Sabtu, 29 Agustus 2026

Kapolri: Buruh Jantung Industri, Harus Bergerak Seiring Denyut Teknologi


Jakarta- Menutup Rakernas KSBSI Tahun 2026 di Jakarta, Jumat (28/8), Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengingatkan bahwa buruh Indonesia harus bergerak seiring dengan percepatan revolusi industri dan transformasi teknologi yang mengubah lanskap ketenagakerjaan global. Ia menekankan bahwa AI, robotik, dan IoT bukanlah ancaman jika dihadapi dengan kesiapan kompetensi dan daya saing yang tinggi. Menurutnya, buruh adalah jantung dari perjalanan industri, dan jantung harus tetap berdetak kuat di tengah perubahan.


Kapolri menyoroti bahwa teknologi memiliki dua sisi mata uang, mengurangi pekerjaan lama tetapi membuka peluang baru yang membutuhkan keterampilan lebih tinggi dan adaptasi cepat. Ia mendorong buruh untuk tidak terjebak dalam rasa takut, tetapi justru memanfaatkan momen ini untuk meningkatkan kualitas melalui pelatihan dan transfer pengetahuan. "Di satu sisi teknologi bisa mengurangi pekerjaan, tetapi di sisi lain membuka lapangan kerja baru. Kita semua harus siap menghadapi itu," ujarnya.


Kehadiran Kapolri dalam rakernas menjadi simbol dukungan Polri terhadap perjuangan buruh dalam menghadapi tantangan ekonomi global yang semakin kompleks. Ia mengapresiasi KSBSI yang membahas isu-isu strategis seperti revisi UU Cipta Kerja dan perlindungan pekerja di era digital. Baginya, dialog yang harmonis antara buruh, pengusaha, dan pemerintah adalah kunci untuk menciptakan kebijakan yang adil dan berkelanjutan.


Kapolri juga menekankan pentingnya hilirisasi industri sebagai peluang bagi buruh untuk menempati posisi strategis hingga tingkat manajerial, bukan hanya sektor keterampilan dasar dan menengah. Ia berharap transfer pengetahuan dan kemampuan beradaptasi menjadi prioritas agar tenaga kerja Indonesia mampu mengisi sektor-sektor yang membutuhkan keahlian tinggi. "Kita harus siap menghadapi perkembangan hilirisasi dan kemajuan ekonomi Indonesia ke depan," tegasnya.


Melalui Desk Ketenagakerjaan Polri, Kapolri menegaskan komitmen institusinya untuk terus memberikan perlindungan kepada pekerja dari berbagai bentuk kejahatan dan persoalan industrial. Ia memastikan bahwa desk ini akan terus diperkuat dan menjadi mitra strategis bagi serikat pekerja dalam memperjuangkan hak-hak mereka. Langkah ini menjadi bukti bahwa Polri hadir sebagai pelindung yang siap membantu buruh di setiap situasi.


Di akhir pidatonya, Kapolri mengapresiasi buruh yang memilih menyampaikan aspirasi secara tertib dan bertanggung jawab, menunjukkan kedewasaan dalam berdemokrasi. Ia berharap rakernas ini menjadi momentum bagi buruh Indonesia untuk bangkit dan bersaing di kancah global dengan percaya diri. "Tunjukkan bahwa walaupun memiliki kekuatan besar, rekan-rekan mampu dan tertib," pungkasnya, menutup rakernas dengan optimisme baru bagi masa depan ketenagakerjaan nasional. (Avs)

0 comments:

Posting Komentar