Slide # 1

INFINIX

To put the future in the hands of the people who want it and need it most Read More

Slide # 2

INFINIX

FTo put the future in the hands of the people who want it and need it most Read More

Slide # 3

INFINIX

To put the future in the hands of the people who want it and need it most Read More

Slide # 4

INFINIX

To put the future in the hands of the people who want it and need it most Read More

Slide # 5

INFINIX

To put the future in the hands of the people who want it and need it most Read More

Senin, 03 Agustus 2026

Kapolda Jatim Pastikan Tak Ada Ancaman Kerusuhan di Jatim, Warga Diminta Tak Percaya Hoaks


SURABAYA - Kapolda Jawa Timur Irjen Pol. Drs. Nanang Avianto, M.Si. memastikan kondisi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di Jawa Timur tetap aman dan terkendali. 


Masyarakat diminta tidak mudah mempercayai narasi provokatif yang beredar di media sosial, termasuk isu yang menyebut Jawa Timur akan menjadi lokasi kerusuhan.


Pernyataan itu disampaikan Kapolda Jatim saat membuka Focus Group Discussion (FGD) Dialog Kebangsaan bertema “Merawat Bhinneka Tunggal Ika, Memperkuat Kesatuan Bangsa di Tengah Polarisasi di Ruang Digital” di Surabaya, Senin (3/8/2026).


Menurut Irjen Nanang, dialog kebangsaan digelar sebagai forum memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa di tengah meningkatnya tantangan polarisasi informasi di ruang digital yang berpotensi memicu perpecahan apabila tidak disikapi secara bijak.


“Situasi kamtibmas di Jawa Timur tetap aman, tertib, dan kondusif. Kondisi ini merupakan hasil kerja sama dan gotong royong seluruh elemen masyarakat Jawa Timur,” kata Irjen Nanang.


Menurut Kapolda Jatim, dibalik perkembangan teknologi informasi yang membuat arus informasi menyebar begitu cepat, masyarakat juga dihadapkan pada ancaman penyebaran hoaks, disinformasi, ujaran kebencian, provokasi hingga intoleransi yang dapat mengganggu persatuan bangsa dan stabilitas keamanan.


Irjen Pol Nanang mengungkapkan, dalam beberapa waktu terakhir pihaknya mencermati beredarnya sejumlah konten media sosial yang membangun narasi seolah-olah Jawa Timur akan menjadi lokasi kerusuhan. 


Narasi tersebut dikaitkan dengan kegiatan rutin seperti pemeliharaan bangunan maupun peningkatan pengamanan fasilitas umum, lalu dibandingkan dengan situasi yang terjadi di negara lain.


“Terhadap hal ini saya sampaikan secara terbuka bahwa berdasarkan fakta di lapangan, tidak ada satu pun indikasi yang membenarkan narasi itu. Tidak ada ancaman kerusuhan di Jawa Timur, kondisi kita aman dan terkendali,” tegas Irjen Nanang.


Ia juga menegaskan Polda Jatim siap memfasilitasi sekaligus mengamankan seluruh kegiatan masyarakat agar setiap perbedaan pendapat diselesaikan melalui musyawarah, bukan melalui tindakan yang berpotensi menimbulkan gesekan.


“Polri siap memfasilitasi dan mengamankan agar setiap perbedaan pilihan diselesaikan di meja musyawarah dan tidak berujung pada gesekan yang merugikan masyarakat umum,” ujar Irjen Nanang.


Dalam kesempatan itu, Kapolda Jatim mengajak seluruh komponen bangsa menjadi agen perdamaian di ruang digital. 


Ia meminta masyarakat mengedepankan etika dalam bermedia sosial, tidak mudah mempercayai maupun menyebarkan informasi yang belum terverifikasi, menolak segala bentuk ujaran kebencian, intoleransi, dan provokasi, serta mengedepankan dialog, musyawarah, dan gotong royong dalam menyelesaikan setiap persoalan.


Selain itu, Kapolda Jatim kembali menekankan pentingnya menanamkan nilai-nilai Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika kepada generasi muda sebagai fondasi menjaga persatuan bangsa di era digital.


Irjen Pol. Nanang Avianto berharap Dialog Kebangsaan tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial semata, melainkan menjadi momentum memperkuat komitmen dan sinergi seluruh elemen masyarakat dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).


