Semarang- Upacara Penutupan Pendidikan Taruna Akpol Angkatan ke-58 di Lapangan Bhayangkara, Jumat (10/7), tidak hanya menjadi momen kelulusan 282 Calon Perwira Remaja, tetapi juga ajang penegasan peran strategis Polri dalam mendukung kebijakan pemerintah. Wakapolri Komjen Dedi Prasetyo membacakan amanat Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo yang memaparkan berbagai program nyata Polri di sektor pangan, energi, kesehatan, infrastruktur, hingga pendidikan. Para perwira muda dibekali pemahaman bahwa tugas mereka kelak tidak hanya menegakkan hukum, tetapi juga menjadi motor penggerak pembangunan di tengah masyarakat.
Kapolri dalam amanatnya menyebut sejumlah program unggulan Polri yang telah berjalan, seperti pemanfaatan lahan untuk penanaman jagung, pembangunan Gudang Ketahanan Pangan Polri, penyelenggaraan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), hingga pembangunan Jembatan Merah Putih Presisi. Di sektor energi, Polri memperkuat penegakan hukum di bidang migas, pertambangan, dan ketenagalistrikan, serta mengamankan objek vital nasional dan distribusi energi. Perlindungan hak-hak pekerja melalui Desk Ketenagakerjaan Polri dan pendirian SMA Kemala Taruna Bhayangkara juga menjadi bukti komitmen Polri dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia.
Wakapolri menekankan bahwa seluruh program tersebut adalah wujud dukungan Polri dalam memperkuat ketahanan pangan dan energi, meningkatkan kualitas kesehatan dan gizi, memperluas akses infrastruktur, serta mempersiapkan generasi muda unggul. Di tengah dinamika geopolitik global yang penuh ketidakpastian, peran Polri menjadi semakin krusial dalam menjaga stabilitas nasional dan memastikan program-program strategis berjalan dengan baik. Para perwira muda lulusan Akpol diharapkan dapat mengimplementasikan nilai-nilai ini dalam setiap tugas pengabdian mereka.
Pembekalan yang diberikan kepada 282 capaja ini bukan sekadar teori, melainkan panduan praktis tentang bagaimana Polri hadir sebagai solusi bagi berbagai persoalan bangsa. Dengan bekal pemahaman tentang geopolitik dan peran strategis institusi, para perwira muda siap menjadi pemimpin Polri yang profesional, adaptif, dan berintegritas. Mereka adalah generasi penerus yang akan membawa semangat transformasi Polri menuju pelayanan publik yang semakin humanis dan berdampak luas bagi kesejahteraan masyarakat.(Avs)
.jpeg)
0 comments:
Posting Komentar