Minggu, 02 Agustus 2026

Dari Tanah Pekarangan ke Meja Makan: Peran Bhabinkamtibmas dalam Mewujudkan Pangan Sehat di Nganjuk


Nganjuk- Senin pagi yang cerah di Desa Duren dimanfaatkan Aipda Suratin untuk melakukan sesuatu yang mungkin tidak terbayang oleh banyak orang: memantau pertumbuhan kacang panjang dan terong di pekarangan warga. Sebagai Bhabinkamtibmas, ia tidak sekadar menjalankan perintah, tetapi meyakini bahwa tugas pengayoman memiliki makna yang lebih luas. Menjaga keamanan berarti menjaga ketersediaan pangan, dan menjaga pangan berarti menjaga kehidupan. Maka, pemantauan Pekarangan Pangan Bergizi (P2B) ini bukanlah kegiatan sampingan, melainkan bagian penting dari pengabdiannya kepada masyarakat.


Kapolres Nganjuk AKBP Suria Miftah Irawan memberikan apresiasi tinggi terhadap langkah ini. Menurutnya, pemanfaatan pekarangan secara produktif adalah solusi lokal yang memiliki dampak global, karena jika setiap keluarga bisa memenuhi kebutuhan sayurnya sendiri, maka ketahanan pangan nasional akan terbangun dari bawah. Polri, tegasnya, akan terus mendorong masyarakat untuk mengelola lahan yang dimiliki, tidak peduli sekecil apa pun, karena dari situlah kemandirian pangan dimulai.


Dalam kunjungan lapangannya, Aipda Suratin berinteraksi langsung dengan pemilik pekarangan, bertukar pikiran tentang teknik perawatan dan strategi panen yang optimal. Ia mengajak warga untuk melihat pekarangan sebagai sumber pangan yang sehat dan berkelanjutan, bukan sekadar hiasan rumah. Dengan pendekatan yang hangat dan penuh semangat, ia berhasil menumbuhkan rasa percaya diri warga bahwa mereka bisa menghasilkan pangan sendiri tanpa harus menunggu bantuan dari luar.


AKP Totok Harianto, Kapolsek Ngronggot, menegaskan bahwa pihaknya akan terus mengoptimalkan peran Bhabinkamtibmas dalam program ini, karena ketahanan pangan adalah tanggung jawab bersama. Melalui kegiatan di Desa Duren, ia berharap semakin banyak warga yang tergerak untuk menanam berbagai komoditas pangan di pekarangan mereka, tidak hanya untuk kebutuhan sendiri tetapi juga sebagai kontribusi nyata terhadap ketahanan pangan nasional. Desa Duren kini melangkah sebagai pionir, membuktikan bahwa dengan tekad dan pendampingan yang tepat, setiap jengkal tanah bisa menjadi sumber kehidupan yang tak pernah habis.(Avs)

0 comments:

Posting Komentar