Slide # 1

INFINIX

To put the future in the hands of the people who want it and need it most Read More

Slide # 2

INFINIX

FTo put the future in the hands of the people who want it and need it most Read More

Slide # 3

INFINIX

To put the future in the hands of the people who want it and need it most Read More

Slide # 4

INFINIX

To put the future in the hands of the people who want it and need it most Read More

Slide # 5

INFINIX

To put the future in the hands of the people who want it and need it most Read More

Sabtu, 19 September 2026

Kapolri Tekankan Nilai Luhur Pencak Silat bagi Generasi Muda


Banten- Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo menekankan pentingnya nilai luhur pencak silat. Hal ini disampaikan dalam Peresmian Balai Latihan Seni Silat. Acara juga sekaligus Milad ke-3 Pesanggrahan Tjimande Banten Indonesia. Kegiatan berlangsung pada Jumat (18/9/2026).


Kapolri menilai kekayaan budaya tersebut tidak hanya perlu dijaga sebagai tradisi. Budaya itu juga harus dikelola secara baik. Tujuannya agar dapat diperkenalkan lebih luas. Hingga menjadi sumber devisa bagi daerah.


Menurut Kapolri, pencak silat Tjimande dan debus merupakan kekhasan Banten. Keduanya perlu terus dilestarikan. Pengembangan menjadi tanggung jawab bersama seluruh perguruan. Para pimpinan perguruan serta masyarakat Banten juga bertanggung jawab.


Kapolri mengatakan bahwa ini menjadi sumber kekuatan. Apabila dikelola dengan baik, tidak hanya sekadar budaya. Budaya ini bisa dikembangkan dan diperkenalkan. Bahkan menjadi salah satu sumber devisa bagi wilayah, provinsi, kabupaten, kecamatan, dan desa.


Kapolri mengajak seluruh pihak membangun, menjaga, dan meningkatkan potensi tersebut. Pelestarian budaya harus dilakukan melalui pembinaan berkelanjutan. Dengan begitu, pencak silat dan debus tetap hidup. Keduanya juga dikenal dan diminati generasi muda.


Dalam kesempatan itu, Kapolri mendorong pembangunan padepokan atau balai latihan serupa. Tempat itu diharapkan berdiri di setiap kabupaten di Banten. Keberadaannya menjadi ruang untuk melatih pencak silat. Sekaligus menjaga kearifan lokal dan mengembangkan seni budaya daerah.


Kapolri meminta setiap kabupaten mendirikan tempat serupa. Tujuannya agar semua budaya di Banten dapat dijaga, dilatih, dan dilestarikan. Kapolri menjelaskan bahwa pesanggrahan bukan sekadar tempat berlatih bela diri. Pesanggrahan harus menjadi ruang belajar dan tempat berdiskusi.


Pesanggrahan juga menjadi wadah masyarakat berkumpul. Warga dapat mencari solusi atas berbagai persoalan melalui semangat kebersamaan. Balai Latihan Seni Silat PTBI diharapkan terbuka bagi seluruh perguruan silat dan masyarakat. Tempat itu dapat menjadi pusat kegiatan seni, budaya, serta penguatan silaturahmi. (Ssly)

Kolaborasi Polri-UNRI Perkuat Kajian Lingkungan dan Keamanan


Pekanbaru- Universitas Riau menggelar kuliah umum sekaligus peresmian Posko Pusat Studi Kepolisian Bidang Lingkungan. Kegiatan berlangsung pada Jumat (18/9/2026). Acara digelar di Gedung Integrated Classroom Universitas Riau. Kegiatan ini menjadi ruang akademik yang mempertemukan perspektif kepolisian dan perguruan tinggi.


Ketua Pusat Studi Ilmu Kepolisian, Komjen Pol. Prof. Dr. Chrysnanda Dwilaksana, M.Si., hadir sebagai narasumber utama. Ia memberikan kuliah umum yang dilanjutkan sesi dialog dan tanya jawab. Peserta berasal dari lingkungan Universitas Riau. Pengembangan ilmu kepolisian tidak hanya berkaitan dengan keamanan dan penegakan hukum.


Kajian terhadap persoalan lingkungan yang semakin kompleks juga dibutuhkan. Hal ini menjadi salah satu fokus dalam kegiatan tersebut. Peresmian Posko Pusat Studi Kepolisian Bidang Lingkungan dilakukan melalui pemotongan pita. Setelah itu, rombongan meninjau fasilitas posko di lantai 2 Gedung LPPM Universitas Riau.


Kegiatan tersebut dihadiri sejumlah pejabat kepolisian. Di antaranya Irjen Pol. Dr. Susilo Teguh Raharjo, M.Si, selaku Kasatgas Pembentukan Pusat Studi Kepolisian STIK-PTIK Lemdiklat Polri. Hadir pula Irjen Pol. Gatot Repli Handoko, S.I.K, selaku Dosen Kepolisian Utama Tingkat I STIK Lemdiklat Polri. Irjen Pol. Dr. Barito Mulyo Ratmono, S.I.K, M.Si, selaku Analis Kebijakan Utama Bidang Sespimti Lemdiklat Polri juga turut hadir.


Kapolda Riau beserta jajaran pejabat utama Polda Riau hadir dalam kegiatan tersebut. Dari Universitas Riau, hadir Rektor Prof. Dr. Sri Indarti, S.E, M.Si. Ia didampingi para wakil rektor, dekan, ketua lembaga, kepala biro, kepala UPA, dan civitas akademika. Dalam rangkaian kegiatan itu, dilakukan penyerahan Surat Tugas Kapolda Riau sebagai Kepala Pusat Studi Kepolisian Bidang Lingkungan.


Penyerahan plakat serta sesi doorstop dengan awak media juga dilakukan. Pembentukan pusat studi tersebut diarahkan sebagai wadah memperkuat dialog dan pengkajian. Pengembangan ilmu kepolisian, terutama yang berkaitan dengan isu lingkungan, menjadi fokus utamanya. Kolaborasi Polri dan Universitas Riau diharapkan melahirkan kajian akademik.


Kajian itu mendukung terwujudnya ketertiban sosial, keamanan, dan perlindungan lingkungan. Keberadaan pusat studi juga bagian dari upaya pengembangan sumber daya manusia Polri. Pendekatannya melalui akademik, penelitian, dan pengkajian ilmu kepolisian. Dengan keterlibatan perguruan tinggi, kajian kepolisian diharapkan tidak berhenti pada aspek praktis. Kajian itu berkembang menjadi pengetahuan untuk merespons persoalan keamanan dan lingkungan secara komprehensif. (Ssly)

Jumat, 18 September 2026

Dukung Ketahanan Pangan, Bhabinkamtibmas Duren Bantu Aspirasi Petani


Sawahan- Bhabinkamtibmas Desa Duren, Kecamatan Sawahan, Polsek Sawahan, Aipda Suratin menyempatkan diri bergabung dengan para petani. Mereka tengah melaksanakan panen sekaligus menyele padi. Kegiatan ini berlangsung pada Sabtu, 19 September 2026. Di sela waktu istirahat, Aipda Suratin berdialog langsung dengan petani.


Dialog itu untuk mengetahui kondisi serta kendala yang mereka hadapi. Dalam kegiatan tersebut, petani masih menggunakan cara manual. Mereka memanen dan menyele padi dengan tenaga sendiri. Kondisi itu dilakukan karena biaya sewa mesin panen dinilai cukup mahal.


Biaya sewa mesin selep padi juga tergolong mahal bagi sebagian petani. Mereka memilih cara yang lebih terjangkau. Meskipun cara manual membutuhkan waktu dan tenaga lebih banyak. Salah seorang petani menyampaikan bahwa biaya mesin pertanian menjadi pertimbangan utama.


Ia berharap ada fasilitas mesin dengan biaya sewa yang lebih ringan. Menurutnya, hal itu sangat membantu petani. Pekerjaan menjadi lebih cepat dan biaya produksi dapat ditekan. Mendengar keluhan tersebut, Aipda Suratin menyampaikan bahwa pihaknya akan berupaya berkoordinasi.


Ia akan menyampaikan aspirasi petani kepada dinas atau instansi terkait. Aipda Suratin mengatakan pihaknya akan membantu menyampaikan kebutuhan dan keluhan petani. Hal ini agar menjadi perhatian pihak terkait. Khususnya terkait fasilitas pertanian yang terjangkau.


Dengan begitu, petani dapat lebih terbantu dalam proses panen. Kegiatan sambang sekaligus dialog tersebut merupakan bentuk kepedulian Bhabinkamtibmas. Kegiatan ini juga mendukung program ketahanan pangan nasional. Melalui komunikasi dan koordinasi berkelanjutan, berbagai kendala di sektor pertanian diharapkan dapat dicarikan solusi bersama. (Ssly)

Petani Cabai Bajang Merasa Aman dengan Kehadiran Bhabinkamtibmas


Ngluyu- Bhabinkamtibmas Desa Bajang, Kecamatan Ngluyu, Aiptu Sigit Darmanto melaksanakan sambang kepada petani cabai. Kegiatan ini berlangsung pada Sabtu, 19 September 2026. Sambang dilakukan di wilayah desa binaannya. Kegiatan ini sekaligus menjadi bagian dari patroli persawahan.


Patroli tersebut untuk mendukung program ketahanan pangan pemerintah. Bhabinkamtibmas juga memastikan situasi kamtibmas di lingkungan pertanian tetap aman. Dalam kesempatan itu, Aiptu Sigit Darmanto berdialog langsung dengan petani. Dialog membahas kondisi tanaman cabai yang sedang dibudidayakan.


Menurutnya, musim kemarau cukup sesuai untuk tanaman cabai. Kebutuhan airnya relatif tidak terlalu banyak. Namun petani tetap perlu memperhatikan kondisi tanah dan tanaman secara berkala. Ia terus mendorong petani agar tetap semangat mengelola lahan pertanian.


Petani juga diminta memanfaatkan kondisi musim sebaik mungkin. Selain mendukung ketahanan pangan, kehadiran Bhabinkamtibmas memberi rasa aman. Petani dapat menyampaikan berbagai kendala yang dihadapi secara langsung. Salah seorang petani menyampaikan bahwa kehadiran Bhabinkamtibmas sangat membantu.


Ia senang karena Bhabinkamtibmas sering datang dan berdialog dengan petani. Jika ada kendala, petani bisa menyampaikan langsung. Mereka berharap solusi dapat segera dicarikan. Aiptu Sigit Darmanto menambahkan bahwa setiap aspirasi dan keluhan petani akan diperhatikan.


