan pertanian tanaman pangan. Ia juga berencana mengundang dokter hewan dari dinas terkait untuk memberikan penyuluhan tentang pencegahan dan pengobatan penyakit ikan secara gratis. Langkah ini diharapkan dapat mengurangi risiko kegagalan panen yang selama ini sering membuat petani ikan kecil patah semangat.


Nganjuk- Sore itu, Aipda Kasmadi meninggalkan Desa Gebangkerep dengan membawa catatan tebal berisi berbagai masukan dan rencana tindak lanjut. Ia merasa puas karena melihat antusiasme warga yang terus meningkat dan kolam-kolam yang terawat dengan baik. Pekarangan Gebangkerep kini menjelma menjadi pusat pangan bergizi yang tidak hanya menghidupi keluarga, tetapi juga menjadi laboratorium pembelajaran bagi desa-desa tetangga yang ingin mengikuti jejak sukses ini. Sebuah langkah kecil yang dampaknya akan terasa hingga generasi mendatang.(Avs)

Aipda Sony dan Misi Air untuk Jagung Tembarak


Nganjuk- Ada yang berbeda dari rutinitas Aipda Sony, Bhabinkamtibmas Desa Tembarak, pada Rabu pagi itu. Daripada sibuk dengan laporan keamanan atau patroli malam, ia memilih untuk berada di tengah lahan jagung yang mulai mengering karena musim kemarau yang berkepanjangan. Tugasnya kali ini adalah melaksanakan arahan Kapolres Nganjuk untuk memantau budidaya jagung dan ketersediaan air, dua elemen penting yang akan menentukan apakah Desa Tembarak mampu bertahan sebagai lumbung pangan lokal atau justru terpuruk oleh krisis air. Inilah wajah baru Polri yang tidak hanya menjaga keamanan, tetapi juga ketersediaan pangan.


Nganjuk- Selama kunjungannya, Aipda Sony tidak hanya mencatat kondisi tanaman dan sumber air, tetapi juga terlibat langsung dalam diskusi hangat dengan petani tentang solusi jangka pendek dan jangka panjang untuk menghadapi kekeringan. Ia mengusulkan pembuatan embung kecil atau kolam penampungan air di lahan yang lebih rendah, sehingga saat musim hujan tiba, air bisa ditampung dan digunakan saat kemarau. Gagasan ini mendapat respon positif dari petani yang selama ini hanya mengandalkan aliran sungai yang semakin hari semakin surut airnya.


Nganjuk- Kapolsek Kertosono Kompol Joni Suprapto memberikan dukungan penuh terhadap ide pembuatan embung dan berjanji akan membantu mengurus perizinan serta akses ke program bantuan pemerintah untuk pembangunan infrastruktur pertanian. Ia juga menginstruksikan Aipda Sony untuk terus memonitor kondisi air di Desa Tembarak secara berkala dan melaporkan setiap perkembangan yang signifikan. Komitmen ini menunjukkan bahwa Polri tidak hanya hadir sebagai pengayom, tetapi juga sebagai katalisator perubahan yang membawa manfaat nyata bagi masyarakat.


Nganjuk- Menjelang siang, Aipda Sony berpamitan setelah memastikan bahwa petani di Desa Tembarak memiliki rencana darurat untuk mengelola air yang tersisa hingga musim hujan tiba. Ia meninggalkan mereka dengan senyuman dan tekad baru untuk tidak menyerah pada keadaan. Desa Tembarak mengajarkan satu hal berharga: di tengah keterbatasan, gotong royong dan kehadiran aparat yang peduli mampu mengubah ancaman menjadi peluang, dan menjadikan jagung sebagai simbol perlawanan terhadap kesulitan yang datang silih berganti.(Avs)

Menyulam Ketahanan Pangan dari Lahan Sawi di Gondang



Nganjuk- Kabupaten Nganjuk kembali menorehkan catatan menarik di sektor pertanian, kali ini melalui aksi nyata Bhabinkamtibmas Desa Senjayan, Aiptu Suyanto, yang menyisihkan waktunya untuk mendampingi petani sawi putih di tengah kesibukan tugas kepolisiannya. Program yang digagas Kapolres Nganjuk ini menempatkan aparat keamanan sebagai garda terdepan dalam menggerakkan roda perekonomian rakyat, khususnya melalui komoditas hortikultura yang memiliki nilai ekonomi tinggi. Keberadaan Aiptu Suyanto di lahan pertanian bukanlah insidental, melainkan bagian dari strategi terencana untuk memastikan program ketahanan pangan nasional berjalan di tingkat paling bawah.


