Sabtu, 25 Juli 2026

404 Calon Taruna Akpol 2026 Diuji dengan Standar Baru di Semarang


Semarang- Transformasi rekrutmen Polri memasuki babak baru dengan dilaksanakannya seleksi Taruna Akademi Kepolisian tahun 2026 yang mengusung standar lebih tinggi dan relevan dengan kebutuhan organisasi di masa depan. Wakapolri Komjen Dedi Prasetyo memimpin langsung tahapan akhir seleksi tingkat pusat di Gedung Serba Guna Akpol Semarang pada Jumat (24/7), di mana 404 calon taruna dan taruni yang terdiri dari 365 pria dan 39 wanita menjalani serangkaian ujian terakhir. Asisten SDM Kapolri Irjen Anwar mengungkapkan bahwa tahun ini Polri menghadirkan dua kebaruan signifikan, yaitu penerapan tes komputer dan peningkatan kualitas soal akademik dengan standar setara olimpiade, sebagai bentuk adaptasi terhadap perkembangan teknologi dan tuntutan tugas kepolisian yang semakin kompleks.


Tes komputer menjadi salah satu inovasi yang dianggap krusial untuk memastikan bahwa calon taruna memiliki kemampuan dasar dalam mengoperasikan perangkat digital. Irjen Anwar menegaskan bahwa di era modern ini, personel Polri dituntut untuk melek teknologi, baik dalam hal pengoperasian komputer, gadget, maupun sistem informasi kepolisian. Tanpa kemampuan tersebut, mereka akan kesulitan bersaing dan menjalankan tugas dengan efektif di lapangan. Oleh karena itu, tes komputer diterapkan di semua jenjang rekrutmen, mulai dari tamtama, bintara, hingga perwira, untuk memastikan bahwa setiap calon anggota Polri memiliki fondasi literasi digital yang kuat sejak awal karier mereka.


Selain aspek teknologi, standar akademik juga mengalami peningkatan yang cukup drastis dengan mengadopsi level kesulitan setara olimpiade. Materi ujian yang mencakup bahasa Inggris, pengetahuan umum, dan matematika kini dirancang untuk menguji kemampuan berpikir kritis, analitis, dan pemecahan masalah, bukan lagi sekadar hafalan dari buku teks. Irjen Anwar menyebut perubahan ini sebagai langkah maju yang sangat membanggakan, karena Polri membutuhkan personel yang mampu menganalisis permasalahan secara mendalam dan merumuskan solusi yang tepat. Kemampuan inilah yang menjadi kebutuhan utama Polri di masa depan, di mana tantangan keamanan dan ketertiban semakin dinamis dan tidak bisa dihadapi dengan pendekatan konvensional yang mengandalkan hafalan semata.


Hingga tahap akhir, proses seleksi telah melalui berbagai rangkaian ketat, mulai dari administrasi, kesehatan, psikologi, kesamaptaan jasmani, hingga pemeriksaan penampilan yang dinilai langsung oleh enam pejabat utama Polri, termasuk Wakapolri, Kalemdiklat, As SDM, Kadiv Propam, Wairwasum, dan Gubernur Akpol. Dengan pembaruan yang dihadirkan pada seleksi tahun ini, Polri menunjukkan komitmennya untuk melahirkan perwira muda yang unggul, adaptif, dan siap menghadapi dinamika tugas kepolisian di era digital. Irjen Anwar optimistis bahwa para taruna yang lolos seleksi akan menjadi generasi penerus yang tidak hanya cakap secara teknis dan intelektual, tetapi juga memiliki karakter kuat dan kemampuan berpikir kritis yang menjadi modal utama bagi Polri dalam menghadapi tantangan masa depan yang semakin kompleks.(Avs)

0 comments:

Posting Komentar