Minggu, 17 Mei 2026

Polybekas, Bibit Murah, dan Polisi: Trio Jitu Wujudkan Pekarangan Bergizi di Tanjunganom


Cerita sukses tidak selalu butuh modal besar. Di Kelurahan Tanjunganom, Nganjuk, Senin (18/5/2026), AIPTU Saktian Suryani membuktikan bahwa polybekas dan bibit murah bisa mengubah pekarangan sempit menjadi sumber pangan bergizi. Bhabinkamtibmas ini memantau langsung warga yang menerapkan metode vertikultur dan polybag untuk menanam sayuran. Di permukiman padat di mana tanah sangat terbatas, teknik menanam bertingkat ini menjadi solusi paling masuk akal.(Avs)

Kapolres Nganjuk AKBP Suria Miftah Irawan menekankan pentingnya inovasi seperti ini untuk memperkuat ketahanan pangan keluarga secara mandiri. "Polri mendorong masyarakat kreatif dan tidak menyerah pada keterbatasan lahan," ujarnya. Vertikultur mengubah konsep berkebun tradisional: tanaman tidak perlu menyebar ke samping, cukup tumbuh ke atas dalam rak-rak sederhana. Polybag yang mudah didapat dan murah memudahkan siapa saja untuk memulai, bahkan dengan anggaran terbatas.(Avs)

Di lapangan, AIPTU Saktian melakukan monitoring dan dialog hangat dengan warga. Ia mengecek apakah tanaman mendapat sinar matahari cukup, polybag tidak kebanjiran saat hujan, dan hama tidak menyerang. Kapolsek Warujayeng Kompol H. Ahmad Junaedi menegaskan bahwa pendampingan seperti ini akan terus digalakkan. "Kami ingin metode vertikultur menjadi kebiasaan, bukan sekadar proyek sesaat," jelasnya.(Avs)

Melalui kegiatan ini, diharapkan lebih banyak warga yang tergerak. Pekarangan yang selama ini hanya diisi jemuran atau dibiarkan kosong kini bisa ditanami puluhan polybag sayuran. Bhabinkamtibmas Saktian siap terus mendampingi. Dari Tanjunganom, sebuah gerakan sederhana lahir: cukup polybekas, bibit murah, dan polisi yang peduli, maka setiap rumah bisa memiliki kebun bergizi sendiri.(Avs)

0 comments:

Posting Komentar