Jakarta- Polda Metro Jaya mengamankan 65 orang dan menyita 201 botol kaca berikut sumbu yang diduga akan digunakan sebagai bom molotov, serta 39 senjata tajam dalam operasi pencegahan gangguan keamanan. Pengungkapan ini disampaikan dalam konferensi pers di Aula Satya Haprabu Ditreskrimum Polda Metro Jaya pada Kamis (27/8) oleh Direktur Reserse Kriminal Umum Kombes Pol Dr. Iman Imanuddin.
"Penyidik masih mendalami siapa saja yang memiliki peran dalam proses perekrutan, pembiayaan, penyediaan sarana, pengorganisasian massa, maupun pihak yang memberikan perintah atau arahan," ujar Kombes Iman. Selain botol dan senjata tajam, polisi juga mengamankan dua airsoft gun, satu tabung gas airsoft gun, gotri, tiga stik golf, serta tujuh jeriken berisi bensin yang siap digunakan.
Petugas juga menemukan tas ransel, banner, pengeras suara, pilok, obat-obatan, dan telepon seluler yang turut diamankan sebagai barang bukti. Penyidik saat ini tengah menelusuri sumber pendanaan yang berkaitan dengan pengadaan sejumlah barang tersebut melalui keterangan para pihak, komunikasi digital, dan transaksi keuangan untuk memperoleh gambaran utuh mengenai rangkaian persiapan yang dilakukan.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto menegaskan bahwa langkah kepolisian diarahkan untuk menjaga agar penyampaian aspirasi tetap berlangsung dalam ruang yang aman dan kondusif. "Kami tidak membatasi masyarakat untuk menyampaikan aspirasi. Yang kami cegah adalah potensi tindakan yang dapat membahayakan keselamatan, memicu kekerasan, atau mengganggu kepentingan masyarakat lainnya," ujar Kombes Budi.
Polda Metro Jaya juga melakukan patroli ruang digital untuk mengantisipasi provokasi, disinformasi, fitnah, maupun konten kebencian yang berpotensi memicu keresahan. Hingga pukul 10.38 WIB, situasi Jakarta terpantau aman dan terkendali, sementara aktivitas lalu lintas, pendidikan, ibadah, dan perekonomian tetap berjalan normal.
"Demokrasi memberi ruang bagi perbedaan pendapat, tetapi kekerasan tidak boleh mengambil ruang di dalamnya. Aspirasi harus tetap dapat disampaikan, sementara keselamatan masyarakat wajib kita jaga bersama," pungkas Kombes Budi. Polri akan terus melakukan langkah-langkah preventif dan penegakan hukum untuk memastikan stabilitas keamanan di tengah dinamika demokrasi yang berlangsung. (Avs)

0 comments:
Posting Komentar