Sabtu, 01 Agustus 2026

Cabai Tetap Bergoyang: Aipda Heru Bawa Jurus Irigasi Tetes ke Lahan Sukomoro


Sukomoro-Nganjuk- Meskipun kemarau kali ini terasa lebih dahsyat, Aipda Heru P. tidak membiarkan petani cabai di Desa Bungur berjuang sendirian, karena baginya ketahanan pangan adalah tanggung jawab bersama yang harus diwujudkan dengan tindakan nyata. Dengan semangat pantang menyerah, ia melintasi lahan yang mulai retak-retak, mengamati kondisi tanaman yang sebagian sudah menunjukkan gejala kekeringan parah. Namun alih-alih larut dalam kekhawatiran, ia memilih untuk menjadi pembawa solusi, menghadirkan ide-ide segar yang mungkin selama ini tidak terpikirkan oleh para petani.


Petani yang ditemuinya dengan jujur mengakui bahwa mereka sudah kehabisan akal menghadapi musim kemarau yang berkepanjangan, karena air yang ada hanya cukup untuk menyiram sebagian kecil lahan. Ia mengungkapkan kekhawatiran bahwa jika hujan tidak segera turun dalam waktu dekat, seluruh investasi dan kerja keras mereka selama berbulan-bulan akan musnah sia-sia. Aipda Heru mendengarkan dengan penuh perhatian, lalu dengan tenang memperkenalkan konsep irigasi tetes sebagai senjata rahasia untuk bertahan di musim kering tanpa harus boros air.


Ia menjelaskan secara rinci bahwa dengan sistem ini, air akan menetes perlahan langsung ke zona perakaran, sehingga setiap tetes memiliki fungsi maksimal dan tidak ada air yang terbuang percuma. Petani mulai tertarik dan bertanya tentang biaya serta bahan-bahan yang diperlukan, dan Aipda Heru meyakinkan mereka bahwa solusi ini sangat terjangkau dan bisa dibuat dari material yang mudah ditemukan di sekitar desa. Dengan bantuan dinas terkait yang akan ia koordinasikan, ia berjanji akan mendampingi proses implementasi hingga sistem benar-benar berjalan.


Di akhir kunjungan, senyum mulai muncul di wajah petani yang sebelumnya cemas, karena mereka merasa tidak lagi berjalan sendiri dalam menghadapi kesulitan. Aipda Heru berharap bahwa apa yang ia mulai hari ini akan menjadi budaya baru di Desa Bungur, di mana petani berani mencoba inovasi dan aparat hadir sebagai mitra yang sigap. Dari lahan cabai yang haus ini, ia membawa pulang keyakinan bahwa dengan kegigihan dan kolaborasi, tidak ada kemarau yang tidak bisa ditaklukkan. (Avs)

0 comments:

Posting Komentar