“Mari kita terus jadikan semangat Jogo Jatim sebagai fondasi dalam menjaga kamtibmas, mendukung pembangunan, mendorong pertumbuhan ekonomi, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Dengan semangat Jogo Jatim itu, kita wujudkan ruang digital sebagai wadah persatuan, bukan arena perpecahan,” pungkas Irjen Nanang. (*)

Minggu, 02 Agustus 2026

Samsat Keliling di CFD: Inovasi Polres Nganjuk yang Buat Bayar Pajak Jadi Aktivitas Akhir Pekan


Nganjuk- Minggu pagi di Alun-Alun Nganjuk kini tidak hanya tentang olahraga dan rekreasi, tetapi juga tentang kemudahan mengurus pajak kendaraan. Pada Minggu (2/8/2026), Satlantas Polres Nganjuk melalui program Polantas Menyapa menghadirkan Samsat Keliling di tengah Car Free Day, menciptakan konsep baru di mana warga bisa menyelesaikan kewajiban administratif sambil menikmati udara segar dan aktivitas fisik. Ini adalah terobosan yang mengubah cara pandang masyarakat tentang pelayanan publik yang selama ini terkesan kaku dan birokratis.


Kapolres Nganjuk AKBP Suria Miftah Irawan menyatakan bahwa kehadiran Samsat Keliling di CFD adalah bagian dari upaya Polri untuk memberikan pelayanan yang mudah dijangkau dan menyesuaikan dengan gaya hidup masyarakat. Dengan layanan ini, warga dapat mengurus pajak di luar jam kantor, tanpa harus repot-repot mengatur ulang jadwal kerja atau kehilangan waktu istirahat. Ini adalah pelayanan yang benar-benar berpihak pada masyarakat.


Antusiasme yang tinggi terlihat dari banyaknya warga yang memanfaatkan layanan ini sejak pagi. Mereka datang dengan sukarela, membawa dokumen yang diperlukan, dan dalam hitungan menit, urusan mereka selesai. Banyak yang mengaku bahwa ini adalah pengalaman membayar pajak yang paling menyenangkan karena mereka bisa melakukannya sambil berolahraga atau bersantai di ruang terbuka yang nyaman.


AKP Afandy Dwi Takdir, Kasat Lantas Polres Nganjuk, menjelaskan bahwa inovasi ini diharapkan dapat meningkatkan kepatuhan wajib pajak dengan memberikan kemudahan dan kenyamanan yang maksimal. Melalui program Polantas Menyapa, Satlantas Polres Nganjuk berkomitmen untuk terus menghadirkan pelayanan yang profesional, cepat, dan humanis di berbagai ruang publik. Ia berharap ke depan, Samsat Keliling tidak hanya hadir di CFD, tetapi juga di berbagai titik strategis lainnya, membuktikan bahwa Polri selalu hadir untuk melayani masyarakat di mana pun dan kapan pun mereka membutuhkan.(Avs)

Bukan Sekadar Tanaman: Aipda Gogot Pantau Ekosistem Pangan Lengkap di Pekarangan Watudandang


Nganjuk- Di Desa Watudandang, Kecamatan Prambon, Aipda Gogot menyaksikan fenomena yang menggembirakan pada Senin (3/8/2026). Pekarangan warga tidak lagi monoton dengan satu jenis tanaman, melainkan menjadi ekosistem pangan mini yang lengkap: kolam ikan di sudut, bedeng terong di sisi lain, dan semuanya tumbuh dalam harmoni. Sebagai Bhabinkamtibmas, ia melihat ini sebagai pertanda bahwa kesadaran akan ketahanan pangan telah berakar kuat di hati warga, dan tugasnya adalah memastikan gerakan ini terus bergerak maju.


AKBP Suria Miftah Irawan, Kapolres Nganjuk, mengungkapkan bahwa keberagaman komoditas dalam program P2B adalah cermin dari kemandirian pangan yang sejati. Polri, lanjutnya, akan terus mendukung dan mendampingi masyarakat agar program ini berjalan secara berkelanjutan, karena setiap kolam ikan yang terawat dan setiap terong yang dipanen adalah langkah kecil menuju ketahanan pangan nasional yang lebih kuat. Dukungan ini, tegasnya, diberikan tanpa syarat dan tanpa pamrih.


