Sejak pagi Senin (25/5/2026), AIPDA Andhika Candra, L., Bhabinkamtibmas Kelurahan Warujayeng, telah berkeliling dari satu kandang ke kandang sapi lainnya. Bukan untuk menghitung jumlah ternak semata, tetapi untuk memastikan bahwa hewan-hewan tersebut mendapatkan pakan yang cukup, tubuhnya sehat, dan kandangnya aman dari gangguan. Inilaah peran baru yang diemban Polri di tengah upaya pemerintah memperkuat ketahanan pangan nasional. Kapolres Nganjuk AKBP Suria Miftah Irawan menyebut kegiatan ini sebagai bentuk pendampingan menyeluruh kepada peternak rakyat, yang selama ini sering menjadi sektor terabaikan meski kontribusinya besar terhadap ekonomi lokal.
Menurut AKBP Suria, peternakan sapi bukan hanya soal daging dan susu. Ada dimensi ekonomi, sosial, bahkan keamanan di dalamnya. Seekor sapi yang sehat bisa menjadi sumber pendapatan rutin bagi keluarga peternak. Sebaliknya, ternak yang sakit atau mati dapat memicu tekanan ekonomi yang berujung pada kerawanan sosial. Oleh karena itu, Polri merasa perlu hadir tidak hanya saat terjadi tindak pidana pencurian ternak, tetapi juga dalam aspek pencegahan penyakit dan pakan. “Polri melalui Bhabinkamtibmas terus hadir mendampingi masyarakat untuk memastikan peternakan warga tetap terjaga,” tegas Kapolres.
Di lapangan, AIPDA Andhika tidak sekadar melihat dari jauh. Ia masuk ke kandang, memeriksa kondisi fisik sapi, mengecek kebersihan lantai dan tempat makan, serta memastikan tumpukan pakan tidak berjamur. Ia juga memberikan edukasi singkat kepada peternak tentang tanda-tanda awal penyakit mulut dan kuku (PMK) serta pentingnya vaksinasi rutin. Kapolsek Warujayeng Kompol H. Ahmad Junaedi menambahkan bahwa pihaknya akan mengoordinasikan temuan di lapangan dengan dinas terkait agar penanganan kesehatan hewan bisa lebih cepat. “Kami akan terus mendorong anggota untuk aktif memberikan pendampingan kepada masyarakat dalam mendukung program ketahanan pangan nasional,” ujarnya.
Dengan adanya pemantauan rutin dari Bhabinkamtibmas, diharapkan peternak di Warujayeng dan sekitarnya semakin sadar akan pentingnya manajemen peternakan yang baik. Ternak yang terawat dengan baik akan menghasilkan produktivitas maksimal, baik untuk konsumsi rumah tangga maupun untuk dijual ke pasar. Pada akhirnya, ketahanan pangan di Kabupaten Nganjuk bukan hanya tanggung jawab dinas pertanian, tetapi juga kolektif warga dan aparat keamanan. “Kami berharap masyarakat semakin peduli terhadap kesehatan dan keamanan ternak sehingga usaha peternakan yang dijalankan dapat memberikan hasil optimal bagi kebutuhan pangan maupun ekonomi keluarga,” pungkas Kapolsek. Di Warujayeng, ketahanan pangan dimulai dari kandang dan hati seorang Bhabinkamtibmas.(Avs)

0 comments:
Posting Komentar