Slide # 1

INFINIX

To put the future in the hands of the people who want it and need it most Read More

Slide # 2

INFINIX

FTo put the future in the hands of the people who want it and need it most Read More

Slide # 3

INFINIX

To put the future in the hands of the people who want it and need it most Read More

Slide # 4

INFINIX

To put the future in the hands of the people who want it and need it most Read More

Slide # 5

INFINIX

To put the future in the hands of the people who want it and need it most Read More

Senin, 31 Agustus 2026

Ketahanan Pangan Berawal dari Lantai Jemur, Polsek Wilangan Jadi Garda Terdepan


Nganjuk- Saat matahari berada di titik tertingginya, warga Desa Ngudikan sibuk membalikkan tumpukan jagung di pekarangan rumah, sebuah ritual tahunan di tengah musim kemarau. Namun, yang menarik perhatian adalah keterlibatan aktif rombongan Polsek Wilangan yang dengan sabar mendampingi para petani sepanjang proses pengeringan. Bukan sekadar melihat dari kejauhan, mereka ikut memperhatikan tekstur dan kadar air jagung, memastikan semuanya layak untuk tahap selanjutnya.


Evaluasi di lokasi menunjukkan bahwa kondisi cuaca yang ekstrem sangat mendukung percepatan pengeringan, mengurangi risiko jamur dan pembusukan. Petani sangat antusias karena hasil kali ini dinilai lebih berkualitas dibandingkan musim sebelumnya, dengan tingkat kekeringan yang merata. Hal ini tentu menjadi kabar baik karena produksi yang berkualitas akan otomatis membuka akses pasar yang lebih luas dan stabil bagi petani.


Di sela-sela kesibukan, Kapolsek Wilangan menyampaikan bahwa keberhasilan panen adalah cerminan dari keamanan yang terjaga. Beliau mengingatkan bahwa tanpa situasi kamtibmas yang kondusif, para petani akan kesulitan untuk fokus mengelola lahan dan hasil panennya. Karena itu, sinergi antara aparat dan masyarakat menjadi kunci utama dalam menjaga ketersediaan pangan di tingkat akar rumput.


Keterlibatan polisi ini mendapat sambutan hangat dari para petani yang menganggap mereka sebagai bagian dari keluarga besar tani. Mereka berharap intervensi positif ini terus berlanjut hingga ke ranah pasca-panen dan pemasaran. Dengan dukungan penuh dari kepolisian, mimpi akan kemandirian pangan desa bukanlah hal yang mustahil untuk diraih. (Avs)

Polsek Ngetos Bukan Sekadar Penjaga Keamanan, Kini Garda Terdepan Ketahanan Pangan


Ngetos- Citra kepolisian yang kerap identik dengan penegakan hukum mulai bergeser di Ngetos, di mana Aiptu Prawoko justru sibuk dengan cangkul dan bibit tomat bersama warga. Program P2B yang ia dorong menjadi bukti bahwa tugas kepolisian bisa merambah ke sektor pangan yang selama ini kurang tersentuh. Dengan semangat inovatif, ia mengajak masyarakat memandang lahan pekarangan bukan sebagai pajangan, melainkan sumber kehidupan yang nyata.


Kunjungan ke petani tomat tersebut menjadi ajang tukar pikiran mengenai berbagai hambatan yang muncul di lapangan, mulai dari sistem irigasi hingga akses pasar. Warga pun tak ragu mengutarakan harapan mereka, karena di hadapan mereka ada sosok polisi yang lebih mirip tetangga daripada penegak aturan. Pendekatan santun ini terbukti ampuh mencairkan kebekuan komunikasi antara aparat dan masyarakat selama ini.


Di tengah tekanan ekonomi yang tak menentu, kehadiran polisi di kebun tomat memberi sinyal bahwa institusi ini peduli pada kesejahteraan rakyat secara utuh. Situasi kamtibmas yang stabil bukan lagi tujuan tunggal, melainkan efek samping dari kegiatan produktif yang dilakukan bersama. Kedekatan yang tercipta menjadi fondasi bagi kerja-kerja besar lainnya di masa mendatang, di mana pangan dan keamanan berjalan dalam satu tarikan napas.


Aiptu Prawoko menegaskan komitmennya untuk terus memfasilitasi setiap suara petani hingga mendapat tindak lanjut dari berbagai pihak terkait. Ia berharap P2B tidak berhenti di Ngetos, melainkan menjadi contoh bagi wilayah lain bahwa Polri bisa menjadi penggerak perubahan di segala lini. Dengan langkah kecil yang dilakukan hari ini, ia yakin bahwa ketahanan pangan nasional bisa dibangun dari semangat gotong royong di setiap desa. (Avs)

Darurat Air Bersih, Polres Nganjuk Siarkan 20 Ribu Liter ke Dusun Terisolir


Nganjuk- Menyusul krisis air bersih yang melanda Dusun Wonokroko dan Oro-Oro Ombo, Polres Nganjuk Polda Jatim mengerahkan tiga unit kendaraan tangki dengan total kapasitas 20.000 liter untuk mengirimkan pasokan air ke permukiman warga yang terisolir kemarau panjang, Senin (31/8/2026). 

Kapolres AKBP Suria Miftah Irawan menegaskan bahwa langkah ini adalah manifestasi dari tugas polisi sebagai pelayan publik yang siap turun tangan dalam setiap situasi darurat kemanusiaan, bahkan ketika harus mengorbankan mobilitas operasional rutin. Keputusan cepat ini diambil setelah laporan dari aparat desa mengenai mengeringnya sumber air utama di dua dusun tersebut, yang mulai memicu kepanikan di kalangan ibu rumah tangga dan petani setempat.

Nganjuk- Bantuan yang terdiri dari dua truk tangki 6.000 liter dan satu mobil water cannon 8.000 liter ini langsung dialokasikan ke titik-titik strategis di Dusun Wonokroko dan Dusun Oro-Oro Ombo, dengan petugas kepolisian dan perangkat desa bahu-membahu mengatur antrean dan memastikan distribusi berjalan tertib dan adil bagi seluruh warga. Kepala Desa Oro-Oro Ombo, H. Bismoro, mengaku sangat terharu dan bersyukur, karena bantuan ini tidak hanya menyelesaikan masalah kekurangan air, tetapi juga menjadi pelepas stres bagi warga yang selama berminggu-minggu bergulat dengan biaya tinggi untuk membeli air dari luar daerah.

Dalam sambutannya, Bismoro menyoroti ketepatan waktu Polres Nganjuk yang dinilai sangat krusial, mengingat kondisi cuaca ekstrem diprediksi masih akan berlangsung hingga dua bulan ke depan tanpa tanda-tanda hujan.

Nganjuk- Polres Nganjuk berkomitmen untuk menjadikan aksi ini sebagai program berkelanjutan, dengan rencana ekspansi ke zona-zona merah kekeringan lain di Kabupaten Nganjuk yang juga mengidap kelangkaan air bersih. AKBP Suria Miftah Irawan menyatakan bahwa pihaknya terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan Badan Penanggulangan Bencana untuk meningkatkan efektivitas dan jangkauan penyaluran, sehingga manfaatnya bisa dirasakan lebih luas.

Di tengah terik matahari dan debu yang beterbangan, Polres Nganjuk berdiri kokoh sebagai garda terdepan, mengalirkan air sekaligus mengalirkan harapan bahwa di manapun dan kapanpun, Polri akan selalu menjadi tempat berlindung bagi masyarakat yang membutuhkan uluran tangan. (Avs)

Ryan Nirwan Bangkit dari Keterpurukan, Rebut Juara Umum Sprint Rally Pasuruan 2026


Pasuruan- Drama ketegangan mewarnai Kejurnas Bhayangkara Sprint Rally 2026 Putaran 3 di Sirkuit Horse Racing Ki Ageng Astro Joyo, di mana Ryan Nirwan dari Toyota Gozo Racing berhasil memutar balik keadaan setelah sempat terpuruk di posisi ketiga pada Special Stage pertama. Pembalap asal Jawa Timur ini menunjukkan mental juara dengan bangkit secara perlahan, hingga puncaknya pada SS keempat ia melesat menjadi yang tercepat dan mengamankan gelar juara umum untuk kedua kalinya secara beruntun sejak 2025. Perlombaan dua hari yang diikuti sekitar 100 peserta dari Sumatera hingga Kalimantan ini berlangsung aman dan lancar, ditutup dengan seremoni pemberian penghargaan langsung oleh Kapolda Jatim Irjen Nanang Avianto.


Pasuruan- Karakter lintasan berdebu dan berpasir di bawah terik matahari menjadi ujian sesungguhnya bagi para pembalap, karena kondisi trek terus berubah setiap kali mobil melintas, menuntut adaptasi cepat dari tim mekanik dan strategi balap yang fleksibel. Ryan mengakui bahwa SS pertama menjadi mimpi buruk ketika ia tertinggal jauh, namun kolaborasi dengan tim dalam menyesuaikan performa kendaraan berbuah manis pada momen kritis di SS keempat dengan gap waktu yang signifikan dari pesaing terdekatnya. Keberhasilan ini tidak hanya menegaskan dominasinya di ajang nasional, tetapi juga membuktikan bahwa konsistensi dan kerja keras mampu mengubah kegagalan awal menjadi kemenangan gemilang di garis akhir.


Pasuruan- Di balik gelaran yang meriah, Kabid Humas Polda Jatim Kombes Jules Abast menegaskan bahwa event ini dirancang sebagai ruang sportivitas yang sekaligus menyuarakan pesan keselamatan berlalu lintas, mengingat kompetisi seharusnya hanya terjadi di sirkuit, bukan di jalan raya. Ketua panitia Kombes Bimo Ariyanto menambahkan bahwa kolaborasi dengan IMI dan komunitas otomotif seperti Gazpoll Racing Team berhasil mempererat sinergi antara kepolisian dan masyarakat, menciptakan suasana kondusif di tengah hiruk-pikuk balapan. Dengan antusiasme peserta dari berbagai pulau dan harapan akan adanya trek-trek baru di masa depan, Bhayangkara Sprint Rally 2026 menutup seri ketiganya sebagai ajang yang tidak hanya melahirkan juara, tetapi juga memperkokoh persaudaraan di dunia otomotif Indonesia. (Avs)

Generasi Z SMUN 1 Sukomoro Bertemu AI, Polres Nganjuk Bekali Etika Digital sejak Dini


Nganjuk- Sebanyak seratus siswa SMUN 1 Sukomoro mendapat pelajaran berharga tentang kecerdasan buatan dari Tim ToT Paham AI Polres Nganjuk dalam kegiatan yang digelar pada Senin, 31 Agustus 2026. Mereka tidak hanya diajak memahami fitur-fitur canggih AI, tetapi juga bagaimana menyikapinya dengan kepala dingin dan hati-hati. Ini adalah bagian dari upaya Polres Nganjuk menciptakan generasi yang tidak hanya pintar menggunakan teknologi, tetapi juga bijak dalam bersikap.


Tim ToT Paham AI menyoroti berbagai aspek penting seperti keamanan data, potensi penyalahgunaan, serta dampak psikologis dari penggunaan AI yang berlebihan. Siswa diajarkan untuk selalu memverifikasi informasi yang dihasilkan oleh AI karena tidak semua output yang diberikan akurat dan dapat dipercaya. Mereka pun didorong untuk tetap mengutamakan kreativitas dan pemikiran orisinal dalam setiap tugas yang dikerjakan.


