Slide # 1

INFINIX

To put the future in the hands of the people who want it and need it most Read More

Slide # 2

INFINIX

FTo put the future in the hands of the people who want it and need it most Read More

Slide # 3

INFINIX

To put the future in the hands of the people who want it and need it most Read More

Slide # 4

INFINIX

To put the future in the hands of the people who want it and need it most Read More

Slide # 5

INFINIX

To put the future in the hands of the people who want it and need it most Read More

Minggu, 26 Juli 2026

Polsek Jatikalen Perkuat Sinergi dengan Petani Lewat Sambang Dialogis


Nganjuk, Jatikalen- Minggu (26/7) pagi, suasana persawahan di Desa Begendeng mendadak lebih hangat dengan kehadiran Aiptu Wahyu, Bhabinkamtibmas Polsek Jatikalen, yang datang bersambang dialogis dengan para petani. Tidak hanya berdiri di pinggir sawah, ia turun langsung menemui warga yang tengah bekerja, berbincang santai tentang berbagai hal, dari kondisi tanaman hingga pesan-pesan kamtibmas yang penting untuk menjaga keamanan lingkungan. Kegiatan ini merupakan wujud nyata komitmen Polsek Jatikalen Polres Nganjuk dalam mendukung program pemerintah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pendekatan yang humanis dan persuasif.


Kapolres Nganjuk melalui jajaran Polsek Jatikalen menyampaikan bahwa sambang dialogis ini bertujuan untuk mempererat hubungan antara Polri dan masyarakat, khususnya para petani yang menjadi garda terdepan ketahanan pangan. Dalam interaksinya, Aiptu Wahyu memberikan dukungan dan motivasi agar para petani tetap semangat bekerja dan terus meningkatkan produktivitas pertanian. Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga kerukunan dengan sesama dan bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban lingkungan, karena situasi yang kondusif akan sangat mendukung kelancaran aktivitas pertanian dan ketersediaan pangan di wilayah tersebut.


Selama berdialog, Bhabinkamtibmas mendengarkan dengan seksama berbagai cerita dan keluhan para petani tentang perjuangan mereka mengelola lahan di tengah berbagai tantangan. Ia memberikan semangat agar mereka tetap optimis dan tidak mudah menyerah, karena kerja keras mereka sangat berarti bagi ketahanan pangan nasional. Aiptu Wahyu juga mengajak warga untuk saling menjaga kerukunan dan gotong royong, karena kebersamaan adalah kunci utama dalam menghadapi berbagai kesulitan yang muncul di tengah musim tanam maupun musim panen.


Polsek Jatikalen berharap melalui kegiatan sambang dialogis ini, kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam mendukung Program Ketahanan Pangan Nasional semakin meningkat. Dengan interaksi langsung yang hangat dan penuh kekeluargaan, Bhabinkamtibmas mampu membangun kepercayaan dan kedekatan emosional dengan warga, yang menjadi fondasi kuat dalam menjaga stabilitas kamtibmas. Polres Nganjuk berkomitmen untuk terus mendampingi petani dalam setiap langkah, karena kesejahteraan masyarakat adalah tujuan utama dari setiap program yang dijalankan, dan pertanian yang subur adalah cermin dari bangsa yang maju dan mandiri.(Avs)

Sabtu, 25 Juli 2026

Aipda Andik Chandra Pantau Jagung dan Irigasi di Nglaban, Dukung Ketahanan Pangan


Nganjuk- Pagi Minggu yang cerah dimanfaatkan Aipda Andik Chandra, Bhabinkamtibmas Desa Nglaban, untuk melaksanakan pemantauan lahan jagung milik warga binaannya. Tidak hanya melihat tanaman dari kejauhan, ia turun langsung ke tengah ladang, memeriksa kondisi batang jagung, dan mengecek saluran irigasi yang menjadi penentu keberhasilan panen di musim kemarau. Kegiatan yang berlangsung pada 26 Juli ini merupakan implementasi nyata dari komitmen Polres Nganjuk dalam mendukung Program Ketahanan Pangan Nasional, di mana polisi hadir sebagai mitra petani dalam setiap tahap produksi pertanian.