Aipda Gogot menyusuri setiap pekarangan dengan penuh perhatian, berbincang dengan warga tentang pengelolaan kolam, perawatan terong, dan rencana pengembangan ke depan. Ia juga mendorong warga untuk tidak hanya memenuhi kebutuhan sendiri, tetapi juga memikirkan peluang ekonomi dari hasil pekarangan mereka. Dialog yang hangat dan penuh semangat ini menciptakan ikatan emosional antara Bhabinkamtibmas dan warga, yang melampaui batas-batas tugas formal.


AKP Afrizal Akbar Haris, Kapolsek Prambon, menegaskan bahwa pihaknya akan terus mengoptimalkan peran Bhabinkamtibmas dalam mendampingi setiap desa binaan, memastikan bahwa program P2B berjalan sesuai potensi lokal dan kebutuhan masyarakat. Ia berharap Desa Watudandang dapat terus menjadi inspirasi bagi desa-desa lain dalam mengelola pekarangan secara terpadu dan produktif. Desa ini kini menjelma menjadi laboratorium ketahanan pangan yang hidup, di mana kolam ikan dan bedeng terong bukan sekadar komoditas, melainkan simbol dari sinergi antara polisi dan masyarakat dalam membangun kemandirian dan kesejahteraan yang berkelanjutan.(Avs)

Panen Bawang Merah di Girirejo: Saat Bhabinkamtibmas Menjadi Motivator dan Pelindung Petani


Nganjuk- Di Desa Girirejo, Kecamatan Bagor, Senin (3/8/2026) bukan sekadar hari biasa. Ribuan umbi bawang merah siap dipanen, dan para petani bergerak dengan penuh semangat dari pagi buta. Di tengah hiruk-pikuk aktivitas itu, Bripka Eka P. berdiri dengan mantap, siap menjalankan peran ganda sebagai motivator sekaligus pelindung bagi warga binaannya. Sebagai Bhabinkamtibmas, ia paham bahwa panen adalah klimaks dari semua perjuangan, dan ia ingin memastikan bahwa momen berharga ini berlangsung aman, lancar, dan penuh kebahagiaan.


AKBP Suria Miftah Irawan, Kapolres Nganjuk, menyampaikan dukungan penuh Polri terhadap upaya petani dalam mengembangkan sektor pertanian. Ia menekankan bahwa keberhasilan panen tidak hanya diukur dari jumlah dan kualitas hasil, tetapi juga dari rasa aman yang menyertai setiap prosesnya. Situasi kamtibmas yang kondusif, ujarnya, akan memberikan efek domino yang positif, membuat petani lebih fokus, lebih kreatif, dan lebih optimis dalam menggarap lahannya di masa depan.


Dengan langkah sigap, Bripka Eka P. menyusuri area persawahan, menyapa petani sambil memeriksa hasil panen dan mendengarkan cerita-cerita di balik perjuangan mereka. Ia juga dengan cermat mengamati situasi sekitar, memastikan tidak ada potensi gangguan kamtibmas yang dapat merusak suasana. Dalam dialognya, ia mengimbau warga untuk menjaga kendaraan dan peralatan pertanian, serta segera melapor jika menemukan hal-hal mencurigakan, agar kebersamaan di masa panen ini tetap terjaga hingga akhir.


AKP Winih, Kapolsek Bagor, menggarisbawahi bahwa pendampingan Bhabinkamtibmas di sektor pertanian adalah wujud nyata dari komitmen Polri terhadap kesejahteraan masyarakat. Ia berharap panen bawang merah di Desa Girirejo dapat menjadi pemantik semangat bagi desa-desa lain untuk meningkatkan produktivitas pertanian, dengan tetap mengutamakan keamanan dan ketertiban. Desa Girirejo kini menjelma menjadi teladan bahwa panen yang melimpah dan keamanan yang terjaga bisa berjalan seiring, dan Bhabinkamtibmas adalah kunci yang menghubungkan keduanya dalam harmoni yang indah.(Avs)

Dari Tanah Pekarangan ke Meja Makan: Peran Bhabinkamtibmas dalam Mewujudkan Pangan Sehat di Nganjuk


Nganjuk- Senin pagi yang cerah di Desa Duren dimanfaatkan Aipda Suratin untuk melakukan sesuatu yang mungkin tidak terbayang oleh banyak orang: memantau pertumbuhan kacang panjang dan terong di pekarangan warga. Sebagai Bhabinkamtibmas, ia tidak sekadar menjalankan perintah, tetapi meyakini bahwa tugas pengayoman memiliki makna yang lebih luas. Menjaga keamanan berarti menjaga ketersediaan pangan, dan menjaga pangan berarti menjaga kehidupan. Maka, pemantauan Pekarangan Pangan Bergizi (P2B) ini bukanlah kegiatan sampingan, melainkan bagian penting dari pengabdiannya kepada masyarakat.