"Teknologi AI memang luar biasa, tetapi kalian adalah pengendali utamanya, jangan sampai terbalik," pesan Tim ToT Paham AI Polres Nganjuk di hadapan para siswa yang mendengarkan dengan penuh perhatian. Kegiatan ini menjadi momen penting bagi siswa untuk merefleksikan kebiasaan digital mereka selama ini dan memperbaikinya ke arah yang lebih positif. Diskusi ringan pun terjadi, di mana siswa dengan terbuka menceritakan pengalaman mereka berinteraksi dengan berbagai platform AI.


Salah satu siswa mengakui bahwa sebelumnya ia tidak terlalu memikirkan dampak penggunaan AI terhadap privasi dan keamanan data pribadinya. Namun setelah mengikuti kegiatan ini, ia menjadi lebih waspada dan berniat untuk menerapkan tips-tips keamanan yang telah diajarkan. Rasa syukur dan apresiasi mengalir dari para peserta yang merasa sangat terbantu dengan adanya edukasi langsung dari tim Polres Nganjuk.


Tim ToT Paham AI Polres Nganjuk berharap program literasi digital ini terus berlanjut dan menjangkau lebih banyak sekolah di wilayah Nganjuk. Mereka mengingatkan bahwa kemudahan teknologi seharusnya membuat siswa lebih produktif dan inovatif, bukan malah kehilangan nalar kritis. Dengan penguatan karakter dan pengetahuan, generasi muda Indonesia siap menghadapi era kecerdasan buatan dengan percaya diri dan tanggung jawab. (Avs)

Sempit Tapi Bernas, Bhabinkamtibmas Bagor Dorong Pisang Gandu Jadi Primadona Pasar Sekolah


Nganjuk- Di tengah perkampungan Desa Gandu, Aipda Maika rutin menyusuri jalan setapak menuju kebun pisang milik warga yang tidak lebih luas dari pekarangan rumah biasa. Namun di balik ukurannya yang sederhana, kebun ini mampu menghasilkan pisang dengan kualitas juara yang kini menjadi langganan tetap SPPG di Kecamatan Bagor. Bhabinkamtibmas Polsek Bagor ini menjadikan momen sambang sebagai ajang apresiasi sekaligus pendampingan bagi petani yang gigih.


Petani menjelaskan secara rinci bagaimana ia merawat setiap pohon dengan pupuk organik pilihan dan jadwal penyiraman yang teratur agar buah yang dihasilkan manis dan bernas. Aipda Maika menyimak dengan antusias dan bahkan mencatat beberapa hal penting yang bisa dibagikan kepada petani lain di wilayah binaannya. "Konsistensi adalah kunci utama, dan Bapak sudah membuktikannya dengan hasil yang fantastis," puji Aipda Maika saat melihat langsung pohon pisang yang berbuah lebat.


Pemasaran pisang ke SPPG menjadi titik balik yang mengubah kehidupan ekonomi petani, karena pasokan yang stabil memberikan kepastian pendapatan setiap bulannya. Selain itu, anak-anak sekolah pun mendapat manfaat besar dari konsumsi pisang segar yang kaya akan vitamin dan mineral untuk mendukung tumbuh kembang mereka. Petani mengakui bahwa tanpa dukungan dari berbagai pihak, kebunnya mungkin tidak akan seberkah sekarang.


Aipda Maika menilai bahwa pemanfaatan lahan pertanian secara produktif adalah salah satu pilar penting dalam menjaga ketahanan pangan di tingkat desa. Menurutnya, sinergi antara petani, pihak sekolah, dan kepolisian harus terus diperkuat agar rantai pasok pangan lokal berjalan dengan lancar. Polri hadir tidak hanya sebagai pengayom, tetapi juga sebagai katalisator yang mempercepat pertumbuhan ekonomi rakyat.


Ke depan, Aipda Maika berharap agar lebih banyak warga Desa Gandu yang terinspirasi untuk memanfaatkan pekarangan atau lahan sempit mereka dengan tanaman produktif. Keberhasilan kebun pisang ini adalah bukti nyata bahwa semangat dan kerja keras lebih berharga daripada luasnya tanah yang digarap. Polsek Bagor akan terus hadir mendampingi dan memastikan setiap usaha produktif warga mendapat tempat yang layak di pasar. (Avs)

Minggu, 30 Agustus 2026

Dari Pare hingga Madu, Bhabinkamtibmas Ngronggot Pastikan Warga Produktif dan Aman


Nganjuk- Bhabinkamtibmas Polsek Ngronggot menggelar sambang ke wilayah binaan pada Senin (31/8/2026) untuk memastikan warga yang mengembangkan usaha pertanian dan peternakan tetap produktif dan terlindungi keamanannya. Komoditas yang digarap masyarakat sangat beragam, mencakup pare yang kaya manfaat, lele yang mudah dibudidayakan, buah-buahan segar, serta madu yang dihasilkan dari ternak lebah. Potensi ekonomi ini menjadi tulang punggung ketahanan pangan sekaligus sumber penghidupan utama warga Kecamatan Ngronggot.


Dalam suasana santai di kebun dan kandang ternak, Bhabinkamtibmas berdialog dengan para pelaku usaha untuk menggali informasi tentang perkembangan produksi dan kendala yang dihadapi. Petani dan peternak menyampaikan berbagai hal, mulai dari ketersediaan bibit berkualitas, harga pakan, hingga akses pemasaran hasil panen. Bhabinkamtibmas mendengarkan dengan saksama dan berjanji akan membantu memfasilitasi komunikasi dengan dinas terkait.


Salah seorang petani mengungkapkan rasa terima kasih atas perhatian dan dukungan yang diberikan oleh Polsek Ngronggot melalui kegiatan sambang rutin ini. Kehadiran Bhabinkamtibmas dinilai mampu memberikan semangat dan motivasi bagi warga untuk terus berinovasi dalam mengelola usaha pertanian dan peternakan mereka. Diskusi yang berlangsung dua arah ini juga menjadi ruang untuk mencari solusi bersama atas berbagai tantangan yang muncul.


Bhabinkamtibmas menegaskan bahwa Polri memiliki komitmen kuat untuk mendukung program ketahanan pangan dengan hadir secara aktif di tengah masyarakat produktif. Selain menjaga kamtibmas, ia juga siap menjadi jembatan antara warga dan pemerintah untuk mengatasi berbagai kendala usaha. Sinergi antara semua pihak diharapkan mampu menciptakan ekosistem pertanian dan peternakan yang sehat dan berkelanjutan.


Kehadiran Polri di tengah para petani dan peternak menjadi bukti bahwa swasembada pangan membutuhkan peran serta semua elemen bangsa, termasuk aparat kepolisian. Bhabinkamtibmas berperan penting dalam memastikan potensi pertanian dan peternakan di wilayahnya berkembang maksimal dan memberikan manfaat luas bagi masyarakat. Dengan kolaborasi yang solid, Kecamatan Ngronggot siap menjadi lumbung pangan yang mandiri.


Bhabinkamtibmas Polsek Ngronggot berkomitmen untuk terus hadir dan mendampingi masyarakat dalam setiap upaya pengembangan usaha produktif. Ia berharap agar seluruh potensi pertanian dan peternakan di wilayah binaannya dapat terus berkembang dan meningkatkan kesejahteraan warga. Semoga semangat kebersamaan ini menjadi energi positif bagi kemajuan sektor pangan di Nganjuk. (Avs)

Bhabinkamtibmas Sumberkepuh Datangi Petani Melon, Jalin Komunikasi dan Jamin Kamtibmas Kondusif


Nganjuk- Aipda Suroto, Bhabinkamtibmas Desa Sumberkepuh, mengunjungi lahan pertanian melon pada Senin (31/8/2026) sebagai wujud kepedulian Polri terhadap para petani yang sebentar lagi memasuki masa panen. Kegiatan sambang ini tidak hanya bertujuan memantau kondisi tanaman, tetapi juga mempererat komunikasi dan mendengarkan langsung aspirasi masyarakat di desa binaannya. Dengan pendekatan humanis, ia berhasil menciptakan suasana santai yang membuat petani nyaman menyampaikan berbagai keluhan dan harapan mereka.


Dalam dialog yang berlangsung di sela-sela aktivitas pertanian, Aipda Suroto mendengar langsung bahwa petani membutuhkan dukungan pemasaran dan pendampingan teknis agar hasil panen dapat terserap dengan harga yang adil. Mereka juga berharap kondisi kamtibmas tetap aman sehingga proses panen tidak terganggu oleh ulah oknum tidak bertanggung jawab. Bhabinkamtibmas merespons dengan memberikan motivasi dan memastikan bahwa Polri akan selalu berada di sisi petani.


Aipda Suroto mengimbau petani untuk terus menjaga keamanan lingkungan secara gotong royong dan melaporkan setiap kejadian yang mencurigakan kepada aparat terkait. Menurutnya, kewaspadaan kolektif adalah benteng terbaik untuk melindungi hasil pertanian yang telah dirawat dengan susah payah. Sinergi antara masyarakat, pemerintah desa, dan Polri menjadi elemen penting dalam menciptakan ekosistem pertanian yang aman dan produktif.


Kehadiran Bhabinkamtibmas di lahan pertanian juga menjadi bukti bahwa Polri tidak hanya fokus pada penegakan hukum, tetapi juga peduli terhadap sektor riil yang menghidupi masyarakat. Aipda Suroto menyampaikan bahwa Polres Nganjuk akan terus mendorong program-program yang mendukung ketahanan pangan dan kesejahteraan petani. Komunikasi yang erat antara aparat dan warga adalah fondasi untuk menyelesaikan setiap permasalahan secara cepat dan tepat.


Para petani mengapresiasi langkah Bhabinkamtibmas yang mau turun ke lapangan dan mendengarkan langsung suara mereka. Mereka merasa kehadiran Polri menjadi penyejuk di tengah kekhawatiran menjelang panen, terutama terkait keamanan dan kepastian pasar. Hubungan yang semakin baik ini diharapkan dapat terus berlanjut dan memberikan dampak positif bagi perkembangan pertanian di Desa Sumberkepuh.


Aipda Suroto menutup kegiatan dengan doa dan harapan agar panen melon warga Sumberkepuh berlimpah dan membawa peningkatan kesejahteraan. Ia berjanji akan terus hadir memantau dan mendukung setiap langkah petani, karena keberhasilan mereka adalah keberhasilan bersama. Semoga semangat kebersamaan ini menjadi berkah yang abadi bagi seluruh masyarakat desa binaan. (Avs)

Kapolri: Kemerdekaan Dijaga dengan Karya Nyata dan Pengabdian Tanpa Pamrih


Solo- Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo mengajak seluruh anak bangsa untuk mengisi kemerdekaan melalui karya nyata dan pengabdian tanpa pamrih di berbagai bidang kehidupan. Ajakan ini disampaikan dalam acara Syukuran Kemerdekaan RI ke-81 sekaligus silaturahmi dengan keluarga besar Garda Satya NKRI di Solo, Minggu (30/8/2026). Beliau menegaskan bahwa setiap warga negara memiliki peran penting dalam menjaga keutuhan dan membangun kemajuan bangsa.