Nganjuk- Selama kunjungan, Aiptu Suyanto melakukan pengamatan mendalam terhadap pertumbuhan sawi putih yang memasuki fase vegetatif kritis, seraya memberikan edukasi praktis tentang pengelolaan irigasi dan rotasi tanaman agar tanah tidak kehilangan kesuburannya. Para petani yang didampingi mengaku merasa terbantu dengan kehadiran aparat yang tidak hanya mengerti tentang keamanan, tetapi juga memiliki wawasan tentang dunia pertanian. Hal ini menjadi nilai tambah karena mereka merasa ada yang mendengarkan dan merespons secara langsung setiap kendala yang mereka hadapi di lapangan.


Nganjuk- Kapolsek Gondang AKP Sugino menambahkan bahwa pihaknya akan memperluas program serupa ke komoditas lain seperti cabai dan tomat, mengingat potensi besar yang dimiliki wilayahnya dalam sektor agraris. Sinergi antara kepolisian, petani, dan dinas terkait terus diperkuat melalui forum komunikasi rutin yang membahas berbagai tantangan, mulai dari serangan hama hingga fluktuasi harga jual. Dengan demikian, peran Bhabinkamtibmas tidak berhenti pada pendampingan teknis, tetapi juga menjadi jembatan antara petani dan kebijakan pemerintah yang berpihak pada kesejahteraan mereka.


Nganjuk- Optimisme menyelimuti para petani setelah kegiatan ini, karena mereka merasa memiliki mitra yang dapat diandalkan dalam setiap langkah budidaya hingga pemasaran hasil panen. Desa Senjayan pun perlahan mulai dikenal sebagai lokasi percontohan ketahanan pangan berbasis pendampingan kepolisian, sebuah model yang diharapkan dapat direplikasi di berbagai daerah lain. Pada akhirnya, keberhasilan sawi putih di Senjayan akan menjadi simbol bahwa kesejahteraan petani adalah tanggung jawab bersama, dan Polri siap mengambil peran itu dengan penuh dedikasi.(Avs)

Senin, 20 Juli 2026

Polres Bangkalan Tangkap Tiga Pelaku Rudapaksa Anak, Satu Tersangka Masih 14 Tahun



Bangkalan- Kasus rudapaksa terhadap anak di bawah umur berhasil diungkap Polres Bangkalan. Tiga tersangka, MT (19), FR (19), dan TU (14), diamankan Unit PPA Satreskrim setelah korban berinisial IP (15) melapor ke polisi. Salah satu pelaku yang berusia 14 tahun ternyata merupakan teman dekat dan teman sekolah korban. Peristiwa ini terjadi di Kecamatan Galis, Kabupaten Bangkalan, dalam tiga waktu berbeda sejak April 2026.


Korban mengaku diajak oleh TU (14) sebelum akhirnya menjadi korban kekerasan seksual. Dalam aksinya, para pelaku menggunakan celurit untuk mengancam korban agar tidak melawan. Setelah sekian lama, korban berani menceritakan kejadian itu kepada keluarganya dan melaporkannya ke Polres Bangkalan. Petugas segera melakukan penyelidikan dan berhasil mengamankan ketiga pelaku beserta barang bukti.