Kapolres Nganjuk AKBP Suria Miftah Irawan menyampaikan bahwa kehadiran Bhabinkamtibmas di tengah masyarakat menjadi bagian dari strategi Polri untuk memastikan ketahanan pangan tetap terjaga. Menurutnya, produktivitas pertanian sangat dipengaruhi oleh dua faktor utama: ketersediaan air dan situasi keamanan yang kondusif. Dengan melakukan monitoring secara rutin, Bhabinkamtibmas dapat memastikan saluran irigasi berfungsi dengan baik, sekaligus memberikan imbauan kepada petani untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi gangguan keamanan di sekitar lahan pertanian.


Aipda Andik Chandra tampak fokus memeriksa setiap sudut lahan, mengamati kesuburan tanah dan tanda-tanda serangan hama yang bisa merusak tanaman. Ia juga berdialog dengan para petani, mendengar cerita mereka tentang perjuangan mengairi lahan di tengah kemarau panjang, serta memberikan motivasi agar tetap semangat merawat tanaman hingga masa panen tiba. Imbauan untuk menjaga kebersihan saluran irigasi dan mengamankan kendaraan serta peralatan pertanian juga disampaikan, sebagai bentuk kepedulian terhadap keselamatan dan kelancaran aktivitas pertanian warga.


Kapolsek Loceret AKP Triyono menegaskan bahwa pendampingan di sektor pertanian akan terus dioptimalkan melalui peran Bhabinkamtibmas yang memiliki kedekatan emosional dengan masyarakat. Dengan sinergi yang kuat antara polisi, petani, dan pemerintah daerah, diharapkan produktivitas jagung di Desa Nglaban terus meningkat dan ketahanan pangan nasional dapat terwujud dari tingkat desa. Polres Nganjuk berkomitmen untuk terus hadir mendampingi masyarakat dalam setiap langkah, karena kesejahteraan rakyat adalah tujuan utama dari setiap program yang dijalankan, dan pertanian yang maju adalah fondasi dari bangsa yang makmur dan mandiri.(Avs)

404 Calon Taruna Akpol 2026 Diuji dengan Standar Baru di Semarang


Semarang- Transformasi rekrutmen Polri memasuki babak baru dengan dilaksanakannya seleksi Taruna Akademi Kepolisian tahun 2026 yang mengusung standar lebih tinggi dan relevan dengan kebutuhan organisasi di masa depan. Wakapolri Komjen Dedi Prasetyo memimpin langsung tahapan akhir seleksi tingkat pusat di Gedung Serba Guna Akpol Semarang pada Jumat (24/7), di mana 404 calon taruna dan taruni yang terdiri dari 365 pria dan 39 wanita menjalani serangkaian ujian terakhir. Asisten SDM Kapolri Irjen Anwar mengungkapkan bahwa tahun ini Polri menghadirkan dua kebaruan signifikan, yaitu penerapan tes komputer dan peningkatan kualitas soal akademik dengan standar setara olimpiade, sebagai bentuk adaptasi terhadap perkembangan teknologi dan tuntutan tugas kepolisian yang semakin kompleks.


Tes komputer menjadi salah satu inovasi yang dianggap krusial untuk memastikan bahwa calon taruna memiliki kemampuan dasar dalam mengoperasikan perangkat digital. Irjen Anwar menegaskan bahwa di era modern ini, personel Polri dituntut untuk melek teknologi, baik dalam hal pengoperasian komputer, gadget, maupun sistem informasi kepolisian. Tanpa kemampuan tersebut, mereka akan kesulitan bersaing dan menjalankan tugas dengan efektif di lapangan. Oleh karena itu, tes komputer diterapkan di semua jenjang rekrutmen, mulai dari tamtama, bintara, hingga perwira, untuk memastikan bahwa setiap calon anggota Polri memiliki fondasi literasi digital yang kuat sejak awal karier mereka.


Selain aspek teknologi, standar akademik juga mengalami peningkatan yang cukup drastis dengan mengadopsi level kesulitan setara olimpiade. Materi ujian yang mencakup bahasa Inggris, pengetahuan umum, dan matematika kini dirancang untuk menguji kemampuan berpikir kritis, analitis, dan pemecahan masalah, bukan lagi sekadar hafalan dari buku teks. Irjen Anwar menyebut perubahan ini sebagai langkah maju yang sangat membanggakan, karena Polri membutuhkan personel yang mampu menganalisis permasalahan secara mendalam dan merumuskan solusi yang tepat. Kemampuan inilah yang menjadi kebutuhan utama Polri di masa depan, di mana tantangan keamanan dan ketertiban semakin dinamis dan tidak bisa dihadapi dengan pendekatan konvensional yang mengandalkan hafalan semata.