Garda Satya NKRI yang hadir dalam acara tersebut adalah wadah bagi mantan anggota dan simpatisan Jamaah Islamiyah yang telah meneguhkan komitmen kebangsaan kepada NKRI. Mereka berikrar setia untuk mengambil peran positif dalam memelihara kamtibmas, menjaga persatuan, serta berkontribusi bagi masyarakat dan negara. Keberadaan mereka menjadi bukti bahwa rekonsiliasi dan semangat kebangsaan dapat melahirkan kekuatan baru bagi Indonesia.


Kapolri menyatakan bahwa NKRI adalah rumah bersama yang selalu terbuka bagi setiap anak bangsa untuk berperan dan berjuang membangun masa depan. Keberagaman agama, suku, budaya, dan latar belakang, menurutnya, adalah kekayaan bangsa yang harus terus dirawat sebagai perekat persatuan. Dengan persatuan yang kokoh, Indonesia akan semakin kuat dan mampu menghadapi berbagai tantangan global.


Dalam kesempatan itu, Kapolri mengajak seluruh elemen masyarakat untuk mengisi kemerdekaan dengan pengabdian nyata, baik bagi keluarga, lingkungan, maupun bangsa dan negara secara luas. Setiap kontribusi, sekecil apa pun, memiliki dampak yang berarti bagi kemajuan dan keutuhan Indonesia. Tidak ada alasan untuk tidak berkarya, karena setiap anak bangsa memiliki potensi yang dapat dikembangkan untuk kebaikan bersama.


Beliau berharap semangat kebersamaan yang telah tumbuh dapat terus dipelihara dan diperkuat oleh seluruh komponen masyarakat. Dengan sinergi yang solid antara pemerintah, aparat kepolisian, dan masyarakat, pembangunan nasional akan berjalan lebih efektif dan berkelanjutan. Persatuan dan gotong royong adalah fondasi utama untuk mewujudkan cita-cita bangsa.


Pesan Kapolri ini menjadi pengingat bahwa kemerdekaan bukanlah akhir dari perjuangan, melainkan awal dari tanggung jawab yang lebih besar. NKRI sebagai rumah bersama membutuhkan peran aktif seluruh penghuninya untuk menjaga keutuhan dan meraih kemajuan. Mari kita isi kemerdekaan dengan karya nyata dan pengabdian tulus demi Indonesia yang lebih baik. (Avs)

Bhabinkamtibmas Blitar Gandeng Lansia, Terapi Ling Tien Kung Jadi Wadah Kompak dan Sehat


Blitar- Halaman Polsek Lodoyo Timur berubah menjadi arena kebugaran saat Bhabinkamtibmas Kelurahan Kedungbunder mengajak warga lanjut usia untuk berlatih terapi Ling Tien Kung secara bersama-sama. Kegiatan ini menjadi bukti bahwa Polres Blitar terus berinovasi dalam membangun kedekatan dengan masyarakat, tidak hanya melalui jalur keamanan tetapi juga melalui kepedulian terhadap kesehatan. Gerakan-gerakan terapi yang sederhana namun efektif ini dipilih karena mudah diikuti oleh lansia tanpa risiko cedera berarti.


Kapolsek Lodoyo Timur AKP Nur Wasis menjelaskan bahwa kegiatan ini adalah bagian dari strategi Polres Blitar untuk memperkuat hubungan kemitraan dengan warga melalui aktivitas yang positif dan menyehatkan. Ia berharap kehadiran Bhabinkamtibmas di tengah-tengah kegiatan seperti ini dapat meningkatkan kepercayaan publik terhadap Polri secara signifikan. Dengan suasana yang santai dan akrab, komunikasi antara polisi dan masyarakat berjalan lebih alami dan produktif.


Antusiasme para lansia terlihat dari kehadiran mereka yang cukup banyak dan semangat mengikuti setiap gerakan yang diajarkan oleh Bhabinkamtibmas. Mereka tidak hanya mendapatkan manfaat fisik berupa peregangan dan relaksasi, tetapi juga merasakan kegembiraan karena dapat berkumpul dan bersosialisasi dengan sesama warga. Bhabinkamtibmas berperan sebagai fasilitator yang memastikan semua peserta merasa nyaman dan termotivasi untuk terus berpartisipasi di kegiatan berikutnya.


Momen terapi ini juga dimanfaatkan secara cerdas oleh Bhabinkamtibmas untuk menyampaikan pesan-pesan keamanan dan ketertiban dengan cara yang ringan dan tidak menggurui. Ia menyisipkan imbauan tentang kewaspadaan terhadap potensi gangguan kamtibmas di sela-sela peregangan, sehingga warga menerimanya dengan antusias tanpa merasa digurui. Pendekatan kreatif seperti ini efektif dalam meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya peran serta mereka dalam menjaga keamanan lingkungan.


Kapolres Blitar melalui Kapolsek Lodoyo Timur menegaskan bahwa program seperti terapi Ling Tien Kung akan terus didorong dan dikembangkan sebagai bentuk pelayanan Polri yang humanis dan menyeluruh. Pihaknya berkomitmen untuk mendukung setiap inisiatif Bhabinkamtibmas yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan dan kebersamaan masyarakat. Kegiatan ini diharapkan menjadi agenda rutin yang semakin mempererat tali persaudaraan antara polisi dan warga binaan.


Dengan terapi Ling Tien Kung, Polres Blitar membuktikan bahwa kepolisian bisa hadir dengan cara yang lembut namun berdampak besar bagi masyarakat. Kebugaran tubuh yang terjaga dan hubungan yang harmonis akan menciptakan lingkungan yang aman dan kondusif secara alami. Semoga semangat kebersamaan ini terus mengalir dan menginspirasi kepolisian di seluruh tanah air. (Avs)

Garda Satya NKRI, Bukti Nyata Rekonsiliasi yang Perkuat Ketahanan Nasional


Jakarta- Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo menyatakan bahwa Garda Satya NKRI telah menjadi mitra kepercayaan Polri dalam menjaga keamanan, ketertiban, dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Pernyataan ini disampaikan dalam acara Syukuran Kemerdekaan RI Ke-81 dan silaturahmi dengan organisasi yang berisikan mantan anggota dan simpatisan JI yang telah kembali ke pangkuan NKRI. Tema "Bersama Umat Membangun Indonesia" menjadi cerminan semangat inklusivitas dalam pembangunan nasional.


Kapolri mengapresiasi keberanian dan ketulusan para anggota Garda Satya NKRI dalam meneguhkan komitmen kebangsaan sebagai langkah yang sangat mulia. Negara, menurutnya, memberikan ruang, kepercayaan, dan kesempatan bagi setiap anak bangsa untuk melangkah ke depan tanpa terbebani masa lalu. Semangat kebangsaan yang mereka tunjukkan kini harus diarahkan untuk memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan bangsa.


Dalam pidatonya, Kapolri menekankan bahwa militansi, kedisiplinan, dan kekompakan yang menjadi ciri khas Garda Satya NKRI adalah modal berharga untuk menjadi kekuatan positif. Mereka diharapkan mampu merawat persatuan, menjaga keamanan, serta mempertahankan keutuhan bangsa dan negara melalui berbagai kegiatan produktif. Panggilan untuk mengabdi sebagai garda setia NKRI harus diwujudkan dalam aksi nyata di lapangan.


Peran Garda Satya NKRI tidak berhenti pada komitmen kebangsaan, tetapi terus diperluas ke sektor-sektor ekonomi dan sosial yang berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat. Penguatan ekonomi keluarga, ketahanan pangan, kewirausahaan, dan kegiatan sosial kemasyarakatan menjadi fokus yang mereka jalankan. Ketangguhan bangsa, tegas Kapolri, tidak hanya diukur dari kemampuan menghadapi ancaman, tetapi juga dari kemandirian dan persatuan masyarakat.


Kapolri berharap Garda Satya NKRI selalu siap berdiri bersama Polri dan seluruh komponen bangsa dalam situasi apa pun yang membutuhkan peran serta mereka. Mereka adalah bagian dari garda penjaga NKRI yang melindungi kepentingan negara sekaligus menjaga keamanan masyarakat. Kehadiran mereka menjadi bukti bahwa rekonsiliasi dapat melahirkan kekuatan baru bagi ketahanan nasional.


Hubungan antara Polri dan Garda Satya NKRI adalah "saduluran saklawase", persaudaraan sejati yang akan terus dijaga dan diperkuat dalam pengabdian kepada masyarakat, bangsa, dan negara. Kapolri berkomitmen untuk mendampingi setiap langkah positif organisasi ini ke depan agar semakin bermanfaat. Garda Satya NKRI diharapkan terus berkembang menjadi wadah yang memperkuat persatuan dan membangun Indonesia yang lebih maju. (Avs)

Ranu Kumbolo Aman, 172 Pendaki Selamat dari Kebakaran Hutan Lumajang


Lumajang- Kabar duka sekaligus lega datang dari kawasan TNBTS Lumajang, di mana kebakaran hutan melanda dua titik penting namun evakuasi 172 pendaki berlangsung tanpa korban jiwa. Ranu Kumbolo yang menjadi lokasi berkumpulnya para pendaki berhasil dievakuasi dengan selamat oleh tim gabungan Polres Lumajang dan petugas lainnya. Kini, fokus beralih pada upaya pemadaman api di Blok Ayek-Ayek dan Ledok Bedor yang masih berkobar hingga akhir pekan ini.


Kapolres Lumajang AKBP Riki Yariandi menjelaskan bahwa medan di Ledok Bedor sangat ekstrem dengan api yang terbagi di tiga titik di jalur Jantur menuju B29. Petugas harus berhadapan dengan angin kencang dan lereng curam yang menyulitkan pergerakan serta menjangkau lokasi-lokasi sulit. Tidak ada pilihan lain selain menggunakan alat manual dari ranting pohon untuk memukul api, sambil menunggu satu titik benar-benar padam sebelum menangani berikutnya.


Situasi di Ranu Kembang tidak kalah pelik, karena api terus membesar dan menghalangi akses petugas menuju pusat kebakaran. Kondisi ini memaksa tim untuk lebih kreatif dalam membuat sekat dan membersihkan jalur agar api tidak semakin meluas ke wilayah lain. Meskipun penanganan berlangsung lambat, petugas tetap optimis bahwa dengan kerja keras, kobaran dapat segera diredam.


Keberhasilan evakuasi 172 pendaki menjadi angin segar di tengah kepanikan yang sempat melanda kawasan wisata tersebut. Semua pendaki dievakuasi dalam keadaan selamat dan telah dibawa ke tempat aman untuk mendapatkan pemeriksaan kesehatan dasar. Penutupan total jalur pendakian resmi diumumkan sebagai langkah preventif untuk melindungi pengunjung dari bahaya yang masih mengintai.


Hingga Minggu (30/8/2026), api di lokasi kebakaran belum padam sepenuhnya, dan petugas masih berjibaku mengendalikan titik-titik panas yang tersisa. Polres Lumajang memastikan akan terus menyiagakan personel sampai keadaan benar-benar aman dan tidak ada lagi asap yang terdeteksi. Kesiapsiagaan ini penting mengingat potensi api bangkit kembali jika angin bertiup kencang di kemudian hari.


