Sabtu, 29 Agustus 2026

Polri Kerahkan 198 Peserta Didik ke Empat Polda: Kami Datang untuk Edukasi, Bukan Hanya Pemadaman


Jakarta- Polri mengambil langkah strategis dalam upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan dengan mengerahkan 198 peserta didik dari berbagai jenjang pendidikan kepolisian untuk turun langsung ke masyarakat di empat wilayah prioritas. Mereka adalah calon-calon perwira dari SIP/Setukpa, Sespimma, dan mahasiswa S2 STIK yang siap menjadi ujung tombak penyuluhan bahaya karhutla. Kehadiran mereka di tengah masyarakat bukan untuk memadamkan api, tetapi untuk mencegah api menyala sejak awal.


Jakarta- Dengan komposisi 103 personel di Kalimantan Barat, 48 personel di Kalimantan Tengah, 37 personel di Sumatera Selatan, dan 10 personel di Kalimantan Timur, para peserta didik berkoordinasi erat dengan jajaran Polda, Polres, dan Bhabinkamtibmas. Mereka mendatangi masyarakat, duduk bersama, berdialog, dan memberikan pembinaan tentang bahaya serta cara mencegah karhutla. Pendekatan humanis ini menjadi kunci dalam menanamkan kesadaran kolektif.


Jakarta- Masyarakat diajak memahami bahwa membuka lahan dengan cara membakar memiliki konsekuensi yang sangat serius, mulai dari ancaman kesehatan akibat asap, kerusakan lingkungan yang sulit dipulihkan, hingga kerugian ekonomi yang dirasakan oleh banyak pihak. Personel memberikan edukasi dengan bahasa yang sederhana dan contoh-contoh nyata yang relevan dengan kehidupan warga. Mereka juga mengajak masyarakat untuk mencari alternatif pengolahan lahan yang aman dan ramah lingkungan.


Jakarta- Pengerahan 198 personel ini merupakan bagian dari rencana total 403 peserta didik yang akan ditugaskan ke berbagai wilayah prioritas untuk memperkuat upaya pencegahan karhutla. Karo Penmas Polri menegaskan bahwa karhutla tidak bisa ditangani hanya dengan pemadaman setelah terjadi, karena dampaknya sudah terlalu luas dan merugikan. Kesadaran masyarakat harus dibangun sebelum api muncul, dan itu dimulai dari edukasi yang intensif dan berkelanjutan.


Jakarta- Polri menilai bahwa pencegahan karhutla harus melibatkan seluruh elemen masyarakat, termasuk tokoh adat, tokoh masyarakat, dan pemuda setempat, agar pesan-pesan keselamatan dapat menyebar lebih luas. Setiap wilayah memiliki karakteristik dan tantangan yang berbeda, sehingga pendekatan yang digunakan harus disesuaikan dengan kondisi lokal. Personel didorong untuk menjadi fasilitator yang membantu masyarakat menemukan solusi terbaik bagi lingkungan mereka.


Jakarta- Di Kalimantan Tengah, penguatan kegiatan penyuluhan dilakukan secara intensif di wilayah hukum Polres Katingan dengan melibatkan personel Polri dan jajaran kewilayahan. Selain memberikan edukasi, mereka juga aktif melakukan pemantauan, deteksi dini, dan penanganan awal jika ditemukan tanda-tanda kebakaran. Penegakan hukum tetap menjadi instrumen penting untuk memberikan efek jera bagi pelaku pembakaran hutan dan lahan.


Jakarta- Polri menegaskan bahwa penanganan karhutla dilakukan secara menyeluruh dan terintegrasi, mencakup pencegahan, edukasi, pemantauan, penanganan, pemadaman, hingga penegakan hukum. Namun, pencegahan melalui peningkatan kesadaran masyarakat tetap menjadi prioritas utama agar kebakaran tidak terjadi dan tidak meluas. Dengan 198 personel yang telah turun, Polri berharap masyarakat menjadi garda terdepan dalam menjaga hutan dan lahan Indonesia dari ancaman api yang merusak. (Avs)

0 comments:

Posting Komentar