Kapolres Nganjuk AKBP Suria Miftah Irawan memberikan apresiasi tinggi terhadap langkah ini. Menurutnya, pemanfaatan pekarangan secara produktif adalah solusi lokal yang memiliki dampak global, karena jika setiap keluarga bisa memenuhi kebutuhan sayurnya sendiri, maka ketahanan pangan nasional akan terbangun dari bawah. Polri, tegasnya, akan terus mendorong masyarakat untuk mengelola lahan yang dimiliki, tidak peduli sekecil apa pun, karena dari situlah kemandirian pangan dimulai.


Dalam kunjungan lapangannya, Aipda Suratin berinteraksi langsung dengan pemilik pekarangan, bertukar pikiran tentang teknik perawatan dan strategi panen yang optimal. Ia mengajak warga untuk melihat pekarangan sebagai sumber pangan yang sehat dan berkelanjutan, bukan sekadar hiasan rumah. Dengan pendekatan yang hangat dan penuh semangat, ia berhasil menumbuhkan rasa percaya diri warga bahwa mereka bisa menghasilkan pangan sendiri tanpa harus menunggu bantuan dari luar.


AKP Totok Harianto, Kapolsek Ngronggot, menegaskan bahwa pihaknya akan terus mengoptimalkan peran Bhabinkamtibmas dalam program ini, karena ketahanan pangan adalah tanggung jawab bersama. Melalui kegiatan di Desa Duren, ia berharap semakin banyak warga yang tergerak untuk menanam berbagai komoditas pangan di pekarangan mereka, tidak hanya untuk kebutuhan sendiri tetapi juga sebagai kontribusi nyata terhadap ketahanan pangan nasional. Desa Duren kini melangkah sebagai pionir, membuktikan bahwa dengan tekad dan pendampingan yang tepat, setiap jengkal tanah bisa menjadi sumber kehidupan yang tak pernah habis.(Avs)

Tenda Darurat di Pelabuhan, Harapan di Tengah Asap: Polresta Sumenep Siaga Penuh untuk Korban Mutiara Sentosa 2


Sumenep- Asap hitam masih membubung dari KM Mutiara Sentosa 2 di perairan utara Sumenep saat Kombes Pol Ariek Indra Sentanu tiba di Pelabuhan Kalianget pada Minggu (2/8/2026) pagi. Ia tidak datang dengan wajah tegang, melainkan dengan tekad baja untuk memastikan tidak ada satu pun penumpang yang tertinggal atau terabaikan. Di tengah hiruk-pikuk evakuasi, ia berdiri sebagai komandan yang mengoordinasikan setiap langkah, dari penyelamatan di laut hingga pelayanan di darat, menjadikan Polresta Sumenep sebagai garda terdepan dalam respons darurat ini.


Posko Terpadu yang segera didirikan di pelabuhan bukan hanya sekadar tempat berteduh, melainkan pusat saraf dari seluruh operasi. Di sinilah laporan dari laut diterima, tim evakuasi diarahkan, dan bantuan dari berbagai instansi dikoordinasikan. Ipda Ardan, Plt. Kasi Humas Polresta Sumenep, menyebut bahwa posko ini adalah wujud kesiapsiagaan Polresta dalam menghadapi keadaan darurat, sesuai instruksi Kapolresta untuk mempercepat penanganan dan memastikan seluruh proses evakuasi berjalan sesuai prosedur.


Di tengah upaya penyelamatan, personel Polresta Sumenep juga bertugas mengamankan pelabuhan dan sekitarnya agar tidak terjadi kepanikan massa yang justru bisa menghambat evakuasi. Mereka bersama masyarakat melakukan mitigasi untuk mencegah kapal atau warga mendekati lokasi kebakaran yang masih berpotensi membahayakan. Polresta Sumenep paham bahwa dalam situasi darurat, disiplin dan ketertiban di darat sama pentingnya dengan kecepatan di laut, karena keduanya saling mendukung untuk menyelamatkan nyawa.


