Minggu, 30 Agustus 2026

Ranu Kumbolo Aman, 172 Pendaki Selamat dari Kebakaran Hutan Lumajang


Lumajang- Kabar duka sekaligus lega datang dari kawasan TNBTS Lumajang, di mana kebakaran hutan melanda dua titik penting namun evakuasi 172 pendaki berlangsung tanpa korban jiwa. Ranu Kumbolo yang menjadi lokasi berkumpulnya para pendaki berhasil dievakuasi dengan selamat oleh tim gabungan Polres Lumajang dan petugas lainnya. Kini, fokus beralih pada upaya pemadaman api di Blok Ayek-Ayek dan Ledok Bedor yang masih berkobar hingga akhir pekan ini.


Kapolres Lumajang AKBP Riki Yariandi menjelaskan bahwa medan di Ledok Bedor sangat ekstrem dengan api yang terbagi di tiga titik di jalur Jantur menuju B29. Petugas harus berhadapan dengan angin kencang dan lereng curam yang menyulitkan pergerakan serta menjangkau lokasi-lokasi sulit. Tidak ada pilihan lain selain menggunakan alat manual dari ranting pohon untuk memukul api, sambil menunggu satu titik benar-benar padam sebelum menangani berikutnya.


Situasi di Ranu Kembang tidak kalah pelik, karena api terus membesar dan menghalangi akses petugas menuju pusat kebakaran. Kondisi ini memaksa tim untuk lebih kreatif dalam membuat sekat dan membersihkan jalur agar api tidak semakin meluas ke wilayah lain. Meskipun penanganan berlangsung lambat, petugas tetap optimis bahwa dengan kerja keras, kobaran dapat segera diredam.


Keberhasilan evakuasi 172 pendaki menjadi angin segar di tengah kepanikan yang sempat melanda kawasan wisata tersebut. Semua pendaki dievakuasi dalam keadaan selamat dan telah dibawa ke tempat aman untuk mendapatkan pemeriksaan kesehatan dasar. Penutupan total jalur pendakian resmi diumumkan sebagai langkah preventif untuk melindungi pengunjung dari bahaya yang masih mengintai.


Hingga Minggu (30/8/2026), api di lokasi kebakaran belum padam sepenuhnya, dan petugas masih berjibaku mengendalikan titik-titik panas yang tersisa. Polres Lumajang memastikan akan terus menyiagakan personel sampai keadaan benar-benar aman dan tidak ada lagi asap yang terdeteksi. Kesiapsiagaan ini penting mengingat potensi api bangkit kembali jika angin bertiup kencang di kemudian hari.


Musibah ini mengingatkan kita semua akan kerentanan kawasan konservasi terhadap ancaman kebakaran, terutama di musim kemarau yang panjang. Masyarakat dan pendaki diimbau untuk selalu mematuhi aturan dan tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu kebakaran di area hutan. Semoga semangat gotong royong para petugas menjadi energi positif untuk memulihkan kembali keindahan Ranu Kumbolo dan sekitarnya. (Avs)

0 comments:

Posting Komentar