Kasat Reskrim Polres Bangkalan, AKP Eriek Triyasworo, menyebutkan bahwa korban saat ini mendapatkan pendampingan psikologis untuk pemulihan trauma. Para tersangka dijerat dengan UU Nomor 17 Tahun 2016 tentang Perlindungan Anak dan terancam hukuman maksimal 15 tahun penjara. Polres Bangkalan mengimbau masyarakat untuk segera melaporkan jika mengetahui adanya kekerasan terhadap anak agar bisa segera ditindaklanjuti. (Avs)

Garasi Kosong di Waktu Subuh, Polres Pasuruan Kota Amankan Tersangka Pencurian Motor


Pasuruan- Saat fajar mulai menyingsing, seorang warga Pohjentrek hendak melaksanakan ibadah salat Subuh. Namun, niat suci itu harus terganggu ketika ia mendapati garasi rumahnya kosong. Sepeda motor Suzuki Nex warna hitam yang ia parkir di sana telah dicuri. Kerugian sekitar Rp4 juta pun ia derita, dan ia segera melaporkan kejadian itu ke Polres Pasuruan Kota pada Jumat (10/7/2026).


Lima hari setelah kejadian, korban melihat sepeda motor yang diduga miliknya melintas di wilayah Kabupaten Pasuruan. Tanpa menunda, ia menghubungi petugas. Satreskrim Polres Pasuruan Kota bergerak cepat, melakukan pengecekan dan penyelidikan mendalam. Hasilnya, diketahui bahwa motor tersebut telah dijual ke pihak lain. Berbekal informasi lapangan, petugas berhasil mengamankan terduga pelaku berinisial M.S. (38) pada hari yang sama.


Kasat Reskrim Polres Pasuruan Kota, AKP Dhecky Tjahyono Try Yoga, menegaskan bahwa tersangka telah ditetapkan dan sedang menjalani proses hukum. Barang bukti yang diamankan antara lain satu unit sepeda motor Suzuki Nex, BPKB, serta satu unit sepeda angin Phoenix oranye. Tersangka dijerat dengan Pasal 477 Ayat (1) huruf e KUHP dan/atau Pasal 476 KUHP, dan saat ini penyidik sedang melengkapi berkas perkara untuk dilimpahkan ke Jaksa Penuntut Umum. (Avs)

Dari Mangundikaran ke Begadung: Satresnarkoba Nganjuk Ungkap Dua Kasus Pil LL


Nganjuk- Satresnarkoba Polres Nganjuk berhasil mengamankan tiga terduga pengedar pil dobel L dalam dua pengungkapan kasus di lokasi berbeda pada Kamis (16/7/2026). DF (18) diringkus di warung kopi Mangundikaran, sementara YW (29) dan MP (25) ditangkap di kamar kos Begadung. Total 120 butir pil LL disita sebagai barang bukti, bersama sejumlah ponsel dan satu unit sepeda motor.


Kasus pertama terungkap sekitar pukul 21.30 WIB di warung kopi Mangundikaran. Petugas yang melakukan penyelidikan mengamankan DF setelah menemukan 70 butir pil LL padanya. DF mengaku mendapat pasokan dari pemasok yang kini menjadi DPO. Satu ponsel disita sebagai alat komunikasi. Kasus kedua terjadi sekitar pukul 19.00 WIB di Begadung, di mana YW dan MP ditangkap dengan 50 butir pil LL. Dua ponsel dan satu sepeda motor turut diamankan.


Kapolres Nganjuk, AKBP Suria Miftah Irawan, menegaskan bahwa pengungkapan ini adalah bentuk komitmen Polres Nganjuk dalam memberantas peredaran obat keras berbahaya. Kasatresnarkoba Polres Nganjuk, AKP Hafid Dian Maulidi, mengatakan penyidik terus mengembangkan kasus untuk mengungkap jaringan yang lebih luas. Ketiga terduga pelaku kini ditahan di Satresnarkoba Polres Nganjuk untuk menjalani proses penyidikan lebih lanjut. (Avs)

Hadir di Terminal Sawahan, Samsat Keliling II Permudah Warga Bayar Pajak Kendaraan


Nganjuk- Masyarakat Kecamatan Sawahan kini tak perlu jauh-jauh ke kota untuk membayar pajak kendaraan. Satlantas Polres Nganjuk melalui Samsat Keliling II hadir langsung di Terminal Sawahan, Selasa (21/7/2026). Layanan yang berlangsung dari pagi hingga siang ini menjadi angin segar bagi warga yang selama ini terkendala jarak dan waktu dalam memenuhi kewajiban pajaknya.


