Minggu, 17 Mei 2026

Bukan Hanya SIM yang Didapat, Manula di Nganjuk Juga Pulang dengan Ilmu Keselamatan


Senin pagi di Satpas Satlantas Polres Nganjuk, sekelompok manula datang dengan semangat mengurus SIM. Mereka tidak sendirian. Brigpol Gathut dari program Polantas Menyapa sudah siaga menyambut. Bedanya, pendampingan yang diberikan tidak berhenti di loket administrasi. Setelah para manula selesai mengurus berkas dan menjalani tes, Brigpol Gathut menyempatkan diri memberikan edukasi keselamatan berkendara. Materinya khusus dirancang untuk lansia: cara mengatur posisi duduk yang ergonomis, penggunaan kaca spion yang tepat, hingga pentingnya beristirahat setiap 30 menit perjalanan.(Avs)

Kasat Lantas Polres Nganjuk AKP Ivan Danara Oktavian menekankan bahwa program ini memiliki dua tujuan sekaligus: memudahkan administrasi dan meningkatkan keselamatan. "Kami tidak ingin manula memiliki SIM tetapi tetap berisiko tinggi di jalan. Jadi kami ajari mereka cara berkendara yang aman sesuai kondisi usia," jelasnya. Para pemohon pun mendapatkan wawasan baru, misalnya bahwa mengemudi di malam hari untuk lansia sebaiknya dihindari karena refleks yang mulai menurun, atau bahwa konsumsi obat tertentu bisa memengaruhi konsentrasi saat berkendara.(Avs)

Di lokasi, terlihat antusiasme para manula. Mereka tidak hanya sibuk mengisi formulir, tetapi juga aktif bertanya tentang batas kecepatan yang aman, cara menghadapi pengemudi lain yang ugal-ugalan, hingga teknik pengereman darurat. Brigpol Gathut menjawab semua dengan sabar. Suasana ruang pelayanan pun berubah dari formal menjadi seperti kelas edukasi yang hangat. Para manula pulang tidak hanya membawa SIM baru, tetapi juga bekal pengetahuan yang mungkin menyelamatkan nyawa mereka di jalan raya.(Avs)

Melalui Polantas Menyapa, Satlantas Polres Nganjuk membuktikan bahwa pelayanan publik bisa menjadi lebih dari sekadar urusan birokrasi. Ini adalah ruang untuk berbagi pengetahuan dan kepedulian. Para manula yang tadinya cemas datang ke Satpas, kini pulang dengan senyuman dan rasa percaya diri. Dari Nganjuk, sebuah inovasi sederhana lahir: pendampingan manula bukan hanya tentang SIM, tetapi tentang keselamatan dan martabat mereka sebagai bagian dari masyarakat yang terus bergerak.(Avs)

0 comments:

Posting Komentar