Musibah ini mengingatkan kita semua akan kerentanan kawasan konservasi terhadap ancaman kebakaran, terutama di musim kemarau yang panjang. Masyarakat dan pendaki diimbau untuk selalu mematuhi aturan dan tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu kebakaran di area hutan. Semoga semangat gotong royong para petugas menjadi energi positif untuk memulihkan kembali keindahan Ranu Kumbolo dan sekitarnya. (Avs)

Sabtu, 29 Agustus 2026

Polri Kerahkan 198 Peserta Didik ke Empat Polda: Kami Datang untuk Edukasi, Bukan Hanya Pemadaman


Jakarta- Polri mengambil langkah strategis dalam upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan dengan mengerahkan 198 peserta didik dari berbagai jenjang pendidikan kepolisian untuk turun langsung ke masyarakat di empat wilayah prioritas. Mereka adalah calon-calon perwira dari SIP/Setukpa, Sespimma, dan mahasiswa S2 STIK yang siap menjadi ujung tombak penyuluhan bahaya karhutla. Kehadiran mereka di tengah masyarakat bukan untuk memadamkan api, tetapi untuk mencegah api menyala sejak awal.


Jakarta- Dengan komposisi 103 personel di Kalimantan Barat, 48 personel di Kalimantan Tengah, 37 personel di Sumatera Selatan, dan 10 personel di Kalimantan Timur, para peserta didik berkoordinasi erat dengan jajaran Polda, Polres, dan Bhabinkamtibmas. Mereka mendatangi masyarakat, duduk bersama, berdialog, dan memberikan pembinaan tentang bahaya serta cara mencegah karhutla. Pendekatan humanis ini menjadi kunci dalam menanamkan kesadaran kolektif.


Jakarta- Masyarakat diajak memahami bahwa membuka lahan dengan cara membakar memiliki konsekuensi yang sangat serius, mulai dari ancaman kesehatan akibat asap, kerusakan lingkungan yang sulit dipulihkan, hingga kerugian ekonomi yang dirasakan oleh banyak pihak. Personel memberikan edukasi dengan bahasa yang sederhana dan contoh-contoh nyata yang relevan dengan kehidupan warga. Mereka juga mengajak masyarakat untuk mencari alternatif pengolahan lahan yang aman dan ramah lingkungan.


Jakarta- Pengerahan 198 personel ini merupakan bagian dari rencana total 403 peserta didik yang akan ditugaskan ke berbagai wilayah prioritas untuk memperkuat upaya pencegahan karhutla. Karo Penmas Polri menegaskan bahwa karhutla tidak bisa ditangani hanya dengan pemadaman setelah terjadi, karena dampaknya sudah terlalu luas dan merugikan. Kesadaran masyarakat harus dibangun sebelum api muncul, dan itu dimulai dari edukasi yang intensif dan berkelanjutan.


Jakarta- Polri menilai bahwa pencegahan karhutla harus melibatkan seluruh elemen masyarakat, termasuk tokoh adat, tokoh masyarakat, dan pemuda setempat, agar pesan-pesan keselamatan dapat menyebar lebih luas. Setiap wilayah memiliki karakteristik dan tantangan yang berbeda, sehingga pendekatan yang digunakan harus disesuaikan dengan kondisi lokal. Personel didorong untuk menjadi fasilitator yang membantu masyarakat menemukan solusi terbaik bagi lingkungan mereka.


Jakarta- Di Kalimantan Tengah, penguatan kegiatan penyuluhan dilakukan secara intensif di wilayah hukum Polres Katingan dengan melibatkan personel Polri dan jajaran kewilayahan. Selain memberikan edukasi, mereka juga aktif melakukan pemantauan, deteksi dini, dan penanganan awal jika ditemukan tanda-tanda kebakaran. Penegakan hukum tetap menjadi instrumen penting untuk memberikan efek jera bagi pelaku pembakaran hutan dan lahan.


Jakarta- Polri menegaskan bahwa penanganan karhutla dilakukan secara menyeluruh dan terintegrasi, mencakup pencegahan, edukasi, pemantauan, penanganan, pemadaman, hingga penegakan hukum. Namun, pencegahan melalui peningkatan kesadaran masyarakat tetap menjadi prioritas utama agar kebakaran tidak terjadi dan tidak meluas. Dengan 198 personel yang telah turun, Polri berharap masyarakat menjadi garda terdepan dalam menjaga hutan dan lahan Indonesia dari ancaman api yang merusak. (Avs)

Polres Ponorogo dan 100 Driver Ojol: Bersama Jaga Kamtibmas, Bersama Jaga Kota


Ponorogo- Malam Jumat (29/8) menjadi momen istimewa bagi Polres Ponorogo Polda Jawa Timur dan komunitas ojek online setempat, dengan digelarnya acara Silaturahmi dan Doa Bersama di Masjid Uswatun Hasanah Polres Ponorogo. Sekitar 100 driver ojol dari berbagai komunitas hadir memenuhi undangan, disambut hangat oleh Kapolres AKBP Andin Wisnu Sudibyo bersama jajaran Pejabat Utama Polres Ponorogo dalam suasana penuh keakraban dan kebersamaan. Acara ini menjadi bukti bahwa Polri terus membangun jembatan komunikasi dengan seluruh elemen masyarakat.


Ponorogo- Rangkaian kegiatan diawali dengan Salat Isya berjamaah yang menambah kekhusyukan malam, kemudian dilanjutkan dengan doa dan tahlil bersama yang dipanjatkan untuk keselamatan bangsa dan negeri. Suasana berganti menjadi lebih santai saat Kapolres dan para driver ojol duduk bersama untuk ramah tamah dan menikmati makan malam dalam suasana yang penuh kehangatan. Para pengemudi juga menggunakan kesempatan ini untuk menyampaikan harapan agar situasi tetap kondusif.


Ponorogo- Kapolres Ponorogo AKBP Andin Wisnu Sudibyo menyatakan bahwa driver ojek online memiliki kedudukan yang sangat penting dalam menjaga keamanan wilayah karena mobilitas tinggi yang mereka miliki setiap hari. Interaksi mereka dengan berbagai kalangan di jalanan menjadikan mereka sumber informasi yang sangat berharga bagi kepolisian dalam mengantisipasi potensi gangguan kamtibmas. Peran ini tidak bisa diabaikan.


Ponorogo- "Kami ingin Polres Ponorogo hadir untuk bersama-sama membangun komunikasi dan persaudaraan, bukan hanya saat ada pelayanan atau masalah. Mari kita jaga Ponorogo dengan semangat gotong royong," tegas AKBP Andin dalam sambutannya. Ia juga mengingatkan para driver untuk tetap waspada terhadap informasi hoaks yang dapat memecah belah persatuan dan merusak keharmonisan sosial. Pesan ini sangat relevan.


Ponorogo- Ketua WAROK Ponorogo, Hendro Cahyono, menyampaikan apresiasi mendalam atas inisiatif Polres Ponorogo yang menyediakan ruang dialog yang nyaman bagi para driver ojol. Kegiatan seperti ini, menurutnya, membuat hubungan antara mitra ojol dan kepolisian menjadi semakin solid, tanpa jarak, dan penuh kepercayaan. Sinergi yang terbangun akan sangat bermanfaat bagi keamanan kota.


Ponorogo- Para pengemudi ojol yang hadir mengaku merasa sangat dihormati dan diakui eksistensinya oleh Polres Ponorogo, yang selama ini mungkin hanya mereka kenal sebagai institusi penegak hukum. Mereka bertekad untuk membalas kebaikan ini dengan menjadi mitra aktif dalam menjaga keamanan dan melaporkan setiap kejadian yang mencurigakan. Komitmen ini lahir dari rasa memiliki.


Ponorogo- Sesi foto bersama di akhir acara menjadi simbol kuat kolaborasi antara Polres Ponorogo dan komunitas ojol dalam mewujudkan wilayah yang aman dan nyaman bagi semua. Semangat guyub, rukun, dan saling menghormati yang digaungkan Kapolres diharapkan dapat menginspirasi seluruh elemen masyarakat Ponorogo. Dari malam kebersamaan ini, tercipta ikatan batin yang akan menjadi modal besar menjaga keamanan bersama. (Avs)

Paham AI, Siap Bisnis: Siswa SMAN 3 Nganjuk Gagas Website dan Aplikasi Usai Diedukasi Polres


Nganjuk- Tidak butuh waktu lama bagi siswa SMAN 3 Nganjuk untuk mengubah cara pandang terhadap kecerdasan buatan setelah mendapatkan edukasi dari Tim Trainer ToT Paham AI Polres Nganjuk, yang kini mulai melihat AI sebagai pintu masuk menuju bisnis digital dan inovasi teknologi. Mereka yang sebelumnya hanya memakai AI untuk membuat konten hiburan kini berani bermimpi membangun platform e-commerce dan aplikasi yang bisa dimanfaatkan masyarakat luas. Transformasi ini menjadi momentum penting bagi tumbuhnya ekosistem startup pelajar di Nganjuk.


Nganjuk- Tim Trainer Polres Nganjuk melihat bahwa selama ini pemanfaatan AI oleh pelajar masih terbatas pada tren konten visual yang cepat menghilang, tanpa eksplorasi terhadap potensi bisnis dan solusi sosial yang ditawarkan teknologi ini. Mereka bertekad mengubah situasi tersebut dengan memberikan pemahaman yang lebih utuh tentang berbagai aplikasi AI di dunia nyata, dari otomatisasi bisnis hingga pengembangan produk digital. Edukasi ini menjadi fondasi penting.


Nganjuk- "AI adalah mesin peluang, bukan sekadar pembuat konten. Manfaatkan untuk menciptakan sesuatu yang bernilai ekonomi," tegas Tim Trainer ToT Paham AI Polres Nganjuk. Mereka mengajak siswa untuk melihat AI sebagai ekosistem yang dapat mendukung berbagai ide bisnis, mulai dari pembuatan website otomatis hingga pengembangan aplikasi pintar yang menyelesaikan masalah sehari-hari. Pesan ini membakar semangat kewirausahaan.


Nganjuk- Bukti nyata dari edukasi ini mulai tampak dari gagasan-gagasan kreatif yang dilontarkan siswa, seperti rencana membangun website jual beli yang terintegrasi dengan AI dan aplikasi berbasis teknologi yang membantu aktivitas masyarakat Nganjuk. Mereka tidak lagi ragu untuk mengeksplorasi dunia pengembangan produk digital yang sebelumnya terasa asing dan rumit. Kini, mereka siap melangkah.


Nganjuk- Salah seorang siswa mengaku bahwa dirinya kini memiliki gambaran jelas tentang bagaimana AI dapat membantu proses pembuatan website dan aplikasi, bahkan untuk orang yang tidak memiliki latar belakang pemrograman. Pengetahuan ini membuatnya semakin yakin untuk memulai proyek bisnis digital pertamanya segera setelah memahami dasar-dasarnya. Motivasi ini didapat langsung dari tim trainer.


Nganjuk- Tim Trainer Polres Nganjuk mengingatkan agar siswa tidak hanya berhenti sebagai pengguna, tetapi berani melangkah menjadi pengembang yang mampu melahirkan solusi teknologi bagi masyarakat. Mereka menekankan pentingnya belajar AI secara bertahap, memanfaatkannya dengan bijak, dan menjadikan kegagalan sebagai bagian dari proses menuju kesuksesan. Konsistensi adalah kunci.