Jika berkaitan dengan kewenangan instansi lain, aspirasi itu akan diteruskan kepada dinas atau pihak terkait. Hal ini menjadi bahan tindak lanjut. Ia berharap sinergi antara Polri, petani, dan pemerintah terus terjalin. Dengan begitu, pertanian di Desa Bajang semakin berkembang dan ketahanan pangan berjalan baik. (Ssly)

Petani Tiripan Merasa Terbantu dengan Kehadiran Bhabinkamtibmas


Berbek- Bhabinkamtibmas Desa Tiripan, Polsek Berbek, Aipda Siswantono menyambangi warga binaannya. Warga tersebut tengah beraktivitas membajak sawah. Kegiatan ini berlangsung pada Sabtu, 19 September 2026. Sambang menjadi wujud kedekatan Bhabinkamtibmas dengan masyarakat.


Dalam kesempatan tersebut, Aipda Siswantono menyampaikan imbauan kamtibmas. Ia juga berdialog langsung dengan petani. Dialog membahas kondisi pertanian dan ketahanan pangan di wilayah Desa Tiripan. Menurutnya, pihaknya ingin mengetahui kondisi dan kendala yang dihadapi petani.


Dengan begitu, komunikasi dan koordinasi dapat terus terjalin dengan baik. Salah seorang petani menyampaikan bahwa kehadiran Bhabinkamtibmas sangat membantu. Ia merasa diperhatikan karena bisa menyampaikan kendala langsung di lapangan. Keluhan itu termasuk kebutuhan dan kondisi tanaman.


Aipda Siswantono mengajak para petani terus menjaga semangat. Mereka didorong mengelola lahan pertanian dengan baik. Petani juga diminta memanfaatkan komunikasi dengan berbagai pihak. Hal ini dilakukan apabila menemukan kendala di lapangan.


Pihaknya akan terus berupaya hadir dan mendengarkan aspirasi warga. Aipda Siswantono berharap sinergi ini mendukung produktivitas pertanian. Ketahanan pangan di wilayah Desa Tiripan juga semakin kuat. Kegiatan sambang tersebut diharapkan mempererat hubungan Polri dan masyarakat.


Sambang juga menjadi sarana menyerap aspirasi secara langsung dari petani. Kehadiran Bhabinkamtibmas di tengah masyarakat bagian dari upaya Polri menjaga kamtibmas. Polri juga mendukung program pemerintah di bidang ketahanan pangan. (Ssly)

Pusat Studi Kepolisian Jadi Simpul Pengetahuan, Bukan Sekadar Lembaga Kajian


Pekanbaru- Universitas Riau bersama Polda Riau meresmikan Pusat Studi Kepolisian Bidang Lingkungan. Pusat studi ini bertempat di LPPM Universitas Riau Pekanbaru. Peresmian berlangsung pada Jumat (18/9/2026). Langkah ini menjadi bagian dari penguatan kolaborasi Polri dan perguruan tinggi.


Peresmian tersebut menambah deretan Pusat Studi Kepolisian yang dikembangkan Polri. Hingga 18 September 2026, jejaring itu mencakup 79 PTN/PTS. Selain itu, terdapat 21 Pusat Studi di lingkungan STIK Lemdiklat Polri. Dengan demikian, totalnya mencapai 100 Pusat Studi Kepolisian.


Sebanyak 57 pusat studi telah diresmikan. Sementara 43 lainnya masih dalam proses pembangunan. Wakapolri Komjen Pol. Prof. Dr. Dedi Prasetyo, S.H., M.Hum., M.Si., M.M., mengatakan kolaborasi dengan perguruan tinggi sangat penting. Hal ini bagian dari transformasi Polri berbasis ilmu pengetahuan.


Menurut Wakapolri, pusat studi harus menjadi ruang pertemuan pengalaman kepolisian dengan penelitian. Kajian ilmiah juga menjadi bagian penting di dalamnya. Praktik kepolisian perlu didasari uji hipotesis ilmiah. Dengan begitu, praktik terbaik dapat dihasilkan tanpa mengandalkan intuisi institusional.


Pusat Studi Kepolisian Bidang Lingkungan UNRI menjadi bentuk konkret pengembangan jejaring tersebut. Kehadirannya membawa isu Green Policing ke ruang akademik. Hal ini relevan dengan persoalan yang dihadapi Riau. Mulai dari karhutla, illegal mining, illegal logging, kerusakan ekosistem, hingga kejahatan lingkungan.


Melalui pusat studi ini, persoalan di lapangan diharapkan dapat dikaji bersama. Hasilnya berupa data, penelitian, rekomendasi kebijakan, hingga model penanganan. Rektor UNRI Prof. Dr. Sri Indarti, S.E., M.Si., mengatakan kekuatan akademik dan pengalaman kepolisian dapat saling melengkapi. Kolaborasi ini diharapkan melahirkan solusi inovatif berbasis riset.


Kapolda Riau Irjen Pol. Herry Heryawan mengatakan pusat studi harus mampu mengubah persoalan lapangan menjadi pengetahuan. Pengetahuan itu berguna bagi kebijakan. Ia berharap pusat studi menghasilkan data sebagai dasar penelitian. Selain itu, melahirkan pengetahuan sebagai pijakan kebijakan serta kebijakan berbasis bukti. (Mmws)

Sanksi Berlapis Menanti Pembakar Hutan di Bondowoso


Bondowoso- Polres Bondowoso Polda Jawa Timur terus memaksimalkan patroli kawasan hutan. Kegiatan ini untuk memitigasi risiko kebakaran hutan dan lahan. Patroli dilakukan dengan berkolaborasi bersama instansi terkait. Polsek Sumberwringin bersama Muspika Kecamatan Sumberwringin dan Perhutani KPH Bondowoso melaksanakan patroli preventif.


Petugas gabungan juga memasang banner imbauan di sejumlah titik strategis. Kegiatan berlangsung mulai pukul 11.30 WIB. Patroli dipusatkan di Petak 9D Blok Pagar Gunung, KRPH Tapen BKPH Wonosari KPH Bondowoso. Kawasan tersebut diidentifikasi sebagai salah satu titik rawan kebakaran.


Kapolres Bondowoso, AKBP Dr. Aryo Dwi Wibowo, melalui Kapolsek Sumberwringin, Iptu I Gede Sugitra, S.H., mengatakan operasi sinergis ini langkah strategis. Pendekatannya mengedepankan aspek pencegahan. Unsur Muspika, Perhutani, Lembaga Masyarakat Desa Hutan, serta Kelompok Tani Hutan turut dilibatkan. Menurutnya, patroli sinergitas ini implementasi dari langkah preventif.


Tujuannya menjaga kelestarian ekosistem hutan di musim kemarau. Dalam patroli tersebut, petugas menyambangi para penggarap lahan dan warga di Dusun Poloagung, Desa Sukorejo. Tim gabungan menyampaikan maklumat serta memasang banner peringatan. Banner itu memuat tiga poin krusial.


Poin pertama adalah larangan membuang puntung rokok sembarangan di kawasan hutan. Poin kedua, kewajiban memastikan pemadaman total api unggun bagi penjaga lahan kopi sebelum ditinggalkan. Poin ketiga, instruksi untuk segera melaporkan indikasi titik api kepada pihak berwenang. Sementara itu di lokasi terpisah, Kasi Humas Polres Bondowoso, Iptu Boby Dwi Siswanto, menegaskan patroli serupa akan terus dilaksanakan secara rutin.


Patroli menyasar setiap wilayah, khususnya yang berbatasan langsung dengan kawasan hutan. Ia juga menyampaikan peringatan tegas terhadap masyarakat yang sengaja atau lalai menyebabkan karhutla. Iptu Boby mengingatkan adanya sanksi pidana dan denda berlapis yang cukup berat. Sanksi itu merujuk pada Pasal 78 UU No. 41 Tahun 1999 tentang Kehutanan.


Pelaku pembakaran hutan dengan sengaja diancam pidana penjara paling lama 15 tahun. Denda maksimalnya Rp5 miliar. Pelaku juga dapat dijerat Pasal 108 UU No. 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup. Ancaman hukumannya penjara minimal 3 tahun hingga maksimal 10 tahun, serta denda hingga Rp10 miliar. (Gck)

Empat Ploting Jadi Sasaran Pemadaman Karhutla Gunung Wilis


Nganjuk- Upaya penanganan karhutla di kawasan Gunung Wilis terus dilakukan. Tim gabungan dari Polres Nganjuk, Forkopimda, BPBD, TNI, pemerintah desa, serta relawan dikerahkan. Mereka melakukan pemadaman sekaligus penyekatan alur api atau ilaran. Lokasi kebakaran berada di wilayah Desa Ngliman, Kecamatan Sawahan, Kabupaten Nganjuk.


Kegiatan diawali dengan apel gabungan di Balai Desa Ngliman, Jumat (18/9/2026) pagi. Apel dimulai sekitar pukul 07.30 WIB. Apel dipimpin Bupati Nganjuk Dr. Drs. H. Marhaen Djumadi, S.E., S.H., M.M. Sebanyak 400 personel gabungan mengikuti apel tersebut.


Hadir dalam kegiatan itu Wakil Bupati Nganjuk Trihandy Cahyo Saputro, S.T. Kapolres Nganjuk AKBP Suria Miftah Irawan, S.H., S.I.K., M.I.K. juga turut hadir. Dandim 0810/Nganjuk Letkol Arh M. Taufan Yudha Bhakti, S.I.P., S.T., serta sejumlah unsur Forkopimda dan instansi terkait hadir. Kapolres Nganjuk mengatakan pengerahan personel gabungan dilakukan sebagai langkah bersama.


Tujuannya mengendalikan kebakaran di kawasan hutan Gunung Wilis. Pencegahan agar api semakin meluas juga menjadi prioritas. Kapolres menegaskan bahwa keselamatan personel adalah yang paling utama. Seluruh unsur terkait melakukan pemadaman dan penyekatan pada jalur-jalur api.


Kondisi di kawasan hutan dan faktor angin harus terus diwaspadai. Usai apel, personel dibagi ke sejumlah titik yang telah ditentukan. Sedikitnya empat ploting menjadi sasaran pemberangkatan tim. Yakni wilayah Ngangkrok, Nunut, Candi Laras, dan Lungur Cilik.


Sekitar pukul 08.00 WIB, seluruh tim diberangkatkan menuju ploting masing-masing. Mereka membawa perlengkapan dan bekal yang telah disiapkan. Selain melakukan pemadaman, petugas juga melakukan penyekatan alur api. Langkah ini untuk menghambat pergerakan api di kawasan hutan.


