Senin, 06 April 2026

Pemisahan Pelabuhan dan Polantas: Dua Kebijakan yang Paling Diapresiasi Pemudik 2026 Versi KedaiKOPI


Apa kebijakan yang paling membuat pemudik Lebaran 2026 tersenyum? Survei KedaiKOPI menjawabnya: pemisahan akses pelabuhan berdasarkan jenis kendaraan, dengan 91,5 persen responden menyatakan setuju. Secara keseluruhan, 88,8 persen masyarakat puas dengan manajemen pemerintah dalam mudik 2026, dengan nilai rata-rata 7,18 dari skala 1 hingga 10. Head of Research KedaiKOPI, Ashma Nur Afifah, memaparkan temuan survei terhadap 1.101 pemudik pada 23–30 Maret 2026. Ashma menjelaskan bahwa kepuasan ini diukur dari dua aspek besar: layanan armada transportasi umum serta infrastruktur dan kebijakan manajemen mudik. Kebijakan pemisahan pelabuhan yang berlaku di lintasan Merak–Bakauheni dan Ketapang–Gilimanuk pada 13–29 Maret 2026 ini mendapat nilai dukungan 7,66 dari skala 10, menjadikannya kebijakan favorit pemudik tahun ini.

Pada aspek layanan armada, kenyamanan bus, kereta api, maupun travel resmi menjadi nilai tertinggi secara konsisten. Namun setiap moda memiliki catatan perbaikan. Pengguna bus mengeluhkan kenyamanan terminal, penumpang kereta api menyoroti ketersediaan kuota tiket yang turun 8,7 persen menjadi 76,1 persen, dan pengguna travel resmi merasa kurang nyaman saat menunggu di pool. Untuk kapal laut, kepuasan tertinggi saat antrean masuk kapal, tetapi keteraturan antrean tiket di pelabuhan jadi titik terendah. Adapun pengguna pesawat mengapresiasi kenyamanan kabin, meski ketersediaan kuota tiket masih menjadi keluhan meski angkanya naik dari 76,2 persen menjadi 80 persen. Ashma menekankan bahwa penurunan ketersediaan kuota tiket kereta api menjadi perhatian khusus karena merupakan penurunan tertinggi di antara semua indikator.

Dari sisi infrastruktur dan kebijakan, jalan tol unggul jauh dibanding non-tol dengan kepuasan 91-92 persen. Penerangan jalan tol mencatatkan peningkatan paling spektakuler, naik 15 persen dari 77,2 persen menjadi 92,2 persen. Kebijakan rekayasa lalu lintas (one way dan contraflow) mendapat dukungan 80,8 persen responden, sementara posko kesehatan diapresiasi 82 persen pemudik, meski kedua angka ini turun dibanding 2025. Di rest area, ketersediaan bahan bakar menjadi yang terbaik (87,1 persen), namun kebersihan toilet hanya 77,8 persen karena lonjakan pemudik. Layanan darurat turun 12,5 persen menjadi 77,8 persen, dan kepatuhan pengendara lain menjadi aspek terendah (71,9 persen), turun 10,1 persen. Angka ini menunjukkan bahwa edukasi berlalu lintas masih menjadi pekerjaan rumah besar.

Kinerja kepolisian juga mendapat sorotan positif. Sebanyak 80,6 persen responden puas dengan Polantas dalam menjaga kelancaran arus mudik, dan 81,7 persen puas dengan keamanan arus mudik, meski kedua angka ini turun sekitar 6 persen dibanding 2025. Untuk keamanan rumah yang ditinggal mudik, 86,7 persen responden percaya pada aparat lingkungan seperti RT/RW atau satpam, sementara kepercayaan pada polisi di aspek ini 79,4 persen. "Jika kita fokus pada seluruh aspek terkait kinerja polisi, nilai rata-rata kepuasannya adalah 7,81. Jumlah responden yang merasa puas terhadap kinerja Polri secara keseluruhan sebanyak 84,1 persen," pungkas Ashma. Survei KedaiKOPI ini menegaskan bahwa meski ada beberapa aspek yang menurun, secara umum pemudik memberikan apresiasi tinggi terhadap manajemen pemerintah dan kinerja kepolisian dalam mengamankan arus mudik Lebaran 2026.(Avs)

0 comments:

Posting Komentar