Biak- Detik-detik hari keenam penanganan Karhutla di Biak Numfor menjadi momen penting bagi personel Kompi 4 Batalyon A Pelopor Satbrimob Polda Papua yang kembali diterjunkan dengan kekuatan penuh ke lokasi-lokasi kritis. Tiga daerah yang menjadi pusat perhatian adalah Kampung Darfuar yang terletak di belakang Pasar Maryendi, serta Kampung Sumberker yang berada di sepanjang Jalan Raya Biak Timur. Dukungan satu unit Water Cannon turut mempercepat proses penyiraman dan pembasahan yang sebelumnya memakan waktu berjam-jam dengan metode manual.
Biak- Pemadaman yang dilakukan oleh personel mencakup seluruh area yang masih menyisakan bara, dengan prosedur pembasahan yang dilakukan secara berkala untuk memastikan tanah benar-benar dingin. Water Cannon bekerja secara bergantian dengan personel yang membawa alat semprot portabel untuk menjangkau sudut-sudut yang tidak terjangkau oleh semburan air bertekanan tinggi. Personel juga melakukan patroli keliling untuk memastikan tidak ada percikan yang lolos dari pengawasan dan mengancam rumah-rumah penduduk di sekitar lokasi kebakaran.
Biak- Karo Penmas Divhumas Polri Brigjen Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko kembali mengingatkan publik bahwa Polri mengerahkan semua sumber daya yang dimiliki, termasuk Water Cannon dan personel terlatih, untuk memastikan Karhutla dapat tertangani dengan optimal. Ia menegaskan bahwa fokus utama bukan hanya memadamkan api, tetapi juga memastikan bara yang tersisa tidak mengancam keselamatan masyarakat dan kelestarian hutan Biak. Dalam keterangan tertulisnya pada Sabtu, 29 Agustus 2026, ia menyebut sinergi antarinstansi sebagai kunci keberhasilan operasi di tengah keterbatasan medan.
Biak- Selama proses pemadaman berlangsung, setiap regu secara bergiliran memantau kondisi sekitar untuk mengantisipasi munculnya titik api baru yang sering terjadi akibat sambaran sinar matahari pada serasah kering. Metode bertahap yang diterapkan memungkinkan personel untuk bergerak lebih metodis, dengan prioritas pada area yang paling radek menyebar terlebih dahulu sebelum beralih ke zona yang relatif aman. Keselamatan personel dan warga sipil menjadi prioritas absolut, sehingga setiap langkah diambil setelah melalui pertimbangan matang terhadap risiko di lapangan.
Biak- Memasuki hari keenam, kondisi personel tetap prima karena pembagian tugas yang seimbang dan asupan logistik yang terjamin selama operasi berlangsung. Semangat gotong royong antaranggota Kompi 4 terlihat jelas dalam setiap gerakan, saling bahu-membahu membawa selang dan mengarahkan semprotan air ke titik-titik yang masih mengeluarkan asap tipis. Penanganan dan pemantauan berkelanjutan menjadi komitmen bersama, dengan jadwal piket yang diatur secara dinamis menyesuaikan perubahan kondisi cuaca dan kebutuhan di lokasi kejadian.
Biak- Di tengah kesibukan teknis di lapangan, imbauan untuk masyarakat terus digaungkan agar tidak melakukan pembakaran lahan secara sembarangan yang bisa memicu kebakaran luas seperti yang terjadi di Biak saat ini. Personel menyampaikan pesan ini melalui pendekatan persuasif, mengunjungi rumah-rumah warga di sekitar lokasi untuk memberikan pemahaman tentang bahaya jangka panjang asap bagi kesehatan dan kerusakan ekosistem. Harapan besar disematkan pada peran aktif masyarakat sebagai mata dan telinga tambahan bagi petugas dalam mendeteksi dini potensi kebakaran di lingkungan masing-masing.
Biak- Tindakan Satbrimob Polda Papua ini merupakan bentuk tanggung jawab moral dan institusional dalam melindungi wilayah Biak Numfor dari ancaman Karhutla yang dapat merusak keseimbangan alam dan mengganggu aktivitas ekonomi masyarakat. Enam hari perjuangan tanpa henti menjadi bukti bahwa konsistensi dan kesiapsiagaan adalah kunci dalam menghadapi bencana ekologis yang tidak mengenal waktu. Semoga langkah ini menjadi awal dari kesadaran kolektif untuk merawat lingkungan, dan Biak akan selalu menjadi contoh bagaimana manusia dan alam dapat hidup berdampingan dengan aman dan damai. (Avs)
.jpeg)
0 comments:
Posting Komentar