Sabtu, 23 Mei 2026

Bukan Hanya Tangkap: Kompolnas Dorong Polda Metro Jaya Lakukan Patroli Dialogis dan Perlindungan Anak


Ribuan warga Jakarta setiap hari melintasi jalan-jalan ibu kota dengan rasa was-was akan kejahatan jalanan. Polda Metro Jaya merespons dengan operasi yang masif, terbukti dari pengungkapan 127 kasus selama 1 hingga 22 Mei 2026. Komisioner Kompolnas Irjen Pol (Purn) Ida Oetari Poernamasasi, dalam konferensi pers di Polda Metro Jaya pada Jumat (22/5/2026), memberikan dukungan resmi atas langkah tersebut. Namun Ida tidak hanya datang untuk bertepuk tangan. Ia membawa agenda penting: memastikan bahwa penindakan kejahatan jalanan tidak berhenti pada penangkapan, melainkan dilengkapi dengan perlindungan anak, patroli yang humanis, serta pengawasan ketat dari Kompolnas.

Salah satu pesan utama Ida adalah bahwa proses hukum terhadap para tersangka harus profesional, terukur, dan menghormati hak asasi manusia. Ia mengingatkan bahwa Peraturan Kapolri Nomor 1 Tahun 2009 tentang penggunaan kekuatan harus menjadi rujukan utama dalam setiap tindakan kepolisian. Penindakan yang proporsional dan dapat dipertanggungjawabkan adalah kunci agar publik tidak hanya merasa aman tetapi juga percaya bahwa hukum ditegakkan secara adil. Ida juga secara khusus menyoroti penanganan tersangka anak, yang membutuhkan pendekatan berbeda melalui unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) agar mekanisme perlindungan anak tidak terabaikan.

Ida juga mengkritisi pola patroli yang selama ini cenderung kuantitatif dan represif. Ia mendorong Polda Metro Jaya untuk memperbanyak patroli dialogis, di mana polisi berdialog dengan warga, mendengarkan keluhan, dan membangun kedekatan emosional. Patroli dialogis, menurut Ida, tidak hanya mencegah kejahatan tetapi juga memperbaiki citra Polri di mata masyarakat. Selain itu, ia mengajak warga Jakarta untuk tidak menjadi penonton pasif. Masyarakat dapat aktif melaporkan potensi gangguan kamtibmas melalui layanan 110 atau kanal resmi kepolisian lainnya. Partisipasi publik adalah salah satu pilar utama dalam menekan angka kejahatan jalanan secara berkelanjutan.

Di akhir konferensi pers, Ida menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh jajaran Polda Metro Jaya, mulai dari pimpinan hingga polsek di tingkat bawah, yang telah bekerja keras menekan kejahatan jalanan. “Ini menjadi atensi Kompolnas,” tegasnya, menandakan bahwa pengawasan akan terus berlangsung. Sinergi antara polisi, masyarakat, dan pemerintah daerah harus terus diperkuat agar keamanan Jakarta tidak hanya bergantung pada operasi besar-besaran, tetapi juga pada budaya saling menjaga. Dengan pendekatan yang seimbang antara penindakan, pencegahan, perlindungan anak, dan patroli humanis, Jakarta bisa menjadi kota yang tidak hanya aman tetapi juga manusiawi bagi seluruh warganya.(Avs)

0 comments:

Posting Komentar