Senin, 29 Juni 2026

MENGAPA KURSUS SINGKAT INI LEBIH PENTING DARI UJIAN ITU SENDIRI


Nganjuk- Jika biasanya ujian praktik SIM menjadi ajang pembuktian kemampuan, di Nganjuk justru terjadi pembalikan peran yang menarik. Selasa (30/6/2026), Satpas SIM Polres Nganjuk menjadi saksi bagaimana Aipda Andik Sujatmiko mengubah momen pra-ujian menjadi laboratorium belajar berkendara yang esensial. Para pemohon tidak langsung dihadapkan pada lintasan, melainkan dibekali dengan pemahaman mengapa aturan berkendara itu ada, bukan sekadar bagaimana cara melewatinya. Sesi ini menjadi fondasi kuat yang membuat ujian praktik terasa seperti formalitas belaka bagi mereka yang sudah paham betul.


Nganjuk- AKBP Suria Miftah Irawan menekankan bahwa tujuan utama kursus ini adalah menanamkan benih kedisiplinan sejak dini. Peserta dibimbing untuk mengidentifikasi titik buta kendaraan dan cara antisipasi terhadap pengendara lain, yang jarang diajarkan dalam buku panduan resmi. Aipda Andik dengan cerdik menyisipkan simulasi risiko berkendara dalam cuaca hujan atau malam hari, mempersiapkan mereka pada skenario nyata. Inilah yang membuat kursus ini lebih bernilai daripada sekadar drill lintasan, karena menyentuh aspek kognitif dan afektif pengemudi.


Nganjuk- Kasat Lantas AKP Afandy Dwi Takdir menyatakan bahwa pendekatan preventif ini adalah kunci menekan angka pelanggaran lalu lintas di kalangan pemula. Dengan memahamkan esensi keselamatan, peserta tidak lagi menganggap SIM sebagai "kartu bebas", melainkan sebagai lisensi moral untuk menjaga nyawa sendiri dan orang lain. Polantas Menyapa membuktikan bahwa pelayanan yang baik tidak berhenti pada prosedur, tetapi pada dampak yang ditinggalkan. Harapannya, ilmu singkat ini akan terus melekat dalam ingatan dan menjadi panduan setiap kali mereka membuka gas di jalan raya Nganjuk. (Avs)

0 comments:

Posting Komentar