Hingga tahap akhir, proses seleksi telah melalui berbagai rangkaian ketat, mulai dari administrasi, kesehatan, psikologi, kesamaptaan jasmani, hingga pemeriksaan penampilan yang dinilai langsung oleh enam pejabat utama Polri, termasuk Wakapolri, Kalemdiklat, As SDM, Kadiv Propam, Wairwasum, dan Gubernur Akpol. Dengan pembaruan yang dihadirkan pada seleksi tahun ini, Polri menunjukkan komitmennya untuk melahirkan perwira muda yang unggul, adaptif, dan siap menghadapi dinamika tugas kepolisian di era digital. Irjen Anwar optimistis bahwa para taruna yang lolos seleksi akan menjadi generasi penerus yang tidak hanya cakap secara teknis dan intelektual, tetapi juga memiliki karakter kuat dan kemampuan berpikir kritis yang menjadi modal utama bagi Polri dalam menghadapi tantangan masa depan yang semakin kompleks.(Avs)

Lidi Sapu Berperekat Jadi Senjata, Pencuri Kotak Amal di Lamongan Ditangkap


Lamongan- Modus pencurian uang kotak amal dengan lidi sapu berperekat kembali terungkap di Lamongan, setelah Polsek Karanggeneng berhasil mengamankan YS (42), warga Sukomulyo, pada Jumat (24/7) sekitar pukul 14.20 WIB. Pelaku diduga melakukan aksinya di salah satu masjid di Dusun Ngembet, Desa Banjarmadu, Kecamatan Karanggeneng, dengan cara memancing uang dari kotak amal menggunakan alat sederhana yang telah dimodifikasi. Kasi Humas Polres Lamongan Ipda M. Hamzaid mengungkapkan bahwa pengungkapan kasus ini berawal dari informasi masyarakat yang segera ditindaklanjuti Kapolsek Karanggeneng Iptu Sofian Ali beserta anggota, yang kemudian melakukan penyelidikan hingga pelaku berhasil diamankan.


Hasil pemeriksaan awal menunjukkan bahwa YS merupakan residivis yang pernah terlibat dalam kasus pencurian kotak amal dan pencurian kendaraan bermotor sebelumnya. Dari tangan pelaku, petugas menyita barang bukti berupa satu buah lidi patah dengan perekat, uang tunai hasil curian sebesar Rp394.000, serta satu unit sepeda motor yang digunakan sebagai sarana kejahatan. Pelaku kini telah diamankan di Polsek Karanggeneng untuk menjalani proses penyidikan lebih lanjut, dengan sangkaan Pasal 476 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP terkait tindak pidana pencurian.


Ipda Hamzaid menjelaskan bahwa kasus ini menjadi peringatan bagi pengurus masjid dan tempat ibadah lainnya untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap modus pencurian yang terus berkembang. Kotak amal yang selama ini menjadi wadah pengumpulan dana sosial seringkali menjadi target karena dianggap mudah dibobol dengan alat sederhana. Polres Lamongan berkomitmen untuk terus mengusut kasus ini dan mencari kemungkinan keterlibatan pelaku dalam aksi pencurian lainnya di wilayah Kabupaten Lamongan.


Masyarakat diimbau untuk tetap waspada dan segera melaporkan setiap tindak pidana yang terjadi melalui layanan kepolisian 110 agar dapat segera ditindaklanjuti. Polres Lamongan juga mengapresiasi peran aktif warga dalam memberikan informasi yang sangat membantu pengungkapan kasus ini. Dengan sinergi yang erat antara polisi dan masyarakat, diharapkan situasi kamtibmas di Lamongan tetap aman dan kondusif, serta pelaku kejahatan tidak lagi memiliki ruang untuk meresahkan warga yang sedang beribadah atau beraktivitas di lingkungan sekitarnya.(Avs)

Polres Nganjuk dan Kejari Gelar Off-Road Baong#4, Bawa Pesan Sosial dan Wisata


Nganjuk- Suasana riuh dan penuh semangat menyambut pembukaan Event Off-Road Sinergitas Bhayangkara dan Adhyaksa Baong#4 Tahun 2026 yang digelar di Monumen Dr. Sutomo, Desa Ngepeh, Loceret, pada Sabtu (25/7). Kapolres Nganjuk AKBP Suria Miftah Irawan bersama Kajari Nganjuk Dr. Dino Kriesmiardi secara resmi melepas 120 kendaraan off-road yang siap menaklukkan medan ekstrem di wilayah Loceret, dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara ke-80 dan Hari Adhyaksa ke-66. Bupati Nganjuk Marhaen Djumadi dan Wakil Bupati Trihandy Cahyo Saputro turut hadir memberikan dukungan penuh terhadap kegiatan yang menggabungkan olahraga, sosial, dan promosi wisata ini.


