Rabu, 20 Mei 2026

Bukan Cuma Kabar Hoaks, Ini Tantangan Besar Humas Polri di Era AI Menurut Polda Jatim


SURABAYA – Rapat Kerja Teknis (Rakernis) Bidang Humas Polda Jawa Timur yang digelar di Surabaya pada Kamis (21/5/2026) menyoroti lebih dari sekadar bahaya hoaks. Kepala Bidang Humas Polda Jatim, Kombes Pol Jules Abraham Abast, mengungkap bahwa perkembangan Artificial Intelligence (AI) telah menciptakan tantangan baru yang kompleks bagi fungsi kehumasan Polri. Tidak hanya kecepatan penyebaran informasi palsu, tetapi juga bagaimana narasi negatif dapat dirancang sedemikian rupa sehingga sulit dibedakan dari fakta. Karena itu, humas Polri dituntut untuk bertindak sebagai sumber kebenaran tunggal yang meluruskan disinformasi dengan data dan fakta hukum yang valid setiap saat.

Dalam Rakernis yang mengusung tema 'Optimalisasi Komunikasi Publik dan Manajemen Media Guna Mendukung Program Kerja Polri serta Pemerintah Dalam Mewujudkan Asta Cita Presiden RI', Kabid Humas menekankan pentingnya golden time dalam penanganan isu viral. Menurutnya, peristiwa yang tidak segera dikelola dalam masa kritis tersebut berpotensi membentuk opini publik negatif yang berakibat pada menurunnya kepercayaan masyarakat terhadap institusi Polri. Rakernis tahun ini menjadi ruang strategis untuk menyusun protokol komunikasi yang lebih cepat, tepat, dan terukur, sehingga setiap isu yang berkembang dapat direspons tanpa menimbulkan kegaduhan baru.

Selain strategi eksternal, Kombes Abast juga mengingatkan pentingnya disiplin internal berdasarkan Peraturan Kepolisian Nomor 6 Tahun 2023. Setiap personel Polri dilarang menyebarkan informasi yang belum diverifikasi, karena satu unggahan yang salah dari anggota dapat merusak citra institusi secara masif. Kabid Humas meminta seluruh jajaran untuk ikut menjaga kepercayaan publik dengan memberikan respons positif terhadap informasi yang benar dan tidak terprovokasi oleh narasi negatif. Pendekatan ini dinilai penting untuk membangun benteng pertahanan dari dalam sebelum melawan hoaks dari luar.

Polda Jatim juga berkomitmen untuk terus memperkuat sinergi dengan media massa sebagai mitra strategis dalam menjaga stabilitas informasi publik. Kabid Humas menilai bahwa kolaborasi yang erat antara Polri dan insan pers akan menciptakan ekosistem informasi yang sehat dan saling menguntungkan. Rakernis Bidhumas Polda Jatim 2026 diharapkan menjadi langkah awal menuju humas Polri yang lebih modern, adaptif, dan dipercaya masyarakat. Karena di era AI, kepercayaan adalah mata uang paling berharga, dan Polri bertekad untuk menjaganya dengan sekuat tenaga.(Avs)

0 comments:

Posting Komentar