Nganjuk- Dengan edukasi yang berkelanjutan, Tim Trainer ToT Paham AI Polres Nganjuk berharap muncul generasi muda Nganjuk yang kreatif, produktif, dan peka terhadap peluang bisnis digital. Pemanfaatan AI yang tepat dan bertanggung jawab akan membantu siswa mengubah ide-ide sederhana menjadi aplikasi, usaha, atau karya inovatif yang bermanfaat bagi banyak orang. SMAN 3 Nganjuk membuktikan bahwa usia muda bukanlah halangan untuk memulai revolusi digital. (Avs)

Dari Sawah untuk Negeri: Bhabinkamtibmas Ngronggot Buktikan Polri Bisa Jadi Sahabat Petani


Nganjuk- Di tengah kesibukan tugas kepolisian yang padat, Bhabinkamtibmas Polsek Ngronggot menyisihkan waktu untuk turun langsung ke lahan Pekarangan Pangan Bergizi (P2B) warga sebagai bentuk dukungan nyata terhadap program ketahanan pangan nasional. Mereka tidak ingin hanya menjadi penonton di pinggir jalan, melainkan ingin merasakan langsung dinamika kehidupan para petani di wilayah binaannya. Dedikasi ini menjadi contoh bahwa Polri dapat menjadi penggerak perubahan positif di masyarakat.


Nganjuk- Bhabinkamtibmas terlibat dalam setiap tahapan aktivitas pertanian, mulai dari proses pembibitan yang penuh harap hingga masa panen yang mendebarkan, dengan pendekatan yang hangat dan humanis. Mereka tidak segan untuk bergotong royong bersama petani, membantu pekerjaan di lahan, sekaligus menjalin komunikasi yang erat dengan seluruh pihak yang terlibat. Kehadiran mereka menjadi energi baru bagi para petani.


Nganjuk- "Kami ingin menjadi bagian dari kehidupan warga, bukan sekadar datang lalu pergi," ujar Bhabinkamtibmas Polsek Ngronggot dengan penuh kesungguhan. Dalam setiap kesempatan, mereka aktif bertanya tentang kondisi tanaman, kendala yang dihadapi, dan harapan petani ke depan, serta berusaha memberikan solusi sederhana yang aplikatif. Pendekatan personal ini membuat petani merasa diperhatikan.


Nganjuk- Dialog yang dibangun tidak hanya berhenti pada obrolan ringan, tetapi menyentuh aspek teknis pertanian yang krusial seperti kualitas bibit, pemupukan yang tepat, dan strategi menghadapi perubahan cuaca. Jika ditemukan persoalan yang memerlukan penanganan dari dinas terkait, Bhabinkamtibmas bertindak cepat untuk mengoordinasikan tindak lanjut agar tidak terjadi hambatan berkepanjangan. Efisiensi ini sangat dihargai oleh masyarakat.


Nganjuk- Salah seorang petani mengungkapkan rasa terima kasih dan kebahagiaannya karena ada perhatian langsung dari Bhabinkamtibmas terhadap kondisi petani di Ngronggot. Ia berharap kunjungan seperti ini tidak hanya terjadi sekali, tetapi menjadi agenda rutin yang terus berlanjut. Kehadiran Polri di lahan pertanian membawa harapan baru bagi mereka.


Nganjuk- Bhabinkamtibmas meyakini bahwa menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat tidak cukup hanya dengan patroli di persawahan, tetapi juga memerlukan pendekatan kultural melalui cangkrukan kamtibmas. Dalam forum santai itu, berbagai permasalahan dapat diungkap secara alami, tanpa rasa takut atau canggung. Kehadiran Polri pun dirasakan semakin dekat dan bermanfaat bagi warga.


Nganjuk- Melalui sinergi yang erat antara Polri, petani, dan instansi terkait, Bhabinkamtibmas Polsek Ngronggot berharap masyarakat semakin semangat dalam memanfaatkan lahan yang dimiliki untuk pembibitan, berkebun, dan berbagai kegiatan pertanian lainnya. Langkah kecil ini jika dilakukan bersama-sama akan menghasilkan dampak besar bagi ketahanan pangan dan kesejahteraan warga Ngronggot. Dari sawah yang subur, mari kita bangun Indonesia yang lebih mandiri dan sejahtera. (Avs)

Bukan Lahan Luas yang Dicari, tapi Kemauan: Bhabinkamtibmas Prambon Gandeng Warga Wujudkan Swasembada Pangan


Nganjuk- Aipda Sunandar, Bhabinkamtibmas Desa Nglawak, Kecamatan Prambon, membuktikan bahwa Polri dapat menjadi motor penggerak ketahanan pangan dengan pendekatan yang humanis dan kontekstual. Menjalankan amanat Kapolres Nganjuk AKBP Suria Miftah Irawan, ia secara rutin menyambangi petani dan peternak untuk mendengar langsung kendala dan kebutuhan mereka. Kehadiran Bhabinkamtibmas menjadi energi positif bagi masyarakat yang bergelut di sektor pertanian.


Nganjuk- Dalam interaksinya dengan warga, Aipda Sunandar tidak sekadar memberikan wejangan, tetapi juga membuka ruang dialog yang hangat untuk menampung berbagai keluhan dan harapan. Ia menyadari bahwa tantangan di bidang pertanian seringkali bersifat teknis dan membutuhkan pendekatan lintas sektor untuk menyelesaikannya. Dengan mendengarkan, ia dapat menjadi penghubung antara masyarakat dan pihak terkait.


Nganjuk- Aipda Sunandar terus mengingatkan warga bahwa hambatan utama dalam mendukung ketahanan pangan bukanlah sempitnya lahan, melainkan kurangnya kemauan untuk memulai. Ia mengajak warga melihat potensi di sekitar mereka, seperti pekarangan rumah atau tanah kosong yang selama ini tidak terawat. Tanaman produktif seperti cabai, terung, dan sayuran bisa tumbuh di mana saja.


Nganjuk- Salah seorang petani Desa Nglawak mengungkapkan rasa terima kasihnya atas dukungan dan semangat yang diberikan oleh Aipda Sunandar. Ia merasa lebih termotivasi untuk mengelola lahan pekarangannya setelah mendapat penjelasan tentang manfaat dan cara menanam tanaman produktif. Harapannya, kegiatan ini dapat berlanjut dan menjangkau lebih banyak warga.


Nganjuk- Aipda Sunandar menjelaskan bahwa hasil panen dari lahan kecil sekalipun dapat memberi manfaat besar, baik untuk konsumsi sendiri maupun untuk dijual jika hasilnya berlebih. Dengan demikian, setiap keluarga tidak hanya menjadi konsumen pangan, tetapi juga produsen yang berkontribusi pada ketahanan pangan di tingkat desa. Kemandirian inilah yang menjadi cita-cita besar program ini.


Nganjuk- Patroli sambang yang dilaksanakan secara konsisten juga mempererat ikatan antara Polri dan warga, menumbuhkan rasa saling percaya dan gotong royong yang kuat. Aipda Sunandar menegaskan bahwa semua keluhan dan masukan warga akan ia teruskan ke instansi terkait agar segera direspons. Hubungan yang harmonis ini menjadi kunci sukses setiap program pemberdayaan masyarakat.


Nganjuk- Dengan sinergi antara Polri dan masyarakat, Desa Nglawak diharapkan menjadi percontohan bagi desa-desa lain di Kabupaten Nganjuk dalam mewujudkan ketahanan pangan berbasis pemberdayaan lahan sempit. Semangat gotong royong ini diharapkan dapat menular, sehingga semakin banyak warga yang terlibat aktif dalam memproduksi pangan sendiri. Semoga upaya kecil ini menjadi pondasi bagi masa depan pangan Indonesia yang lebih mandiri dan berkelanjutan. (Avs)

Gas Polisi untuk Prestasi dan Rakyat: Kapolda Jatim Buka Bhayangkara Sprint Rally 2026 di Pasuruan


Pasuruan- Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Drs. Nanang Avianto, M.Si. secara resmi membuka Kejuaraan Nasional Bhayangkara Sprint Rally 2026 Putaran ke-3 di Sirkuit Horse Racing Ki Ageng Astro Joyo, Kejayan, Kabupaten Pasuruan, pada Sabtu (29/8/2026). Ajang otomotif bergengsi ini diikuti oleh sekitar 100 pembalap yang bertanding dalam 15 kelas kompetisi, mewakili berbagai daerah di Indonesia. Suasana meriah langsung terasa sejak pagi hari dengan kehadiran ribuan penonton yang ingin menyaksikan aksi balap para peserta terbaik.


Pasuruan- Kepercayaan yang diberikan kepada Jawa Timur sebagai tuan rumah Kejurnas Bhayangkara Sprint Rally Putaran ke-3 merupakan amanah sekaligus kebanggaan yang disambut hangat oleh Kapolda dan jajaran Polda Jatim. Irjen Nanang menegaskan bahwa kejuaraan ini tidak hanya menjadi arena unjuk gigi bagi para pembalap, tetapi juga menjadi sarana membangun sportivitas, disiplin, dan budaya keselamatan yang sangat relevan dengan tugas kepolisian. Event ini menjadi perpaduan ideal antara olahraga dan edukasi publik.


Pasuruan- Dalam sambutannya, Kapolda berharap seluruh 100 pembalap dapat memberikan penampilan maksimal dengan tetap menjunjung tinggi prinsip fair play dan mengutamakan keselamatan di lintasan. Ia menekankan bahwa semangat kompetisi yang dibawa oleh para peserta dari berbagai daerah harus diimbangi dengan kesadaran bahwa nyawa adalah aset paling berharga yang tidak bisa digantikan. Prestasi yang diraih dengan cara sportif akan dikenang jauh lebih lama daripada sekadar kemenangan instan.


Pasuruan- Di sisi lain, penyelenggaraan Bhayangkara Sprint Rally 2026 juga diproyeksikan sebagai motor penggerak ekonomi masyarakat Pasuruan melalui dampak berganda yang ditimbulkannya terhadap berbagai sektor. Lonjakan jumlah pengunjung yang datang dari luar daerah secara langsung meningkatkan permintaan terhadap jasa perhotelan, kuliner khas Pasuruan, produk UMKM, hingga destinasi wisata di sekitar lokasi kejuaraan. Irjen Nanang berharap event ini tidak hanya berhenti sebagai ajang olahraga, tetapi juga menjadi katalis pertumbuhan ekonomi daerah.


Pasuruan- Kapolda Jatim menekankan pentingnya sinergi positif antara Polri, komunitas otomotif, pemerintah daerah, dan seluruh komponen masyarakat untuk menjaga kelancaran dan kesuksesan acara. Momentum ini dijadikan sebagai wahana untuk terus menggelorakan budaya tertib dan keselamatan berlalu lintas, terutama di kalangan komunitas otomotif dan generasi muda yang menjadi tulang punggung masa depan. Kerja sama yang baik akan memastikan bahwa pesan-pesan keselamatan tersampaikan dengan efektif.