Polresta Sumenep juga tidak melupakan kebutuhan medis korban dengan mengerahkan personel Sidokkes yang berkoordinasi dengan RSUD dr. Moh. Anwar Sumenep, RSI Garam Kalianget, dan BHC Sumenep. Kesiapan fasilitas kesehatan ini memastikan bahwa korban dengan luka serius mendapat penanganan cepat dan tepat. Ipda Ardan menutup dengan imbauan kepada masyarakat untuk tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi dan memberikan ruang bagi petugas bekerja maksimal. Dalam setiap musibah, ketenangan dan informasi yang benar adalah dua senjata yang membantu petugas menyelamatkan lebih banyak jiwa, dan Polresta Sumenep mengajak semua pihak untuk bersatu dalam semangat kemanusiaan tanpa terganggu oleh spekulasi.(Avs)

Ketika Lantunan Doa Menyapa Korban Lalin: Polres Pasuruan Mengajak Bangkit dari Duka Menuju Disiplin


Pasuruan- Masjid Rofiqul Ummah Polres Pasuruan berubah menjadi ruang hening yang menyentuh nurani pada Jumat (31/7/2026) pekan lalu. Salat Ghaib yang dipimpin AKBP Harto Agung Cahyono bukanlah ritual tahunan, melainkan respons cepat atas lonjakan kecelakaan lalu lintas yang dalam beberapa bulan terakhir telah meninggalkan jejak duka mendalam bagi puluhan keluarga di Kabupaten Pasuruan. Di tengah lantunan doa, ada pesan yang tak terdengar namun terasa: bahwa setiap nyawa yang hilang adalah cermin kelalaian yang harus segera diperbaiki bersama.


Kegiatan yang diikuti oleh pejabat utama, personel kepolisian, dan warga sekitar itu berlangsung khusyuk usai salat Jumat. Mereka memanjatkan doa untuk 10 korban yang meninggal dunia agar mendapatkan ampunan dan tempat terbaik di sisi Allah, sekaligus mendoakan kesembuhan bagi hampir 50 orang yang masih terbaring dengan luka-luka. Namun Kapolres Pasuruan tidak hanya fokus pada akhirat, ia juga mengingatkan tentang langkah-langkah duniawi yang harus diambil untuk mencegah terulangnya tragedi serupa.


Evaluasi lalu lintas di Kabupaten Pasuruan hingga akhir Juli 2026 menjadi pijakan penting bagi Polres Pasuruan untuk mengintensifkan berbagai upaya pencegahan. Sosialisasi tentang keselamatan berlalu lintas terus digencarkan ke berbagai segmen masyarakat, sementara koordinasi dengan Dinas Perhubungan dan Dinas PU Provinsi dilakukan untuk memastikan infrastruktur jalan benar-benar ramah dan aman bagi pengguna. Pemeriksaan kendaraan angkutan barang dan truk juga diperketat, karena seringkali kecelakaan besar dipicu oleh faktor teknis yang sebenarnya bisa dicegah sejak dini.


Di akhir pernyataannya, AKBP Harto Agung Cahyono menegaskan bahwa keselamatan di jalan adalah tanggung jawab bersama, tidak bisa dibebankan hanya pada aparat kepolisian. Setiap pengendara yang mengenakan helm, setiap sopir yang mematuhi batas kecepatan, dan setiap penumpang yang mengingatkan pengemudi untuk berhati-hati adalah pahlawan kecil yang menyelamatkan nyawa. Polres Pasuruan berharap, melalui doa dan aksi nyata ini, kesadaran akan keselamatan berlalu lintas mengakar kuat di hati masyarakat, sehingga Kabupaten Pasuruan menjadi contoh wilayah yang menjunjung tinggi keselamatan di setiap sudut jalannya.(Avs)