Berdasarkan pemantauan hotspot pada Jumat (18/9/2026) sekitar pukul 07.30 WIB, terdeteksi 13 titik hotspot. Titik itu berada di kawasan Puncak Gunung Wilis. Sebanyak 11 titik berada di wilayah Desa Ngliman, Kecamatan Sawahan, Kabupaten Nganjuk. Dua titik lainnya berada di Kecamatan Kare, Kabupaten Madiun. (Mmws)

Kamis, 17 September 2026

Ketahanan Pangan Dimulai dari Kebun Kecil Warga Demangan


Warujayeng- Bhabinkamtibmas Desa Demangan, Polsek Warujayeng, AIPDA Pujiono menemukan hal inspiratif. Ia menyambangi warga binaannya yang memanfaatkan lahan kebun berukuran kecil. Kegiatan ini berlangsung pada Jumat, 18 September 2026. Warga tersebut menanam tiga jenis tanaman sekaligus.


Tanaman itu yakni singkong, terong, dan cabai. Warga memanfaatkan setiap ruang di sela-sela tanaman. Ia mengaku tidak ingin membiarkan lahan kosong tanpa manfaat. Meskipun hanya berupa ruang kecil di antara tanaman, ia tetap menanaminya.


Menurut AIPDA Pujiono, pemanfaatan lahan secara maksimal patut diapresiasi. Langkah warga tersebut tergolong sederhana namun bermakna. Menurutnya, ketahanan pangan harus dimulai dari hal kecil. Hal itu bisa dimulai dari lingkungan dan kemampuan yang dimiliki.


AIPDA Pujiono juga terus memberikan dukungan dan motivasi. Warga binaannya didorong mempertahankan dan mengembangkan kegiatan pemanfaatan lahan. Ia berharap kebun sederhana tersebut membantu memenuhi kebutuhan pangan keluarga. Kebun itu juga dapat menjadi contoh bagi warga lain.


Kegiatan tersebut menjadi gambaran bahwa semangat mendukung ketahanan pangan dapat dilakukan siapa saja. Salah satunya melalui kebun kecil di lingkungan tempat tinggal. AIPDA Pujiono menegaskan pihaknya akan terus mendukung dan mendorong warga. Warga diajak memanfaatkan lahan yang ada, sekecil apa pun.


Dengan begitu, lahan tersebut memberikan manfaat bagi keluarga dan lingkungan. Pemanfaatan lahan secara produktif menjadi langkah nyata mendukung ketahanan pangan. Upaya ini dimulai dari lingkungan desa. (Mmws)

Sinergi Polri dan Warga Cangkringan Jaga Ketahanan Pangan


Nganjuk- Aiptu Dendy Wahyu selaku Bhabinkamtibmas Kelurahan Cangkringan, Polsek Nganjuk Kota, menyambangi warga binaannya. Kegiatan ini berlangsung pada Jumat (18/9/2026). Ia mengecek Pekarangan Pangan Bergizi milik warga. Lahan itu dimanfaatkan untuk budidaya ikan konsumsi.


Kunjungan tersebut menjadi bagian dari upaya menjalin komunikasi. Bhabinkamtibmas juga ingin memastikan kegiatan budidaya warga berkembang baik. Aiptu Dendy memberikan motivasi agar kegiatan tersebut tetap dikelola secara konsisten. Pemanfaatan pekarangan rumah sebagai sumber pangan terus mendapat perhatian.


Budidaya ikan konsumsi di lingkungan rumah dinilai memberikan manfaat ganda. Warga dapat memperoleh sumber protein hewani untuk kebutuhan keluarga. Hasil panen juga bisa menjadi tambahan pendapatan. Hal ini berlaku apabila produksinya dikembangkan lebih lanjut.


Kapolsek Nganjuk Kota AKBP Jumari, S.H. menekankan pentingnya sinergi. Kerja sama antara Bhabinkamtibmas dan masyarakat sangat diperlukan. Sinergi ini mendukung ketahanan pangan di wilayah binaan. Pendampingan kepada warga tidak hanya berkaitan dengan keamanan.


Pendampingan juga mendorong kegiatan positif yang meningkatkan kemandirian masyarakat. Kegiatan berlangsung dalam suasana akrab dan penuh komunikasi. Kehadiran Bhabinkamtibmas diharapkan semakin mempererat hubungan Polri dengan masyarakat. Kegiatan produktif di wilayah binaan pun semakin tumbuh. (Mmws)

Kursi Roda hingga Stok Dagangan, Kejutan Polres Gresik untuk Hasim


Gresik- Hasim (54) hanya bisa terduduk di ruang tengah rumahnya. Pria yang sehari-hari mengais rezeki sebagai driver ojek online itu tengah dalam masa pemulihan. Kecelakaan tragis di Exit Tol Dahanrejo, Kebomas, mengubah hidupnya. Peristiwa nahas itu terjadi pertengahan Agustus lalu.


Kaki dan tangan kanan Hasim terluka parah. Tim medis memprediksi butuh sedikitnya tiga bulan untuk bisa melangkah lagi. Di tengah bayang-bayang pemulihan panjang, beban pikiran Hasim kian berat. Ia adalah satu-satunya tulang punggung keluarga.


Ada istri, anak yang baru lulus kuliah, dan si bungsu di pesantren. Hasim kini hanya bisa berharap kesehatannya pulih. Saat ini ia hanya bisa duduk dan tak dapat penghasilan. Untuk bergerak di dalam rumah saja, ia harus menyewa kursi roda.


Namun, solidaritas jalanan dan respons cepat Polres Gresik Polda Jatim mengubah mendung menjadi harapan. Berawal dari cerita dua rekan ojolnya kepada Kapolres Gresik AKBP Ramadhan Nasution. Pintu rumah Hasim tiba-tiba diketuk oleh rombongan pejabat Polres Gresik. Kapolres datang bersama Kasat Lantas AKP Muhammad Hariyazie Syakhranie.


Kedatangan mereka membawa senyuman. Sebuah kursi roda baru dipasangkan untuk Hasim. Ia tak perlu lagi menyewa. Kejutan tidak berhenti di sana. Sebuah mobil van polisi datang membawa tumpukan barang dagangan.


Barang itu mengisi kembali rak-rak toko kelontong di rumah Hasim. Toko tersebut sudah lama kosong karena kehabisan modal. AKBP Ramadhan Nasution mengatakan pihaknya ingin memastikan Hasim tetap memiliki kegiatan produktif. Ia juga berharap Hasim tetap berpenghasilan dari rumah demi keluarganya.


Bagi Hasim, bantuan ini bukan sekadar materi. Bantuan ini menjadi nafas sambungan hidup. Momen ini bertepatan dengan menjelang Hari Lalu Lintas Bhayangkara ke-71. Polres Gresik menunjukkan bahwa tugas polisi bukan hanya menjaga ketertiban di jalan raya. Polisi juga hadir membalut luka dan menghadirkan kemanusiaan. (Mmws)

Personel Berprestasi Dapat Perhatian Khusus di Kompolnas Awards 2026


Jakarta- Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo meminta personel berprestasi mendapat perhatian khusus. Hal ini disampaikan dalam acara Kompolnas Awards 2026, Kamis (17/9/2026). Penghargaan diberikan kepada satuan dan personel Polri berprestasi. Mereka menunjukkan kontribusi nyata dalam pelaksanaan tugas dan pelayanan kepada masyarakat.


Kapolri menegaskan bahwa penghargaan tidak boleh berhenti sebagai kegiatan seremonial. Prestasi yang telah ditunjukkan harus memperoleh perhatian dan tindak lanjut. Institusi perlu memberi apresiasi sekaligus dorongan. Para penerima diharapkan dapat mempertahankan dan meningkatkan capaiannya.


Kapolri memerintahkan Astamarena, Asisten Kapolri Bidang Sumber Daya Manusia, dan Asisten Kapolri Bidang Logistik segera membahas bentuk penghargaan. Bagi personel berprestasi, penghargaan dapat diwujudkan melalui pengembangan karier. Bentuknya bisa berupa pendidikan maupun penugasan jabatan yang sesuai. Sementara itu, satuan kewilayahan berprestasi dapat dipertimbangkan memperoleh dukungan anggaran dan peralatan.


Dukungan itu diberikan berdasarkan kebutuhan. Kompolnas Awards 2026 dilaksanakan melalui sejumlah tahapan. Mulai dari penilaian awal, penetapan nominator, pendalaman dan visitasi, hingga penilaian akhir oleh Dewan Juri. Rangkaian tersebut dilakukan untuk memastikan proses penilaian berlangsung objektif dan berbasis bukti.


Penghargaan tahun ini tidak hanya diberikan kepada satuan kerja Mabes Polri dan satuan kewilayahan. Penghargaan juga diberikan kepada personel yang menunjukkan kinerja, inovasi, integritas, kepemimpinan, serta kontribusi nyata. Penilaian terhadap personel mencakup pendekatan People, Planet, Prosperity, Peace, dan Partnership atau 5P. Penghargaan juga mencakup kategori Peacekeeper, personel Satuan Tugas Operasi Daerah Konflik, serta personel Densus 88 Antiteror Polri.


Kapolri berharap inovasi dan praktik terbaik didokumentasikan, dikembangkan, serta diterapkan secara adaptif. Jajaran lain dapat menyesuaikannya dengan karakteristik dan kebutuhan masing-masing wilayah. Para penerima penghargaan diharapkan menjadi teladan bagi satuan kewilayahan maupun personel Polri lainnya. Mereka juga diminta membagikan pengalaman, inovasi, serta praktik terbaik.


Bagi satuan dan personel yang belum menerima penghargaan, Kapolri meminta momentum tersebut dijadikan bahan evaluasi. Momentum itu juga menjadi motivasi untuk terus meningkatkan profesionalisme, kualitas pelaksanaan tugas, serta integritas. Kapolri menegaskan bahwa keberhasilan Polri tidak hanya diukur dari penghargaan. Keberhasilan juga diukur dari kemampuan institusi memberikan rasa aman, kepastian, dan pelayanan yang semakin baik. (Mmws)

Kapolri Cup II, Ajang Internasional Indoor Skydiving di Cikeas


Bogor- International Open Indoor Skydiving Championships Kapolri Cup II 2026 resmi dibuka. Acara berlangsung di Wind Tunnel Korps Brimob Polri, Gedung Soemardhi, Cikeas, Kabupaten Bogor. Pembukaan dilakukan pada Kamis (17/9/2026). Wakapolri Komjen Pol. Dedi Prasetyo membuka kejuaraan mewakili Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo.


