Nganjuk- Pagi itu, ruang tunggu ujian teori SIM di Satlantas Polres Nganjuk dipenuhi oleh puluhan pemohon yang tampak antusias mendengarkan penjelasan Briptu Rizky. Sebelum ujian resmi dimulai, Kamis (2/7/2026), ia memberikan tutorial singkat tentang tata cara penggunaan sistem ujian berbasis digital, mulai dari login, pengisian data, hingga navigasi perangkat agar peserta tidak keliru saat menginput jawaban. Program Polantas Menyapa ini menjadi bukti bahwa Polri tidak hanya fokus pada hasil akhir, tetapi juga pada proses yang membuat masyarakat merasa aman dan didampingi sejak langkah pertama.
Kapolres Nganjuk AKBP Suria Miftah Irawan menyampaikan bahwa pendampingan pra-ujian ini adalah wujud komitmen Polres Nganjuk dalam menghadirkan pelayanan yang humanis dan profesional. Ia berharap dengan adanya tutorial singkat ini, para pemohon SIM tidak lagi mengalami kendala teknis yang dapat menghambat kelancaran ujian. Briptu Rizky dengan sabar menjawab setiap pertanyaan yang diajukan peserta, memastikan bahwa tidak ada satupun pemohon yang meninggalkan ruangan dengan kebingungan tentang cara mengoperasikan sistem ujian digital.
Kasat Lantas Polres Nganjuk AKP Afandy Dwi Takdir menegaskan bahwa inovasi ini lahir dari keinginan untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan publik di bidang penerbitan SIM. Dengan memahami bahwa setiap pemohon memiliki tingkat literasi digital yang berbeda, pendampingan seperti ini menjadi sangat penting untuk menciptakan kesetaraan akses dan kesempatan. Satlantas Polres Nganjuk berkomitmen untuk terus mengembangkan program-program serupa yang memudahkan masyarakat, karena pelayanan yang berkualitas adalah cerminan Polri yang profesional, modern, dan selalu hadir untuk masyarakat.(Avs)

0 comments:
Posting Komentar