Sabtu, 01 Agustus 2026

Bukan Sekadar Turnamen: Kapolri Cup 2026 Bukti Olahraga Pemersatu Bangsa


JAKARTA - Di tengah rutinitas birokrasi yang kadang kaku dan formal, Kapolri Cup 2026 hadir sebagai angin segar yang menyatukan para pemimpin kementerian dan lembaga negara dalam suasana kebersamaan yang hangat dan penuh semangat. Kejuaraan bulutangkis yang berlangsung di Jakarta ini tidak hanya menyajikan aksi-aksi atletis dari para peserta, tetapi juga menjadi simbol penting bahwa olahraga memiliki kekuatan luar biasa untuk mempersatukan perbedaan dan memperkuat sinergi antarinstansi. Dengan dihadiri langsung Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, serta deretan pejabat tinggi dari TNI, Kejaksaan Agung, kementerian, BPK, BRIN, dan BNPT, ajang ini menunjukkan bahwa kolaborasi lintas sektor bukanlah wacana, tetapi praktik nyata yang dihidupkan melalui kegiatan positif.


Kehadiran Menteri Agraria, Menteri ESDM, Wakil Menteri Dalam Negeri, hingga Wakil Menteri Pemuda dan Olahraga di tengah-tengah pertandingan menandakan bahwa dukungan terhadap sinergi lintas kementerian sangat kuat dan nyata. Sementara itu, jajaran Jaksa Agung Muda yang turut hadir mempertegas bahwa Polri dan Kejaksaan memiliki komitmen bersama dalam menjaga penegakan hukum yang profesional dan berkeadilan. Keterlibatan TNI melalui Danpuspom dan Askomlek Panglima TNI juga menjadi pengingat bahwa soliditas antara Polri dan TNI adalah pilar utama keamanan nasional yang harus terus dijaga dan diperkuat.


Ketua Seksi Humas dan Dokumentasi Kapolri Cup 2026, Irjen Pol. Dr. Ahmad Ramadhan, menyampaikan apresiasinya terhadap antusiasme semua pihak yang hadir, karena kehadiran mereka menunjukkan bahwa kolaborasi tidak hanya dibangun di atas meja rapat, tetapi juga melalui interaksi yang lebih manusiawi dan penuh kekeluargaan. Ia berharap semangat kebersamaan yang tercipta selama turnamen akan terus menghidupi hubungan antarlembaga dalam menjalankan tugas-tugas negara ke depan. Kapolri Cup 2026 telah membuktikan bahwa ketika kok dipukul dan raket diayunkan, yang terbangun bukan hanya pertandingan, tetapi juga persaudaraan sejati untuk Indonesia yang lebih bersatu. (Avs)

Dari Probolinggo hingga Kediri: Dua Tersangka Pembunuhan Manusia Silver Akhirnya Tersandar


PROBOLINGGO - Kisah tragis pengamen manusia silver bernama AWS (21) berakhir menyedihkan di belakang warkop Jalan Soekarno Hatta, namun perjalanan para pelaku justru baru dimulai saat mereka memilih kabur daripada bertanggung jawab. Satreskrim Polres Probolinggo Kota langsung bertindak cepat, menggabungkan teknologi rekaman CCTV dan keterangan saksi untuk mengungkap identitas tiga pelaku yang ternyata adalah teman-teman dekat korban. Pengungkapan kasus ini menjadi bukti bahwa Polres Probolinggo Kota tidak akan menyerah menghadapi kejahatan yang meresahkan masyarakat.


Pelarian panjang yang dilakukan oleh tiga pelaku membawa mereka ke Banyuwangi, Bali, dan akhirnya menetap sementara di Kota Kediri, namun takdir tidak memihak mereka. Pada Rabu (29/7/2026), tim kepolisian berhasil menangkap NAS (27) dan AH (28) di sebuah rumah kos di Kelurahan Bangsal, sementara KA masih dalam pelarian dan masuk dalam daftar buronan. Kedua tersangka yang ditangkap langsung mengakui peran mereka dalam penganiayaan yang menyebabkan kematian AWS, membuka tabir gelap tentang apa yang sebenarnya terjadi malam itu.


Fakta di lapangan menunjukkan bahwa pesta minuman keras menjadi biang keladi dari seluruh rangkaian peristiwa, karena pengaruh alkohol mengubah perselisihan kecil menjadi kekerasan yang tak terkendali. Setelah korban terjatuh dan tak berdaya, para pelaku justru semakin brutal dengan mengambil batu dan aspal untuk terus menghabisi korban, menunjukkan bahwa niat jahat telah sepenuhnya menguasai mereka. Kini, barang bukti seperti pakaian bernoda darah dan senjata-senjata tersebut telah diamankan untuk memperkuat dakwaan di pengadilan.