Kapolres Nganjuk menegaskan bahwa off-road Baong#4 menjadi bukti nyata sinergi yang kuat antara Polri dan Kejaksaan dalam menciptakan kegiatan yang bermanfaat bagi masyarakat luas. Menurutnya, ajang ini tidak hanya mempererat hubungan antarinstansi, tetapi juga menjadi sarana untuk menyalurkan bantuan sosial kepada warga sekitar, memperkenalkan potensi wisata alam, dan mendorong pertumbuhan ekonomi lokal melalui promosi destinasi seperti Jolotundo. Dengan demikian, setiap putaran ban off-road membawa pesan tentang pentingnya kebersamaan dalam membangun daerah, di mana keindahan alam Nganjuk bisa dinikmati dan dilestarikan bersama.


Para peserta off-road dengan penuh antusias melintasi jalur-jalur menantang yang telah disiapkan, menunjukkan keterampilan dan keberanian dalam menghadapi medan berbatu dan berlumpur. Kapolres mengimbau agar seluruh pengemudi mengutamakan keselamatan, mematuhi aturan, serta menjaga keamanan dan kelestarian lingkungan selama dua hari kegiatan hingga 26 Juli. Kehadiran Forkopimda dan Forkopimcam Loceret turut memastikan bahwa acara berjalan dengan tertib, aman, dan penuh dengan semangat sportivitas yang tinggi.


Event Off-Road Baong#4 yang berlangsung selama dua hari ini diharapkan mampu menjadi agenda rutin tahunan yang tidak hanya dinantikan oleh para pecinta otomotif, tetapi juga oleh masyarakat yang ingin menyaksikan pesona alam Nganjuk. Kapolres optimistis bahwa melalui kegiatan ini, nama Nganjuk akan semakin dikenal sebagai daerah yang kaya akan keindahan alam dan memiliki sinergi antarinstansi yang solid. Dengan penutupan pembukaan yang berlangsung lancar, Polres Nganjuk dan Kejari siap melanjutkan kolaborasi positif ini, menjadikan off-road sebagai ikon kebersamaan yang menginspirasi seluruh elemen bangsa untuk terus bergerak maju dalam semangat gotong royong dan persatuan.(Avs)

Program Piramida Polres Gresik, Kopi dan Dialog Bersama Insan Pers


Gresik- Suasana keakraban menyelimuti Ruang Rupatama SAR Polres Gresik pada Kamis (23/7) ketika Kapolres AKBP Ramadhan Nasution menggelar "Ngopi Bareng Media" dalam program Piramida. Didampingi Wakapolres Kompol Shabda Purusha Putra dan para pejabat utama, Kapolres duduk bersama awak media dari berbagai organisasi dan platform pemberitaan untuk berdialog santai sambil menikmati secangkir kopi hangat. Kegiatan ini menjadi ajang silaturahmi yang sarat manfaat, di mana isu-isu seputar kamtibmas, penyampaian informasi publik, dan penguatan sinergi antara kepolisian dan pers dibahas secara terbuka dan penuh semangat kebersamaan.


Kapolres Gresik menyampaikan bahwa program Piramida adalah wujud nyata komitmen Polri dalam membangun kemitraan yang setara dan produktif dengan insan pers. Menurutnya, media adalah pilar penting dalam demokrasi yang memiliki tanggung jawab besar untuk menyajikan informasi yang edukatif dan menyejukkan bagi masyarakat. Kapolres mengingatkan bahwa di era digital yang penuh dengan gempuran informasi, peran wartawan profesional menjadi semakin krusial untuk memverifikasi kebenaran berita dan meluruskan narasi yang simpang siur. Ia juga menekankan bahwa pemberitaan yang tidak bertanggung jawab dapat berdampak serius pada stabilitas kamtibmas, sehingga kolaborasi yang erat antara polisi dan media adalah keharusan.