Pasuruan- Irjen Nanang mengingatkan dengan tegas bahwa kemampuan dan keberanian pembalap harus diwujudkan di tempat yang tepat, yaitu di arena kompetisi, dan bukan di jalan raya. Ia menyampaikan bahwa pembalap sejati adalah mereka yang bisa menjadi tangguh di sirkuit namun tetap menjadi pengendara yang patuh, santun, dan taat aturan di jalan umum. Hal ini penting untuk menekan angka pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas yang sering terjadi akibat sikap arogan di jalan.


Pasuruan- Kapolda mengucapkan selamat bertanding kepada seluruh peserta dan mengajak mereka untuk menjadi pelopor keselamatan berlalu lintas di lingkungan masing-masing. Ia menutup rangkaian pembukaan dengan harapan agar semangat sportivitas dan kedisiplinan yang tercipta selama kompetisi terus membawa manfaat bagi dunia otomotif dan keselamatan berlalu lintas di Indonesia. Semoga Bhayangkara Sprint Rally 2026 menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk mencintai olahraga balap dengan cara yang benar dan bertanggung jawab. (Avs)

Enam Hari Berdiri Teguh: Brimob Biak Buktikan Komitmen Padamkan Karhutla


Biak- Detik-detik hari keenam penanganan Karhutla di Biak Numfor menjadi momen penting bagi personel Kompi 4 Batalyon A Pelopor Satbrimob Polda Papua yang kembali diterjunkan dengan kekuatan penuh ke lokasi-lokasi kritis. Tiga daerah yang menjadi pusat perhatian adalah Kampung Darfuar yang terletak di belakang Pasar Maryendi, serta Kampung Sumberker yang berada di sepanjang Jalan Raya Biak Timur. Dukungan satu unit Water Cannon turut mempercepat proses penyiraman dan pembasahan yang sebelumnya memakan waktu berjam-jam dengan metode manual.


Biak- Pemadaman yang dilakukan oleh personel mencakup seluruh area yang masih menyisakan bara, dengan prosedur pembasahan yang dilakukan secara berkala untuk memastikan tanah benar-benar dingin. Water Cannon bekerja secara bergantian dengan personel yang membawa alat semprot portabel untuk menjangkau sudut-sudut yang tidak terjangkau oleh semburan air bertekanan tinggi. Personel juga melakukan patroli keliling untuk memastikan tidak ada percikan yang lolos dari pengawasan dan mengancam rumah-rumah penduduk di sekitar lokasi kebakaran.


Biak- Karo Penmas Divhumas Polri Brigjen Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko kembali mengingatkan publik bahwa Polri mengerahkan semua sumber daya yang dimiliki, termasuk Water Cannon dan personel terlatih, untuk memastikan Karhutla dapat tertangani dengan optimal. Ia menegaskan bahwa fokus utama bukan hanya memadamkan api, tetapi juga memastikan bara yang tersisa tidak mengancam keselamatan masyarakat dan kelestarian hutan Biak. Dalam keterangan tertulisnya pada Sabtu, 29 Agustus 2026, ia menyebut sinergi antarinstansi sebagai kunci keberhasilan operasi di tengah keterbatasan medan.


Biak- Selama proses pemadaman berlangsung, setiap regu secara bergiliran memantau kondisi sekitar untuk mengantisipasi munculnya titik api baru yang sering terjadi akibat sambaran sinar matahari pada serasah kering. Metode bertahap yang diterapkan memungkinkan personel untuk bergerak lebih metodis, dengan prioritas pada area yang paling radek menyebar terlebih dahulu sebelum beralih ke zona yang relatif aman. Keselamatan personel dan warga sipil menjadi prioritas absolut, sehingga setiap langkah diambil setelah melalui pertimbangan matang terhadap risiko di lapangan.


Biak- Memasuki hari keenam, kondisi personel tetap prima karena pembagian tugas yang seimbang dan asupan logistik yang terjamin selama operasi berlangsung. Semangat gotong royong antaranggota Kompi 4 terlihat jelas dalam setiap gerakan, saling bahu-membahu membawa selang dan mengarahkan semprotan air ke titik-titik yang masih mengeluarkan asap tipis. Penanganan dan pemantauan berkelanjutan menjadi komitmen bersama, dengan jadwal piket yang diatur secara dinamis menyesuaikan perubahan kondisi cuaca dan kebutuhan di lokasi kejadian.


Biak- Di tengah kesibukan teknis di lapangan, imbauan untuk masyarakat terus digaungkan agar tidak melakukan pembakaran lahan secara sembarangan yang bisa memicu kebakaran luas seperti yang terjadi di Biak saat ini. Personel menyampaikan pesan ini melalui pendekatan persuasif, mengunjungi rumah-rumah warga di sekitar lokasi untuk memberikan pemahaman tentang bahaya jangka panjang asap bagi kesehatan dan kerusakan ekosistem. Harapan besar disematkan pada peran aktif masyarakat sebagai mata dan telinga tambahan bagi petugas dalam mendeteksi dini potensi kebakaran di lingkungan masing-masing.


Biak- Tindakan Satbrimob Polda Papua ini merupakan bentuk tanggung jawab moral dan institusional dalam melindungi wilayah Biak Numfor dari ancaman Karhutla yang dapat merusak keseimbangan alam dan mengganggu aktivitas ekonomi masyarakat. Enam hari perjuangan tanpa henti menjadi bukti bahwa konsistensi dan kesiapsiagaan adalah kunci dalam menghadapi bencana ekologis yang tidak mengenal waktu. Semoga langkah ini menjadi awal dari kesadaran kolektif untuk merawat lingkungan, dan Biak akan selalu menjadi contoh bagaimana manusia dan alam dapat hidup berdampingan dengan aman dan damai. (Avs)

Polri Buka Seleksi Terbuka Kasetukpa, 13 Perwira Diuji Transparan dan Objektif


Jakarta- Seleksi terbuka jabatan Kasetukpa Lemdiklat Polri memasuki tahap uji kompetensi bidang yang diikuti 13 perwira, terdiri dari dua Pati Brigjen dan 11 Pamen Kombes, di Jakarta, Jumat (28/8). Asisten SDM Kapolri Irjen Anwar membuka langsung rangkaian seleksi yang dirancang untuk memastikan pengisian jabatan strategis dilakukan secara profesional dan transparan. "Promosi jabatan terbuka ini merupakan upaya Polri mewujudkan tata kelola SDM yang objektif dan berbasis merit," ujarnya.


Uji kompetensi bidang melibatkan tim penguji dari unsur internal Lemdiklat, Itwasum, dan Bagian Psikologi, serta eksternal dari KemenPAN-RB untuk menjamin objektivitas penilaian. Sebelum tahap ini, seluruh peserta telah melewati pemeriksaan administrasi dan uji kompetensi manajerial sebagai langkah awal penyaringan. Pengawasan juga dilakukan oleh Divpropam dan Itwasum untuk memastikan proses berjalan akuntabel dan bebas dari intervensi.


Jabatan Kasetukpa Lemdiklat memiliki tanggung jawab besar dalam mencetak perwira-perwira Polri yang berkualitas, sehingga proses seleksinya harus dilakukan dengan standar tertinggi. Uji kompetensi bidang ini mengukur kemampuan teknis, kepemimpinan, dan kapasitas peserta dalam mengemban tugas strategis tersebut. "Dengan demikian, pejabat yang terpilih benar-benar sesuai dengan kebutuhan organisasi," jelas Anwar.


Keterlibatan KemenPAN-RB sebagai penguji eksternal menunjukkan keselarasan Polri dengan PermenPAN-RB Nomor 15 Tahun 2019 tentang pengisian jabatan pimpinan tinggi secara terbuka dan kompetitif. Langkah ini menjadi bukti bahwa Polri serius menerapkan prinsip good governance dalam pengelolaan sumber daya manusianya. Proses yang transparan dan diawasi ketat ini diharapkan menghasilkan pemimpin terbaik untuk Lemdiklat Polri.


Rangkaian seleksi yang telah berlangsung sejak 5 Agustus ini dijadwalkan selesai dan hasilnya diumumkan pada September 2026. Irjen Anwar menekankan bahwa prinsip profesional, akuntabel, objektif, bersih, dan transparan menjadi pegangan utama sepanjang proses. "Ini adalah komitmen Polri untuk terus membangun sistem pengelolaan SDM yang mengedepankan merit dan kualitas," pungkasnya.


Dengan seleksi terbuka ini, Polri menunjukkan transformasi positif dalam sistem promosi jabatan yang semakin modern dan akuntabel. Keterlibatan penguji eksternal dan pengawasan ketat menjadi jaminan bahwa proses berjalan adil dan menghasilkan pemimpin yang kompeten. Langkah ini diharapkan menjadi model bagi pengisian jabatan strategis lainnya di lingkungan kepolisian. (Avs)

Kapolri: Buruh Jantung Industri, Harus Bergerak Seiring Denyut Teknologi


Jakarta- Menutup Rakernas KSBSI Tahun 2026 di Jakarta, Jumat (28/8), Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengingatkan bahwa buruh Indonesia harus bergerak seiring dengan percepatan revolusi industri dan transformasi teknologi yang mengubah lanskap ketenagakerjaan global. Ia menekankan bahwa AI, robotik, dan IoT bukanlah ancaman jika dihadapi dengan kesiapan kompetensi dan daya saing yang tinggi. Menurutnya, buruh adalah jantung dari perjalanan industri, dan jantung harus tetap berdetak kuat di tengah perubahan.


Kapolri menyoroti bahwa teknologi memiliki dua sisi mata uang, mengurangi pekerjaan lama tetapi membuka peluang baru yang membutuhkan keterampilan lebih tinggi dan adaptasi cepat. Ia mendorong buruh untuk tidak terjebak dalam rasa takut, tetapi justru memanfaatkan momen ini untuk meningkatkan kualitas melalui pelatihan dan transfer pengetahuan. "Di satu sisi teknologi bisa mengurangi pekerjaan, tetapi di sisi lain membuka lapangan kerja baru. Kita semua harus siap menghadapi itu," ujarnya.


Kehadiran Kapolri dalam rakernas menjadi simbol dukungan Polri terhadap perjuangan buruh dalam menghadapi tantangan ekonomi global yang semakin kompleks. Ia mengapresiasi KSBSI yang membahas isu-isu strategis seperti revisi UU Cipta Kerja dan perlindungan pekerja di era digital. Baginya, dialog yang harmonis antara buruh, pengusaha, dan pemerintah adalah kunci untuk menciptakan kebijakan yang adil dan berkelanjutan.


Kapolri juga menekankan pentingnya hilirisasi industri sebagai peluang bagi buruh untuk menempati posisi strategis hingga tingkat manajerial, bukan hanya sektor keterampilan dasar dan menengah. Ia berharap transfer pengetahuan dan kemampuan beradaptasi menjadi prioritas agar tenaga kerja Indonesia mampu mengisi sektor-sektor yang membutuhkan keahlian tinggi. "Kita harus siap menghadapi perkembangan hilirisasi dan kemajuan ekonomi Indonesia ke depan," tegasnya.


Melalui Desk Ketenagakerjaan Polri, Kapolri menegaskan komitmen institusinya untuk terus memberikan perlindungan kepada pekerja dari berbagai bentuk kejahatan dan persoalan industrial. Ia memastikan bahwa desk ini akan terus diperkuat dan menjadi mitra strategis bagi serikat pekerja dalam memperjuangkan hak-hak mereka. Langkah ini menjadi bukti bahwa Polri hadir sebagai pelindung yang siap membantu buruh di setiap situasi.