AKBP Rico Yumasri dengan tegas menyatakan bahwa pihaknya akan terus memburu KA sampai ia juga merasakan proses hukum yang sama seperti kedua rekannya. Kasus ini, yang dijerat dengan Pasal 458 ayat (1) KUHP, mengingatkan kita semua bahwa persahabatan yang dibangun di atas botol miras dan kekerasan hanyalah ilusi yang berakhir di penjara dan kematian. (Avs)

Cabai Tetap Bergoyang: Aipda Heru Bawa Jurus Irigasi Tetes ke Lahan Sukomoro


Sukomoro-Nganjuk- Meskipun kemarau kali ini terasa lebih dahsyat, Aipda Heru P. tidak membiarkan petani cabai di Desa Bungur berjuang sendirian, karena baginya ketahanan pangan adalah tanggung jawab bersama yang harus diwujudkan dengan tindakan nyata. Dengan semangat pantang menyerah, ia melintasi lahan yang mulai retak-retak, mengamati kondisi tanaman yang sebagian sudah menunjukkan gejala kekeringan parah. Namun alih-alih larut dalam kekhawatiran, ia memilih untuk menjadi pembawa solusi, menghadirkan ide-ide segar yang mungkin selama ini tidak terpikirkan oleh para petani.


Petani yang ditemuinya dengan jujur mengakui bahwa mereka sudah kehabisan akal menghadapi musim kemarau yang berkepanjangan, karena air yang ada hanya cukup untuk menyiram sebagian kecil lahan. Ia mengungkapkan kekhawatiran bahwa jika hujan tidak segera turun dalam waktu dekat, seluruh investasi dan kerja keras mereka selama berbulan-bulan akan musnah sia-sia. Aipda Heru mendengarkan dengan penuh perhatian, lalu dengan tenang memperkenalkan konsep irigasi tetes sebagai senjata rahasia untuk bertahan di musim kering tanpa harus boros air.


Ia menjelaskan secara rinci bahwa dengan sistem ini, air akan menetes perlahan langsung ke zona perakaran, sehingga setiap tetes memiliki fungsi maksimal dan tidak ada air yang terbuang percuma. Petani mulai tertarik dan bertanya tentang biaya serta bahan-bahan yang diperlukan, dan Aipda Heru meyakinkan mereka bahwa solusi ini sangat terjangkau dan bisa dibuat dari material yang mudah ditemukan di sekitar desa. Dengan bantuan dinas terkait yang akan ia koordinasikan, ia berjanji akan mendampingi proses implementasi hingga sistem benar-benar berjalan.


Di akhir kunjungan, senyum mulai muncul di wajah petani yang sebelumnya cemas, karena mereka merasa tidak lagi berjalan sendiri dalam menghadapi kesulitan. Aipda Heru berharap bahwa apa yang ia mulai hari ini akan menjadi budaya baru di Desa Bungur, di mana petani berani mencoba inovasi dan aparat hadir sebagai mitra yang sigap. Dari lahan cabai yang haus ini, ia membawa pulang keyakinan bahwa dengan kegigihan dan kolaborasi, tidak ada kemarau yang tidak bisa ditaklukkan. (Avs)

Bukan Pengawas, Tapi Murid: Aiptu Sugeng Belajar Peternakan dari Hati di Loceret


Loceret-Nganjuk- Di balik seragam dinas yang dikenakannya, Aiptu Sugeng Hariadi datang ke peternakan ayam petelur di Loceret dengan hati seorang pembelajar, bukan sebagai pengawas yang mencari-cari kesalahan. Sebagai Penggerak Ketahanan Pangan yang ditunjuk oleh Kapolres Nganjuk, ia memahami bahwa peran terbesarnya adalah menjadi penghubung antara aspirasi masyarakat dan kebijakan pemerintah, bukan sekadar pelaksana tugas formal. Dengan sikap rendah hati, ia melangkah ke dalam kandang, mengamati setiap detail, dan membuka ruang dialog yang nyaman bagi para peternak untuk bercerita tanpa beban.