Kejuaraan ini diikuti 382 peserta yang tergabung dalam 156 tim. Sebanyak 89 atlet dan official mancanegara dari 9 negara turut ambil bagian. Negara tersebut yakni China, Jepang, Jerman, Korea Selatan, Malaysia, Polandia, Rusia, Singapura, dan Thailand. Atmosfer internasional semakin terasa dengan kehadiran 20 juri internasional dari 12 negara.


Jika digabungkan berdasarkan negara asal atlet, official, dan juri, 20 negara terlibat dalam keseluruhan penyelenggaraan. Kompetisi mempertandingkan Formation Skydiving, Vertical Formation Skydiving, Dynamic, dan Freestyle. Dalam sambutannya, Wakapolri mengatakan perkembangan indoor skydiving Indonesia menunjukkan capaian membanggakan.


Pada FAI Indoor Skydiving 2024 di Macau, atlet Brimob Polri yang memperkuat tim Indonesia berhasil meraih medali perak dan perunggu. Mereka juga menempati peringkat kelima pada FAI World Cup. Wakapolri menilai capaian ini menunjukkan kontribusi nyata atlet Polri. Semangat tersebut berlanjut pada Kapolri Cup I 2024.


Tim Korps Brimob dan tim Polwan Pasukan Gegana berhasil meraih prestasi pada kelas internasional. Kapolri Cup II diharapkan menjadi penggerak pembinaan atlet. Wakapolri juga meminta seluruh atlet menjunjung sportivitas dan saling menghormati. Kepada panitia dan personel pengamanan, ia menekankan pentingnya profesionalisme.


Seluruh kegiatan harus berlangsung aman, tertib, dan lancar. Semangat kolaborasi juga harus terus dijaga. Ketua Komite Terjun Payung Indonesia Irvan Zuladry, S.H., M.M., mengapresiasi dukungan Polri. Menurutnya, perkembangan indoor skydiving membutuhkan ruang kompetisi yang semakin luas.


Ia berharap Kapolri Cup menjadi momentum mengangkat olahraga dirgantara. Rangkaian kompetisi dilanjutkan dengan 2nd FAI Asian Indoor Skydiving Championships 2026. Keberadaan Wind Tunnel Korps Brimob Polri di Cikeas diharapkan memperkuat ekosistem olahraga indoor skydiving Indonesia. (Rkt)

Rabu, 16 September 2026

Ketahanan Pangan Dimulai dari Rumah, Bhabinkamtibmas Tanjung Beri Dorongan


Kertosono- Bhabinkamtibmas Desa Tanjung, Polsek Kertosono, Bripka Uman, S.H., melaksanakan sambang ke lokasi pembibitan tanaman. Kegiatan ini berlangsung pada Kamis, 17 September 2026. Sambang dilakukan di wilayah desa binaannya. Langkah tersebut bagian dari upaya menggerakkan ketahanan pangan.


Di lokasi tersebut tersedia beragam jenis bibit. Sebagian besar telah siap ditanam. Tempat itu juga dilengkapi berbagai kebutuhan pendukung. Mulai dari polybag, pupuk, media tanam, hingga perlengkapan lainnya.


Dalam dialognya, Bripka Uman mengapresiasi usaha pembibitan tersebut. Menurutnya, pembibitan seperti ini sangat membantu warga. Warga tidak hanya mendapatkan tanaman, tetapi juga media tanam, polybag, dan pupuk. Masyarakat pun lebih mudah untuk mulai menanam.


Pengelola pembibitan menyampaikan bahwa sekitar 80 persen pembeli merupakan warga perumahan. Mereka membeli bibit untuk ditanam di halaman rumah masing-masing. Banyak warga perumahan mulai tertarik menanam tanaman pangan maupun tanaman lainnya. Pengelola berusaha menyediakan bibit yang beragam dan siap tanam.


Bripka Uman juga mengajak masyarakat untuk tidak memandang lahan sempit sebagai keterbatasan. Halaman rumah maupun lingkungan sekitar dapat dimanfaatkan secara produktif. Menurutnya, ketahanan pangan bisa dimulai dari desa. Bahkan dari lingkungan rumah masing-masing.


Kegiatan sambang tersebut merupakan bentuk dukungan dan pendampingan Polri. Polri mendukung masyarakat dalam mengembangkan sektor pertanian. Sekaligus memperkuat ketahanan pangan dari tingkat desa. Melalui pemanfaatan lahan secara optimal dan keterlibatan masyarakat secara berkelanjutan, upaya ini diharapkan mendukung program ketahanan pangan nasional. (Ssly)

Beternak dengan Kebersihan, Contoh Positif dari Desa Kedungrejo


Warujayeng- Bhabinkamtibmas Desa Kedungrejo, Polsek Warujayeng, BRIPKA Miftakhul Hadi K., melaksanakan sambang kepada peternak kambing. Kegiatan ini berlangsung pada Kamis, 17 September 2026. Sambang dilakukan di wilayah desa binaannya. Kandang kambing milik warga tersebut ditata begitu rapi dan bersih.


Kandang itu sekilas tampak seperti taman. Kambing-kambing di dalamnya terlihat layaknya kambing hias. Melihat kondisi tersebut, BRIPKA Miftakhul Hadi K. mengapresiasi kesadaran peternak. Peternak dinilai mampu menjaga kebersihan dan kenyamanan kandang.


Bhabinkamtibmas menyebut kandang itu sangat rapi dan bersih. Ia juga menilai kandang tersebut tidak bau seperti kandang kambing pada umumnya. Menurutnya, beternak bisa dilakukan dengan memperhatikan kebersihan dan keindahan lingkungan. Peternak menyampaikan bahwa kebersihan kandang menjadi perhatian utama.


Tujuannya agar kambing tetap sehat dan lingkungan sekitar tetap nyaman. Kandang memang dibersihkan secara rutin. Jika bersih, kambing lebih nyaman dan lebih sehat. Warga sekitar juga tidak terganggu.


BRIPKA Hadi memberikan saran agar peternak terus mempertahankan pola pemeliharaan tersebut. Kebersihan kandang, ketersediaan pakan, serta kesehatan ternak harus diperhatikan. Ia senang karena banyak warga mulai berminat beternak dan bertani. Kegiatan seperti ini dinilai sangat positif.


Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya bersama mendukung program ketahanan pangan nasional. Sambang ini juga bentuk kepedulian dan pendampingan Bhabinkamtibmas terhadap aktivitas produktif masyarakat. Dengan semakin banyak warga mengembangkan sektor pertanian dan peternakan secara berkelanjutan, ketahanan pangan diharapkan terus tumbuh. Perekonomian masyarakat juga semakin kuat. (Avs)

Panen Bawang Merah Dekat, Bhabinkamtibmas Tanjunganom Beri Dukungan


Tanjung Anom- AIPTU Saktian Suryani selaku Bhabinkamtibmas Kelurahan Tanjunganom, Polsek Warujayeng, melaksanakan dialogis bersama petani bawang merah. Kegiatan ini berlangsung pada Kamis, 17 September 2026. Langkah tersebut menindaklanjuti petunjuk Kapolres Nganjuk AKBP Suria Miftah Irawan, S.H., S.I.K., M.I.K. Dialog dilakukan di lahan yang berada di samping rumah warga.


Lahan tersebut sekilas tampak seperti lahan persawahan. Penataannya rapi dan tanamannya tumbuh subur. Bawang merah itu terlihat mulai mendekati masa panen. Dalam kesempatan tersebut, AIPTU Saktian Suryani berdialog langsung dengan petani. Ia ingin mengetahui perkembangan tanaman sekaligus memberikan motivasi.


Bhabinkamtibmas mengapresiasi tanaman bawang merah yang terlihat subur dan tertata rapi. Ia berharap hasil panennya nanti baik. Hasil panen itu diharapkan memberikan manfaat bagi keluarga. Petani menyampaikan bahwa tanaman tersebut dirawat secara rutin.


Petani berharap dapat menghasilkan panen yang maksimal. Mereka berusaha merawat tanaman sebaik mungkin. Jika hasilnya bagus, kebutuhan keluarga bisa terbantu. Penghasilan keluarga juga dapat bertambah.


Menanggapi hal tersebut, Bhabinkamtibmas mengajak petani terus menjaga kualitas tanaman. Mereka diminta memperhatikan kebutuhan air dan pemupukan. Pemanfaatan lahan yang tersedia juga harus optimal. Menurutnya, lahan sekitar rumah bisa menjadi sumber pangan dan penghasilan.


Kegiatan dialogis tersebut merupakan wujud kehadiran Polri di tengah masyarakat. Bhabinkamtibmas berperan sebagai penggerak dan pendukung program ketahanan pangan nasional. Melalui pendampingan dan komunikasi berkelanjutan, semakin banyak masyarakat diharapkan memanfaatkan lahan produktif. Kemandirian pangan dan kesejahteraan warga pun dapat terwujud. (Avs)

Dialog dengan Petani Kebun, Polisi Ingatkan Bahaya Karhutla di Jember


Jember- Jajaran Polres Jember Polda Jatim terus mengintensifkan mitigasi dan patroli di kawasan hutan. Langkah ini untuk meminimalisir risiko kebakaran hutan dan lahan. Aksi preventif kembali ditegaskan melalui patroli gabungan. Kegiatan digelar Polsek Jelbuk bersama Perhutani pada Rabu (16/9/2026).


Patroli menyasar kawasan hutan Petak 73 dan 74, Desa Panduman, Kecamatan Jelbuk, Kabupaten Jember. Personel kepolisian dan pihak Perhutani memantau titik-titik rawan. Mereka juga berdialog langsung dengan masyarakat serta petani kebun. Petugas mengingatkan warga meningkatkan kewaspadaan terhadap aktivitas yang berpotensi memicu api.


Kondisi kemarau panjang membuat vegetasi hutan mengering. Kondisi ini sangat mudah terbakar. Sebagai pengingat visual, petugas memasang banner imbauan di sejumlah titik strategis. Banner tersebut berisi peringatan tegas agar masyarakat tidak sembarangan menyalakan atau meninggalkan sumber api.


Patroli gabungan ini diikuti Kanit Reskrim Polsek Jelbuk Aiptu Arip Sugiarto. Kanit Samapta Aipda Hendro Prasetyo juga turut serta. Jajaran KRPH Perhutani yang meliputi Budi S. (Jelbuk), Sugeng Hs (Arjasa), dan pihak KRPH Sumbercandi ikut bergabung. Kapolres Jember AKBP Alaiddin melalui Kapolsek Jelbuk Iptu Irfan Ansori, S.H., menegaskan pentingnya kepedulian masyarakat.


