Jumat, 28 Agustus 2026

Menakar Risiko Hujan, Bhabinkamtibmas Baron Beri Pendampingan di Lahan Kritis


Nganjuk- Ketika sebagian besar petani mulai was-was dengan perubahan warna langit yang cepat gelap, Aipda Kasmadi justru tiba di Desa Gebangkerep dengan langkah tenang dan senyum menenangkan, siap memberikan pendampingan di saat yang paling krusial. Sabtu (29/8) menjadi saksi bagaimana seorang Bhabinkamtibmas memilih berada di garis depan pertanian, bukan dengan senjata, tetapi dengan pengetahuan dan empati terhadap kondisi petani. Baginya, desa yang tenteram adalah desa yang petaninya tidak terbebani oleh rasa takut berlebihan terhadap alam.


Petani yang ditemui tampak lega karena Aipda Kasmadi memahami secara detail siklus tanam jagung dan melon, termasuk risiko busuk buah jika terpapar air hujan terlalu lama sebelum panen. Mereka bercerita tentang pengalaman pahit tahun lalu ketika hujan datang lebih cepat, menyebabkan separuh hasil panen mereka gagal total dan merugi besar. Pendalaman masalah ini mendorong Aipda Kasmadi untuk mencari solusi mitigasi risiko, seperti pengenalan varietas tahan hujan dan penggunaan mulsa plastik untuk melindungi tanaman.


Selain itu, muncul juga pembahasan tentang pentingnya mengakses asuransi pertanian dan bantuan sosial bagi petani yang terdampak gagal panen akibat cuaca ekstrem. Aipda Kasmadi menjelaskan prosedur klaim yang sering kali dianggap rumit oleh petani, dan menawarkan bantuannya untuk mengurus administrasi jika diperlukan. Langkah ini direspon positif karena selama ini petani mengaku enggan mengurus birokrasi yang berbelit-belit sendirian.


Kehadiran Aipda Kasmadi di lahan pertanian juga memberikan ruang bagi petani untuk membicarakan isu-isu non-teknis, seperti konflik antaranggota kelompok tani dan kesulitan mengatur jadwal giliran irigasi. Ia dengan sabar menjadi mediator dan memberikan masukan tentang cara mengelola perbedaan pendapat secara musyawarah, sebagaimana nilai-nilai luhur gotong royong yang harus terus dilestarikan. Kemampuan mendamaikan ini menjadi nilai tambah yang jarang dimiliki oleh pendamping pertanian dari instansi lain.


Aipda Kasmadi melihat bahwa jagung dan melon memiliki nilai strategis karena permintaannya terus meningkat, terutama sebagai bahan baku pakan ternak dan buah konsumsi di kota-kota besar. Ia mendorong petani untuk membentuk koperasi agar bisa bernegosiasi dengan pembeli secara kolektif dan mendapatkan harga yang lebih adil. Dengan kekuatan kolektif, petani tidak lagi menjadi pihak yang selalu lemah dalam rantai perdagangan.


Di akhir kunjungan, Aipda Kasmadi berjanji untuk terus memantau perkembangan cuaca dan memberikan kabar terbaru kepada petani melalui grup komunikasi yang sudah ia bentuk. Ia menegaskan bahwa Polri tidak akan pernah lelah hadir untuk melindungi dan mendampingi petani, karena ketahanan pangan adalah fondasi dari segala bentuk keamanan dan stabilitas nasional. Panen jagung dan melon di Gebangkerep bukan sekadar hasil pertanian, melainkan simbol perjuangan bersama yang patut dirayakan. (Avs)


0 comments:

Posting Komentar