Peternak yang ditemuinya mengisahkan perjuangan berat mengelola usaha di tengah tekanan ekonomi yang semakin hari semakin terasa, terutama ketika biaya pakan melambung tinggi sementara pendapatan dari penjualan telur tidak cukup untuk menutup pengeluaran. Ia mengaku bahwa banyak rekan peternak lain yang sudah mulai goyah dan mempertimbangkan untuk berhenti, tetapi ia memilih bertahan demi anak dan cucu yang menggantungkan hidup dari usaha ini. Aiptu Sugeng terenyuh mendengar cerita itu, lalu menegaskan bahwa ia akan menjadi jembatan yang menyampaikan keluhan ini kepada pihak-pihak yang bisa membantu.


Kejujuran dan keterbukaan peternak membuat Aiptu Sugeng semakin yakin bahwa ia harus belajar banyak hal, bukan hanya dari buku, tetapi dari pengalaman langsung orang-orang yang sudah puluhan tahun bergelut di sektor ini. Ia meminta izin untuk menggali ilmu tentang cara mengatur pakan yang efisien, mengelola kandang yang sehat, dan memprediksi pola permintaan pasar agar produksi tidak berlebihan atau kekurangan. Peternak pun merespons dengan antusias, merasa dihargai karena pengetahuannya diakui oleh seorang aparat yang selama ini mungkin hanya mereka lihat dari kejauhan.


Dengan semangat baru yang ia bawa pulang, Aiptu Sugeng berharap kunjungan ini akan menjadi titik awal dari program pendampingan peternakan yang lebih terstruktur dan berkesinambungan. Ia ingin membuktikan bahwa kehadiran Polri di masyarakat tidak hanya terbatas pada urusan keamanan, tetapi juga mampu mendorong kemandirian ekonomi dan ketahanan pangan. Loceret meninggalkan kesan mendalam baginya, bahwa di balik setiap butir telur ada tetesan keringat dan harapan yang layak diperjuangkan. (Avs)

Bukan Sekadar Sambang: Aipda Supriyanto Bangun Benteng Pangan dari Kandang Baleturi


Nganjuk- Di era modern ini, tugas kepolisian tidak melulu soal mengejar pelaku kejahatan, tetapi juga merangkul peternak di pelosok desa. Aipda Supriyanto membuktikan hal itu dengan rutin menyambangi kandang-kandang di Baleturi, membawa misi menggairahkan sektor peternakan yang sempat terpuruk oleh wabah PMK. Baginya, melihat sapi dan kambing yang gemuk dan sehat adalah kepuasan batin yang tak kalah dari menuntaskan kasus kriminal, karena di situlah kemandirian pangan nasional dimulai.


Dalam obrolan santai dengan para peternak, ia menemukan fakta menarik bahwa kepanikan publik terhadap PMK kini telah berganti dengan optimisme berkat vaksinasi yang hampir merata. Namun, peternak masih menyimpan satu kekhawatiran yang tak kalah pelik, yakni bagaimana mempertahankan harga jual agar tetap kompetitif dan menguntungkan. Aipda Supriyanto mendengarkan dengan kepala tegak, lalu menegaskan bahwa kestabilan harga adalah bagian dari program ketahanan pangan yang juga menjadi tanggung jawab kepolisian untuk mengawalnya dari sisi keamanan distribusi.


Ia mengingatkan bahwa kesehatan ternak tidak hanya bergantung pada vaksin, tetapi juga pada perawatan sehari-hari yang disiplin, mulai dari sirkulasi udara kandang hingga kualitas pakan hijauan. Pesan ini ia sampaikan tanpa menggurui, melainkan sebagai pengingat bersahabat bahwa tanggung jawab utama ada di tangan peternak sendiri, sementara Polri siap menjadi fasilitator dan motivator. Dengan gaya yang santun namun tegas, ia menekankan bahwa setiap gejala awal penyakit harus segera dilaporkan, agar penanganan bisa dilakukan secara cepat dan terukur.


Di akhir kunjungan, Aipda Supriyanto melihat senyum lega di wajah peternak sebagai indikator bahwa kehadirannya benar-benar dirasakan manfaatnya. Ia berharap kegiatan sambang ini bukan hanya sesaat, tetapi menjadi budaya yang berkelanjutan untuk menciptakan ekosistem peternakan yang tangguh. Dengan semangat gotong royong, ia yakin bahwa dari kandang-kandang sederhana di Baleturi, akan lahir kontribusi nyata bagi ketahanan pangan nasional yang lebih kuat dan mandiri. (Avs)