Jakarta- Di tengah kesiapan mengerahkan 71.728 personel untuk menghadapi ancaman karhutla 2026 yang diprediksi meningkat akibat El Nino, Wakapolri Komjen Pol. Prof. Dr. Dedi Prasetyo dalam Rapat Koordinasi Pencegahan dan Penanganan Karhutla di Mabes Polri pada Kamis (30/7) menegaskan bahwa keselamatan personel yang bertugas di lapangan adalah prioritas utama, dengan memastikan setiap anggota memiliki perlengkapan standar seperti baju tahan api, sepatu tahan api, penutup kepala, masker, serta peralatan pemadaman bergerak yang memadai untuk melindungi mereka dari risiko cedera dan keracunan asap. Wakapolri juga menyiapkan dukungan anggaran yang dapat diajukan melalui kapolda maupun kapolres untuk memenuhi kebutuhan operasional dan kesejahteraan personel yang bertugas di wilayah-wilayah rawan kebakaran.
Kadiv Humas Polri Irjen Pol. Johnny Eddizon Isir memaparkan bahwa Mabes Polri telah menyiapkan skema anggaran yang fleksibel untuk mendukung pendataan ulang sumber air seperti embung, waduk, kanal, dan sumur bor, serta pengadaan perlengkapan dan peralatan pemadaman yang dibutuhkan di lapangan. Polri juga menyiagakan 48.368 personel Sabhara dan 23.360 personel Brimob, menerapkan sistem rayonisasi antarsatuan kewilayahan untuk mobilisasi cepat, dan mengoptimalkan empat helikopter water bombing serta command center di Riau, Jambi, Kalimantan Barat, dan Kalimantan Selatan yang terhubung dengan sistem Kementerian Kehutanan, BNPB, dan Basarnas untuk pemantauan real time. Dengan luas lahan terdampak 107.465 hektare dan lima wilayah titik panas tertinggi, seluruh upaya ini dijalankan dengan prinsip 5M (man, money, method, material, machine) untuk memastikan penanganan karhutla berjalan efektif.
Wakapolri juga menekankan pentingnya kesejahteraan personel yang bertahan di lapangan dalam waktu lama, karena operasi karhutla seringkali berlangsung berhari-hari bahkan berminggu-minggu dengan kondisi yang melelahkan dan berbahaya. Dengan dukungan anggaran yang memadai dan perlengkapan yang layak, Polri optimistis personel dapat menjalankan tugas dengan maksimal, melindungi hutan dan masyarakat dari dampak buruk karhutla, serta menjaga kelestarian lingkungan untuk generasi mendatang tanpa mengorbankan keselamatan para pahlawan yang berjuang di garis depan melawan api.(Avs)

0 comments:
Posting Komentar