Kamis, 04 Juni 2026

Hb Rendah hingga Tekanan Darah, Ini Tantangan Personel Polres Nganjuk Saat Donor Darah


Donor darah yang digelar Polres Nganjuk bersama PMI Kabupaten Nganjuk pada Kamis (4/6/2026) berhasil mengumpulkan 150 kantong darah. Namun di balik keberhasilan itu, ada tantangan yang dihadapi oleh para personel yang ingin berbagi. Kasidokkes Polres Nganjuk Aipda Sunarto mengungkapkan bahwa tidak sedikit peserta yang datang dengan niat tulus justru harus dipulangkan karena tidak lolos tahap screening awal. Faktor utamanya adalah kadar Hemoglobin (Hb) yang berada di bawah atau di atas batas normal, serta tekanan darah yang tidak ideal. Ini menjadi pelecut bagi Polres Nganjuk untuk lebih memperhatikan kesehatan personelnya secara rutin, bukan hanya saat akan ada kegiatan donor darah. Kapolres Nganjuk AKBP Suria Miftah Irawan menyebut bahwa kegiatan ini sekaligus berfungsi sebagai medical check-up dadakan yang memberikan gambaran kondisi kesehatan anggota.

Meskipun ada sejumlah personel yang gagal donor, antusiasme anggota Polres Nganjuk dan jajarannya tidak surut. Mereka tetap datang, mengantre dengan sabar, dan menjalani pemeriksaan pendahuluan. Bagi yang memenuhi syarat, mereka dengan bangga menyumbangkan darahnya. Bagi yang belum memenuhi syarat, mereka justru termotivasi untuk memperbaiki kesehatannya. Kapolres menegaskan bahwa kegiatan donor darah ini adalah bentuk kepedulian sosial Polri kepada masyarakat sekaligus bagian dari rangkaian menyambut Hari Bhayangkara ke-80. "Melalui kegiatan donor darah ini kami ingin memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya membantu ketersediaan stok darah di PMI Kabupaten Nganjuk," ujar AKBP Suria Miftah Irawan, seraya menambahkan bahwa setiap kantong darah sangat berarti bagi mereka yang membutuhkan.

Aipda Sunarto menjelaskan bahwa 150 kantong darah yang berhasil terkumpul akan segera disalurkan melalui PMI Kabupaten Nganjuk kepada masyarakat yang membutuhkan. Proses screening yang ketat sebelum donor bukan untuk mempersulit, tetapi untuk memastikan bahwa darah yang diambil benar-benar aman bagi penerima dan juga tidak membahayakan pendonor. Kapolres mengapresiasi semangat seluruh personel yang ikut serta, baik yang berhasil donor maupun yang belum memenuhi syarat. "Yang terpenting adalah niat dan kesadaran untuk berbagi. Kesehatan bisa diperbaiki, tetapi semangat kemanusiaan harus tetap menyala," ujarnya menginspirasi.

Kegiatan donor darah ini menjadi bukti bahwa perayaan Hari Bhayangkara ke-80 di Nganjuk tidak hanya diramaikan dengan upacara dan atraksi, tetapi juga dengan aksi nyata yang menyelamatkan nyawa. 150 kantong darah yang terkumpul adalah aset berharga bagi PMI Kabupaten Nganjuk yang sering menghadapi kelangkaan stok darah. Kapolres berharap ke depan, kegiatan donor darah bisa melibatkan masyarakat luas, tidak hanya internal Polri. Dari Mapolres Nganjuk, pesan kemanusiaan mengalir bersama setiap tetes darah yang disumbangkan: bahwa menjadi seorang polisi berarti siap berkorban, tidak hanya dalam tugas tetapi juga dalam berbagi kehidupan dengan sesama.(Avs)

0 comments:

Posting Komentar