Malang- Kebakaran hutan dan lahan di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru masih berlangsung. Polresta Malang Kota dan tim gabungan instansi terkait terus berjibaku menjinakkan api. Di balik perjuangan itu, Tim Kedokteran dan Kesehatan Polres Malang Polda Jatim turun ke garis depan. Mereka menjamin kondisi fisik para relawan dan petugas gabungan.
Aksi sigap ini menyasar Pos Jemplang, Desa Ngadas, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang. Di lokasi, tim medis bergerak cepat memberikan pemeriksaan fisik. Mereka juga mengobati luka ringan serta menyuplai obat-obatan. Personel yang mulai didera kelelahan ekstrem menjadi perhatian utama.
Ribuan masker dibagikan secara merata. Langkah ini untuk meminimalisasi risiko ISPA akibat paparan asap pekat dan debu vulkanik. Kapolres Malang AKBP Rulian Syauri melalui Kasihumas Polres Malang, AKP M Budiono, menegaskan bahwa perlindungan terhadap petugas merupakan prioritas utama. Medan yang mereka hadapi tergolong ekstrem dan berisiko tinggi.
Menurut AKP Budiono, petugas di lapangan bekerja dengan beban yang cukup berat. Mereka berada di bawah kepungan asap. Kondisi kesehatan mereka wajib dipantau secara berkala. Tim Dokkes Polres Malang hadir untuk memberikan pengobatan langsung bagi yang terluka atau mengeluh sakit.
Posko medis keliling ini sengaja disiagakan. Setiap kendala kesehatan di lapangan dapat diintervensi sedini mungkin. Jika ada yang kelelahan atau cedera saat bertugas, penanganan bisa langsung dilakukan di tempat. AKP Budiono juga terus mengingatkan seluruh personel untuk tidak memaksakan diri.
Mereka diminta segera mengambil jeda istirahat jika tubuh memberi sinyal kelelahan. Hingga Minggu (13/9/2026) siang, pertempuran melawan api di kawasan TNBTS masih terus berkobar. Di beberapa titik, petugas gabungan terpaksa mengandalkan pemadaman manual. Mereka menggunakan water sprayer dan hydrant portable.
Akses yang terjal membuat area tersebut hanya bisa ditembus dengan motor trail atau berjalan kaki. Fokus tim terbagi antara pemadaman aktif dan proses pendinginan. Beberapa wilayah seperti Blok Batengan, Blok Painem, dan Blok Kentongan kini dalam tahap pembasahan intensif. Kendala terbesar berada di Blok Painem. Titik api masih menyala di lereng curam yang mustahil dijangkau lewat jalur darat. (Avs)
.jpeg)
0 comments:
Posting Komentar