Di akhir pidatonya, Kapolri mengapresiasi buruh yang memilih menyampaikan aspirasi secara tertib dan bertanggung jawab, menunjukkan kedewasaan dalam berdemokrasi. Ia berharap rakernas ini menjadi momentum bagi buruh Indonesia untuk bangkit dan bersaing di kancah global dengan percaya diri. "Tunjukkan bahwa walaupun memiliki kekuatan besar, rekan-rekan mampu dan tertib," pungkasnya, menutup rakernas dengan optimisme baru bagi masa depan ketenagakerjaan nasional. (Avs)

Generasi Alpha Melek AI, Senopati Academy dan SMAN 3 Nganjuk Cetak Pelajar Kritis


Nganjuk- Di tengah hiruk-pikuk aktivitas akhir pekan, SMAN 3 Nganjuk justru dipenuhi oleh semangat belajar yang luar biasa ketika Tim Trainer ToT Paham AI menggelar sesi edukasi kecerdasan buatan yang diikuti oleh 80 siswa dengan tingkat antusiasme yang sulit diukur dengan kata-kata. Sabtu (29/8) menjadi hari bersejarah bagi para pelajar ini, karena mereka tidak hanya diajak mengenal AI secara dangkal, tetapi diajak masuk ke dalam dapur teknologi yang selama ini mungkin mereka gunakan tanpa mengetahui bagaimana ia benar-benar bekerja. Bagi Tim Trainer, momen ini adalah investasi untuk menciptakan generasi yang tidak hanya menjadi korban dari perkembangan teknologi, tetapi menjadi pengendali dan pemanfaatnya secara bijak.


Platform Senopati Academy yang diperkenalkan dalam kegiatan ini menawarkan pendekatan yang berbeda dari kebanyakan aplikasi edukasi AI lainnya, karena fokus utamanya adalah membangun pemahaman konseptual daripada sekadar keterampilan teknis yang bersifat sementara. Kurikulum yang dibangun oleh Senopati Strategic Institute dirancang untuk menjawab tantangan literasi AI di Indonesia, di mana masih banyak pelajar yang menggunakan teknologi tanpa memahami implikasinya terhadap privasi, keamanan, dan kehidupan sosial mereka. Tim Trainer menekankan bahwa menjadi melek AI berarti mampu menggunakan teknologi secara bertanggung jawab, dengan kesadaran penuh akan risiko dan potensi penyalahgunaan yang mengintai di setiap sudut dunia digital.


Sesi pelatihan berlangsung dengan metode yang sangat interaktif, di mana siswa dibagi menjadi kelompok-kelompok kecil untuk mendiskusikan berbagai skenario penggunaan AI dalam kehidupan sehari-hari dan mengevaluasi dampak positif serta negatifnya. Mereka juga diajak untuk mencoba langsung platform Senopati Academy, mengeksplorasi berbagai fitur yang tersedia dan melihat bagaimana AI dapat membantu mereka belajar dengan lebih efektif jika digunakan dengan cara yang benar. Pengalaman ini memberikan pemahaman baru bahwa AI bukanlah ancaman yang harus ditakuti, tetapi alat yang bisa menjadi sahabat belajar jika kita tahu cara mengendalikannya.


Seorang siswa mengungkapkan bahwa selama ini ia menggunakan AI hanya untuk menyelesaikan tugas dengan cepat, tanpa pernah mempertanyakan apakah jawaban yang diberikan sudah benar atau bahkan berpotensi mengandung kesalahan. Setelah mengikuti pelatihan ini, ia menyadari bahwa sikap kritis dan verifikasi adalah keterampilan penting yang harus dimiliki setiap pengguna AI agar tidak terjebak dalam informasi yang menyesatkan. Perubahan pola pikir inilah yang menjadi tujuan utama dari edukasi AI di kalangan pelajar, karena teknologi sebaik apa pun tidak akan berguna jika penggunanya tidak memiliki kemampuan untuk memanfaatkannya secara optimal.


Para guru yang turut mendampingi juga mendapatkan wawasan baru tentang bagaimana literasi AI dapat diintegrasikan ke dalam berbagai mata pelajaran, sehingga tidak menjadi topik yang terisolasi tetapi menjadi bagian alami dari proses belajar mengajar. Mereka berharap program ini dapat menjadi model bagi sekolah-sekolah lain di Nganjuk dan sekitarnya, agar kesenjangan literasi digital antara daerah perkotaan dan pedesaan dapat semakin diperkecil. Dukungan dari pihak sekolah dan antusiasme siswa menjadi modal besar untuk menjadikan edukasi AI sebagai agenda rutin, bukan kegiatan insidental yang hanya terjadi sekali dalam setahun.


Sebagai penutup, Tim Trainer mengajak para siswa untuk terus mengeksplorasi Senopati Academy dan menjadikannya sebagai teman belajar yang setia, selalu mengingat bahwa teknologi hanyalah alat dan kecerdasan manusia tetap menjadi yang utama. Mereka menekankan bahwa pelajar Indonesia memiliki potensi besar untuk menjadi inovator di bidang AI, asalkan mereka memiliki landasan pemahaman yang kuat dan sikap etis yang kokoh sejak dini. Dengan langkah kecil di SMAN 3 Nganjuk ini, benih-benih generasi Alpha yang melek AI telah ditanam, dan diharapkan akan tumbuh menjadi pohon pengetahuan yang rindang, melindungi dan memberdayakan bangsa di era digital yang penuh tantangan ini. (Avs)

Jumat, 28 Agustus 2026

Di Mata KSBSI, Kapolri Bukan Lagi Aparat Tapi Keluarga


Jakarta- Di tengah hiruk-pikuk agenda nasional, sebuah keputusan kecil namun bermakna besar lahir dari Rakernas KSBSI Tahun 2026: pengangkatan Jenderal Listyo Sigit Prabowo sebagai Anggota Kehormatan, sebuah tindakan yang mengubah relasi antara Polri dan buruh dari hubungan struktural menjadi ikatan emosional yang langgeng. Jumat (28/8) menjadi saksi bagaimana seorang pemimpin kepolisian diterima bukan sebagai penguasa, tetapi sebagai bagian dari keluarga besar serikat buruh yang selama ini berjuang untuk hak-hak pekerja. Keputusan ini adalah pengakuan bahwa pendekatan yang humanis dan penuh empati mampu mengubah musuh menjadi sahabat, dan birokrat menjadi saudara.


Elly Rosita Silaban, Presiden KSBSI, menyatakan bahwa pengangkatan ini merupakan bentuk penghargaan sekaligus simbol kedekatan yang telah terbangun selama bertahun-tahun antara organisasinya dengan Polri. Ia menyoroti pentingnya Desk Ketenagakerjaan yang selama ini menjadi jembatan komunikasi, dan berharap kehadirannya dapat dirasakan hingga ke pelosok daerah. "Kami berharap Desk Ketenagakerjaan bukan hanya dikenal di tingkat pusat, tetapi di seluruh provinsi dan di seluruh daerah," ujarnya dengan semangat membara.


Dalam pandangan Elly, pendekatan humanis adalah kunci utama dalam menyelesaikan setiap persoalan hubungan industrial yang sering kali memanas karena salah paham dan kurangnya komunikasi. Ia mengapresiasi langkah Kapolri yang selalu mengutamakan dialog sebelum bertindak, sebuah sikap yang jarang ditemukan pada aparat di era sebelumnya. "Ketika terjadi persoalan hubungan industrial, kami berharap yang dikedepankan adalah dialog sosial," pungkasnya, menggarisbawahi bahwa kenyamanan buruh dalam berkomunikasi adalah indikator keberhasilan pendekatan Polri.


Momen puncak terjadi ketika Elly membacakan surat keputusan yang secara khusus menyebut nama Jenderal Listyo Sigit tanpa menyertakan jabatan Kapolri, sebagai simbol bahwa ia diterima sebagai pribadi, bukan sebagai pejabat. "Selamat datang di keluarga KSBSI," katanya dengan penuh kehangatan, disambut oleh tepuk tangan dan sorak-sorai dari seluruh peserta rakernas yang hadir. Pengakuan ini melampaui batas formalitas dan memasuki ranah penghargaan yang bersifat kekeluargaan, sebuah langkah yang jarang terjadi dalam hubungan antara aparat dan organisasi masyarakat.


Kapolri merespons dengan rendah hati, menyebut pengangkatan ini sebagai amanah besar yang akan mendorong institusinya untuk bekerja lebih keras dalam melindungi hak-hak pekerja di seluruh Indonesia. Ia menekankan bahwa Desk Ketenagakerjaan harus menjadi mitra strategis yang siap membantu buruh dalam setiap persoalan, baik yang bersifat hukum, ekonomi, maupun sosial. "Ini adalah apresiasi untuk institusi Polri, sekaligus amanah bagi kami untuk lebih optimal memberikan pelayanan kepada rekan-rekan buruh," tuturnya dengan penuh keyakinan.


Di akhir sambutannya, Kapolri menyampaikan bahwa pertemuannya dengan kalangan buruh telah membawanya pada kesadaran baru bahwa mereka adalah bagian dari keluarganya sendiri, sebuah rumah kedua yang harus dijaga kenyamanannya. "Semakin saya bertemu dengan rekan-rekan buruh, tanpa saya sadari ini menjadi rumah kedua saya," ungkapnya dengan nada haru. Pengangkatan sebagai Anggota Kehormatan KSBSI bukanlah akhir dari perjalanan, tetapi awal dari komitmen yang lebih kuat untuk menjadikan hubungan industrial di Indonesia sebagai contoh harmoni antara aparat dan pekerja, di mana perlindungan dan kesejahteraan berjalan beriringan dalam satu keluarga besar. (Avs)

Menakar Risiko Hujan, Bhabinkamtibmas Baron Beri Pendampingan di Lahan Kritis


Nganjuk- Ketika sebagian besar petani mulai was-was dengan perubahan warna langit yang cepat gelap, Aipda Kasmadi justru tiba di Desa Gebangkerep dengan langkah tenang dan senyum menenangkan, siap memberikan pendampingan di saat yang paling krusial. Sabtu (29/8) menjadi saksi bagaimana seorang Bhabinkamtibmas memilih berada di garis depan pertanian, bukan dengan senjata, tetapi dengan pengetahuan dan empati terhadap kondisi petani. Baginya, desa yang tenteram adalah desa yang petaninya tidak terbebani oleh rasa takut berlebihan terhadap alam.


Petani yang ditemui tampak lega karena Aipda Kasmadi memahami secara detail siklus tanam jagung dan melon, termasuk risiko busuk buah jika terpapar air hujan terlalu lama sebelum panen. Mereka bercerita tentang pengalaman pahit tahun lalu ketika hujan datang lebih cepat, menyebabkan separuh hasil panen mereka gagal total dan merugi besar. Pendalaman masalah ini mendorong Aipda Kasmadi untuk mencari solusi mitigasi risiko, seperti pengenalan varietas tahan hujan dan penggunaan mulsa plastik untuk melindungi tanaman.


