Polresta Sidoarjo melalui Polsek Balongbendo menggelorakan program swasembada pangan dengan pendekatan yang menyentuh langsung kebutuhan petani di lapangan. Sebuah lahan seluas 3.000 meter persegi di Desa Kedungsukodani, Kecamatan Balongbendo, yang sebelumnya tidak produktif dan hanya menjadi lahan tidur, kini disulap menjadi kebun jagung hibrida yang dikelola oleh warga setempat dengan pendampingan aktif dari Bhabinkamtibmas. Kapolsek Balongbendo, Kompol Sugeng Sulistiyono, menjelaskan bahwa budidaya jagung hibrida ini ditanam serentak sejak Januari 2026 dan menjadi salah satu lokasi percontohan pengembangan tanaman jagung di wilayah Sidoarjo. Keterlibatan Polri dalam program ini adalah bentuk nyata bahwa polisi tidak hanya hadir saat ada kejahatan, tetapi juga hadir sebagai sahabat petani yang peduli dengan ketahanan pangan.
Kompol Sugeng menegaskan bahwa keterlibatan polisi dalam pendampingan petani merupakan bentuk dukungan nyata terhadap program pemerintah dalam mewujudkan ketahanan pangan nasional yang mandiri dan berkelanjutan. Melalui fungsi Bhabinkamtibmas, anggota Polri tidak hanya melakukan pemantauan keamanan tetapi juga memberikan motivasi serta dukungan teknis agar petani dapat mengelola lahan secara optimal hingga masa panen. Lahan yang sebelumnya tidak produktif kini berubah menjadi kebun jagung yang hijau dan terawat, membuktikan bahwa dengan sinergi yang baik antara Polri dan masyarakat, ketahanan pangan di tingkat desa bisa terwujud. Program ini juga menjadi bukti bahwa lahan tidur sekalipun bisa dihidupkan kembali jika ada kemauan dan pendampingan yang konsisten.
Program pendampingan jagung hibrida ini juga menjadi bagian dari upaya Polri sebagai penggerak masyarakat dalam menciptakan kemandirian pangan berbasis lokal, mengurangi ketergantungan pada pasokan dari luar daerah. Kehadiran anggota kepolisian di lapangan secara rutin diharapkan dapat meningkatkan semangat petani dalam mengelola lahan secara maksimal, karena mereka tahu ada mitra yang peduli dan siap membantu saat menghadapi kesulitan. Dari hasil kegiatan yang telah berjalan, lahan yang sebelumnya tidak dimanfaatkan kini siap ditanami dan dirawat secara intensif hingga masa panen tiba, dengan hasil yang diharapkan melimpah. Secara umum, situasi keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayah hukum Polsek Balongbendo juga dilaporkan dalam kondisi aman dan kondusif, menjadi faktor pendukung utama keberhasilan program pertanian ini.
Polresta Sidoarjo berharap dengan langkah berkelanjutan seperti pendampingan jagung hibrida ini, program swasembada jagung dapat terus berkembang dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya dalam memperkuat ketahanan pangan di daerah. Kapolresta Sidoarjo, Kombes Pol Christian Tobing, menegaskan bahwa keberhasilan program ini tidak hanya diukur dari hasil panen semata, tetapi juga dari perubahan pola pikir masyarakat bahwa lahan tidur pun bisa menghasilkan jika dikelola dengan serius dan didampingi oleh aparat yang peduli. Ke depan, Polsek Balongbendo berencana memperluas program pendampingan ke desa-desa lain yang masih memiliki lahan tidak produktif, dengan melibatkan lebih banyak pihak termasuk penyuluh pertanian. Pada akhirnya, jagung hibrida yang tumbuh subur di lahan bekas kosong ini bukan sekadar tanaman pangan, tetapi simbol bahwa polisi dan petani bisa berjalan beriringan menuju ketahanan pangan nasional yang mandiri, berkelanjutan, dan membawa kesejahteraan bagi rakyat.(Avs)
.jpeg)
0 comments:
Posting Komentar