Jumat, 22 Mei 2026

Etalase Polri di Ujung Jalan: Wakapolri Buka Suara Soal Teknologi, Humanis, dan Kepercayaan Publik


Ketika Komjen Pol. Dedi Prasetyo membuka Rakernis Korlantas 2026 di Jakarta pada Jumat (22/5/2026), seluruh ruangan menyadari satu hal: mata publik sedang tertuju pada setiap gerak-gerik Polantas. Jajaran Korlantas, kata Dedi, adalah etalase institusi.

Bukan tanpa alasan. Lalu lintas adalah layanan publik paling kasat mata yang dirasakan masyarakat setiap hari. Mulai dari pengurusan SIM, tilang elektronik, hingga pengaturan arus mudik, semuanya membentuk persepsi tentang Polri.

Survei terbaru bahkan menunjukkan tingkat kepercayaan publik meningkat menjadi 63,7 persen, dengan tingkat kepuasan terhadap mudik mencapai 85,3 persen. Namun Dedi mengingatkan bahwa angka ini harus dirawat dengan kerja nyata.

Prioritas utama yang ia tekankan adalah digitalisasi layanan: cepat, transparan, terintegrasi, dan mudah diakses. Ia juga menyoroti tingginya angka kecelakaan di perlintasan sebidang serta black spot yang masih mengintai.

Kunci perubahan ada pada dua pilar: smart policing berbasis teknologi dan pelayanan yang humanis serta berintegritas. Menurut Dedi, tanpa keduanya, budaya tertib berlalu lintas tidak akan pernah terbangun dari akar.

“Lalu lintas adalah cermin peradaban bangsa,” pungkasnya. Dan di cermin itu, Polantas harus terlihat sebagai pelindung, bukan momok.(Avs)

0 comments:

Posting Komentar