Menurut Iptu Irfan Ansori, keberhasilan pencegahan Karhutla sangat bergantung pada keterlibatan aktif semua elemen. Patroli ini merupakan langkah preventif nyata. Ia mengajak seluruh masyarakat menjaga lingkungan. Warga juga diminta menghindari tindakan yang memicu kebakaran.


Sinergi yang kuat menjadi kunci utama. Kepolisian, Perhutani, pemerintah daerah, dan masyarakat harus bersatu. Dengan begitu, kawasan hutan tetap aman dan kondusif sepanjang musim kemarau. (Avs)

Resahkan Warga, Pengedar Sabu di Kenjeran Diciduk Polisi


Surabaya- Warga Kenjeran resah dengan peredaran sabu di lingkungan mereka. Satresnarkoba Polres Pelabuhan Tanjung Perak Polda Jatim bergerak menindaklanjuti keresahan tersebut. Seorang pemuda berinisial FI (26), asal Sampang, Madura, diringkus. Ia ditangkap di sebuah rumah di Jalan Kedinding Lor, Kenjeran, Surabaya, Jumat (14/8/2026) siang.


Kasat Resnarkoba Polres Pelabuhan Tanjung Perak, AKP Adik Agus Putrawan, mengungkapkan bahwa penangkapan ini hasil penyelidikan atas keresahan warga. Dari tangan tersangka, petugas menyita 10 klip plastik sabu siap edar. Totalnya seberat 65,51 gram bruto. Barang haram itu disimpan dalam tas selempang hitam.


Tersangka mengaku mendapatkan sabu tersebut dari seorang bandar berinisial ADT. Bandar itu kini berstatus DPO. Transaksi dilakukan langsung di sebuah warung kopi kawasan Jalan Kunti, Surabaya. Pengakuan ini disampaikan AKP Adik, Kamis (17/9/2026).


FI mengambil barang haram itu dengan sistem konsinyasi. Artinya, bayar setelah laku. Harga yang disepakati Rp750 ribu per gram. Oleh tersangka, sabu dipecah menjadi paket hemat dan kemasan satu gram. Bisnis haram itu diakuinya sudah berjalan tujuh bulan.


FI meraup untung Rp50 ribu hingga Rp500 ribu per gram. Total potensi keuntungan mencapai Rp30 juta. Catatan kepolisian menunjukkan tersangka sudah tiga kali menerima pasokan dari ADT. Pasokan itu berlangsung sepanjang Juli-Agustus 2026 dengan total mencapai 120 gram.


Selain narkoba, polisi menyita dua unit timbangan digital dan satu ponsel milik tersangka. Atas perbuatannya, FI dijerat Pasal 114 ayat (2) UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Ia juga dijerat Pasal 609 ayat (2) huruf a UU Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP. Jerat ini juncto UU Nomor 1 Tahun 2026 tentang Penyesuaian Pidana. (Avs)

Selasa, 15 September 2026

Krisis Air di Bangkalan, Polres Distribusikan 48.000 Liter ke Dua Kecamatan


Bangkalan- Polres Bangkalan Polda Jatim menyalurkan bantuan sosial berupa 48.000 liter air bersih. Bantuan ini menyasar dua kecamatan yang mengalami krisis air terparah. Pendistribusian dilakukan pada Selasa (15/9/2026). Langkah ini menjadi bentuk mitigasi cepat menghadapi bencana kekeringan.


Pasokan air bersih diangkut menggunakan delapan unit armada truk tangki. Bantuan disalurkan ke dua desa di dua wilayah kecamatan. Yakni Desa Pangeleyan, Kecamatan Tanah Merah, serta Desa Kranggan Timur, Kecamatan Galis. Kapolres Bangkalan AKBP Wibowo, S.I.K., M.H., menyatakan aksi sosial ini representasi kehadiran Polri.


Polri hadir sebagai pelindung dan pengayom masyarakat di masa sulit. Untuk mengoptimalkan penanganan dampak kemarau, Polres Bangkalan menginisiasi penguatan sinergi. Sinergi dibangun bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah Bangkalan. AKBP Wibowo mengatakan bantuan ini untuk meringankan beban masyarakat.


Respons warga sangat positif. Kebutuhan air bersih saat ini bersifat mendesak. Ia mengimbau warga tetap tenang dan tidak panik menghadapi musim kemarau. Program pendistribusian air akan dilaksanakan secara berkelanjutan berdasarkan pemetaan wilayah yang terstruktur.


AKBP Wibowo menegaskan bahwa Polres Bangkalan akan terus bersinergi dengan instansi pemerintah daerah. Tujuannya menghadirkan solusi konkret dan bantuan berkelanjutan. Kehadiran delapan armada truk tangki disambut antusiasme tinggi warga setempat. Rasa haru dan apresiasi mendalam disampaikan salah satu warga penerima manfaat.


Warga Desa Pangeleyan mengucapkan terima kasih kepada Kapolres dan seluruh instansi terkait. Bantuan air bersih dinilai sangat bernilai dan meringankan kesulitan sehari-hari. Melalui program penanggulangan krisis yang terukur serta koordinasi lintas sektor yang solid, Polres Bangkalan berkomitmen mengawal kenyamanan warga. Pemenuhan kebutuhan logistik warga di wilayah Bumi Dzikir dan Shalawat juga terus diupayakan. (Avs)

Hadir di Sawah, Bhabinkamtibmas Patianrowo Beri Rasa Aman Petani


Patianrowo- Bhabinkamtibmas Polsek Patianrowo, Aiptu Wawan Gatot Widodo, rutin menyambangi warga binaannya yang memiliki lahan persawahan. Kegiatan ini berlangsung pada Rabu, 16 September 2026. Sambang dilakukan sambil menunggu waktu panen tiba. Langkah tersebut menjadi bentuk kepedulian Polri di tengah masyarakat.


Dalam setiap kunjungan, Aiptu Wawan menyampaikan pesan-pesan kamtibmas kepada para petani. Mereka diimbau menjaga keamanan lingkungan. Potensi gangguan yang dapat menghambat aktivitas pertanian juga perlu diwaspadai. Komunikasi langsung dengan petani menjadi sarana mengetahui perkembangan lahan dan kondisi warga.


Salah seorang petani mengaku merasa lebih nyaman. Ia senang karena Bhabinkamtibmas rutin datang ke sawah dan berkomunikasi langsung. Jika ada kendala dalam bertani maupun persoalan lingkungan, mereka bisa langsung menyampaikan. Petani juga dapat berkonsultasi dengan pihak kepolisian.


Aiptu Wawan mengatakan bahwa kegiatan sambang akan terus dilakukan. Langkah ini sebagai upaya mempererat hubungan antara Polri dan masyarakat. Ia siap mendengarkan keluhan maupun aspirasi para petani. Pihaknya juga membantu mencari solusi sesuai tugas dan kewenangan.


Dengan begitu, masyarakat dapat menjalankan aktivitas pertanian dengan aman dan nyaman. Kehadiran Bhabinkamtibmas di tengah petani diharapkan memberikan rasa aman. Sinergi dalam mendukung ketahanan pangan nasional juga semakin kuat. Komunikasi yang terjalin berkelanjutan menjaga situasi kamtibmas tetap kondusif. (Avs)

Dampingi Petani Rowoharjo, Bhabinkamtibmas Jaga Kamtibmas dan Pangan


Prambon- Bhabinkamtibmas Desa Rowoharjo, Kecamatan Prambon, Aiptu Zainal rutin melaksanakan patroli di kawasan persawahan. Kegiatan ini berlangsung pada Rabu, 16 September 2026. Langkah tersebut menindaklanjuti petunjuk Kapolres Nganjuk AKBP Suria Miftah Irawan, S.H., S.I.K., M.I.K. Patroli ini menjadi bentuk dukungan terhadap program ketahanan pangan pemerintah.


Dalam kegiatan tersebut, Bhabinkamtibmas menyambangi para petani. Aiptu Zainal mengunjungi sejumlah lahan pertanian yang ditanami berbagai komoditas. Mulai dari jagung, kacang tanah, pisang, hingga tomat. Kehadirannya tidak hanya memastikan situasi keamanan tetap kondusif. Kegiatan ini juga menjadi sarana membangun komunikasi dan kedekatan dengan petani.


Salah seorang petani mengaku merasa lebih diperhatikan. Ia senang karena mendapat tempat untuk menyampaikan berbagai kendala yang dihadapi. Petani berharap pendampingan dan komunikasi dengan pihak kepolisian dapat terus dilakukan. Terutama dalam menjaga keamanan lingkungan serta mendukung kelancaran aktivitas pertanian.


Aiptu Zainal menyampaikan bahwa Bhabinkamtibmas siap hadir sebagai mitra masyarakat. Ia juga siap membantu mencarikan solusi apabila terdapat persoalan di tengah warga. Menurutnya, pihaknya akan terus menyerap aspirasi petani. Pendampingan juga diberikan sesuai tugas, terutama dalam menjaga keamanan.


Dengan begitu, masyarakat dapat bekerja dengan nyaman dan produktif. Kegiatan patroli dan sambang tersebut menjadi wujud nyata kehadiran Polri. Polri juga mendukung penguatan ketahanan pangan di wilayah Desa Rowoharjo. Melalui sinergi dan komunikasi yang baik, petani diharapkan semakin produktif.


Situasi kamtibmas juga diharapkan tetap terjaga. Program ketahanan pangan dapat berjalan secara berkelanjutan. (Avs)

Ketahanan Pangan Dimulai dari Rumah, Warga Pehserut Jadi Contoh


Sukomoro- Aiptu Sartono selaku Bhabinkamtibmas Desa Pehserut Polsek Sukomoro melaksanakan sambang kepada warga. Warga tersebut memanfaatkan lahan sekitar rumah sebagai perkebunan. Kegiatan ini berlangsung pada Rabu, 16 September 2026. Langkah tersebut bagian dari upaya Polri mendorong ketahanan pangan.


Dalam kesempatan itu, Aiptu Sartono melihat langsung kebun sederhana milik warga. Kebun tersebut berada di sebelah rumah. Meskipun berukuran relatif kecil, hasilnya dinilai mampu mencukupi kebutuhan konsumsi harian keluarga. Sebagian hasil bahkan dapat dijual untuk menambah penghasilan.


