Jakarta- Polri menggelar Forum Tematik Bakohumas di Jakarta Selatan pada Kamis (27/8) untuk membahas optimalisasi Layanan Polisi 110 yang menjadi andalan masyarakat dalam situasi darurat. Forum yang diikuti perwakilan kementerian dan lembaga ini membahas pengembangan layanan dari berbagai aspek, mulai dari transformasi digital, penguatan operasional, hingga manajemen risiko komunikasi dan reputasi.
Staf Ahli Menteri Bidang Komunikasi dan Media Massa Kementerian Komunikasi dan Digital, Dra. Molly Prabawati, menyoroti tuntutan masyarakat terhadap pelayanan pemerintah yang semakin tinggi, terutama dalam hal kecepatan dan kemudahan akses. Layanan Polisi 110, menurutnya, adalah salah satu bentuk kehadiran negara yang harus terus ditingkatkan kualitasnya agar masyarakat merasa aman dan terlindungi.
Brigjen Pol. Dicky Sondani dari Divhumas Polri menegaskan bahwa Layanan 110 harus berorientasi pada manfaat nyata yang dirasakan masyarakat, bukan sekadar nomor telepon atau aplikasi. "Ketika masyarakat menghubungi 110, mereka harus yakin bahwa Polri mendengar, Polri merespons, dan Polri hadir," ujarnya dengan penuh keyakinan di hadapan para peserta.
Polri menargetkan respons awal operator dalam 10 detik dan kehadiran petugas di lokasi dalam 10 menit, yang membutuhkan dukungan sistem terintegrasi dan kesiapan personel di lapangan. Kepala Biro Teknologi Komunikasi Div TIK Polri Brigjen Pol. Dr. Indarto menjelaskan bahwa Layanan 110 tidak berhenti pada penerimaan panggilan, tetapi setiap laporan dicatat dan diteruskan ke unit terdekat.
Masyarakat dapat memanfaatkan Layanan 110 untuk melaporkan kecelakaan lalu lintas, tindak kejahatan, kondisi darurat, kebakaran, gangguan lalu lintas, hingga informasi layanan kepolisian. Karo Jianstra Stamaops Polri Brigjen Pol. Marsudianto memaparkan pengembangan layanan melalui integrasi sistem, pemanfaatan AI, dan peningkatan profesionalisme operator di seluruh wilayah.
Pakar kebijakan publik Dr. Hardy R. Hermawan menekankan bahwa keberhasilan Layanan 110 ditentukan oleh kecepatan respons, kualitas SDM, transparansi, dan komunikasi yang empatik. Forum ini juga menyoroti pentingnya sosialisasi agar masyarakat memahami tata cara melapor dan mencegah penggunaan layanan untuk prank call atau laporan palsu yang dapat mengganggu penanganan darurat. (Avs)
.jpeg)
0 comments:
Posting Komentar