Dialog yang berlangsung dalam suasana santai namun serius ini menjadi ruang untuk saling mendengar dan memahami tantangan masing-masing pihak. Para wartawan menyampaikan apresiasi atas keterbukaan Polres Gresik dalam memberikan akses informasi, sekaligus menyoroti beberapa kendala yang masih dihadapi di lapangan. Kapolres merespons dengan mendengarkan secara seksama dan berjanji akan terus meningkatkan koordinasi serta pelayanan kepada media, karena hubungan yang harmonis adalah kunci keberhasilan dalam menjaga kondusivitas wilayah Kabupaten Gresik.


Polres Gresik berharap melalui kegiatan Ngopi Bareng Media ini, sinergi antara kepolisian dan insan pers semakin solid dan berkelanjutan. Kapolres optimistis bahwa dengan komunikasi yang baik, Polres dan media akan mampu menciptakan ekosistem informasi yang sehat, di mana masyarakat menerima berita yang akurat, mencerdaskan, dan membangun. Ia menutup pertemuan dengan ajakan untuk terus menjaga kebersamaan dan profesionalisme, karena kemajuan Gresik adalah hasil kerja semua pihak yang berkomitmen pada kebenaran, keadilan, dan kedamaian. Dengan semangat Piramida, polisi dan pers akan berdiri bersama sebagai benteng pertahanan bangsa di tengah arus informasi yang semakin deras dan kompleks.(Avs)

Kapolresta Sumenep dan Awak Media Berdialog, Perkuat Kemitraan


Sumenep- Gedung PWI Kabupaten Sumenep menjadi ruang dialog yang hidup pada Jumat (24/7) ketika Kapolresta Kombes Pol Ariek Indra Sentanu duduk bersama para wartawan dalam acara silaturahmi yang penuh keakraban. Kehadiran Kapolresta ini menjadi bukti nyata bahwa Polresta Sumenep berkomitmen penuh untuk membangun hubungan yang terbuka dan setara dengan insan pers, karena keduanya memiliki visi yang sama: menyajikan informasi yang benar dan bermanfaat bagi masyarakat. Dalam sambutannya, Kapolresta menegaskan bahwa media adalah mitra strategis yang tidak bisa dipisahkan dari tugas kepolisian dalam menjaga keamanan dan ketertiban.


Kombes Ariek menyampaikan bahwa sinergi yang baik antara Polresta dan PWI akan menciptakan arus informasi yang lancar dan terpercaya, sehingga publik tidak mudah terombang-ambing oleh berita bohong atau narasi yang memecah belah. Menurutnya, wartawan memiliki peran penting sebagai penyambung lidah kepolisian kepada masyarakat, sekaligus menjadi pengawas kritis yang memastikan setiap kebijakan dijalankan dengan benar. Dengan komunikasi yang intensif, kedua institusi ini dapat saling mengisi dan memperkuat, menciptakan ekosistem yang saling menguntungkan bagi semua pihak.


Pertemuan yang berlangsung mulai pukul 10.30 WIB ini diisi dengan diskusi santai namun mendalam tentang berbagai isu ketenagakerjaan di Sumenep, mulai dari pemberitaan kriminal hingga program-program pencegahan yang digalakkan Polresta. Kapolresta juga mendengarkan secara seksama masukan dari para wartawan tentang bagaimana kepolisian dapat lebih responsif dalam memberikan informasi kepada media. Dialog yang terbuka dan jujur ini menciptakan iklim saling percaya yang menjadi modal berharga bagi kemitraan jangka panjang antara Polresta Sumenep dan insan pers.


PWI Kabupaten Sumenep mengapresiasi langkah Kapolresta yang dinilai sangat visioner dalam membangun hubungan yang harmonis dengan media. Mereka berharap kegiatan silaturahmi ini tidak berhenti di sini, tetapi menjadi awal dari kolaborasi yang lebih erat dalam menyebarluaskan informasi yang mencerdaskan dan membangun. Dengan sinergi yang terus dipupuk, Sumenep akan menjadi daerah yang aman, damai, dan maju, di mana kepolisian dan pers berjalan berdampingan menuju tujuan yang sama: kesejahteraan dan kebahagiaan seluruh masyarakat.(Avs)