Warga pemilik kebun mengaku bersyukur. Dari kebun kecil itu, kebutuhan sayur dan beberapa bahan pangan cukup terpenuhi. Jika hasilnya berlebih, biasanya dijual kepada tetangga. Hal ini membantu menambah pemasukan keluarga.


Aiptu Sartono mengapresiasi langkah warga tersebut. Ia mengajak agar kegiatan itu terus dikembangkan. Menurutnya, tidak harus memiliki lahan yang luas. Yang terpenting adalah kemauan memanfaatkan lahan secara maksimal.


Dengan begitu, kebutuhan pangan keluarga dapat terpenuhi. Hasil lebihnya juga memiliki nilai ekonomi. Polri melalui peran Bhabinkamtibmas akan terus memberikan dukungan dan motivasi. Masyarakat didorong mengembangkan ketahanan pangan di lingkungan masing-masing.


Pemanfaatan lahan secara produktif diharapkan memperkuat kemandirian pangan. Sekaligus meningkatkan kesejahteraan warga. Semua ini bagian dari gerakan ketahanan pangan nasional. (Avs)

Empat Kapal Patroli Ditpolairud Polda Jatim Sisir Laut Jawa Cari Korban


Surabaya- Ditpolairud Polda Jatim mengerahkan empat kapal patroli untuk mencari korban KM Virgo Transport 8. Kapal rute Surabaya–Banjarmasin itu tenggelam di Laut Jawa. Sebanyak 243 orang berada di dalamnya. Puluhan personel juga dikerahkan ke titik pencarian strategis.


Direktur Kepolisian Perairan dan Udara Polda Jatim, Kombes Pol Arman Asmara, mengatakan pihaknya langsung menyiapkan satu tim SAR. Tim ini dibentuk setelah mendapat informasi kecelakaan pada Minggu (13/9) dini hari. Tim tersebut dilengkapi berbagai peralatan SAR. Mulai dari alat selam, masker, pelampung, hingga armada.


Hingga Selasa (15/9/2026), tim gabungan telah mengevakuasi 114 korban. Rinciannya, 108 orang selamat dan 6 orang meninggal dunia. Saat ini, petugas masih fokus mencari 129 penumpang yang masih hilang. Menurut Kombes Pol Arman, petugas gabungan kini memperluas radius penyisiran.


Penyisiran diperluas hingga perairan Sumenep dan Masalembu. Langkah ini untuk mengantisipasi korban yang terbawa arus ke arah Jawa Timur. Untuk membantu pihak keluarga, Polda Jatim membuka Posko Pengaduan dan DVI di Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya. Posko ini berfungsi mengumpulkan data antemortem.


Data yang dikumpulkan meliputi ciri fisik, pakaian terakhir, dan dokumen korban. Data tersebut dicocokkan secara real-time dengan posko utama Banjarmasin. Posko juga memberikan informasi terintegrasi bagi keluarga korban. Warga yang menduga anggota keluarganya menjadi penumpang diminta segera mendatangi posko terpadu.


Mereka perlu membawa kartu identitas atau dokumen pengenal korban. Hal ini untuk mempercepat proses identifikasi. Semua upaya dilakukan agar korban segera ditemukan dan ditangani. (Avs)

Ribuan Liter Air Bersih Disalurkan Polres Trenggalek Lewat Patroli Gentong


Trenggalek- Polres Trenggalek Polda Jatim menyalurkan ribuan liter air bersih melalui program "Patroli Gentong". Langkah ini merespons dampak musim kemarau panjang yang kian meluas. Sungai dan sumur warga mulai mengering. Akses ke sumber mata air yang jauh membuat sejumlah wilayah krisis air bersih.


Melalui Polsek Dongko, Patroli Gentong memanfaatkan kendaraan patroli polisi. Kendaraan tersebut telah dimodifikasi khusus untuk mengangkut tandon air. Di wilayah Kecamatan Dongko, armada ini bergerak menyisir Desa Petung. Tandon berkapasitas 1.100 liter didistribusikan untuk warga terdampak.


Kapolres Trenggalek AKBP Rizky Tri Putra Erryka Adi Wijaya melalui Kapolsek Dongko, AKP Jotomo, mengatakan air bersih diambil dari mata air Sumber Kucur. Karena kapasitas kendaraan terbatas, petugas melakukan dua kali perjalanan. Total 2.200 liter air bersih didistribusikan hari itu. Kegiatan ini berlangsung pada Selasa (15/9/2026).


Selain di Kecamatan Dongko, Patroli Gentong juga dilaksanakan di kawasan pesisir Desa Ngulungwetan, Kecamatan Munjungan. Kegiatan ini dipimpin Kapolsek Munjungan, AKP Cikini. Petugas membagikan 1.250 liter air bersih kepada warga. Warga telah mengantre sejak pagi di sepanjang jalur distribusi.


AKP Cikini menyatakan bahwa pihaknya datang membawa bantuan air bersih. Bantuan itu langsung dibagikan secara merata kepada masyarakat Desa Ngulungwetan yang terdampak. Polres Trenggalek menegaskan bahwa program Patroli Gentong akan terus bergulir setiap hari secara bergiliran. Wilayah terpencil yang belum tersentuh bantuan air bersih menjadi prioritas utama. (Avs)


Polri Kerahkan Helikopter dan Kapal, Evakuasi Korban KM Virgo Dioptimalkan


Jakarta- Polri mengerahkan helikopter dan kapal untuk memperkuat operasi SAR KM Virgo Transport 8. Dua jenazah korban dievakuasi menggunakan Helikopter Polri Dauphin AS 365 N3/P-3103. Evakuasi dilakukan dari perairan selatan Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Selasa (15/9/2026). Semua upaya dilakukan agar korban segera mendapat penanganan.


Evakuasi berlangsung setelah tim SAR gabungan menemukan dua jenazah. Keduanya berada di atas kapal tongkang yang ditarik Tugboat TCP 205. Helikopter Polri diberangkatkan dari Bandara Syamsudin Noor Banjarmasin. Lokasi tujuan berjarak sekitar 80 nautical mile dari Banjarmasin.


Setibanya di lokasi, proses pengangkatan dilakukan menggunakan metode hoist. Basket Life digunakan untuk memindahkan jenazah dari tongkang ke helikopter. Proses tersebut memperhatikan kondisi cuaca. Keselamatan penerbangan dan personel menjadi prioritas utama.


Kedua jenazah kemudian dibawa menuju Bandara Syamsudin Noor. Selanjutnya, jenazah diserahkan kepada Tim DVI Polri dan pihak terkait. Proses penanganan serta identifikasi lebih lanjut akan dilakukan. Karo Penmas Divhumas Polri Brigjen Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko menyatakan bahwa dukungan Polri dilakukan secara terpadu.


Dukungan tersebut mulai dari pencarian di laut hingga evakuasi korban yang ditemukan. Polri juga menyiapkan kemampuan evakuasi, termasuk melalui dukungan helikopter. Tujuannya agar korban dapat segera dibawa untuk penanganan lebih lanjut. Berdasarkan data hingga Selasa (15/9/2026) pukul 09.00 WITA, sebanyak 114 orang dari total 243 orang telah ditemukan.


Rinciannya, 108 orang dalam kondisi selamat dan enam orang meninggal dunia. Sebanyak 129 orang lainnya masih dalam pencarian. Trunoyudo menegaskan bahwa Polri bersama Basarnas dan seluruh unsur SAR terus melakukan pencarian. Mereka mengoptimalkan dukungan kapal maupun udara.


Selain dukungan udara, Korpolairud Baharkam Polri mengerahkan KP Laksmana-7012, KP Manyar-5003, dan KP Ibis-6001. Kapal-kapal ini memperkuat penyisiran di wilayah perairan sekitar lokasi kejadian. Dukungan udara dan laut dilakukan bersama unsur SAR lainnya. Kondisi gelombang dan keselamatan personel tetap diperhatikan. (Avs)

Fokus Ganda Karhutla Bromo, Padamkan Api dan Jaga Kesehatan Petugas


Malang- Kebakaran hutan dan lahan di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru masih berlangsung. Polresta Malang Kota dan tim gabungan instansi terkait terus berjibaku menjinakkan api. Di balik perjuangan itu, Tim Kedokteran dan Kesehatan Polres Malang Polda Jatim turun ke garis depan. Mereka menjamin kondisi fisik para relawan dan petugas gabungan.


Aksi sigap ini menyasar Pos Jemplang, Desa Ngadas, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang. Di lokasi, tim medis bergerak cepat memberikan pemeriksaan fisik. Mereka juga mengobati luka ringan serta menyuplai obat-obatan. Personel yang mulai didera kelelahan ekstrem menjadi perhatian utama.


Ribuan masker dibagikan secara merata. Langkah ini untuk meminimalisasi risiko ISPA akibat paparan asap pekat dan debu vulkanik. Kapolres Malang AKBP Rulian Syauri melalui Kasihumas Polres Malang, AKP M Budiono, menegaskan bahwa perlindungan terhadap petugas merupakan prioritas utama. Medan yang mereka hadapi tergolong ekstrem dan berisiko tinggi.


Menurut AKP Budiono, petugas di lapangan bekerja dengan beban yang cukup berat. Mereka berada di bawah kepungan asap. Kondisi kesehatan mereka wajib dipantau secara berkala. Tim Dokkes Polres Malang hadir untuk memberikan pengobatan langsung bagi yang terluka atau mengeluh sakit.


Posko medis keliling ini sengaja disiagakan. Setiap kendala kesehatan di lapangan dapat diintervensi sedini mungkin. Jika ada yang kelelahan atau cedera saat bertugas, penanganan bisa langsung dilakukan di tempat. AKP Budiono juga terus mengingatkan seluruh personel untuk tidak memaksakan diri.


Mereka diminta segera mengambil jeda istirahat jika tubuh memberi sinyal kelelahan. Hingga Minggu (13/9/2026) siang, pertempuran melawan api di kawasan TNBTS masih terus berkobar. Di beberapa titik, petugas gabungan terpaksa mengandalkan pemadaman manual. Mereka menggunakan water sprayer dan hydrant portable.


Akses yang terjal membuat area tersebut hanya bisa ditembus dengan motor trail atau berjalan kaki. Fokus tim terbagi antara pemadaman aktif dan proses pendinginan. Beberapa wilayah seperti Blok Batengan, Blok Painem, dan Blok Kentongan kini dalam tahap pembasahan intensif. Kendala terbesar berada di Blok Painem. Titik api masih menyala di lereng curam yang mustahil dijangkau lewat jalur darat. (Avs)

Kompetensi Jadi Kunci, Kapolri Minta Pekerja Terus Belajar


Sukabumi- Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo meminta para pekerja terus mengembangkan kemampuan. Permintaan ini disampaikan pada Puncak Acara HUT ke-53 FSP TSK KSPSI AGN. Acara berlangsung di PT Pratama Abadi Industri, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Senin (14/9/2026). Menurutnya, pekerja harus siap menghadapi perubahan dunia kerja.


