Senin, 01 Juni 2026

26 Tersangka dan Rp21,7 M Kerugian, Satgas Haji dan PSS Saudi Bersatu Padu Perkuat Perlindungan Jemaah


Di sela persiapan akhir musim haji 1447 H, sebuah pertemuan penting berlangsung di Bandara Internasional King Abdul Aziz, Jeddah, Senin (1/6/2026). Wakapolri Komjen Pol. Prof. Dr. Dedi Prasetyo bersama perwakilan Presidency of State Security (PSS) Arab Saudi yang dipimpin Brigjen Muhammad Al Qohtoni membahas evaluasi sekaligus penguatan kerja sama perlindungan jemaah Indonesia. Diskusi yang dihadiri pula oleh Ses NCB Interpol Indonesia Brigjen Pol. Dr. Untung Widyatmoko, Atase Polri Kombes Pol. Bambang Yudhantara Salamun, serta jajaran PSS ini menjadi momentum penting mengingat data terbaru dari Subsatgas Gakkum Satgas Haji per 29 Mei 2026 mencatat 29 Laporan Polisi, 30 Laporan Informasi, 26 tersangka, 550 korban, dan total kerugian masyarakat mencapai lebih dari Rp21,7 miliar.

Wakapolri menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada PSS atas dukungan pengamanan selama musim haji tahun ini. Ia menegaskan bahwa Polri bersama Satgas Haji dan Kementerian Haji dan Umum RI berkomitmen untuk terus memperkuat koordinasi lintas instansi, baik di dalam negeri maupun dengan otoritas Arab Saudi, guna melindungi jemaah dari berbagai modus kejahatan seperti penipuan berkedok perjalanan haji non-prosedural. Brigjen Muhammad Al Qohtoni merespons positif dengan menyebut Indonesia sebagai mitra strategis yang memiliki kontribusi besar. Kedua pihak sepakat untuk terus meningkatkan pertukaran informasi, penguatan kapasitas kelembagaan, serta pemanfaatan teknologi dalam pengamanan dan pelayanan jemaah.

Selain menangani aspek penegakan hukum, Satgas Haji juga aktif melakukan langkah pencegahan. Edukasi masyarakat, pengawasan keberangkatan jemaah, serta koordinasi lintas kementerian dan lembaga terus digalakkan untuk mencegah masyarakat menjadi korban praktik haji ilegal. Dalam pertemuan dengan PSS, Wakapolri juga menyoroti pentingnya berbagi pengalaman dan praktik baik. Arab Saudi yang setiap tahun mengelola jutaan jemaah dari berbagai negara dengan dukungan teknologi modern dianggap memiliki banyak hal yang bisa dipelajari Indonesia untuk meningkatkan kualitas pengelolaan kegiatan berskala besar di masa depan.

Kadiv Humas Polri Irjen Pol. Johnny Eddizon Isir menegaskan bahwa evaluasi penyelenggaraan haji tahun ini menjadi modal berharga. "Penyelenggaraan ibadah haji tahun ini memberikan banyak pembelajaran. Melalui evaluasi komprehensif dan penguatan koordinasi antara Indonesia dan Arab Saudi, diharapkan kualitas pelayanan, pengamanan, dan perlindungan jemaah Indonesia dapat terus ditingkatkan," ujarnya. Polri berjanji akan terus mendukung kebijakan pemerintah, memperkuat perlindungan warga negara, serta membangun kerja sama yang konstruktif dengan berbagai pihak. Dengan sinergi yang semakin erat, diharapkan jemaah Indonesia ke depan dapat beribadah dengan lebih aman, nyaman, dan terbebas dari praktik-praktik ilegal yang merugikan.(Avs)

0 comments:

Posting Komentar