Minggu, 31 Mei 2026

Bukan Sekadar Upacara, Yadnya Kasada 2026 Lahirkan Pengakuan untuk Kapolres dan Forkopimda


Desa Ngadisari, Sukapura, berubah menjadi pusat perhatian pada Minggu (31/5/2026) malam. Bukan hanya karena prosesi Yadnya Kasada yang sakral, tetapi juga karena adanya pengukuhan istimewa: AKBP M. Wahyudin Latif beserta jajaran Forkopimda dan komandan satuan dilantik sebagai Warga Kehormatan Suku Tengger di Pendopo Agung. Acara yang berlangsung khidmat ini dihadiri oleh tokoh adat, tokoh agama, serta masyarakat Tengger dari berbagai penjuru.

Menurut AKBP Latif, kehormatan ini membuatnya merasa memiliki rumah kedua di lereng Bromo. Ia pun menyatakan bahwa dirinya dan rekan-rekan yang dikukuhkan memiliki tanggung jawab lebih untuk menjaga, melindungi, dan mendukung keberlangsungan adat istiadat Tengger. Ia melihat Yadnya Kasada sebagai perekat sosial yang luar biasa, di mana semua lapisan masyarakat tanpa memandang latar belakang bisa duduk bersama merayakan warisan leluhur.

Bupati Mohammad Haris dalam sambutannya memberikan apresiasi tinggi kepada masyarakat Tengger yang tetap memegang teguh tradisi di tengah modernisasi. Ia juga mengingatkan bahwa kedekatan Yadnya Kasada dengan Hari Raya Idul Adha dan Waisak tahun ini harus dimaknai sebagai berkah. Toleransi beragama di kawasan Bromo dinilai sudah sangat matang, dan pengukuhan aparat sebagai warga kehormatan adalah bukti nyata dari kedewasaan tersebut.

Malam pun larut, namun semangat kebersamaan masih terasa hangat. AKBP Latif menutup dengan ajakan untuk bersinergi menjaga kelestarian budaya Tengger serta kawasan Gunung Bromo Tengger Semeru sebagai warisan dunia. Gelar warga kehormatan ini diharapkan menjadi jembatan emas antara hukum adat dan hukum nasional, sehingga perlindungan terhadap budaya lokal semakin kuat ke depannya.(Avs)

0 comments:

Posting Komentar