Kapolri mengatakan bahwa perkembangan teknologi, otomasi, dan kecerdasan buatan berlangsung cepat. Perubahan ini telah mengubah kebutuhan dunia industri. Peningkatan kualitas tenaga kerja menjadi keharusan agar tetap relevan. Pekerja pun dituntut terus belajar dan beradaptasi.


Industri tekstil, sandang, kulit, dan alas kaki menghadapi persaingan global. Sektor ini juga bergantung pada sebagian bahan baku impor. Biaya energi dan logistik pun tergolong tinggi. Selain penguatan teknologi, peningkatan kompetensi pekerja menjadi kunci menjaga daya saing industri nasional.


Kapolri menegaskan bahwa peningkatan kesejahteraan harus berjalan seiring peningkatan kompetensi. Produktivitas pekerja juga perlu terus didorong. Pekerja harus mengembangkan kemampuan agar tidak hanya mampu menjalankan tugas saat ini. Mereka juga harus siap menghadapi perubahan kebutuhan industri di masa mendatang.


Upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia akan diperkuat melalui Pusat Pendidikan dan Pelatihan KSPSI AGN di Purwakarta. Fasilitas ini segera diresmikan. Kapolri berharap fasilitas tersebut dapat digunakan untuk pendidikan dan pelatihan anggota KSPSI. Pekerja juga dibekali keahlian baru yang dibutuhkan sektor industri.


Kapolri mencontohkan SMK Mitra Industri di Kawasan MM2100, Bekasi. Sekolah ini mempersiapkan tenaga kerja terampil. Model pengembangan sumber daya manusia tersebut dinilai dapat diterapkan di kawasan industri lain. Peningkatan kompetensi tidak hanya menjadi tanggung jawab pekerja.


Perusahaan juga perlu menyediakan ruang dan dukungan bagi pengembangan kemampuan buruh. Pekerja diharapkan membangun budaya kerja yang disiplin dan inovatif. Peningkatan kualitas sumber daya manusia diperlukan untuk mendukung transformasi industri. Hal ini juga memperkuat produktivitas dan membuka kesempatan pekerja menduduki posisi manajerial. (Avs)

Warga dan Petugas Bersatu Padamkan Karhutla Lereng Lawu di Panekan


Magetan- Kebakaran hutan dan lahan terjadi di kawasan lereng Gunung Lawu, tepatnya di hutan Perhutani RPH Bedagung Petak 50 sisi utara. Lokasinya berada di Dusun Gondang, Desa Jabung, Kecamatan Panekan, Kabupaten Magetan. Peristiwa ini berlangsung pada Senin (14/9/2026) pagi. Titik api pertama kali terdeteksi sekitar pukul 07.30 WIB.


Wakapolres Magetan Kompol Dodik langsung memimpin sedikitnya 50 personel gabungan menuju lokasi. Tim ini terdiri dari personel Polres Magetan Polda Jatim, Polsek dan Koramil Panekan. BPBD Kabupaten Magetan serta petugas Perhutani KPH Lawu juga terlibat. LMDH Desa Jabung dan Desa Ngiliran turut membantu di lapangan.


Kepala Desa Jabung, Wito, ikut memimpin bersama tim gabungan. Setibanya di lokasi, petugas dan warga langsung melakukan lokalisasi. Mereka membuat ilaran atau sekat pembatas di area sekitar titik api. Strategi ini dilakukan dengan membersihkan dan memutus vegetasi pada jalur tertentu.


Tujuan ilaran adalah menahan ruang gerak api yang dipicu semak kering. Kompol Dodik mengatakan pihaknya langsung mengecek lokasi setelah mendapat informasi. Koordinasi dengan Perhutani dan pihak terkait lainnya segera dilakukan. Semua pihak bersama-sama melakukan pencegahan agar api tidak merambat luas.


Kompol Dodik menegaskan bahwa pembuatan ilaran menjadi prioritas utama. Kondisi vegetasi hutan yang kering sangat rentan menyebarkan api. Pihak kepolisian juga meminta masyarakat di sekitar kawasan hutan untuk tidak melakukan aktivitas pembakaran lahan. Hingga berita ini diturunkan, personel gabungan masih bersiaga di lokasi.


Polres Magetan Polda Jatim mengimbau warga yang melihat adanya kepulan asap atau titik api di kawasan hutan untuk segera melapor. Laporan bisa disampaikan kepada aparat setempat atau melalui Call Center Polri 110 bebas pulsa. Kewaspadaan bersama menjadi kunci mencegah karhutla meluas. (Avs)

Senin, 14 September 2026

Ketahanan Pangan dan Keamanan Jadi Fokus Bhabinkamtibmas Patianrowo


Patianrowo- Bhabinkamtibmas Polsek Patianrowo Aiptu Wawan Gatot Widodo menyambangi sejumlah petani yang tengah beristirahat di area persawahan. Kegiatan ini dilakukan pada Selasa, 15 September 2026. Langkah tersebut menindaklanjuti petunjuk dan arahan Kapolres Nganjuk AKBP Suria Miftah Irawan, S.H., S.I.K., M.I.K. Dalam kesempatan itu, ia berdialog langsung dengan petani sekaligus menyampaikan pesan kamtibmas.


Dalam dialog tersebut, Aiptu Wawan Gatot Widodo mengingatkan petani agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi tindak pencurian. Sasaran yang paling rawan adalah kendaraan dan alat-alat pertanian. Ia menyarankan agar kendaraan maupun peralatan seperti mesin diesel selalu diamankan dengan pengamanan ganda. Barang berharga jangan ditinggalkan begitu saja saat petani beristirahat.


Petani menyambut baik imbauan tersebut. Mereka mengaku akan lebih memperhatikan keamanan kendaraan serta peralatan pertanian yang dibawa ke sawah. Salah satu petani mengatakan akan berusaha lebih waspada dan menggunakan pengamanan tambahan. Alat pertanian dinilai sangat penting untuk menunjang pekerjaan mereka.


Aiptu Wawan Gatot Widodo juga mengajak para petani untuk segera berkoordinasi dengan Bhabinkamtibmas maupun pihak kepolisian. Mereka diminta melapor apabila menemukan hal-hal yang mencurigakan di lingkungan persawahan. Menurutnya, keamanan merupakan tanggung jawab bersama. Petani diajak saling peduli dan menjaga lingkungan agar tetap aman dan kondusif.


Kegiatan sambang dan dialog kamtibmas tersebut merupakan bentuk kehadiran Polri di tengah masyarakat. Polri juga berupaya mendukung para petani dalam mewujudkan program ketahanan pangan nasional. Dengan situasi yang aman dan kondusif, petani diharapkan dapat menjalankan aktivitas pertanian dengan nyaman. Produktivitas pangan pun terus terjaga. (Avs)

Sinergi Polri dan Petani Bungur Jaga Produktivitas Kacang Tanah dan Sawi


Sukomoro- Bhabinkamtibmas Desa Bungur, Polsek Sukomoro, Aipda Heru P. melaksanakan pemantauan tanaman kacang tanah dan sawi milik warga. Kegiatan ini dilakukan pada Selasa, 15 September 2026. Lokasinya berada di area persawahan Desa Bungur. Pemantauan ini merupakan bentuk kepedulian Polri terhadap pertanian.


Dalam kesempatan tersebut, Aipda Heru P. berdialog langsung dengan para petani. Ia ingin mengetahui kondisi tanaman serta ketersediaan sarana pendukung. Berbagai kendala yang dihadapi di lapangan juga menjadi perhatian. Kegiatan ini sekaligus menjadi sarana menyerap aspirasi dan keluhan petani.


Petani menyampaikan bahwa pendampingan dan perhatian dari Bhabinkamtibmas memberikan rasa aman. Mereka merasa lebih tenang dalam menjalankan aktivitas pertanian. Salah satu petani berharap komunikasi seperti ini terus dilakukan. Terutama ketika menghadapi kendala dalam perawatan tanaman maupun kebutuhan lainnya.


Aipda Heru P. mengimbau petani agar terus menjaga dan merawat tanaman secara optimal. Ia juga meminta mereka tidak ragu menyampaikan setiap permasalahan yang ditemui. Menurutnya, Polri siap mendukung dan membantu mencarikan solusi. Petani pun dapat bekerja dengan aman dan nyaman.


Menurut Aipda Heru P., keberhasilan program ketahanan pangan tidak dapat diwujudkan oleh satu pihak saja. Dibutuhkan dukungan dan sinergi seluruh elemen masyarakat. Peran pemerintah desa, petani, Polri, dan pihak terkait sangat diperlukan. Potensi pertanian di pedesaan pun dapat terus berkembang.


Pemantauan tanaman kacang tanah dan sawi tersebut menjadi bagian dari komitmen Polri. Polri ingin hadir di tengah masyarakat, khususnya dalam mendukung ketahanan pangan. Dengan sinergi dan kepedulian bersama, produktivitas pertanian diharapkan semakin meningkat. Keamanan dan kesejahteraan petani juga dapat terus terjaga. (Avs)

Jaga Pasokan Air, Bhabinkamtibmas Tekenglagahan Pantau Saluran Irigasi


Loceret- Bhabinkamtibmas Desa Tekenglagahan, Kecamatan Loceret, Aiptu Mardi Utomo melaksanakan pengecekan saluran irigasi. Kegiatan ini dilakukan pada Selasa, 15 September 2026. Lokasinya berada di area persawahan yang menjadi lahan pertanian jagung milik warga. Pengecekan bertujuan memastikan aliran air kembali lancar.


Dalam kegiatan patroli persawahan tersebut, Aiptu Mardi Utomo turut berkomunikasi langsung dengan para petani. Ia ingin mengetahui kondisi lahan serta kendala yang dihadapi. Langkah ini menjadi bagian dari upaya Polri dalam mendukung peningkatan hasil produksi pertanian. Kebutuhan pangan masyarakat diharapkan tetap terpenuhi.


Petani menyampaikan bahwa kelancaran irigasi sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan tanaman jagung. Hasil panen juga sangat bergantung pada ketersediaan air. Salah satu petani mengucapkan terima kasih karena saluran irigasi ikut diperhatikan. Ia berharap air tetap lancar sehingga tanaman tumbuh baik dan hasil panen meningkat.