Kehadiran Samsat Keliling di lokasi strategis ini memudahkan warga yang hendak memperpanjang STNK atau membayar pajak tahunan. Mereka tinggal datang, mengantre sebentar, dan urusan selesai tanpa harus bolak-balik ke kantor Samsat. Antusiasme terlihat dari banyaknya warga yang memanfaatkan layanan ini sejak dibuka.


Kasat Lantas Polres Nganjuk, AKP Afandy Dwi Takdir, menjelaskan bahwa inovasi jemput bola ini adalah bagian dari program Polantas Menyapa yang mengedepankan pelayanan publik yang humanis dan modern. Kapolres Nganjuk, AKBP Suria Miftah Irawan, berharap dengan adanya Samsat Keliling, kesadaran masyarakat dalam membayar pajak meningkat dan kepatuhan berlalu lintas semakin baik. Layanan ini akan terus dihadirkan secara bergilir di berbagai wilayah Kabupaten Nganjuk. (Avs)

Jagung Semai dan Air Terjaga: Bhabinkamtibmas Nganjuk Kawal Lahan Gondang


Nganjuk- Di sela-sela kesibukan petani menyiapkan lahan jagung yang baru disemai, Aiptu Rahmad Riyanto hadir sebagai pendamping setia. Di Desa Gondang, ia menyusuri setiap petakan untuk memastikan bahwa bibit-bibit jagung mendapatkan air yang cukup dan perawatan yang layak. Fase awal pertumbuhan adalah momen krusial, dan kehadirannya menjadi pengingat bahwa ketahanan pangan dimulai dari langkah-langkah kecil di tingkat desa.


Pemantauan yang ia lakukan mencakup pengecekan saluran irigasi, kualitas tanah, dan kondisi benih yang mulai tumbuh. Ia juga mengajak petani untuk mencatat jadwal pengairan dan pemupukan agar perawatan bisa dilakukan secara teratur dan terukur. Petani yang awalnya mengandalkan kebiasaan turun-temurun kini mulai terbuka pada pendekatan yang lebih sistematis berkat pendampingan dari Bhabinkamtibmas.


Kapolsek Pace, AKP Pujo Santoso, menyampaikan optimismenya terhadap program ketahanan pangan yang didukung penuh oleh Polri. Ia berharap kegiatan serupa terus dilakukan di seluruh desa binaan, karena konsistensi pendampingan adalah faktor penting dalam meningkatkan produktivitas pertanian. Dari Gondang, ia yakin akan lahir generasi petani yang tidak hanya pekerja keras, tetapi juga cerdas dalam mengelola sumber daya yang ada. (Avs)

Budidaya Ikan di Pekarangan: Bhabinkamtibmas Nganjuk Pantau Kolam Terpal Warga Gebangkerep


Nganjuk- Pagi itu Aipda Kasmadi melangkah di antara pekarangan warga Desa Gebangkerep yang kini dihiasi kolam-kolam terpal berisi ikan. Kehadirannya bukan sekadar untuk memantau, tetapi juga untuk memastikan bahwa program Pekarangan Pangan Bergizi berjalan sesuai harapan dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Budidaya ikan dengan media terpal menjadi bukti bahwa lahan sempit pun bisa menghasilkan pangan bergizi.


Dalam perbincangan dengan para pembudidaya, ia menggali informasi tentang pengalaman mereka dalam merawat ikan, mulai dari pemilihan benih yang berkualitas hingga pengaturan sirkulasi air. Ia juga memberikan saran tentang cara mengantisipasi serangan penyakit yang sering muncul di budidaya ikan terpal, seperti jamur dan parasit. Warga merasa terbantu dengan kehadirannya, karena mereka mendapatkan solusi praktis untuk masalah yang selama ini mereka hadapi.


Kapolsek Baron, AKP Oofy Adycta Septandra, menyampaikan kebanggaannya atas semangat warga Gebangkerep dalam mengembangkan potensi pekarangan. Ia berharap kegiatan seperti ini terus didorong dan menjadi agenda rutin Bhabinkamtibmas di seluruh wilayah. Dengan pendampingan yang konsisten, ia yakin budidaya ikan di pekarangan akan semakin berkembang dan memberikan kontribusi signifikan bagi ketahanan pangan nasional. (Avs)