Nganjuk- Kecepatan dan ketajaman penyelidikan Satreskrim Polres Nganjuk bersama Polsek Loceret diuji dan terbukti ketika mereka berhasil mengamankan 14 pelaku pengeroyokan yang menyebabkan satu orang tewas di Jalan Merapi, Desa Sukorejo, Kecamatan Loceret, hanya dalam waktu 5 jam setelah insiden berlangsung. Kamis (25/6/2026), aparat mengumumkan pengungkapan kasus yang terjadi pada Rabu dini hari (24/6/2026) sekitar pukul 02.00 WIB, di mana rombongan korban yang melintas dihadang, dilempari batu, dan dikeroyok hingga mengakibatkan korban berinisial MK meregang nyawa. Respons cepat ini menunjukkan komitmen Polres Nganjuk dalam menindak tegas setiap tindak pidana kekerasan yang meresahkan warga dan mengganggu stabilitas keamanan di wilayah Nganjuk.
Nganjuk- Kapolres Nganjuk, AKBP Suria Miftah Irawan, membenarkan bahwa tim gabungan segera melakukan penyelidikan intensif, memeriksa saksi-saksi, mengumpulkan barang bukti, dan melacak keberadaan para pelaku hingga akhirnya berhasil menangkap mereka dalam tempo yang sangat singkat. Ia menegaskan bahwa kasus ini ditangani secara serius karena mengakibatkan korban luka-luka dan satu korban meninggal dunia, dan seluruh pelaku akan diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku dengan tetap memperhatikan mekanisme peradilan bagi pelaku anak. Keberhasilan ini menjadi bukti bahwa Polres Nganjuk tidak akan tinggal diam menghadapi aksi kekerasan yang mengancam keselamatan masyarakat.
Nganjuk- Wakapolres Nganjuk, Kompol Didid Wahyu Agustyawan, memaparkan bahwa peristiwa bermula saat rombongan korban mengendarai tiga sepeda motor melintas dari arah timur ke barat dan dihadang sekelompok pemuda di depan SDN Sukorejo, lalu dilempari batu hingga jatuh dan dikeroyok bersama-sama. Akibatnya, MK tewas akibat luka berat di kepala, beberapa korban luka-luka, dan dua unit sepeda motor rusak karena dirusak pelaku. Polisi menetapkan tiga pelaku utama, sembilan pelaku anak, dan dua pelaku dewasa yang akan diproses dalam berkas terpisah, dengan total 14 pelaku yang berhasil diamankan beserta barang bukti berupa dua unit motor, batu bata, pecahan batu cor, dan visum rumah sakit.
Nganjuk- Kapolres menegaskan bahwa proses hukum akan berjalan profesional, transparan, dan tuntas, serta mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan pengawasan terhadap anak-anak di malam hari agar tragedi serupa tidak kembali terjadi. Polres Nganjuk berkomitmen untuk terus menegakkan keadilan dan memberikan rasa aman kepada seluruh warga, serta mengapresiasi kerja keras tim gabungan yang berhasil mengungkap kasus ini dalam waktu singkat. Pengungkapan kilat ini menjadi pesan tegas bahwa kekerasan tidak akan ditoleransi dan pelaku akan menghadapi proses hukum yang setimpal dengan perbuatannya.(Avs)
.jpeg)
0 comments:
Posting Komentar