Aiptu Mardi Utomo mengimbau para petani untuk bersama-sama menjaga kebersihan dan kelancaran saluran irigasi. Ia juga meminta mereka segera melaporkan apabila ditemukan kendala. Menurutnya, pengairan yang lancar menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga produktivitas pertanian. Ia berkomitmen terus melakukan pemantauan dan membantu menyampaikan aspirasi petani.


Selain memastikan kondisi irigasi, patroli persawahan juga dimanfaatkan untuk menyampaikan pesan-pesan keamanan dan ketertiban masyarakat. Kehadiran Bhabinkamtibmas di tengah masyarakat diharapkan dapat memperkuat komunikasi. Rasa aman juga dapat tercipta melalui pendekatan ini. Kepedulian bersama dalam menjaga lingkungan pertanian pun semakin tumbuh.


Upaya tersebut merupakan bentuk dukungan Polri terhadap program ketahanan pangan pemerintah. Program ini membutuhkan sinergi dan peran aktif dari seluruh pihak. Hal ini sejalan dengan arahan Kapolres Nganjuk AKBP Suria Miftah Irawan, S.H., S.I.K., M.I.K. Ia meminta jajaran Polri terus hadir dan bersinergi dengan masyarakat. Dukungan terhadap ketahanan pangan serta kesejahteraan petani menjadi prioritas. (Avs)

Gelombang Tinggi Tak Surutkan Polri, Kapal Polisi Tetap Cari Korban KM Virgo Transport 8


Banjarmasin- Operasi pencarian korban KM Virgo Transport 8 masih terus dilakukan. Basarnas bersama seluruh unsur terkait bahu-membahu menyisir laut. Kapal Polisi turut dikerahkan untuk memperkuat upaya tersebut. Gelombang tinggi bukan halangan selama kondisi masih memungkinkan.


Dua Kapal Polisi dikerahkan dalam pencarian hari ini, yakni KP Ibis-6001 dan KP Laksmana-7012. KP Ibis-6001 merupakan kapal kelas B1 yang berangkat dari Dermaga Bulog, Kuala Kapuas, Kalimantan Tengah. Kapal ini berlayar sejak Senin (14/9/2026) pukul 03.00. Lima personel Ditpolairud Polda Kalimantan Tengah turut serta.


Pada pukul 09.00 WITA, KP Ibis-6001 melakukan penyisiran di wilayah utara area pencarian. Kondisi gelombang saat itu mencapai 2–2,5 meter dengan kecepatan angin 25–35 knot. Situasi tersebut menuntut kehati-hatian ekstra dari seluruh personel. Keselamatan kapal dan awak menjadi prioritas utama.


Sementara itu, KP Laksmana-7012 telah diberangkatkan lebih awal dari Dermaga Banjar Raya, Banjarmasin, pada Minggu (13/9/2026) pukul 15.45 WITA. Dalam perjalanan, gelombang kurang bersahabat memaksa kapal melakukan lego jangkar pada pukul 20.00 WITA. Setelah kondisi membaik, kapal kembali mengangkat jangkar pada Senin (14/9/2026) pukul 03.00 WITA. Kapal kemudian tiba di sekitar posisi terakhir KM Virgo Transport 8 pada pukul 07.54 WITA.


Polri juga memberikan dukungan melalui udara dengan helikopter Dauphin AS 365 N3 P-3103. Helikopter ini diberangkatkan dari Bandara Syamsuddin Noor menuju lokasi berjarak sekitar 80 NM. Proses evakuasi dilakukan dengan metode hoist menggunakan Basket Life. Kombes Pol. Herli bertindak sebagai Kapten Pilot dalam misi tersebut. Misi berlangsung pada pukul 14.48 hingga 16.50 WITA.


Kadiv Humas Polri Irjen Pol. Dr. Johnny Eddizon Isir, S.I.K., M.T.C.P., menegaskan bahwa Polri terus memperkuat operasi SAR. Gelombang kurang bersahabat menjadi tantangan bagi seluruh tim. Namun pencarian tetap dilakukan selama kondisi memungkinkan. Kapal Polri terus bergerak bersama Basarnas dan unsur lainnya.


Di tengah gelombang yang kurang bersahabat, Kapal Polri tetap bergerak bersama tim SAR. Laut terus disisir dan dukungan udara dikerahkan. Semua ini demi menemukan korban dan memberikan kepastian bagi keluarga yang masih menunggu. Operasi pencarian dan pertolongan KM Virgo Transport 8 masih terus berlangsung. (Avs)

Cegah Kenakalan Remaja, Polres Lamongan Jadikan Upacara sebagai Sarana Edukasi


Lamongan- Upacara bendera di sekolah-sekolah Lamongan pada Senin (14/9) pagi menjadi momen istimewa. Polres Lamongan Polda Jatim mengirimkan pejabat utamanya ke berbagai sekolah. Para Kapolsek juga turut serta. Mereka bertindak sebagai pembina upacara di SMA, SMK, MA, dan sederajat.


Langkah ini merupakan bagian dari program Police Goes to School. Tujuannya untuk membangun kesadaran hukum di kalangan pelajar. Polisi ingin generasi muda terhindar dari pengaruh negatif. Pendekatan preemtif ini dinilai lebih efektif daripada tindakan represif.


Kasihumas Polres Lamongan, Ipda M. Hamzaid, S.Pd., menegaskan peran penting kehadiran polisi di sekolah. Kehadiran fisik aparat menjadi sarana edukasi yang efektif. Sekaligus medium komunikasi positif antara polisi, siswa, dan guru. Dengan begitu, pesan kamtibmas tersampaikan dengan baik.


Para siswa mendapatkan edukasi tentang bahaya narkoba, tawuran, dan bullying. Mereka juga dibekali cara bijak menggunakan media sosial. Hoaks dan provokasi menjadi perhatian khusus. Pelajar diharapkan tidak mudah terpancing informasi yang belum jelas kebenarannya.


Polres Lamongan mengajak seluruh elemen pelajar untuk aktif menjaga kondusivitas. Baik di sekolah maupun di masyarakat, peran mereka sangat penting. Komitmen bersama ini diharapkan mencetak generasi muda yang berprestasi. Sekaligus disiplin dan taat hukum.


Dengan program ini, Polres Lamongan berharap dapat menekan angka kenakalan remaja. Pendidikan hukum sejak dini menjadi investasi jangka panjang. Generasi muda Lamongan diharapkan tumbuh menjadi pribadi tangguh dan bertanggung jawab. Masa depan yang lebih baik pun dapat terwujud. (Avs)

Polda Jatim Imbau Keluarga Penumpang Akses Informasi Resmi


Surabaya- Informasi resmi menjadi acuan keluarga penumpang. Polda Jatim mengimbau masyarakat memperoleh informasi dari sumber terpercaya. Hal ini terkait insiden KM Virgo Transport 8.


Masyarakat diminta tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi. Informasi soal jumlah maupun kondisi penumpang harus dicek. Begitu pula kondisi kru kapal.


Polda Jatim menyiagakan Posko DVI di RS Bhayangkara H. Samsoeri Mertojoso Surabaya. Posko itu melibatkan sekitar 20 personel. Tim terdiri dari personel DVI, tenaga medis, dan pendukung.


Kabid Dokkes Polda Jatim Kombes Pol dr Wahono Edi Prastowo menyampaikan hal ini. Menurutnya, Posko DVI merupakan langkah antisipatif. Polda Jatim mendukung operasi kemanusiaan yang masih berlangsung.


"Posko DVI kami siagakan sebagai bagian dari kesiapan penanganan terpadu," ujar Kombes dr Wahono, Senin (14/9/2026). Personel dan sarana pendukung telah disiapkan. Tim dapat segera melaksanakan tugas sesuai prosedur.


Penyiagaan Posko DVI terintegrasi dengan Posko Ante Mortem. Posko itu disiapkan Bidokkes Polda Jatim di Terminal Gapura Surya Nusantara. Lokasinya di Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya.


"Fokus utama saat ini tetap mendukung operasi pencarian dan pertolongan," tambahnya. Seluruh penumpang dan kru diharapkan segera ditemukan selamat. Seluruh unsur Polda Jatim harus siap terhadap setiap perkembangan.


Polda Jatim bersama Polres jajaran terus berkoordinasi dengan Basarnas, TNI, dan KSOP. Pemerintah daerah, otoritas pelabuhan, dan fasilitas kesehatan juga terlibat. Sinergi ini mendukung penanganan insiden tersebut. (Avs)

Kapolres Bojonegoro Ingatkan Sanksi Berat Pelaku Karhutla


Bojonegoro- Sanksi berat menanti pelaku pembakaran hutan dan lahan. Kapolres Bojonegoro AKBP Yenni Diarty mengingatkan hal ini. Peringatan disampaikan di tengah upaya pencegahan karhutla.


Polsek Kedungadem bersama BKPH Tondomulo rutin menggelar patroli terpadu. Kegiatan menyisir area hutan yang dinilai rawan. Polres Bojonegoro Polda Jawa Timur memberi perhatian serius.


Petugas gabungan juga menyambangi warga yang beraktivitas di sekitar hutan. Pendekatan langsung ini dinilai lebih efektif. Kesadaran masyarakat dapat dibangun dengan dialog.


Kapolsek Kedungadem AKP Mat Suiswanto mengingatkan warga. Mereka diminta tidak membuka lahan dengan cara dibakar. Tindakan itu berbahaya dan melanggar aturan hukum.


"Membakar lahan secara serampangan bisa merusak ekosistem dan habitat satwa," kata AKP Mat Suiswanto, Senin (14/9/2026). Warga juga diminta tidak membuang puntung rokok sembarangan. Jika melihat asap atau titik api, segera laporkan.


AKBP Yenni menambahkan bahwa polisi mengedepankan cara humanis. Dialog dengan warga sekitar hutan dilakukan dengan pendekatan persuasif. "Kami ingin pesan-pesan pencegahan Karhutla ini benar-benar dipahami," pungkasnya.


Pelaku pembakaran hutan dengan sengaja diancam pidana penjara paling lama 15 tahun. Denda maksimal Rp5 miliar juga berlaku. Hal ini merujuk Pasal 78 UU No. 41 Tahun 1999 tentang Kehutanan.


Pelaku juga dapat dijerat Pasal 108 UU No. 32 Tahun 2009 tentang UU PPLH. Ancaman penjara minimal 3 tahun hingga maksimal 10 tahun. Denda hingga Rp10 miliar menanti pelanggar. (Avs)