Jumat, 03 April 2026

Kapolres Nganjuk Libatkan Orang Tua Awasi Rekrutmen Polri: Tak Ada Lagi Istilah Titipan


Inovasi menarik dilakukan Kapolres Nganjuk AKBP Suria Miftah Irawan dalam penerimaan calon anggota Polri TA 2026 dengan menghadirkan orang tua peserta sebagai saksi sekaligus pengawas sumpah dan penandatanganan pakta integritas di Aula Tantya Sudhirajati, Rabu (1/4/2026). Langkah ini diambil sebagai bentuk komitmen memberantas praktik titipan dan percaloan yang selama ini menjadi momok dalam setiap rekrutmen aparat negara. Total animo pendaftar mencapai 257 orang terdiri dari 201 pria dan 56 wanita, dengan 226 peserta dinyatakan lolos verifikasi administrasi. Dalam sumpahnya, para peserta berjanji akan mengikuti seleksi dengan kemampuan sendiri secara jujur dan bertanggung jawab, serta siap didiskualifikasi jika melanggar.

Kapolres AKBP Suria Miftah Irawan menegaskan bahwa tidak ada ruang bagi praktik kecurangan atau intervensi dari pihak manapun dalam proses rekrutmen Polri di Nganjuk. Ia menyampaikan bahwa melalui sumpah dan pakta integritas ini, pihaknya ingin menegaskan bahwa seleksi dilaksanakan secara bersih dan transparan tanpa terkecuali. Para orang tua yang turut menandatangani pakta integritas berkomitmen untuk tidak memberikan imbalan dalam bentuk apapun kepada panitia serta tidak mempercayai oknum yang menjanjikan kelulusan. Mereka juga siap melaporkan apabila menemukan adanya penyimpangan dalam proses seleksi, sehingga tercipta kontrol sosial yang kuat.

Kabag SDM Polres Nganjuk Kompol Burhanudin, S.Sos., menjelaskan bahwa keterlibatan orang tua menjadi terobosan penting dalam mengawal transparansi seleksi dari hulu hingga hilir. Ia menambahkan bahwa panitia siap menindak tegas siapa pun yang terbukti melakukan kecurangan, baik dari sisi peserta maupun oknum panitia sendiri. Prinsip BETAH (Bersih, Transparan, Akuntabel, dan Humanis) benar-benar diimplementasikan melalui mekanisme pengawasan yang melibatkan keluarga peserta. Kompol Burhanudin berharap langkah ini dapat memulihkan kepercayaan publik terhadap proses rekrutmen Polri yang sempat tercoreng oleh kasus-kasus percaloan di masa lalu.

Dengan adanya sumpah dan pakta integritas yang disaksikan langsung orang tua ini, Polres Nganjuk berkomitmen menghasilkan calon anggota Polri yang profesional, berintegritas, dan siap mengabdi kepada masyarakat. Langkah inovatif ini diharapkan menjadi contoh bagi daerah lain dalam membersihkan rekrutmen aparat dari praktik titipan dan kecurangan. Para peserta pun diingatkan untuk percaya pada kemampuan diri sendiri dan tidak tergoda oleh jalan pintas yang justru akan menghancurkan masa depan mereka. Pada akhirnya, hanya calon yang benar-benar jujur dan kompeten yang akan lolos menjadi kebanggaan keluarga dan institusi Polri di Kabupaten Nganjuk.(Avs)

0 comments:

Posting Komentar