Selain itu, muncul juga pembahasan tentang pentingnya mengakses asuransi pertanian dan bantuan sosial bagi petani yang terdampak gagal panen akibat cuaca ekstrem. Aipda Kasmadi menjelaskan prosedur klaim yang sering kali dianggap rumit oleh petani, dan menawarkan bantuannya untuk mengurus administrasi jika diperlukan. Langkah ini direspon positif karena selama ini petani mengaku enggan mengurus birokrasi yang berbelit-belit sendirian.


Kehadiran Aipda Kasmadi di lahan pertanian juga memberikan ruang bagi petani untuk membicarakan isu-isu non-teknis, seperti konflik antaranggota kelompok tani dan kesulitan mengatur jadwal giliran irigasi. Ia dengan sabar menjadi mediator dan memberikan masukan tentang cara mengelola perbedaan pendapat secara musyawarah, sebagaimana nilai-nilai luhur gotong royong yang harus terus dilestarikan. Kemampuan mendamaikan ini menjadi nilai tambah yang jarang dimiliki oleh pendamping pertanian dari instansi lain.


Aipda Kasmadi melihat bahwa jagung dan melon memiliki nilai strategis karena permintaannya terus meningkat, terutama sebagai bahan baku pakan ternak dan buah konsumsi di kota-kota besar. Ia mendorong petani untuk membentuk koperasi agar bisa bernegosiasi dengan pembeli secara kolektif dan mendapatkan harga yang lebih adil. Dengan kekuatan kolektif, petani tidak lagi menjadi pihak yang selalu lemah dalam rantai perdagangan.


Di akhir kunjungan, Aipda Kasmadi berjanji untuk terus memantau perkembangan cuaca dan memberikan kabar terbaru kepada petani melalui grup komunikasi yang sudah ia bentuk. Ia menegaskan bahwa Polri tidak akan pernah lelah hadir untuk melindungi dan mendampingi petani, karena ketahanan pangan adalah fondasi dari segala bentuk keamanan dan stabilitas nasional. Panen jagung dan melon di Gebangkerep bukan sekadar hasil pertanian, melainkan simbol perjuangan bersama yang patut dirayakan. (Avs)


Panen Raya Jiwa: Saat Polisi dan Petani Saling Menyapa


Nganjuk- Suara tawa dan percakapan ringan bercampur dengan bunyi polong kacang yang terlepas dari akarnya, menciptakan suasana yang jauh dari kesan formal dan kaku dalam kegiatan panen bersama di Desa Duren. Aipda Suratin, Bhabinkamtibmas setempat, memilih turun langsung ke lahan pertanian pada Sabtu (29/8) sebagai bentuk penghormatan terhadap kerja keras petani dan strategi membangun kedekatan emosional yang tak tergantikan. Baginya, setiap petani adalah pahlawan pangan yang berhak mendapatkan perhatian penuh dari aparat negara, bukan hanya ketika terjadi konflik atau pelanggaran.


Sepanjang pagi, berbagai keluhan mengalir deras, mulai dari harga pupuk yang selangit hingga serangan ulat yang mulai merusak daun-daun tanaman di beberapa petak lahan. Aipda Suratin tidak hanya menjadi pendengar pasif, tetapi juga aktif menawarkan saran dan mencatat setiap poin penting yang akan dibawa ke forum koordinasi dengan instansi pertanian. Ia meyakini bahwa keterbukaan informasi antara polisi dan masyarakat adalah kunci untuk menciptakan langkah preventif yang efektif, bukan hanya reaktif terhadap permasalahan yang sudah terjadi.


Para petani yang awalnya sungkan dan canggung perlahan mulai terbuka, menceritakan mimpi dan kecemasan mereka tentang masa depan pertanian yang kian dihimpit perubahan iklim dan urbanisasi. Mereka menyadari bahwa kehadiran Bhabinkamtibmas bukan untuk mengintimidasi, tetapi untuk memastikan bahwa setiap warga desa mendapatkan perlindungan dan hak yang sama. Kacang tanah yang mereka panen hari itu bukan semata hasil pertanian, melainkan simbol dari penghidupan yang layak dan martabat yang selama ini sering terabaikan oleh pembangunan yang terlalu berorientasi kota.


Setelah panen, Aipda Suratin mengajak petani duduk bersama di bawah rindang pohon, membahas peluang pengolahan kacang menjadi produk siap jual yang lebih tahan lama dan bernilai tambah. Ia mengingatkan bahwa ketahanan pangan tidak akan tercapai jika hanya mengandalkan produksi mentah, tetapi perlu keberanian untuk masuk ke rantai distribusi dan pemasaran yang lebih modern. Saran-saran praktis ini diterima dengan antusias oleh petani yang selama ini hanya terbiasa menjual hasil panen secara konvensional ke pasar lokal.


Dukungan terhadap petani menurut Aipda Suratin harus holistik, meliputi aspek keamanan, akses modal, pelatihan, dan perlindungan hukum atas lahan garapan. Ia berkomitmen untuk terus memantau perkembangan di lapangan dan mengawal berbagai program bantuan agar tidak tersendat di birokrasi atau disalahgunakan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab. Dengan cara ini, Polri tidak hanya menjadi penjaga keamanan dalam arti sempit, tetapi juga menjadi penggerak kesejahteraan di tingkat desa.


Kegiatan sederhana yang dimulai dari lahan kacang ini memiliki efek domino terhadap kepercayaan publik dan partisipasi masyarakat dalam menjaga keamanan lingkungan. Ketika warga merasa diperhatikan dan masalahnya ditindaklanjuti, maka mereka akan lebih terbuka untuk bekerja sama dengan kepolisian dalam menciptakan kampung yang aman dan produktif. Di akhir hari, Aipda Suratin dan petani Desa Duren sama-sama membawa pulang sesuatu yang lebih berharga dari kacang tanah, yaitu rasa kebersamaan yang akan terus berbuah sepanjang musim. (Avs)

Bareskrim Polri Bongkar Kasus Judi Sukoharjo, 30 Orang Jadi Tersangka, Uang Rp1 M Disita


Sukoharjo- Sinergi Bareskrim Polri, Polda Maluku, dan Polda Jawa Tengah berhasil membongkar praktik perjudian di "Gedung SB" Sukoharjo dengan mengamankan 71 orang dan menetapkan 30 tersangka yang ditahan di Rutan Bareskrim Polri. Pengungkapan ini berawal dari penyelidikan Tim Ditreskrimum Polda Maluku yang menemukan aktivitas perjudian baccarat, niu-niu, dan mesin tembak ikan di lokasi tersebut.


Para tersangka memiliki peran yang bervariasi dalam operasional perjudian, termasuk sebagai kasir, pembagi kartu, penukar chip, operator CCTV, teknisi arena, hingga bagian pelayanan. Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri Brigjen Pol. Wira Satya Triputra mengatakan pengungkapan ini merupakan hasil kerja sama dan sinergi antarjajaran kepolisian dalam memberantas perjudian.


"Pengungkapan ini berawal dari penyelidikan yang dilakukan jajaran Polda Maluku, kemudian ditindaklanjuti melalui sinergi bersama Polda Jawa Tengah dan Bareskrim Polri. Dari hasil pemeriksaan dan pendalaman, kami menemukan adanya aktivitas perjudian dengan berbagai peran dalam operasionalnya," ujar Brigjen Pol. Wira. Petugas mengamankan barang bukti uang tunai Rp1.048.273.000, puluhan telepon seluler, komputer, meja baccarat, meja mahjong, meja dadu, mesin tembak ikan, chip poker, kartu, mesin pengocok kartu, kotak berisi uang, dan perangkat CCTV.


Pada 19 Agustus 2026, tim gabungan kembali mendatangi lokasi untuk melakukan pengecekan dan mengumpulkan alat bukti yang masih ditemukan di lokasi. Brigjen Pol. Wira menegaskan bahwa penyidik tidak hanya mendalami aktivitas para pemain, tetapi juga menelusuri pihak-pihak yang diduga memiliki peran dalam operasional lokasi.


"Penyidikan tidak berhenti pada pemain. Kami juga mendalami pihak-pihak yang diduga menjalankan atau mendukung operasional kegiatan tersebut, termasuk pengelolaan transaksi, pembagian kartu, pengelolaan chip, pengawasan melalui CCTV, hingga aspek teknis permainan," jelasnya. Proses penyidikan masih terus berjalan dengan koordinasi bersama Jaksa Penuntut Umum.


Pengungkapan ini menunjukkan komitmen Bareskrim Polri dalam memberantas perjudian secara profesional dan berjenjang. Bareskrim Polri berkomitmen untuk menindaklanjuti setiap informasi dan temuan terkait dugaan tindak pidana perjudian serta memastikan seluruh pihak yang terbukti terlibat mempertanggungjawabkan perbuatannya sesuai hukum yang berlaku. (Avs)

Musim Kemarau, Polres Nganjuk Salurkan Air Bersih ke Tiga Dusun di Lengkong


Nganjuk- Polres Nganjuk menyalurkan bantuan air bersih sebanyak 12 ribu liter kepada masyarakat di Desa Ngepung, Kecamatan Lengkong, yang terdampak kekeringan akibat musim kemarau panjang pada Rabu (26/8). Penyaluran ini menyasar tiga dusun yaitu Jomblang, Ngepung, dan Sendang Gogor yang warganya mengalami kesulitan mendapatkan air bersih untuk kebutuhan sehari-hari.

Kapolres Nganjuk AKBP Suria Miftah Irawan menyampaikan bahwa bantuan tersebut merupakan respons cepat Polres Nganjuk setelah menerima informasi mengenai kondisi warga yang kesulitan air. "Air bersih disalurkan secara langsung kepada warga untuk membantu memenuhi kebutuhan dasar, terutama kebutuhan rumah tangga sehari-hari," ungkap Kapolres Nganjuk di sela-sela penyaluran bantuan.

Kapolres menegaskan bahwa penyaluran air bersih adalah wujud kepedulian Polri dan bentuk kehadiran negara di tengah masyarakat yang sedang menghadapi kesulitan.

"Ini menjadi bagian dari komitmen Polres Nganjuk untuk terus hadir di tengah masyarakat, tidak hanya dalam menjaga keamanan dan ketertiban, tetapi juga melalui kegiatan sosial dan kemanusiaan," kata AKBP Suria Miftah Irawan.

Kapolres berharap bantuan tersebut dapat meringankan beban masyarakat selama musim kemarau yang masih berlangsung, dan mengajak warga untuk saling membantu dan berbagi dengan mereka yang lebih terdampak. Polres Nganjuk akan terus memantau kondisi di wilayah yang mengalami kesulitan air bersih sebagai bagian dari upaya memberikan pelayanan dan bantuan kepada masyarakat.

Kehadiran Polri di tengah masyarakat diharapkan tidak hanya dirasakan dalam aspek keamanan dan ketertiban, tetapi juga melalui kepedulian serta aksi nyata ketika masyarakat menghadapi kesulitan. Polres Nganjuk berkomitmen untuk terus hadir memberikan pelayanan, kepedulian, dan bantuan nyata bagi masyarakat Kabupaten Nganjuk.

Dengan sinergi antara Polri dan masyarakat, diharapkan dampak kekeringan akibat musim kemarau dapat diminimalkan dan kebutuhan dasar warga tetap terpenuhi hingga musim hujan tiba. Polres Nganjuk akan terus siaga membantu masyarakat di berbagai sektor sesuai dengan kebutuhan yang muncul di lapangan. (Avs)